author-banner
Ine Time
Ine Time
Author

Ine Time 的作品

Takdir Kedua Sang Putri Mahkota

Takdir Kedua Sang Putri Mahkota

Fantasi TimurDewasaBeraniCantikWanita DominanCinta yang ManisBenci jadi CintaReinkarnasiBudaya Timur
Demi mendapatkan cinta yang tidak pernah berbalas, Li Xiwu menghancurkan kerajaannya sendiri Keluarga dan rakyatnya gugur dalam ketidakadilan. Saat pedang Pangeran Mahkota Shen Mo merenggut nyawanya, seharusnya semua berakhir. Namun, waktu justru berbalik. Xiwu terlahir kembali, tepat di hari penentuan dekret pernikahannya. Kesempatan kedua. Ia memilih menikahi Shen Mo. Pangeran mahkota yang membunuhnya di kehidupan lalu. Bukan karena cinta, melainkan untuk menghindari kehancuran yang sama. Namun, semakin ia berusaha mengubah takdir, Xiwu malah terseret pada kebenaran yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Kali ini, tidak akan ada kesempatan ketiga.
閱讀
Chapter: Bab 112. Prajurit Bernama Pei Yu.
Di bawah pilar-pilar emas aula utama, atmosfer pagi itu terasa lebih dingin. Ini hanya satu formalitas perpisahan biasa, tetapi terasa begitu berat.Kaisar Guowei berdiri dengan tangan tertaut di belakang punggung, menatap tajam ke arah Shen Mo dan Li Xiwu yang bersimpuh memberikan penghormatan formal di atas lantai marmer.Ingatannya melesat jauh pada saat Shen Mo meminta hal ini. Malam itu, Guowei mengira Shen Mo akan meminta kuasa penuh atas urusan militer istana, tetapi dugaannya meleset."Kalian ini masih pengantin baru," ucap Guowei, “tindakanmu meminta dekret izin untuk membawa Xiwu pulang ke Liyang... kau tahu sendiri bagaimana para pejabat istana berbisik di luar sana? Bahkan, ibumu sendiri belum tentu setuju, Shen Mo."Shen Mo menatap ayahnya tanpa ragu. "Setelah apa yang terjadi, aku rasa ini adalah kompensasi paling setimpal.”Guowei menarik napas dalam-dalam. “Baiklah, aku rasa kau pun tidak akan pernah peduli dengan apa yang
最後更新: 2026-07-31
Chapter: Bab 111. Tidak Diizinkan Pergi.
“Gege, kau tidak mungkin setega ini padaku, kan?”Shen Mo menutup gulungan laporan kemudian memberikannya pada Yu Hao. “Berikan ini pada Kapten Cao. Katakan bahwa perbekalan akan segera dikirimkan. Pergilah sekarang.”“Baik, Yang Mulia.”Begitu Yu Hao melangkah keluar, Yuze langsung bergerak maju. Wajahnya tampak panik, benar-benar kehilangan ketenangannya yang biasa."Gege, bawa aku. Aku mohon, bawa aku ikut," pinta Yuze dengan suara setengah berbisik, tetapi penuh penekanan yang mendesak. "Kali ini saja, biarkan aku ikut bersamamu."Shen Mo sama sekali tidak bergeming. Seolah suara adiknya hanyalah angin malam yang numpang lewat, ia meraih peta strategi di atas meja kayu yang kasar, lalu mulai menatap coretan jalur logistik di atasnya dengan saksama.“Shan Liang.”Shan Ling maju selangkah. “Hamba, Yang Mulia.”Shen Mo membuat satu garis lengkung dengan ujung jarinya di atas peta. “Selama aku pergi, kau bertuga
最後更新: 2026-07-31
Chapter: Bab 110. Taktik Tanpa Senjata.
