author-banner
Blue Ice
Blue Ice
Author

Novels by Blue Ice

Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander

Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander

Selina dipaksa menggantikan adiknya untuk menikah dengan CEO kejam buruk rupa. Masa lalunya yang kelam berusaha disembunyikan. Tapi, rupanya Zander menyimpan lebih banyak rahasia dari yang pernah ia bayangkan.
Read
Chapter: 118. Perjuangan Hidup dan Mati
Empat bulan kemudian, usia kehamilan Selina telah menginjak minggu ke-38. Perutnya yang membesar sempurna kini menjadi pusat dari seluruh kebahagiaan dan kehangatan di kediaman utama Castellvain. Malam itu, pukul dua dini hari, hujan deras mengguyur kota. Suara gemuruh petir sesekali menyambar, memperkeras keheningan di kamar utama. Zander yang sejak awal trimester ketiga berubah menjadi penderita insomnia ringan—karena terlalu siaga menjaga Selina—terbangun ketika merasakan gerakan gelisah dari sang istri di sampingnya. "Selin ...? Ada yang sakit, Sayang?" tanya Zander lembut, langsung memiringkan tubuhnya dan mengusap perut Selina. Selina tidak menjawab dengan kata-kata. Ia meremas kemeja piyama Zander dengan sangat kuat, napasnya memburu dan terengah-engah. Ceceran keringat dingin membahasi pelipis dan dahi cantiknya. "Mas ... sakit ...." ringis Selina, suaranya bergetar menahan gelombang mulas yang mendadak menyerang dengan sanga
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: 117. Permintaan Menyebalkan!
Dua minggu setelah proses transfer embrio yang kedua, kediaman utama Castellvain masih diselimuti keheningan pagi yang basah oleh embun. Jarum jam dinding baru menunjukkan pukul lima subuh. Di dalam kamar mandi utama yang luas, Selina berdiri kaku di depan wastafel marmer. Di telapak tangannya, tergeletak sebatang test pack yang baru saja ia gunakan. Kali ini, atas permintaan tegas dari Zander, mereka tidak langsung bergegas ke rumah sakit. Suaminya tak ingin melihat istrinya kembali didera kecemasan yang membunuh di ruang tunggu yang dingin. "Selin ...?" Suara bariton yang lembut itu terdengar di balik pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Zander melangkah masuk hanya dengan mengenakan celana piyama dan kaus polos hitam. Wajahnya yang biasa dingin tanpa ekspresi kini memancarkan ketegangan yang amat sangat. Rambut acak-acakannya menandakan bahwa pria itu sama sekali tidak bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Zander mendek
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: 116. Dukungan Keluarga
Kekecewaan adalah tamu yang tak diundang, namun sering kali ia datang untuk menguji seberapa kokoh tiang penyangga yang telah dibangun. Bagi Selina, hasil negatif dari siklus pertama bayi tabung mereka sempat menorehkan luka kecil di hatinya. Rasa bersalah karena memiliki rahim yang lemah akibat keguguran masa lalu sesekali masih membayangi pikirannya di malam-malam yang sunyi. Namun, Zander tidak membiarkan bayang-bayang itu menetap terlalu lama. Sejak hari di mana dokter menyarankan masa jeda satu bulan, Zander mengambil keputusan besar yang mengejutkan seluruh jajaran direksi Castellvain Group. Sang CEO yang terkenal gila kerja itu mendelegasikan sebagian besar tugas hariannya kepada Aswin dan beberapa direktur tepercaya. Zander memilih untuk bekerja dari rumah, mengubah ruang kerjanya menjadi pusat komando di mana prioritas utamanya bukan lagi grafik saham, melainkan kesehatan fisik dan mental Selina. "Mas, kamu tidak perlu sampai membatalkan rapat penting dengan investor Londo
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: 115. Tenyata ... Perjuangan Belum Selesai
