author-banner
spuji4571
Author

Novels by spuji4571

Keponakan Adalah Maut

Keponakan Adalah Maut

Julian, seorang pemuda yatim piatu yang mendapat beasiswa pendidikan kedokteran, mendapat tugas untuk mengabdi kepada masyarakat di desa terpencil tempat pamannya tinggal. di sana, dia malah terlibat cinta segitiga dengan istri pamannya. kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya?
Read
Chapter: Prankk
“Di sana, Mas!” tunjuk Bu Munah sambil mempercepat langkah menuju rumpun pandan yang tumbuh cukup lebat di pinggir kebun.Julian mengikuti dari belakang. Melihat langkah Bu Munah yang begitu bersemangat, ia justru harus menahan tawanya sendiri."Waduh... Bu Munah benar-benar ngeri sekali." batinnya.Tak sampai satu menit berjalan, mereka tiba di balik rumpun pandan. Tempat itu memang cukup tertutup dari jalan desa, hanya terdengar suara gemericik air dari sungai kecil di belakang lahan.Bu Munah berhenti.Wajahnya tampak gugup. Tangannya saling menggenggam. Ia tak menyangka jika hari ini akan kejatuhan durian runtuh, di ajak bercocok tanam oleh dokter muda yang bak artis Korea yang sering ia tonton di TV.“Mas... di sini sudah sepi.” Munah berhenti. Dadanya berdetak kencang. Mahkotanya sudah basah terlebih dahulu. Ia memikirkan gaya apa yang akan di pakai Julian nanti.Julian mengangguk santai.“Iya, Bu.”Bu Munah menundukkan kepala sebentar.“Terus...?” kedua tangan Munah sudah menem
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Pintar beralasan
“Mas!” Wati berdiri di depan pintu ruangan kepala desa, di tangannya sebuah rantang tumpuk tiga ia tenteng. Burhan mati kutu. Ia terdiam sejenak, bingung apa yang harus di lakukan. Apa yang ia akan katakan, soalnya tangan Ratih saat ini masih ia pegang. Ibarat kata ia sudah tertangkap basah, alasan apa yang harus ia buat. Sedangkan Ratih langsung berpikir cepat. Jika sampai Wati tahu apa yang sedang terjadi akhir-akhir ini, maka nama janda kembang yang ia emban akan berubah menjadi janda gatal. “Pak, maafin saya ya sudah salah menginput data!" Kata Ratih tiba-tiba, langsung berpose seperti anak dan bapak yang sedang berjabat tangan saat idul Fitri. Untungnya Burhan tanggap cepat. Ia mengangguk, memasang wajah marah dan kesal. “Iya, lain kali kalau kamu masukin data tuh yang bener Ratih. Ini menyangkut banyak orang lho. Untung aja belum di kirim, kalau sampai sudah di kirim, pasti akan jadi repot semua orang di desa ini!” Wati mengernyitkan dahi. Ia yakin tadi jika suaminya
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Wati tiba-tiba datang
Waktu bergulir begitu cepat. Wati masih belum bangun, padahal jam sudah menunjukan pukul 6 pagi, di mana ia biasanya sudah bangun jam 5 pagi. Semalam, dia tidak bisa tidur memikirkan beberapa kejadian dengan keponakan suaminya hanya dalam satu hari. Entah itu cinta, nafsu, atau hanya rasa ketertarikan kepada orang baru saja. Di meja makan, yang sarapan hanya Burhan dan Julian. Bi Lastri sudah menyapu halaman depan setelah selesai urusan di dapur. Setelah sarapan, Burhan langsung mengajak Julian untuk ke balai desa. Mengenalkan dengan para perangkat desa. Toh nanti, untuk urusan poskesdes, ia harus banyak berurusan dengan perangkat desa. “Permisi semuanya? Selamat pagi!” seru Burhan yang masuk ke ruangan perangkat desa. “Pagi, Pak!” jawab mereka hampir bersamaan.Ruangan balai desa yang sederhana itu langsung menjadi sedikit ramai. Beberapa perangkat desa berdiri menyambut kedatangan kepala desa mereka.Burhan tersenyum bangga.“Sekalian saya kenalkan. Ini keponakan saya,
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Tak Sengaja Menyentuh
