Chapter: Bab 84. Munafik!Kalimat sumpah serapah itu kembali lenyap di udara ketika Ben menunduk, melumat bibirnya lebih dalam dan menyambung kembali momen panas yang memabukkan tersebut.Pada mulanya, Blaire masih mencoba menolak. Bagaimanapun, ingatan tentang Ben yang mencium perempuan lain kembali membayangi kepalanya setiap kali sentuhan laki-laki itu merayapi kulitnya. Rasa hina itu membakar martabatnya.Namun sialnya, kenyataan pahit yang diucapkan Ben terbukti benar. Bibirnya boleh saja terus merangkai kalimat pedas, pikirannya boleh berontak mati-matian, dan hatinya boleh menolak dengan keras. Sayangnya, tubuh wanita itu menyerah pada biologisnya sendiri.Tubuhnya bergetar, memberi respons penuh pasrah atas setiap sentuhan Ben. Dan entah bagaimana, tiap remasan, gesekan, dan usapan jemari Ben menciptakan letupan rangsangan baru yang asing sekaligus adiktif. Seakan-akan Blaire sedang ditarik lepas dari pijakan bumi, dibawa terbang melayang dan ditenggelamkan dalam sensasi baru yan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Bab 83. Kau MenjijikkanSuara bisikan sarat bisa itu meluncur mulus dari bibir Blaire. Dan tepat di detik kalimat itu selesai diucapkan, raut dingin yang membeku di wajah Ben akhirnya retak. Topeng tenangnya runtuh seketika, berganti dengan gulungan emosi gelap yang mendadak menyeruak ke permukaan. Sepasang mata gelap laki-laki itu kini menampakkan kobaran emosi yang berbahaya.“Jijik?” Satu kata itu dilontarkan Ben dengan kekehan sinis, disertai senyum miring yang terukir samar di sudut bibirnya.“Ya. Kau. Menjijikkan,” desis Blaire tanpa keraguan sedikit pun, penuh nada permusuhan. Di balik binar matanya yang menyorot tajam, ada kebencian mendalam yang merambat naik mencapai puncaknya.Harga diri Ben jelas terhentak keras. Kata pendek itu telak mengenai egonya, terlebih karena Ben tahu betul Blaire tidak sedang bergurau. Lagi pula, sejarah di antara mereka tidak pernah menyisakan ruang untuk gurauan hangat. Sebaliknya, atmosfer di antara mereka selalu diselimu
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 82. Lepaskan Aku!Malam makin melarut ketika Blaire akhirnya berhasil melangkahkan kaki melewati pintu depan rumah. Keheningan dini hari menyambutnya, tetapi ketenangan itu sama sekali tidak menular pada jiwanya. Wajahnya mengeras, menampakkan ekspresi kemarahan yang sudah tak lagi mampu dia tutupi sempurna. Amarah itu meledak-ledak di dalam dada, membuat napasnya terembus cepat, kasar, dan tak beraturan. Sepasang matanya menyorot tajam dengan kedua alis menukik erat, mencerminkan badai yang sedang mengamuk di dalam kepalanya.Sepanjang perjalanan pulang, Blaire harus berjuang setengah mati menahan benteng pertahanannya. Dia memaksa diri menelan bulat-bulat rasa panas yang membakar dadanya hanya demi menghindari interogasi dadakan dari Sheesy dan Eve. Senyum tipis yang dipaksakan dan dalih bahwa tubuhnya mendadak kurang sehat menjadi senjata pamungkasnya—alasan yang cukup masuk akal untuk membuat kedua temannya itu akhirnya setuju untuk mengakhiri malam dan pulang lebih cepat.Namun, mengelak dari mere
Terakhir Diperbarui: 2026-07-27