Halaman panti asuhan yang baru itu tampak ramai dan dihiasi dekorasi sederhana namun penuh kehangatan. Balon-balon berwarna pastel dan untaian lampu kecil menggantung di antara pilar-pilar bangunan yang sebagian dindingnya masih berupa semen halus belum tercat. Meskipun tempat ini belum sepenuhnya rampung setelah penggusuran panti asuhan lama, tawa riang anak-anak panti yang bermain bersama beberapa karyawan Castellvain Group membuat suasana terasa begitu hidup. Hari ini adalah acara pertunangan Aswin dan Lumi. Sebuah perayaan yang sengaja digelar secara bersahaja di tengah-tengah adik-adik panti asuhan tempat Aswin tumbuh dan mendedikasikan hidupnya. Sebagai tangan kanan Zander Castellvain sekaligus salah satu petinggi korporasi yang paling disegani, kehadiran Aswin tentu menarik perhatian. Beberapa kolega bisnis penting dan jajaran staf atas Castellvain sengaja datang, membawa karangan bunga dan menaruh rasa hormat yang besar pada pria yang dikenal
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: 114. Merangkai Masa Depan
Matahari akhir pekan bersinar cerah, menyinari lobi utama Grand Ballroom Mahesvara yang telah disulap menjadi ruang konferensi pers paling megah tahun ini. Ratusan jurnalis dari berbagai media nasional dan internasional telah memenuhi kursi, dengan kamera-kamera yang siap membidik panggung utama. Di balik panggung, Selina berdiri anggun dalam balutan dress formal berwarna putih gading. Di sampingnya, Zander tampil gagah dengan setelan jas hitam formal—plester di pelipisnya sudah dilepas, meninggalkan bekas luka tipis yang justru menambah kesan karismatik, sementara lengan kanannya yang digips tersembunyi dengan rapi. "Kau siap, Sayang?" bisik Zander, merapikan anak rambut Selina yang tergerai indah. Selina menarik napas dalam-dalam, lalu tersenyum manis sembari menggenggam tangan kiri Zander. "Selama ada kau di sampingku, aku selalu siap." Pintu penghubung terbuka. Zander dan Selina melangkah keluar terlebih dahulu, disusul oleh Rajendra Mahesvara dan Natasya yang berjalan ber
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: 113. Menjadi Lebih Baik
Zander menyandarkan punggungnya di bantal yang sudah ditata rapi oleh Selina. Meskipun plester masih menempel di pelipis dan lengan kanannya masih terbungkus gips, wajahnya sudah jauh lebih segar. Sepasang netra hitamnya bergerak mengikuti ke mana pun langkah istrinya pergi. Di sisi seberang ranjang, Sabrina duduk dengan anggun sembari mengupas buah apel dengan tenang. Matriark itu sesekali melirik anak tunggalnya dengan tatapan yang kini jauh lebih lembut, meski sisa-sisa ketegasan seorang ibu tetap ada. "Mas, buka mulutmu. Jangan hanya melamun," tegur Selina sembari menyodorkan sesendok bubur hangat ke depan implan bibir Zander. Zander tersenyum tipis, menerima suapan itu dengan patuh. "Aku tidak melamun, Sayang. Aku hanya sedang mengagumi istriku yang mendadak jadi sangat perhatian setelah suaminya ini masuk rumah sakit." Selina mendengus, meski semburat merah muda langsung menghiasi kedua pipinya. Ia mengetukkan sendok pelan ke pinggiran mangkuk. "Oh, jadi maksudmu selama ini
Last Updated: 2026-07-19
Suami Giveaway dari Kembaran Ku

Suami Giveaway dari Kembaran Ku

Keyra Azzahra, seorang gadis berusia 17 tahun yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA, dibawa ke kota oleh ayahnya dengan alasan akan di sekolahkan. Tenyata dirinya hanya akan dijadikan pengganti kembarannya dalam pernikahan yang sudah dijodohkan. Karena diancam menggunakan nama Ibunya, Keyra menuruti kemauan Ayahnya untuk menikah dengan pemuda bernama Abizar Bimantara yang merupakan Ketua OSIS dingin di sekolah barunya. Namun tampaknya Abizar tak suka padanya karena kecewa yang menjadi istrinya bukanlah Keyla, kembaran Keyra. Posisi Keyra seperti kata pepatah “Sudah jatuh, tertimpa tangga pula” Sudah dipaksa menikah tidak dicintai pula oleh suaminya. Lantas apakah hubungan mereka akan bertahan lama? Dan, Bagaimana cara mereka menjaga rahasia pernikahan itu agar tidak ketahuan oleh pihak sekolah?