Langkah kaki Shen Mo bergema teratur di sepanjang koridor sunyi yang menuju ke ruang kerja kekaisaran.Di depannya, Kasim Ji berjalan dengan tubuh yang sedikit membungkuk, tidak berani bersuara sepatah kata pun.Keheningan istana di waktu senja ini terasa berbeda, seolah-olah udara sendiri sedang menahan napas.Saat pintu kayu cendana yang berat itu dibuka, Shen Mo melangkah masuk. Namun, langkahnya sempat tertahan sepersekian detik ketika sepasang matanya menangkap pemandangan di dalam ruangan.Di sebelah meja kerja Kaisar, berdiri seorang lelaki dengan kepala menunduk dalam.Dia mengenakan pakaian kasim serupa dengan pakaian Kasim Ji.Shen Mo mengenali postur tubuh dan garis wajah itu dengan sangat baik.Song Nan.Mata-mata yang menyusup ke ruang penyimpanannya kini berdiri di sana, hidup, dan tampak sepenuhnya tunduk di bawah otoritas yang berbeda.Shen Mo segera menarik kembali fokusnya. Menguasai e
最後更新: 2026-07-30
Chapter: Bab 109. Perintah Kaisar.
Cahaya matahari sudah mulai condong, masuk dari jendela kamar dan jatuh lembut di lantai serta gulungan kertas yang terbentang di atas meja. Xiwu duduk di dekat jendela. Kepalanya nyaman berada di pangkuan Shen Mo. Sesekali ia menatap suaminya yang sedang membaca.“Ibu belum memanggil kita,” ucap Xiwu pada akhirnya, “apa terjadi sesuatu? Kau tidak ingin memastikannya?” Shen Mo menutup buku lantas meletakkannya di meja, tidak lama jemarinya bergerak menggelitik bagian belakang leher Xiwu.Xiwu langsung tersentak kecil, bahunya terangkat refleks. “Shen Mo—” protesnya kemudian bangkit duduk.Shen Mo justru terkekeh pelan, suara beratnya terdengar renyah di dalam kamar yang tenang itu. Ia menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap Xiwu dengan binar jenaka yang tidak akan ia tunjukkan pada orang lain."Tidak ada yang perlu kau cemaskan,” jawab Shen Mo santai, jemarinya beralih memainkan ujung rambut Xiwu yang terurai. "Saat ini
最後更新: 2026-07-30
Chapter: Bab 108. Janji di Atas Meja.
Kasim Utama Ji tidak perlu diperintah dua kali. Melihat sepasang mata Permaisuri yang berkilat bagai mata pisau belati, ia segera membungkuk dalam-dalam, berjalan mundur dengan lutut gemetar, dan bergegas keluar dari ruang kerja kaisar.Pintu kayu cendana itu tertutup rapat, menyisakan kesunyian yang begitu berat di antara sepasang penguasa tertinggi kekaisaran tersebut.Kaisar perlahan meletakkan kuasnya. Ia berusaha mempertahankan raut wajahnya yang berwibawa, meskipun ketukan jantungnya mulai berpacu tidak beraturan."Permaisuri," ucap Kaisar, suaranya diatur sedatar mungkin. "Keberanianmu mendobrak ruang kerjaku di pagi hari seperti ini benar-benar tidak mencerminkan sikap seorang Permaisuri Istana yang bijaksana.""Sikap bijaksana?"Suyin mendengus remeh. Ia melangkah mendekati meja kerja Kaisar, setiap ketukan slop sutranya di atas lantai batu terdengar seperti lonceng kematian bagi siapa pun yang mendengarnya."Apakah meng
最後更新: 2026-07-30
Chapter: Bab 107. Sisi Lain Sang Pangeran Mahkota.