Chapter: Bab 81. Pemandangan Tak MengenakanKebalikannya, Blaire mendadak bungkam. Tubuhnya kaku mematung, seolah seluruh persendiannya dikunci secara paksa. Kedua matanya menatap lurus ke depan tanpa berkedip sedikit pun, terpaku pada sosok laki-laki yang baru saja melepaskan helmnya di tengah arena.Entah kenapa, seluruh euforia, sorak-sorai, dan rasa senang yang tadi sempat membuncah hangat di dadanya mendadak menguap lenyap tanpa bekas. Kejadian seru itu menguap begitu saja, digantikan oleh gelombang rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang.Blaire menelan ludah yang terasa sangat pahit dan mengganjal di tenggorokannya. Dia memaksa otaknya memberi komando pada kaki-kakinya yang mendadak terasa seberat timah. Dengan langkah goyah, dia berbalik dan melangkah mundur, perlahan menjauhi kerumunan riuh yang masih bersorak-sorai merayakan kemenangan Ben. Beruntung, kedua temannya tidak menyadari kepergiannya karena fokus Sheesy dan Evelyn sepenuhnya tersedot oleh selebrasi kemenangan sang pemenang di tengah arena.Menjauh dari pu
Terakhir Diperbarui: 2026-07-24
Chapter: Bab 80. Itu Ben!“Menonton balap motor! Di sana banyak laki-laki keren yang ... urgh, sangat gentle dan maskulin!” jawab Evelyn penuh semangat, sampai tangannya menepuk paha sendiri.Sheesy yang fokus memegang kemudi menyahut dari kaca spion tengah, “Yang paling menarik itu atmosfernya, Blaire. Kau akan merasakannya sendiri nanti. Saat adrenalinmu melonjak drastis, terpacu oleh raungan mesin dan situasi sekitar yang mendebarkan!”Blaire hanya menghembuskan napas panjang. Memilih untuk diam dan menunggu, menyaksikan langsung apa yang dibanggakan oleh kedua temannya itu.Beberapa saat berikutnya, laju mobil mereka mulai melambat tatkala mendekati area yang memperlihatkan keramaian mencolok. Pemandangan itu sangat kontras dengan sepinya malam. Lokasi tersebut tidak sepenuhnya terisolasi, tetapi titik kerumunan itu benar-benar berada di sebuah lintasan tertutup yang jauh dari permukiman warga. Tempat yang sengaja dipilih demi meminimalkan risiko kecelakaan, dan tentu saja ... menghindari kejaran patroli p
Terakhir Diperbarui: 2026-07-23
Chapter: Bab 79. Jadi, Sebenarnya Kita Mau Pergi Ke Mana?“Tidak,” katanya tegas setelah napas dan tenggorokannya terasa sedikit lebih baik.“Tidak ada kata 'tidak'. Hangout kita kemarin terlalu santai dan membosankan. Kali ini, kau wajib ikut dan harus melihat sendiri betapa serunya dunia balap!” Evelyn mulai mengompori, matanya menyala-nyala memancarkan semangat mendominasi.Balapan? Blaire merasa energinya sudah terkuras habis. Dia sama sekali tidak memiliki stamina tersisa setelah agenda hangout mereka kemarin, ditambah lagi beban dari rentetan kejadian yang akhir-akhir ini terus menimpanya.“Kalian saja yang pergi,” kata Blaire masih mencoba berkilah, menolak halus.Namun, Evelyn yang sudah memprediksi penolakan itu segera memasang wajah memelas paling memprihatinkan. Jurus ampuh terakhir untuk membujuk.“Kau pasti suntuk kalau hanya berdiam diri di rumah, kan? Kau sendiri yang bilang kalau kau jarang hangout karena tidak punya teman. Sekarang kau punya kami! Kami ingin mengajakmu menikmati masa-masa muda yang seru dan penuh warna. Jadi
Terakhir Diperbarui: 2026-07-23
Chapter: Bab 135. Ending Scene (TAMAT)Long weekend adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Bara menepati janjinya mengajak istri dan anak-anaknya ke Bali. Pun kebetulan kedua orang tua Bara sekarang sedang ada di Perth menghadiri pertemuan teman lama orang tua Bara.Sebenarnya Bara ingin mengajak istri dan anaknya berlibur ke Amerika, tetapi karena libur sekolah Bima hanya karena long weekend, jadi tak memungkinkan untuk Bara mengajak istri dan anak-anaknya ke Amerika. Akan tetapi, meski hanya libur singkat ke Bali, tentunya pagi ceriah itu sudah ramai dengan suara Bima yang riuh gembira. Pelayan sudah tampak sibuk memindahkan pakaian yang akan dibawa. Tentu Bintang tak sendiri dalam menyiapkan pakaian. Wanita itu dibantu oleh para pelayan.Long weekend ini, Bara dan Bintang mengkhususkan liburan tanpa pengasuh. Mereka mengizinkan untuk Mbok Inem ataupun pengasuh Belleza untuk berlibur tanpa mengurus anak-anak mereka. Adapun alasan, karena mereka ingin benar-benar menikmati liburan bersama, tanpa adanya orang lain.“Papa! Bim
