
Calon Istri Untuk Klien WO
“Jangan kasar-kasar sama calon suami”
“Bapak tuh bisa nggak sih, mulutnya jangan asal mengklaim orang”
“Kenapa sih kamu kesal banget saya bilang calon istri?”
“Ya karena saya bukan calon istri bapak” Ayyana memberikan penekanan disetiap ucapannya
“Nanti malam saya lamar kalau gitu”
“Nggak usah aneh-aneh” Ayyana memijat pelipisnya, lama-lama ia bisa darah tinggi jika terus berhadapan dengan Fakhri
“Sesuai kesepakatan, saya udah makan siang sama bapak. Urusan mobil, tinggal kirim nomor rekening, nanti saya transfer” Ucap Ayyana
“So please, jangan ganggu saya lagi. Jangan recokin hidup saya lagi, jauh-jauh dari saya” Lanjutnya melangkah menjauh
“Kalau Mami kangen pengen ketemu calon mantunya gimana?” Ucap Fakhri setengah berteriak namun Ayyana tak berniat lagi menanggapi
Perempuan itu melajukan mobilnya meninggalkan halaman dengan raut wajah dongkol setengah mati, sementara Fakhri tersenyum geli memilih melakukan hal yang sama, beranjak kembali menuju kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang terpaksa harus ia tinggal demi memenuhi janji makan siangnya pada Ayyana yang malah menyita waktu lumayan panjang
Tapi ia tak keberatan bahkan rasanya menyenangkan melihat Ayyana meleparkan tatapan tajam padanya setiap kali Fakhri berhasil membuatnya kesal
Mungkin Maminya tidak salah mengenalkan mereka, karna nyatanya Ayyana memiliki daya tarik tersendiri bagi Fakhri. Entahlah, tapi ia bahkan meragukan sendiri ucapannya saat menyebut Ayyana sebagai calon istri
Perempuan itu terlalu baik untuk ia jadikan tumbal untuk kembali bertemu Jihan. Fakhri masih waras untuk tidak menarik adik sahabatnya itu dalam kubangan lumpur yang ia diami selama ini
Baca
Chapter: BAB 121"Kalau gitu gue duluan," pamit Dita mengacuhkan tatapan tajam yang dilayangkan oleh Daffa. Lagian kenapa pula dia malah menatapnya seperti hendak menelan orang mentah-mentah? "Pulang sama aku," ajak Daffa dengan nada tak ingin dibantah. Entah kenapa hatinya panas melihat Dita mengukir senyum manis pada pria lain, padahal kan posisinya perempuan itu sudah menyandang status calon istrinya. "Apaan sih lo, gue bisa pulang sendiri." Dita segera beranjak menjauh, tak ingin berurusan dengan Daffa dan juga muak melihat Fakhri. "Gue tuh calon suami lo, jangan pura-pura amnesia," seru Daffa mengekorinya. Ilham yang mendengar hal itu hanya menatap mereka cengo, sementara Fakhri tak menunjukkan kepedulian sama sekali. Baginya, tak ada yang lebih penting dari apapun selain bisa bertemu istrinya saat ini. Mengingat keberadaan Fakhri, Ilham kemudian beralih padanya dan sebelum Fa
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: BAB 120"Adik kamu masih berduka karena kehilangan calon anaknya, jangan memperkeruh suasana dulu," Ayu kembali menengahi.Syukurnya kali ini Adrie tak menanggapi lagi, ia memilih untuk mengambil tempat di sofa bersama Dita dan Kayla yang juga masih ada disana.Saat Ilham mengabari tentang Ayyana pada ibunya, Adrie kebetulan sekali sudah sampai bersama istri dan anaknya.Dan Ayu yang panik mendengar Ayyana pendarahan langsung mengajak Adrie untuk mengantarnya ke rumah sakit, sembari turut mengabari Ayah yang sedang berada di perusahaan untuk menyusul mereka.Adrie yang tak tahu apapun mulai mengulik semua hal pada ibunya, tetapi Ayu hanya sekedar menjelaskan bahwa Ayyana hamil dan memang usia kandungannya baru jadi masih belum banyak yang diberitahu.Ayu mencoba menutupi masalah yang ada -sesuai permintaan Ayyana. Tetapi semuanya mulai menimbulkan kecurigaan saat Dania datang dan menangis histeris ketika mendengar penjelasan Kayla.Suasa
