Chapter: Wati tiba-tiba datangWaktu bergulir begitu cepat. Wati masih belum bangun, padahal jam sudah menunjukan pukul 6 pagi, di mana ia biasanya sudah bangun jam 5 pagi. Semalam, dia tidak bisa tidur memikirkan beberapa kejadian dengan keponakan suaminya hanya dalam satu hari. Entah itu cinta, nafsu, atau hanya rasa ketertarikan kepada orang baru saja. Di meja makan, yang sarapan hanya Burhan dan Julian. Bi Lastri sudah menyapu halaman depan setelah selesai urusan di dapur. Setelah sarapan, Burhan langsung mengajak Julian untuk ke balai desa. Mengenalkan dengan para perangkat desa. Toh nanti, untuk urusan poskesdes, ia harus banyak berurusan dengan perangkat desa. “Permisi semuanya? Selamat pagi!” seru Burhan yang masuk ke ruangan perangkat desa. “Pagi, Pak!” jawab mereka hampir bersamaan.Ruangan balai desa yang sederhana itu langsung menjadi sedikit ramai. Beberapa perangkat desa berdiri menyambut kedatangan kepala desa mereka.Burhan tersenyum bangga.“Sekalian saya kenalkan. Ini keponakan saya,
Última actualización: 2026-07-27
Chapter: Tak Sengaja MenyentuhDi balik pintu yang baru saja tertutup keras, Julian masih berdiri mematung. Beberapa detik ia bahkan lupa bernapas."Astaga...gila, ini gila banget", kata Julian, Ia menepuk dahinya sendiri."Kenapa aku bisa sebodoh ini sih?"Pandangannya beralih ke gagang pintu."Harusnya tadi langsung kukunci."Ia mengacak rambutnya sendiri dengan kesal. Awalnya ia tak kepikiran jika ada orang lain yang akan masuk. Tapi setelah kejadian ini, dia menjadi menyesal."Ini rumah orang. Bukan kosan ku dulu."Mengingat kejadian tadi, rasa malu langsung menyerbunya.Ia bahkan tidak berani membayangkan ekspresi tantenya yang tadi melihatnya."Tante pasti ngira aku sengaja."Julian menggeleng cepat."Nggak... nggak mungkin."Ia buru-buru mengenakan celana panjang, lalu mengambil sweater rajut berwarna krem yang tergantung di sandaran kursi. Setelah itu ia merapikan rambutnya di depan cermin dan memasang kacamata berbingkai tipis.Melihat pantulan dirinya, ia menghela napas panjang."Semoga Tante nggak salah
Última actualización: 2026-07-05
Chapter: Tak Sengaja Melihat“Eh Bu Kades... ” kata para siswi SMA itu serempak. “Iya.... Ini Julian, keponakan saya, jangan di godain!" Ketus Wati sambil menatap tajam mereka satu per satu.Julian hanya bisa tersenyum getir. Ia merasa kasihan kepada para anak gadis yang langsung tersenyum kaku. “Eh... Tanteku galak juga ternyata!" Kata Julian dalam hati. Pada siswi SMA segera membayar es krim mereka dan langsung pergi dari toko itu. Sesekali mereka melirik ke arah Julian yang benar-benar sudah membuat mereka terpesona. Setelah keluar toko, mereka terus saja berbisik-bisik.“Itu Bu Kades tumben julid banget sih. Langsung banget to the point nggak boleh godain keponakannya!” ujar siswi yang paling berisi di antara lainnya. “Huhh...iya, padahal biasanya ramah. Padahal kalau si fajar ngobrol sama kita, dia biasa-biasa aja tuh!” yang lain menimpali.Perlu di ketahui, fajar adalah keponakan Wati, anak dari kakaknya. “Apa jangan-jangan Bu Kades naksir sama keponakannya sendiri ya?” celetuk yang lain. “
Última actualización: 2026-07-05