Terakhir Diperbarui: 2025-09-24
Chapter: Bab 134. Extra Part VIIIMenyiapkan malam malam adalah hal biasa untuk Bintang. Namun, tentu wanita itu tidak sendirian. Para pelayan membantunya dalam menyiapkan makanan lezat. Bara dan Bima sangat menyukai masakan Bintang, jadi wajar kalau Bintang selalu membuatkan makanan untuk suami dan putranya. Sementara Belleza—si kecil juga turut dibuatkan makanan. Usia Belleza sudah dua tahun. Tidak hanya susu yang menjadi asupan utama, tapi ada makanan pendukung lain.Saat makanan sudah siap berada di atas meja, Bara dan Bima muncul. Mereka duduk di kursi meja makan, sedangkan Belleza sayangnya sudah tertidur. Balita cantik itu sudah makan duluan. Jadi, wajar kalau sekarang Belleza sudah terlelap.“Wah! Mama masak makanan kesukaan Bima!” seru Bima riang.Bintang tersenyum, dan duduk di kursi meja makan. “Mama buatin makanan kesukaan Bima, dan juga masakin makanan kesukaan Papa.”Bima tampak semangat. Bocah laki-laki itu langsung lahap menikmati makanan yang dibuatkan oleh ibunya. Pun Bara juga turut menyantap makana
Terakhir Diperbarui: 2025-09-24
Chapter: Bab 133. Extra Part VIIMendapatkan panggilan telepon dari sekolah Bima, tentu membuat jantung Bintang nyaris ingin copot. Pasalnya selama ini, Bima tak pernah melakukan masalah apa pun. Putra kecilnya itu bisa dikatakan adalah anak yang baik dan patuh pada guru. Namun, di kala wali kelas mengatakan Bima melakukan kesalahan, membuat otak Bintang mendadak pusing luar biasa.Ya, Bintang datang ke sekolah Bima, tanpa bilang dulu pada Bara. Bukan tak mau cerita, tetapi dia tak ingin mengganggu suaminya yang sedang bekerja. Jadi, lebih baik baginya menyelesaikan sendiri masalah ini. Lagi pula, ini memang sudah menjadi tugasnya.“Bu,” sapa Mbok Inem di kala melihat Bima datang ke sekolah.Bintang menatap Mbok Inem dengan tatapan gelisah. “Mbok, ada apa? Bima lakuin kesalahan apa?” tanyanya penasaran.Mbok Inem tampak cemas. “Bu, mungkin lebih baik wali kelas yang cerita ke ibu. Saya takut kalau saya yang jawab malah saya salah bicara.”“Sekarang Bima di mana?” tanya Bintang, mencoba untuk tetap tenang.“Bima ada d
Terakhir Diperbarui: 2025-09-24
Chapter: Bab 132. Extra Part VIPagi menyapa, Bara sudah datang ke kantor lebih awal. Pria tampan itu memiliki meeting penting dengan salah satu klien dari Tokyo. Dia bahkan tidak sarapan di rumah, karena tadi bertemu dengan klien—yang kebetulan meminta bertemu dengannya di pagi hari.Dia kini sudah ada di ruang kerjanya, duduk dengan raut wajah serius melihat laporan yang diberikan oleh sekretarisnya. Bintang sudah tak lagi bekerja di Gunaraya Group, membuat Bara memang sekarang memiliki sekretaris baru. Namun, meski sudah memiliki sekretaris baru, tentunya dia meminta pendapat Bintang tentang sekretaris barunya.Suara ketukan pintu terdengar, Bara yang sedang fokus melihat laporan langsung teralih ke arah pintu—dan meminta orang yang mengetuk pintu untuk segera masuk ke dalam.“Pak, maaf saya ganggu,” ucap Andi di kala masuk ke dalam ruang kerja Bara.“Ada apa?” tanya Bara dengan nada datar.“Pak, di depan ada Pak Mario ingin bertemu Anda. Apa Anda ingin menemui beliau?” tanya Andi sopan, dan seketika membuat Bara