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Chapter: BAB 119_harus kembali kehilangan janinnya.""Tapi keadaan istri saya baik-baik saja kan, Dok?"Kembali harus kehilangan calon anaknya tentulah hal yang sangat menyakitkan bagi Fakhri, tapi lebih dari itu keselamatan sang istri jauh diatas segalanya."Alhamdulillah, kondisi Ayyana sudah stabil saat ini, Pak. Pendarahannya berhasil kami kendalikan dan syukur benturan yang dialami tidak sampai menimbulkan cedera serius."Sejenak, helaan napas lega dari semua orang terdengar bersamaan dengan ucapan hamdalah atas keadaan Ayyana.Anggi menambahkan "Hanya saja, karena ini merupakan keguguran yang kedua kalinya jadi kemungkinan besar Ayyana akan sangat terpukul setelah tahu nanti."Tatapan Anggi jatuh pada Fakhri secara khusus, sebagai orang yang cukup tahu problem keluarga pasangan itu sebelumnya, Anggi secara sekilas bisa menangkap bagaimana hancurnya perasaan pria itu."Ini memang bukan hal mudah, tapi saya harap dalam keadaan seperti ini kita semua bisa tetap sabar,
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: BAB 118"BRENGSEK!" Rahang Adrie mengeras, ia terus membubuhi tonjokan di wajah Fakhri yang hanya diam tanpa ada keinginan untuk melawan. "Adrie, tenangin diri lo!" Daffa bersama yang lain segera melerai mereka. Ayah dan Ilham menarik tubuh Adrie menjauh, sementara Daffa membantu Fakhri untuk bangun. Raka, Vano dan Papih yang baru datang hanya bisa menatap mereka kaget –tanpa bertanya apapun. "Kalau sampai ada apa-apa sama Aya dan kandunganya, gue nggak akan pernah maafin lo!" desis Adrie berusaha melepaskan diri, tangannya masih gatal ingin menghajar pria itu. Dengan ringisan pelan, Fakhri mengusap sudut bibirnya yang berdarah lalu menatap Adrie tak kalah tajam. "Apa maksud lo?" Tanyanya tak paham. Adrie berdecih dengan senyum miring, "Nggak usah pura-pura bego, Fakhri." Ia menunjuk Fakhri dengan emosi, "Apa yang dilakuin sama selingkuhan lo itu, jelas disengaja untuk mencelakai Aya dan janinnya." Fakhri yang sulit untuk mencerna maksud Adrie, menghentak tangan Daffa y
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: BAB 117_saat tas milik Ayyana terjatuh dan beberapa isinya terhambur keluar, termasuk kertas hasil USG kehamilannya.Jihan yang tidak asing dengan hal itu dengan sigap meraihnya, tubuhnya bergetar membaca keterangan yang ada disana."Kamu hamil?" Todongnya pada Ayyana seraya meremas kuat kertas tersebut.Melihat perubahan sikap Jihan, Ayyana memutuskan untuk tidak menjawab. Begitu juga dengan Kayla yang masih cukup kaget akan serangan tiba-tiba Jihan."Brengsek, aku minta kamu lepasin Kak Fakhri, tapi kamu malah mengandung anak dia," murka Jihan.Ia kembali mendekat dan kali ini targetnya adalah Ayyana secara langsung. "Kalian harus pisah, Kak Fakhri itu cuma milik aku!""Kak Jihan, sadar!" Kayla mencoba menengahi.Ayyana yang menjadi sasaran mencoba mengamankan diri, "Jihan, tenangin diri kamu.""ENGGAK!! Kalian nggak boleh bahagia diatas penderitaan aku!"Amukan Jihan semakin menjadi, ia menarik kuat lengan Kayla yang mencoba menghalanginya dari Ayyana hingga gadis itu terhempas ke samping
Terakhir Diperbarui: 2026-06-11