Chapter: Kena PipiWati membeku.Matanya membelalak ketika akhirnya menyadari apa yang baru saja terjadi. Sebuah area dari dirinya menyentuh pipi keponakan suaminya. Waktu satu detik seakan satu jam saat ini bagi Wati.Lalu beberapa saat kemudian, dengan gerakan yang hampir meloncat, ia segera berdiri sambil memegang erat pisau yang baru diambilnya. "A-astaga... maaf, Julian!" ucapnya tergagap. "Tante benar-benar nggak sengaja."Julian yang masih berjongkok ikut berdiri perlahan. Tangannya refleks mengusap pipi yang barusan tersenggol. “Gila...em-empuk banget!" Batinnya sambil berusaha melirik ke area yang menyentuh pipinya tadi. “Aduh...seandainya aku dari belakang terus aku kuat-kuatin, pasti enak banget tuh, orang bentukannya kayak gitu!” kata Julian lagi di dalam hati.Beberapa detik ia masih tak berkata apapun. Aroma parfum tadi, sekaligus aroma original seketika memikatnya. Tanpa di suruh dan tanpa di beri aba-aba apapun, ‘Tombak masa depan' Julian bangkit. Mengangguk-angguk tanda menyuk
Última actualización: 2026-07-05
Chapter: Bercandanya KeterlaluanJulian menoleh memergoki tatapan tantenya Mata keduanya bertemu sesaat, hanya beberapa detik. Tapi sudah cukup membuat dada Wati berdegup kencang."Tante, ada apa?" “Ha...hahh...n-nggak ada apa-apa kok!” jawab Wati yang tampak gugup.Lastri yang memperhatikan dari belakang, tersenyum sendiri. “Kelihatannya nyonya Wati terkesima juga sama gantengnya keponakannya sendiri. Gimana ya nanti kalau keduanya terlibat skandal. Eh....issshh..jangan, jangan pikiran yang aneh-aneh kamu.” kata Lastri dalam hati pada dirinya sendiri. Julian mengernyitkan dahi, “Kok ngelihat akunya kayak gitu? Aku ada salah to Tante? Bilang aja nggak apa-apa!”Wati langsung mengalihkan pandangannya, sebaik mungkin berpura-pura jika ia tidak kenapa-kenapa, “Nggak kok, masa' tantenya sendiri ngelihat aja nggak boleh sih.” Padahal saat itu, jantung Wati benar-benar hampir keluar dari badan sangking gugupnya. “Ohh..hee ya boleh dong Tante. Tapi jangan sering-sering ya, takut kalau keponakannya jadi kepincut
Última actualización: 2026-07-01
Chapter: KepergokWati bisa menghirup aroma pencuci muka Julian sangking dekatnya jarak mereka. Tapi anehnya, Julian malah melingkarkan tangannya di pinggang tantenya, dan menekannya ke bawah. “Ughh...ini, Tante benar-benar menggairahkan." Batin Julian. “Astaga, jangan, jangan sampai aku punya pikiran macam-macam sama tanteku!” batin Julian lagi kemudian menjauhkan tangannya dari pinggang tantenya. “An.... Anu, maaf Julian!" Kata Wati seraya berusaha berdiri. Ia tadi cukup kaget ketika Julian malah menekan pinggangnya ke bawah.“Iya Tante nggak apa-apa. Tapi jangan di atasku terus, patah Tante, patah nanti ‘masa depanku’!” kata Julian meringis. Padahal, ia merasakan kenyamanan luar biasa. Meskipun ia merasakan sakit.Bagaimana tidak. ‘Masa depan’ Julian sedang bangun dan kuat-kuatnya menantang dunia. Tapi Wati malah mendudukinya, apalah daya ‘masa depan’ yang tidak bertulang, hanya bermodal otot dan daging saja, pasti lah tidak kuat untuk menjadi tumpuan seperti itu, kecuali dalam beberapa
Última actualización: 2026-07-01