Terakhir Diperbarui: 2025-09-24
Chapter: Bab 131. Extra Part V Waktu menunjukkan pukul enam sore. Bintang sudah kembali ke rumah, begitu juga dengan Wilona yang sudah kembali. Hari yang menyenangkan, tetapi ada perasaan khawatir. Ya, bagaimana tidak? Bintang tadi hampir menjadi korban kejahatan. Namun, untungnya dia bisa selamat.Bintang baik-baik saja, tapi entah dia tak tahu nasib pencopet itu. Bisa dikatakan orang-orang banyak yang membantunya, mengantarkan pencopet pada pihak berwajib. Jadi, dia tak perlu harus dipusingkan.Wanita cantik itu kini melangkah menuju kamar mandi, dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Pun barang belanjaannya tadi sudah dia pindahkan ke walk-in closet. Waktu bersama dengan Wilona cukup membuatnya sangat terhibur.Belleza sedang bersama dengan pengasuh. Itu yang membuat Bintang bisa jauh lebih tenang. Memang hadirnya pengasuh cukup membantu Bintang, jika ingin memiliki waktu berkualitas untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, meski ada pengasuh jelas Bintang akan tetap mengurus dua anaknya.Lima belas menit member
Terakhir Diperbarui: 2025-09-24
Chapter: Bab 130. Extra Part IVMall Grand Indonesia adalah tempat yang dipilih oleh Bintang dan Wilona untuk berjalan-jalan. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama sambil berbelanja berbagai macam barang. Tak hanya berbelanja saja, tetapi banyak restoran yang mereka kunjungi.Wilona yang selalu mengeluh badannya gemuk, tetapi tak tahan jika Bintang mengajak makan-makanan lezat. Pun dua wanita itu masih memerikan ASI, jadi wajar kalau mudah sekali lapar, apalagi jika melihat banyak restoran, pasti mereka terasa ingin mencoba.“Bintang, kamu mau makan sushi, nggak?” tanya Wilona tampak tak sabar melihat restoran sushi.Bintang menggelengkan kepalanya. “Kita udah makan banyak, Wilona. Memangnya kamu belum kenyang juga?”Wilona mengerengutkan bibirnya. “Aku masih lapar sih, tapi kayaknya ada makanan di kaki lima dekat mall ini deh yang mau aku datengin. Nggak jadi sushi. Kamu mau nggak nemenin aku?”Bintang mengulum senyumannya mendengar keluhan Wilona yang begitu ingin makan di makanan kaki lima dekat mall. Jujur, s
Terakhir Diperbarui: 2025-09-24
Chapter: Bab 55. Cukup BertigaSimon Kingsley sedang berbincang santai dengan ayahnya, Robert, di ruang kerja besar di kediaman keluarga Kingsley. Suasana rumah itu tenang, dengan aroma teh hangat yang baru saja disajikan oleh Emma. Sasha sedang duduk di ruang keluarga bersama Emma, membicarakan rencana menyambut bayi yang tinggal beberapa minggu lagi lahir.Namun, ketenangan itu tiba-tiba pecah saat terdengar suara kecil dari Sasha. “Simon!” panggilnya, suaranya terdengar panik.Simon segera berlari ke ruang keluarga, menemukan Sasha duduk dengan wajah pucat sambil memegang perutnya. “Apa yang terjadi, Sayang?” tanyanya cemas.Sasha meringis kesakitan. “Aku ... aku rasa kontraksi. Dan—” Ia berhenti berbicara sejenak, matanya membesar saat melihat cairan mulai mengalir di lantai. “Air ketubanku pecah!”“Astaga!” Emma langsung berdiri, wajahnya penuh kekhawatiran. “Simon, cepat! Kita harus membawa Sasha ke rumah sak
Terakhir Diperbarui: 2026-05-12