Langkah kaki yang biasanya terdengar tegap dan berwibawa di sepanjang koridor Istana Dalam, pagi ini terdengar agak tergesa.Shen Mo berjalan di depan dengan jubah yang berkibar, sementara Xiwu, Yu Hao, dan Shan Liang mengekor di belakang dengan ekspresi waspada.Meski belum tahu rencana Shen Mo secara rinci, tetapi mereka yakin kalau pagi ini adalah penentuan dari rencana besar.Begitu pintu Paviliun Permaisuri terbuka lebar, langkah Shen Mo terhenti. Matanya menatap semua orang yang sibuk dengan pekerjaannya.Para pelayan menyapu sisi paviliun, prajurit yang tegap berjaga. Lalu matanya berhenti di ujung lorong, tepat di sisi bagian kanan. Ibunya tampak sedang menikmati sajian pagi di gazebo paviliun. Hal yang sudah ia perhitungkan sebelumnya.Senyum tipis nyaris tidak terlihat melengkung di wajah Shen Mo. Sekarang saat yang tepat."Ibuuuu!!"Lengkingan teriakan membuat semua orang menoleh. Termasuk Permaisuri
最後更新: 2026-07-29
Kembalinya Sang Pangeran

Kembalinya Sang Pangeran

DramaFantasi TimurDewasaPewarisKesatriaPria DinginPerjodohanHaremPembalasan Dendam
Terlahir dari seorang selir, Qing Yuwen tumbuh jauh dari istana, ditakdirkan hanya sebagai panglima perang, bukan pewaris takhta. Namun, ketika titah Kaisar memaksanya menikahi Han Jiali, mantan tunangan pangeran mahkota, Yuwen menyadari pernikahan itu hanyalah awal dari intrik yang lebih berbahaya. Dari percobaan pembunuhan hingga jebakan politik, Yuwen terpaksa menghadapi kenyataan pahit: satu-satunya cara melindungi orang-orang yang dicintainya, termasuk ibunya dan Jiali, adalah dengan merebut kekuasaan yang seharusnya tidak pernah menjadi miliknya.
閱讀
Chapter: Bab 155. Kembalinya Sang Pangeran.
Musim semi sudah berganti tiga kali sejak peristiwa berdarah itu. Semua orang cuma melanjutkan hidup tanpa benar-benar seutuhnya melupakan rasa sakit.Burung-burung kecil terbang rendah di atas atap paviliun, dan aroma wangi teh melati menggantung di udara. Daun-daun plum berguguran perlahan, menyentuh pelataran berlumut yang basah oleh embun kemarin. Semburat jingga menyelimuti langit sore Hangzi. Jiali meletakkan kembali surat yang sudah ia baca berulang di atas meja. Pandangannya jauh menatap ke tengah taman.Tawa malaikat kecil yang ia pikir tidak akan bisa didengar, membuatnya tersenyum.“Ceng'er! Berhentilah bermain! Kemarilah!”Sepasang mata bulat bening, penuh rasa ingin tahu menatap Jiali. Bocah lelaki itu melambaikan tangan. Pipinya tampak kemerahan. Senyum lebar tidak pernah benar-benar lepas dari wajahnya.Qing Lianceng mengenakan jubah kecil berwarna hijau muda dengan motif awan yang dijahit rapi oleh tangan Xiumei sendiri. Kaki mungilnya berlari tanpa alas di pelataran
最後更新: 2025-08-04
Chapter: Bab 154. Akhir Dari Sepenuh Jiwa Mencintaimu.
“AAAAAAAGHH!!”Yunqin menerjang lebih dulu. Pedangnya melayang dalam ayunan panjang, liar, berbahaya tidak terarah.Yuwen menangkis. Logam beradu logam, percikan api melesat. Suara benturan keras memantul di seluruh pelataran. Yuwen mundur setengah langkah.Belum sempat menyeimbangkan diri, Yunqin sudah menyerang lagi. Kali ini lebih cepat, lebih beringas. Tebasan menyilang ke dada, tikaman rendah, lalu ayunan tinggi ke arah kepala. Semuanya dilakukan tanpa jeda.Yuwen belum punya ruang untuk menyerang balik. Ia menangkis, bertahan, mundur.“KAU AKAN MATI!” raung Yunqin, matanya merah, wajahnya nyaris kehilangan bentuk manusia karena amarah.Yuwen kembali menangkis. Sial! Satu pukulan keras membuatnya hilang keseimbangan. Tumitnya terpeleset di genangan darah yang mengering di atas batu hingga tubuhnya terhempas ke tanah.Jiali menjerit, “Yuwen!!”Yuwen menoleh dan Yunqin tidak memberikan jeda untuk keduanya berinteraksi. Ia melompat maju, mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, siap me
最後更新: 2025-08-04
Chapter: Bab 153. Mahkota Terakhir.