Read
Chapter: Ending...
Langit berwarna jingga keemasan, angin sepoi menyapu lembut pekarangan tempat keluarga besar berkumpul sore itu. Setelah semua kekacauan dan luka masa lalu, akhirnya hari ini adalah hari tenang pertama bagi keluarga Bimantara. Keyra berdiri di balkon lantai dua, menatap matahari yang perlahan turun, membawa damai setelah badai panjang dalam hidupnya. Tanpa ia sadari, Abizar datang dari belakang, memeluknya dari belakang, erat dan penuh rasa. “Kamu yakin... masih ingin bersamaku?” bisik Keyra pelan, suaranya bergetar. “Aku sudah menyetujui cerai... aku pikir kamu akan pergi.” Abizar menggeleng. “Kamu pikir hatiku bisa diubah seperti itu, Ra?” “Kamu pikir setelah semua luka yang kita lewati, aku bisa begitu saja membiarkanmu pergi?” Keyra mulai menangis pelan. Namun pelukan Abizar justru semakin erat. “Aku tetap memilihmu, meski dunia bilang aku bodoh. Hatiku terkunci untukmu, Keyra. Dari dulu, sekarang, sampai nanti. Kamu satu-satunya rumahku.” Abizar menarik wajah Keyr
Last Updated: 2025-06-02
Chapter: Keputusan
Langit mendung, seolah mencerminkan hati Kinara yang belum tenang. Sejak kepulangannya, dia terus mencoba mendekati Keyla, menyampaikan penyesalan dan keinginannya untuk memperbaiki segalanya. Namun selama berhari-hari, Keyla tak banyak bicara. Dia mengurung diri di kamar tamu, menghindari siapa pun, bahkan Keyra dan Abizar. Hari ini, Kinara kembali berdiri di depan pintu kamar itu. Dengan tangan menggenggam secangkir teh hangat, dia mengetuk perlahan. “Keyla… boleh Ibu masuk?” Tak ada sahutan. Setelah lama menunggu, pintu akhirnya terbuka sedikit. Keyla menatap ibunya tanpa ekspresi. Kinara melangkah masuk. “Ibu hanya ingin bicara… bukan untuk memaksa.” Keyla duduk di tepi ranjang. “Kau sudah bilang itu tiga hari lalu, dua hari lalu, dan kemarin.” Kinara tersenyum pahit, lalu duduk di sisi ranjang. “Ibu tahu tak akan mudah… Tapi kamu harus tahu, Ibu pulang bukan hanya untuk membongkar kejahatan keluarga Sanjaya, tapi juga… untuk menebus kesalahan pada kamu Keyla menatap
Last Updated: 2025-06-01
Chapter: Menuju akhir
Riuh rendah suasana sekolah hari itu berbeda dari biasanya. Bisik-bisik terdengar di lorong kelas, sebagian besar membicarakan satu hal yakni kejatuhan keluarga Sanjaya.Di balik berita viral itu, nama Keyla ikut terseret, bahkan menjadi sorotan utama. Wajahnya yang dulu selalu penuh percaya diri kini terlihat pucat dan penuh tekanan. Beberapa teman dekatnya mencoba bersikap netral, tapi lebih banyak yang mulai menjauh secara halus."Keyla, sabar ya. Pasti kamu juga nggak tahu mengenai kasus keluargamu, kan? Kamu tenang aja, kita masih ada dipihakmu, kok!" hibur salah satu teman Keyla. "Iya. Maaf ya, karena aku tidak tahu tentang kejahatan Papa dan Kakekku. Seandainya aku tahu, aku pasti mengehentikan mereka," balas Keyla dengan ekspresi sedih. Namun berbanding terbalik dengan batin Keyla yang mendumel kesal. 'Sialan! Banyak yang menertawakan ku karena sudah jatuh. Aku tak bisa begini terus. Citraku benar-benar rusak karena rencana Papa gagal! ARRGHHH!' Saat itu, rombongan Keyra le
Last Updated: 2025-06-01
Chapter: Senjata Makan Tuan!