Chapter: Bab 54. MelegakanSetelah menyaksikan wawancara Simon di layar televisi, Sasha menghela napas panjang. Perasaan lega mengalir di dalam dirinya, tetapi di balik itu ada rasa bersalah yang perlahan-lahan menyeruak. Ia telah sempat meragukan suaminya, meskipun Simon berulang kali menunjukkan dedikasi dan cintanya.Sasha duduk di sofa ruang tamu penthouse mereka, memandangi layar ponsel yang telah beberapa kali ia periksa. Waktu terus berjalan, tetapi Simon belum juga pulang. Biasanya, setelah menghadapi situasi sulit seperti ini, Simon akan segera kembali ke rumah untuk bersama dengannya.Rasa khawatir mulai menyelimuti Sasha. Ia akhirnya memutuskan untuk menelepon Joicy, asisten Simon yang selalu tahu keberadaan suaminya. Panggilan tersambung, dan suara Joicy terdengar di ujung sana.“Halo, Joicy. Maaf mengganggumu, tapi aku ingin tahu, di mana Simon sekarang?” tanya Sasha dengan nada hati-hati.Joicy terdiam sesaat sebelum menjawab. “Dia sedang menemui ses
Terakhir Diperbarui: 2026-05-12
Chapter: Bab 53. Membersihkan KotoranSimon terhuyung, memegangi pipinya yang kini memerah akibat tinju keras Harris.“Kita bisa bicarakan ini baik-baik, Harris!” seru Robert, ayah Simon, sambil berusaha menarik Harris menjauh. Sasha berdiri terpaku, tubuhnya gemetar melihat ayahnya yang biasanya tenang berubah menjadi sosok yang begitu penuh amarah.“Kau tahu apa yang dia lakukan, Robert?” Harris menuding Simon dengan mata membelalak. “Anakmu ini mempermalukan keluarga kita! Bagaimana bisa dia menghamili wanita lain?!”Sasha ternganga, matanya melebar. “Apa?!” katanya dengan
Terakhir Diperbarui: 2026-05-11
Chapter: Bab 52. Ledakan Gairah (21+)Tanpa banyak kata lagi, Simon meraih Sasha ke dalam pelukannya. Pelukan itu erat namun penuh kehati-hatian, seolah ia memeluk sesuatu yang rapuh namun sangat berharga. Bibirnya mengecup dahi Sasha sebelum beralih ke pipi, lalu berhenti di bibirnya yang penuh. Kecupan mereka dimulai dengan lembut, perlahan semakin dalam dan penuh emosi.“Simon, sssshhhhh….”Ia menatap Sasha lama, seakan ingin menyimpan setiap detil momen ini dalam ingatannya. “Aku ingin kau tahu, aku akan selalu menjagamu, dengan cara apa pun,” katanya pelan, suaranya penuh ketulusan.Sasha mengangguk, matanya berkaca-kaca oleh emosi.Ketika Simon melanjutkan ciumannya, sentuhan mereka tetap lembut. Hasrat yang terasa meledak-ledak dalam dirinya tak membuatnya terburu-buru. Ia memastikan setiap gerakannya tidak hanya membawa kenikmatan, tapi juga rasa aman bagi Sasha. Ia mengeksplorasi perasaan mereka, bukan hanya hasrat fisik, tetapi juga cinta mendalam yang
Terakhir Diperbarui: 2026-05-10
Chapter: Bab 51. Gangguan KecilSimon dan Sasha akhirnya bertemu dengan dokter kandungan mereka, Dr. Milea Grande, yang terkenal dengan keahliannya menangani kehamilan berisiko. Setelah pemeriksaan mendalam, Dr. Grande memberikan kabar yang sangat melegakan.“Kandunganmu cukup kuat, Sasha. Jadi, hubungan suami istri diperbolehkan, asalkan tidak terlalu intens atau membuat kau kelelahan,” jelasnya dengan senyuman lembut.Sasha, yang merasa malu sekaligus lega, mengangguk pelan. Simon, di sisi lain, merasa seperti mendapat lampu hijau setelah sekian lama menahan diri. Mereka berdua saling melirik penuh arti, memahami bahwa momen kebersamaan mereka akan terasa lebih istimewa dari sebelumnya.Selain itu, Dr. Grande memberikan resep untuk membantu meredakan morning sickness yang cukup sering dialami Sasha. “Pastikan istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi,” tambah Dr. Grande. “Dan Simon, pastikan kau menjaga perasaan istrimu. Ini bukan hanya untuk kesehatan mental
Terakhir Diperbarui: 2026-05-10