Langkah kaki Jiali berdentam cepat menyusuri lorong batu yang sepi. Napasnya memburu, keringat membasahi pelipis. Ia tidak berhenti. Ia yakin sudah berlari sejauh mungkin, tetapi ….“Jiali!! Berhenti!! Jangan lari dariku!!”Suara di belakangnya semakin jelas. Sekilas ia menoleh. Cukup untuk melihat sosok lelaki itu berlari menerobos lorong sempit dengan wajah penuh amarah.“Jiali! Berhenti!!”Jiali tidak akan berhenti. Sudut lorong bercabang di hadapannya. Tanpa ragu, Jiali memilih jalur ke kiri. Arah menuju gerbang utara.“Berlarilah Jiali, Yuwen ada di sana, dia di sana,” bisiknya berulang-ulang seperti mantra yang membuatnya tetap kuat.
最後更新: 2025-08-01
Chapter: Bab 152. Pengecut Menjijikkan.
“Kau akan melarikan diri di tengah perang yang akan menghancurkan rakyatmu?"Langkah Yunqin dan Jiali terhenti. Keduanya menatap wanita yang bersandar di pilar lorong. Dia yang balas menatap dengan tangan menggenggam pedang yang ujungnya berlumur darah.“Qilan,” cicit Jiali."Apa tidak pernah ada yang memanggilmu dengan sebutan bajingan menjijikkan?"Mei Qilan berjalan mendekat. Tiap langkahnya seperti gaung nyaring di lorong batu yang kosong. Darah masih menetes dari ujung pedangnya, menggurat lantai dengan warna merah.“Kau membakar istanamu sendiri hanya karena seorang wanita?” tanyanya menunjuk Jiali dengan sorot mata, “wanita yang tidak ingin bersamamu kau masih ingin menyeretnya dalam pelarianmu? Kau bodoh atau bagaiman
最後更新: 2025-07-31
Chapter: Bab 151. Gerbang yang Terbuka.
Di sisi utara, barisan utama pasukan Hangzi telah tiba dan bergabung bersama Yuwen. Kuda-kuda tempur meringkik liar. Feilong berdiri di garis depan, Yuwen duduk tegak di atas punggungnya. Yu Yong mendekat. “Yang Mulia, gerbang selatan berhasil didobrak pasukan Pangeran Zeming. Pasukan dari Menteri Xi serta Nona Qilan bergerak mengosongkan kota. Rakyat Anming akan dievakuasi.”“Bagus. Aku tidak akan bisa menahan amarah Zeming ketika dia melihat Yunqin, tetapi tidak boleh ada rakyat yang menjadi korban.”Kaisar Tao yang berada di barisan kedua akhirnya maju setelah mendengar ucapan Yuwen. Setengah hatinya malu karena ternyata pangeran mahkota bisa menyebabkan kekacauan ini, lalu setengahnya bangga karena anaknya yang lain masih memikirkan rakyat.“Wen’er, kau begitu memikirkan rakyat, kalau begitu, izinkan aku bicara pada penjaga gerbang. Aku masih hidup, kita tidak perlu membuang darah dari para prajurit setia Anming.”Yuwen terdiam lalu menatap ke arah puncak istana yang berdiri meg
最後更新: 2025-07-30
Chapter: Bab 150. Kebenaran Menyerbu.
Aroma bunga sedap malam memenuhi ruangan. Di atas meja giok, beberapa kotak ukiran emas dibuka satu per satu, menampilkan perhiasan baru yang didatangkan khusus dari negeri seberang. Gelang, kalung, bahkan sisir berhias zamrud. Semua itu dipamerkan dengan harapan menyenangkan satu orang, yaitu Han Jiali.Jiali menarik napas dalam-dalam. Kemewahan yang disodorkan di hadapannya membuat dadanya sesak menahan muak.Sang kaisar tampak duduk di sebelahnya, mengamati ekspresi Jiali, berharap ada sedikit senyum di sana.“Apakah hadiah ini tidak cukup menarik hatimu?” Yunqin menyentuh gelang emas dengan ukiran naga dan phoenix. Jiali tidak menjawab, tetapi kini ia menatap Yunqin. “Apa Yang Mulia sungguh mencintai hamba?”Yunqin bangkit dari duduk kemudian menghampiri Jiali. Diraihnya tangan Jiali hingga istrinya itu terpaksa berdiri. “Tentu saja. Aku akan memberikan semuanya untukmu. Aku akan membuatmu bahagia.”Jiali menarik tangannya dari genggaman Yunqin. “Bahagia? Yang Mulia ingin hamba
最後更新: 2025-07-29
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status