Hari Minggu menjadi hari istirahat para remaja SMA yang baru menyelesaikan ujian sekolah. Keyra duduk di ruang tamu bersama Tante Sandra, tak sabar menantikan kepulangan Ibunya. Satu Minggu yang lalu, Kinara dengan kondisi belum stabil memaksa ikut ke tempat lelang. Katanya agar bisa memberi kejutan pada Keluarga Sanjaya.Sejak hari itu, Keyra hanya sesekali menghubungi ibunya karena kendala Ujian. Jika dia tidak salah, seharusnya hari ini acara lelang itu berakhir. Apakah rencana mereka berhasil?"Tenanglah..," ujar Tante Sandra dengan lembut."Keyra! Mama!" Abizar tiba-tiba berteriak heboh sambil berlari menuruni tangga."Ada apa?" tanya Keyra yang heran."Kita berhasil! Keluarga kita memenangkan lelangnya!" ungkap Abizar.Keyra ikut terperangah, "Benarkah? Aaah, syukurlah."Keyra ikut senang dengan kabar itu. Sangking senangnya dia melompat memeluk Abizar, meluapkan rasa lega. Abizar membalas dengan senang hati. Akhirnya, rasa lelah mereka saat menyelematkan Kinara terbayarkan.Tan
Last Updated: 2025-05-31
Chapter: Game Over?
Lokasi Lelang Tambang Batu Bara - Aula Sementara Dekat Lokasi TambangDeretan kursi VIP tampak dipenuhi oleh para pengusaha tambang dari berbagai daerah. Di bagian depan, dua kubu besar menempati baris utama, perwakilan Sanjaya Corp dan perwakilan dari Bimantara Corp.Di sisi kanan, Wira Sanjaya duduk dengan senyum percaya diri. Di sebelahnya, Kakek Wijaya tampak tenang, meski sorot matanya menyiratkan keinginan menguasai penuh aset tambang tersebut. Mereka sangat percaya diri bisa memenangkan lelang dengan proposal bisnis buatan Kinara, serta bantuan surat wasiat palsu untuk membujuk Tuan Hanafiah.“Lelang ini formalitas saja,” bisik Wira pada Ayahnya. “Dengan surat wasiat ini, mereka tak punya celah untuk menang.”“Pastikan kamu tetap tenang. Setelah ini, tambang itu milik kita,” sahut Kakek Wijaya pelan.Sementara di sisi lain, Om Rudi dan Kak Rangga dari Bimantara Corp duduk dengan tenang. Mereka tampak menunggu dengan senyuman tipis. Dapat mereka lihat raut kesombongan dari sisi
Last Updated: 2025-05-30
Chapter: Detik-Detik...
Lorong-lorong sekolah dipenuhi wajah-wajah lega para siswa yang baru saja melewati minggu berat. Suara tawa dan desahan napas lega terdengar di mana-mana. Keyra melangkah keluar dari kelasnya dengan wajah letih, tapi ada sedikit senyum di sana. Ujian itu seperti mimpi buruk yang akhirnya lewat juga.“Keyra!” panggil seseorang dari belakang.Keyra menoleh. Kevin sedang berlari kecil mendekatinya sambil membawa selembar kertas bekas cakaran. Dia meremat kertas itu menjadi bola kecil, lalu melemparnya ke dalam tong sampah. Menandakan akhir dari perjuangan di semester satu.“Eh, Kevin. Udah selesai?” tanya Keyra.“Udah. Gila sih, tadi nomor terakhir bikin nyaris nangis,” Kevin menyodorkan wajah dramatis. “Kamu sendiri gimana?”Keyra mengangkat bahu sambil tersenyum tipis. “Lumayan. Kupikir bakal parah, soalnya ini ujian pertamaku di Nusa Bangsa. Tapi ternyata nggak seseram yang aku bayangin.”Kevin mengangguk kagum. “Kamu keren sih, Ra. Bisa ngimbangin materi yang telat dikejar dalam wakt
Last Updated: 2025-05-27
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status