Chapter: BAB 116Setelah kepergian suaminya, Ayyana yang hari ini sudah membuat janji dengan Kayla juga hendak bersiap untuk pergi.Tapi langkahnya tertahan saat Ibu memberi tahu bahwa hari ini Adrie sekeluarga akan datang.Seperti biasa, Adrie kesana untuk urusan bisnis, hanya saja Ayyana sedikit dibuat resah.Ia sangat tahu tabiat Adrie dan Ayyana tidak ingin masalahnya dengan Fakhri yang sudah mulai mendingin, kembali memanas jika saja Adrie sampai tahu.Karena itu, ia berpesan pada sang ibu, "Jangan bahas apapun dulu sama Kak Adrie, ya Bu."Saat kabur tanpa kabar beberapa hari pun, Ayyana juga sudah mewanti Ibu dan Ayahnya untuk tidak menceritakan hal itu pada Adrie.Tetapi Ayyana khawatir jika sampai Ibunya keceplosan membahas tentang mereka, jika sudah bertemu secara langsung nanti."Iya, Ibu ngerti, sayang." Ayu mengusap lembut lengan putrinya. "Dah, kamu siap-siap gih, katanya ada janji sama Kayla."Ayyana mengangguk, ta
Terakhir Diperbarui: 2026-06-10
Chapter: BAB 17Meski Ilham tak punya barang mewah tapi ia cukup tahu berapa harga barang yang Alea kasih hanya dari nama brandnya.Ia memasukkan kotak itu lagi dan mengembalikannya pada Alea, "Kasih aku hadiah yang nilainya sama saja dengan buket itu, jangan barang mahal."Bukan berarti Ilham tidak menghargai pemberian Alea tapi ia hanya merasa tidak layak, karena bahkan barang yang diberinya jauh dari kata sebanding dengan barang itu."Kalau kamu menganggap hadiah dari aku itu mahal karena harganya, maka buat aku buket ini jauh lebih mahal karena usaha kamu untuk bisa membuatnya.""Itu nggak sebanding.""Memangnya kamu pernah buat buket untuk perempuan lain?" Todong Alea."Ya enggak lah, tapi tetap ajah_""Kalau gitu, aku hargai buket ini dengan jaminan khusus." Alea menatap Ilham tepat di maniknya, "Jadikan aku satu-satunya perempuan yang kamu buatkan buket, jangan ada orang lain lagi."Ilham mengalihkan pandangan ke depan, "Tanpa kamu minta pun aku akan ngelakuin itu," timpalnya membuka kembali k
Terakhir Diperbarui: 2026-05-19
Chapter: BAB 16Karena kosan milik Ilham cukup kecil untuk menampung Papah dan adik-adiknya jadi saat mereka datang, Ilham menyewakan penginapan untuk mereka. Tetapi mengetahui hal itu, Bunda mengajak mereka untuk menginap di rumahnya malam ini. Memanfaatkan momen langka itu, Gina dan Indah menghabiskan malam di sana dengan banyak mengobrol bersama Alea di kamarnya. Tak hanya itu, Alea bahkan meminta mereka untuk memilih barang-barang miliknya yang kedua gadis itu suka. Mulai dari pakaian, tas, aksesoris bahkan sampai buku-buku koleksinya. Semua di bebaskan pada keduanya jika memang ada yang mereka ingin ambil. Alea sebenarnya ingin sekali mengajak mereka berbelanja tetapi waktu tidak memungkinkan karena rencananya besok mereka sudah akan pulang. Hal itu karena Gina sudah kelas tiga SMP dan Indah kelas enam SD, jadi mereka tidak boleh izin terlalu lama. Di tengah kegiatan itu, Alea yang begitu bahagia menyaksikan mereka sibuk mencoba barang-barangnya teralihkan sedikit kala ponselnya berdentin
Terakhir Diperbarui: 2026-05-14
Chapter: Bab 15Setelah perjuangan panjang untuk bisa menyelesaikan skripsi dan sidang, hari ini sepertinya para mahasiswa semester akhir sedang bersuka ria menyambut hari kelulusan mereka.Dengan mengenakan toga hitam, para wisudawan dan wisudawati berkumpul di aula kampus di saksikan secara langsung oleh wali mereka sebagai perayaan kelulusan sarjana strata 1.Moment yang paling di nanti-nantikan Alea dan yang lain tentu saja, meski kelulusan ini bukan akhir dari perjuangan mereka tetapi justru baru menjadi awal dari langkah panjang untuk terjun ke dunia yang sebenarnya.Dunia dimana seseorang sudah harus mulai belajar untuk mengambil peran penting dan juga tanggung jawab akan dirinya sendiri.Namun di tengah suasana bahagia dan haru itu, ada secuil perasaan lain yang mencuat secara tiba-tiba dalam hatinya.Di ruangan besar ini, ada moment dimana Alea merasa sebagian dalam hatinya terasa kosong.Merasa bahwa perayaan yang dinanti-nantinya ini terasa tidak lengkap, sama seperti saat merayakan kelulu