Chapter: Bab 50. Rindu SentuhannyaBeberapa hari setelah kondisi Sasha mulai membaik, suasana rumah sakit tempat ia dirawat terasa lebih tenang. Meskipun tubuhnya masih lemah, warna di wajah Sasha perlahan kembali. Namun, kehadiran pihak kepolisian pada pagi itu membawa ketegangan baru yang tak bisa dihindari.Simon berdiri di sudut ruangan, wajahnya tegang. Ia mendampingi Sasha saat seorang detektif datang untuk meminta keterangan resmi. Sasha duduk di tempat tidur, tangannya menggenggam selimut dengan erat. Meskipun tubuhnya sudah pulih, pikirannya masih terbayang-bayang kejadian yang ia alami di pulau terpencil itu.“Bu Sasha, kami paham ini sulit,” ujar detektif dengan nada lembut. “Tapi kesaksian Anda sangat penting untuk mengungkap kasus ini.”Sasha menarik napas panjang, menenangkan diri. “Baik, saya akan menjawab sejujurnya,” katanya pelan.Ia mulai menceritakan semuanya, bagaimana Kael menculiknya, bagaimana ia merasa terjebak di pulau terpencil
Terakhir Diperbarui: 2026-05-09
Chapter: Bab 48. Mereka yang BersekongkolItu suara Nora. Aria mengecek kembali nama kontak di ponselnya dan itu benar-benar Nora. Alisnya mengernyit tajam. “Ada apa?”“Aku butuh bantuanmu sekarang.” Nora terisak hebat. “Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. A-aku tidak tahu harus meminta pertolongan kepada siapa. A-aku….”“Oke.” Aria menarik napas dalam-dalam. “Ada di mana kau sekarang?”“Aku di apartemen Nolan.”“Aku akan ke sana, tapi bisa kau jelaskan dulu apa yang terjadi?”“Tidak bisa. Aku akan menjelaskannya nanti.”Ternyata hari itu tidak berakhir dengan ekspektasi Aria. Meski enggan, dia tidak bisa mengabaikan wanita itu begitu saja. “Sial. Seharunya aku bilang bahwa aku tidak peduli.” Namun, apa yang dia lakukan saat ini justru bertolak belakang dari apa yang dia ucapkan.Aria mengambil kunci mobilnya, kemudian berjalan cepat keluar gedung. Namun, ada satu hal yang aneh sekaligus membuat Aria bernapas lega—bodyguard Ethan tidak tampak di mana pun. Aria sempat mengecek di beberapa sisi area parkir, tetapi tida
Terakhir Diperbarui: 2026-07-24
Chapter: Bab 47. Pekerjaan Sampingan Nolan“Kau hanya perlu membuat Aria menjauh, bahkan menghilang dari hidup anakku.” Adalah kalimat yang Nolan dengar saat sebagai syarat untuk ‘tawaran menarik’ dari Levi. Sebenarnya bukan hal yang baru, karena memang itu yang menjadi keinginan Nolan sejak lama.“Aku tidak bisa langsung menyentuhnya.” Tatapan Levi menerawang, seolah tengah terjebak pada momen di masa lalu yang sulit dilupakan. Lalu, dia tersenyum simpul dengan cara yang ganjil.Hanya satu hal yang membuat Nolan penasaran. “Dengan pengaruh Anda, bukankah sangat mudah bagimu untuk menyingkirkan Aria? Aku pikir hubungan mereka juga tidak seserius yang diberitakan media.”Nolan tidak buta. Dia terbilang sudah sangat mengenal Aria, bahkan kedekatan mereka jauh lebih dalam ketimbang Aria dengan Nora. Hubungan wanita itu dengan pewaris Reynolds tampaknya cukup menarik. Bukan sesuatu yang murni, seperti halnya hubungan dia dengan Aria di awal fase pacaran mereka.Mungkin ini seperti naluri alami yang muncul. Nolan tidak melihat Aria
Terakhir Diperbarui: 2026-07-24
Chapter: Bab 46. Tawaran Untuk NolanAlis Aria mengernyit. Apa maksudnya wanita yang sama? Diusapnya rambut yang sedikit berantakan dengan tenang. Tidak sedikit pun Aria menunjukkan gelagat terintimidasi oleh Nyonya Reynolds. “Aku tidak mengerti apa maksud Anda, Nyonya.”“Sebaiknya kau mundur dari pernikahan itu. Kau tidak akan selamat dengan mengikuti permainan anakku. Kekasih kontrak? Pernikahan kontrak? Atau apa pun itu. Hentikan, kau hanya akan menunda rasa sakitmu di masa depan.”Matanya melebar. Cukup mengejutkan saat wanita paruh baya itu mengetahui semuanya. Besar kemungkinan juga Levi mengetahui akan hal itu. Namun, apa yang mereka tunggu? Mereka bisa saja berkata pada media bahwa ini hanya pernikahan palsu.Julia menyeringai. “Mungkin berbeda dengan orang lain—Aku tidak peduli siapa dirimu, tetapi sejak awal aku tidak menyukai eksistensimu di samping Ethan. Bukankah itu alasan yang masuk akal ketimbang jika aku mempermasalahkan latar belakangmu?”Aria tidak kuasa menjawab. Jika memang benar demikian, apakah ben