Di balik pintu yang baru saja tertutup keras, Julian masih berdiri mematung. Beberapa detik ia bahkan lupa bernapas."Astaga...gila, ini gila banget", kata Julian, Ia menepuk dahinya sendiri."Kenapa aku bisa sebodoh ini sih?"Pandangannya beralih ke gagang pintu."Harusnya tadi langsung kukunci."Ia mengacak rambutnya sendiri dengan kesal. Awalnya ia tak kepikiran jika ada orang lain yang akan masuk. Tapi setelah kejadian ini, dia menjadi menyesal."Ini rumah orang. Bukan kosan ku dulu."Mengingat kejadian tadi, rasa malu langsung menyerbunya.Ia bahkan tidak berani membayangkan ekspresi tantenya yang tadi melihatnya."Tante pasti ngira aku sengaja."Julian menggeleng cepat."Nggak... nggak mungkin."Ia buru-buru mengenakan celana panjang, lalu mengambil sweater rajut berwarna krem yang tergantung di sandaran kursi. Setelah itu ia merapikan rambutnya di depan cermin dan memasang kacamata berbingkai tipis.Melihat pantulan dirinya, ia menghela napas panjang."Semoga Tante nggak salah
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Tak Sengaja Melihat
“Eh Bu Kades... ” kata para siswi SMA itu serempak. “Iya.... Ini Julian, keponakan saya, jangan di godain!" Ketus Wati sambil menatap tajam mereka satu per satu.Julian hanya bisa tersenyum getir. Ia merasa kasihan kepada para anak gadis yang langsung tersenyum kaku. “Eh... Tanteku galak juga ternyata!" Kata Julian dalam hati. Pada siswi SMA segera membayar es krim mereka dan langsung pergi dari toko itu. Sesekali mereka melirik ke arah Julian yang benar-benar sudah membuat mereka terpesona. Setelah keluar toko, mereka terus saja berbisik-bisik.“Itu Bu Kades tumben julid banget sih. Langsung banget to the point nggak boleh godain keponakannya!” ujar siswi yang paling berisi di antara lainnya. “Huhh...iya, padahal biasanya ramah. Padahal kalau si fajar ngobrol sama kita, dia biasa-biasa aja tuh!” yang lain menimpali.Perlu di ketahui, fajar adalah keponakan Wati, anak dari kakaknya. “Apa jangan-jangan Bu Kades naksir sama keponakannya sendiri ya?” celetuk yang lain. “
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Kena Pipi
Wati membeku.Matanya membelalak ketika akhirnya menyadari apa yang baru saja terjadi. Sebuah area dari dirinya menyentuh pipi keponakan suaminya. Waktu satu detik seakan satu jam saat ini bagi Wati.Lalu beberapa saat kemudian, dengan gerakan yang hampir meloncat, ia segera berdiri sambil memegang erat pisau yang baru diambilnya. "A-astaga... maaf, Julian!" ucapnya tergagap. "Tante benar-benar nggak sengaja."Julian yang masih berjongkok ikut berdiri perlahan. Tangannya refleks mengusap pipi yang barusan tersenggol. “Gila...em-empuk banget!" Batinnya sambil berusaha melirik ke area yang menyentuh pipinya tadi. “Aduh...seandainya aku dari belakang terus aku kuat-kuatin, pasti enak banget tuh, orang bentukannya kayak gitu!” kata Julian lagi di dalam hati.Beberapa detik ia masih tak berkata apapun. Aroma parfum tadi, sekaligus aroma original seketika memikatnya. Tanpa di suruh dan tanpa di beri aba-aba apapun, ‘Tombak masa depan' Julian bangkit. Mengangguk-angguk tanda menyuk
Last Updated: 2026-07-05
You may also like
Mantan Suamiku Seorang Tentara
Mantan Suamiku Seorang Tentara
Romansa · Queen Moon
450.9K views
Dinodai CEO Kejam
Dinodai CEO Kejam
Romansa · Mommykai22
446.7K views
Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan
Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan
Romansa · Creative Words
444.9K views
Gairah Terlarang Sang CEO
Gairah Terlarang Sang CEO
Romansa · agneslovely2014
444.9K views
Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif
Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif
Romansa · Angsa Kecil
444.0K views
BERBAGI HATI DENGAN BOSMU
BERBAGI HATI DENGAN BOSMU
Romansa · Jemyadam
443.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status