Terakhir Diperbarui: 2026-05-14
Chapter: BAB 14Sekitar jam setengah sepuluh pagi, Alea sampai di toko bunga. Ia turun dari mobil dengan senyum cerah kala melihat motor milik Ilham sudah terparkir rapih di depan tokonya.Pria itu tidak bisa di ragukan lagi sikap pekerja kerasnya, Alea sudah memberitahunya untuk datang di jam sepuluh tapi ia malah sampai di sana lebih dulu."Assalamu'alaikum," ucap Alea kala memasuki toko."Wa'alaikumussalam," salamnya langsung di sambut oleh kedua karyawannya yang sedang sibuk menata bunga baru, juga oleh Ilham yang tampak sedang melakukan hal yang sama.Melihat kesibukan pria itu, Alea beranjak mendekatinya. "Ngapain kamu?""Aku bantuin mereka," kata Ilham mengulas senyum tipis.Salah satu karyawan disana segera menjelaskan, "Tadi kami sudah larang Mbak, tapi Mas Ilhamnya tetap mau bantu.""Aku bosan cuma duduk dari tadi Lea," kata Ilham lagi."Dia ini tangannya memang gatal kalau lihat orang kerja tapi dia nggak ngelakuin apapun," canda Alea pada kedua karyawannya.Ilham lalu melanjutkan kegiatan
Terakhir Diperbarui: 2026-05-12
Chapter: BAB 13"Om benar-benar menantikan kamu untuk bergabung bersama di firma hukum kami," lanjut Dimas dengan senyumnya yang masih bertahan. "Terima kasih banyak atas tawarannya, Om." Kata Ilham sopan. Ia melirik Alea sebentar sebelum melanjutkan, "Hanya saja, saya mungkin tidak akan lanjut jadi pengacara, Om." Senyum Dimas seketika luntur, "Loh, kenapa Ham?" "Dulu Papah mu itu pernah cerita kalau dia mempersiapkan kamu untuk bisa jadi penerusnya." "Saya lebih tertarik lanjut notaris, Om." Terang Ilham tenang. "Apa Papah mu setuju?" Ilham mengangguk pelan,"Insyaa Allah Papah mendukung apapun keputusan saya, Om." Tapi Dimas tak berhenti begitu saja, ia menjelaskan perbandingan tahap dan proses diantara kedua profesi itu. Dimana profesi notaris masih butuh waktu yang lebih lama dan juga biaya yang di perlukan tentu saja akan jauh lebih banyak lagi ketimbang memilih jalur profesi advokat. "Dan yang paling pentingnya, ada Om yang bisa bantu kamu sepenuhnya jika kamu memang bersedi
Terakhir Diperbarui: 2026-05-11
Chapter: BAB 12Suasana masjid sore itu tampak ramai oleh beberapa orang yang sedang berteduh sembari menunggu hujan reda. Meski tak terlalu deras, tetapi hujan yang turun cukup untuk bisa membuat siapapun yang berani menerobosnya basah kuyup. Karena itulah, beberapa jamaah yang telah melaksanakan sholat memilih untuk menunggu sejenak, termasuk Alea. Gadis itu berdiri di bibir teras sebari menadah air hujan dengan tangannya, sesekali ia mendongak ke atas memperhatikan butiran air yang turun dari langit. "Katanya, salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa adalah saat turun hujan," ucap Ilham yang tanpa ia sadari sudah berdiri di sampingnya, ikut menatap langit yang kerkabut awan gelap. Alea meliriknya sekilas lalu kembali melakukan hal yang sama, tapi kali ini ia menarik tangannya dari rintihan hujan. "Hujan dan ba'da ashar, perpaduan yang sempurna." Kata Alea menimpali. "Apalagi ini hari jum'at, momentum double berkah." Keduanya diam sejenak, memanjatkan doa dalam hati. Doa yang tentun
Terakhir Diperbarui: 2026-05-11