Terakhir Diperbarui: 2026-07-24
Chapter: Bab 45. Wanita yang Sama“Bisa kau ceritakan dari mana asalnya luka-luka ini?” balas Aria datar.Ethan menghela napas. Ingatannya kembali di beberapa jam sebelum dia memutuskan ke kantor Aria. Di ruangan Levi, Ethan berdiri dengan kepala tegak dan tatapan lurus. Sementara itu, Levi sudah bersiap dengan tongkat golf. Tanpa mengatakan apa pun, benda itu melayang, tetapi sebelum mengenai wajahnya, Ethan berhasil menghalau serangan sang ayah dengan lengannya.“Hentikan!”“Kau yang berhenti, Anak Sialan!” umpat Levi.“Aku bukan anak kecil lagi, aku bukan anakmu yang dulu lagi.” Dia menekankan setiap kalimat. “Jangan seenaknya menyuruhku berhenti.” Lalu, Ethan tersenyum sinis. Saat itu juga tangan Levi yang bebas berhasil mendaratkan pukulan di wajahnya. Sangat keras meski dilakukan menggunakan tangan kiri—cukup membuat telinganya berdenging.Levi berbalik, kemudian memukul gelas kaca di atas meja menggunakan tongkat golf itu ke arah Ethan. Serpihannya mengenai wajah Ethan. Tidak hanya itu, pria paruh baya tersebu
Terakhir Diperbarui: 2026-07-24
Chapter: Bab 44. Bermalam BersamaAria berusaha menelepon Ethan, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Padahal belum lama mereka berpisah, kabar tentang pernikahan mereka sudah merebak hingga Aria mendapat panggilan berkali-kali dari Tuan Frank. Jelas dia merasa kalangkabut. Entah apa yang harus dia katakan kepada atasannya itu.“Di mana kau, Sialan! Kau harus bertanggung jawab atas kekacauan ini!” Aria menggerutu sendiri sambil tetap menghubungi Ethan.Rachel berkali-kali melepas dan memasang kacamatanya setiap menerima panggilan dari beberapa klien. Berbagai macam reaksi dari klien-klien itu, mulai dari mereka yang melempar pertanyaan karena terkejut, sampai dukungan personal. “Aku rasa kau perlu bertemu dengan Tuan Fransk dulu, Aria, sebelum dia mengamuk,” sarannya.“Tapi, aku harus berkata apa?” jawabnya dengan nada frustrasi. Dia hanya tidak ingin salah langkah dan memperburuk situasi.“Jelaskan saja apa yang memang perlu. Tuan Frank juga tid
Terakhir Diperbarui: 2026-07-05
Chapter: Bab 43. Undangan PernikahanAria merasakan di bawahnya penuh. Sedikitnya, Ethan sudah mencapai pelepasan di dalam sebanyak dua kali—paling tidak itu yang dia ingat. Selebihnya, Aria tenggelam dalam puncak gairah yang membuatnya hilang akal. Dia bahkan melupakan realitas bahwa saat ini mereka masih di kantor. Aria tidak tahu apa yang dilakukan pria itu hingga tidak ada satu pun telepon masuk atau ketukan pintu yang menginterupsi kegiatan mereka.Mereka berakhir di sofa setelah meja, kursi bahkan sisi jendela yang mendadak menjadi arena intim. Tubuh Aria terasa lemas, tetapi melegakan di saat yang sama. Kini, rasa kantuk mulai menyerang. Sementara itu, Ethan masih mendekapnya dalam pelukan. Kulit basah mereka saling menempel tanpa penghalang sedikit pun. Degup jantung Ethan terdengar merdu, menenangkan bahkan menjelma bak melodi penghantar tidur untuk Aria.“Kau tahu sekarang pukul berapa?”Ethan hanya membalas dengan embusan napas. Matanya terpejam dan tak terlihat ingin m
Terakhir Diperbarui: 2026-07-04