author-banner
Dark_Pen
Dark_Pen
Author

Novelas de Dark_Pen

Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Sebagai pemulung miskin, aku menemukan gelang warisan Ayah yang memaksaku menjalin kedekatan paling intim dengan para wanita—setiap “penyatuan” dengan mereka memicu mimpi yang mengungkap jalan menuju kekayaan.
Leer
Chapter: Merpati Aneh
Malam makin larut, namun hujan di luar sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda akan reda, masih mengguyur permukaan tanah dengan lebatnya. Arum sudah terlelap berbalut sleeping bag, Tiara juga telah tertidur pulas, demikian pula dengan Beno. Hanya tersisa Jaka dan dua pengawal Tiara yang masih terjaga, membelah malam yang kian pekat. Dua pengawal itu duduk merapat di dekat mulut goa, memeluk tubuh masing-masing yang sudah terbalut pakaian tebal demi mengusir hawa dingin yang menusuk tulang. Sementara Jaka duduk tenang tak jauh dari mereka sembari menyalakan sebatang rokok, menghembuskan asap tipis untuk mengusir rasa bosan yang mulai menyergap. “Tuan Jaka, tidur saja. Biar kami yang berjaga,” bisik salah satu pengawal menawarkan. “Enggak apa-apa, lagian aku juga belum ngantuk,” jawab Jaka singkat sembari menghembuskan asap rokok mengudara di depan wajahnya. Dua pengawal itu mengangguk pelan, lalu kembali membisu sembari sesekali menoleh mengawasi kegelapan di luar goa. Hujan be
Última actualización: 2026-07-30
Chapter: Bermalam di Goa
“Mari!” ujar Tiara dengan nada penuh wibawa, lalu mulai melangkah mantap mendahului rombongan.Jaka bergeming sejenak di posisinya, menatap lekat-lekat vegetasi hutan lebat yang membentang liar di hadapannya. Pikirannya melayang, menduga-duga apakah hutan perawan ini adalah tempat yang sama seperti yang pernah hadir dalam mimpinya—sebuah wilayah misterius yang dihuni oleh sosok-sosok manusia setengah binatang.Jaka menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai gejolak di dadanya, lalu menoleh ke arah Arum dan Beno secara bergantian. “Yuk!” ajaknya tegas, memancarkan aura percaya diri.Arum dan Beno mengangguk serempak. Tanpa ragu, mereka berdua bergerak merapat, berjalan pasrah mengikut langkah Jaka.Rombongan kecil itu mulai melangkah masuk, menyusuri celah lembah dalam yang terapit di antara dua gunung raksasa tersebut. Mereka dengan sigap membentuk formasi berbaris tunggal, Tiara memimpin paling depan sebagai pemandu, Jaka, Arum, dan Beno berada di posisi tengah, sementara dua penga
Última actualización: 2026-07-28
Chapter: Tiba di Gunung Kembar
Seminggu berlalu dalam sekejap. Selama tujuh hari itu, Jaka memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan fisik dan mentalnya, sementara Beno sibuk melengkapi perbekalan lapangan atas uang saku yang diberikan pihak Pak Reno. Rasa penasaran yang membakar dada Jaka mengenai misteri Gunung Kembar—tempat yang pernah Sigrid singgung—kian hari kian tak terbendung.Hingga akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba.Pagi masih sangat kabut ketika rombongan ekspedisi berkumpul di pelataran belakang museum milik Pak Reno. Suara raungan mesin dua unit mobil SUV bermesin tangguh bergema rendah di udara dingin, memecah keheningan fajar. Beberapa orang berpakaian lapangan tampak sibuk menaikkan tas-tas kerir berukuran besar, peralatan logistik, hingga perlengkapan navigasi ke dalam bagasi.Jaka berdiri di samping mobil utama, menyesuaikan ikatan sepatu botnya. Di sampingnya, Arum tampak mengenakan pakaian khusus outdoors yang tetap memperlihatkan lekuk tubuh indahnya, meski raut wajah cantiknya masih me
Última actualización: 2026-07-27
Chapter: Ekspedisi Gunung Kembar
Pak Reno kembali menyandarkan tubuhnya di sofa empuk, namun sepasang mata tajamnya tetap terpaku penuh pada Jaka yang tampak duduk diam mematung, didera rasa gugup yang luar biasa. “A-anu, Pak. Tapi… saya bukan siapa-siapa,” jawab Jaka mencoba menyangkal dengan nada serak. “Saya cuma pemulung yang kebetulan cukup beruntung menemukan benda-benda seperti itu. Saya bahkan bukan orang kaya, Pak.” Pak Reno kembali tersenyum tipis, lalu ia mengalihkan pandangannya melirik ke arah Tiara yang berdiri tak jauh dari samping meja. Wanita berbusana adat itu langsung paham dengan isyarat sang pemilik museum. “Tuan Jaka,” katanya menimpali dengan suara yang begitu lembut namun sarat akan ketegasan. Pandangan Jaka yang tadinya menunduk canggung langsung beralih menatap penuh wanita anggun itu. “Nilai seseorang itu tidak ditentukan dengan seberapa banyak harta benda yang dia miliki. Kami di sini, terkhusus Pak Reno, tidak pernah menilai seseorang dari seberapa tebal dompetnya.” Sampai di titik
Última actualización: 2026-07-26
Chapter: Kolektor Besar
“Selamat siang, Bu!” sapa Sinta penuh kesopanan, menganggukkan kepalanya dengan anggun. Wanita itu tersenyum tipis. “Selamat siang,” balasnya singkat. Ia melirik sekilas ke arah beberapa pria tegap di sisinya, lalu mengangkat satu tangannya ringan, memberi isyarat tak kasat mata agar para pengawalnya menyingkir. Mendapat perintah itu, para pria berbadan kekar tersebut membungkuk sejenak dengan penuh takzim sebelum akhirnya melangkah pergi dan melebur ke dalam kerumunan pengunjung museum. “Bu Sinta, apa dia orangnya?” tanya wanita itu sembari mengalihkan pandangan tajamnya ke arah Jaka. “Benar, Bu. Namanya Jaka, dia pemilik guci emas yang kemarin dibeli Pak Reno,” jawab Sinta bergegas. Raut wajah Sinta memancarkan rasa segan, sopan, sekaligus sedikit canggung saat berhadapan dengan wanita tersebut. Berbeda dengan Sinta yang tampak tegang, wanita berpakaian adat yang berusia sebaya dengannya itu justru terlihat teramat tenang dan menguasai keadaan. Pakaiannya benar-benar mencolok d
Última actualización: 2026-07-26
Chapter: Wanita Dengan Pakaian Adat
Keesokan harinya, pendar fajar baru saja menyingsing mengikis pekatnya malam saat sebuah sedan hitam mengkilap milik Sinta menderu pelan, lalu memarkirkan rodanya tepat di pelataran rumah Jaka. Kaca mobil diturunkan. Sinta tampil begitu memikat dengan kacamata hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya serta balutan pakaian kasual berbahan sutra yang tetap memancarkan kesan elegan. “Sudah siap belum?” seru Sinta dari balik kemudi, suaranya terdengar renyah di udara pagi yang dingin. Jaka, Arum, dan Beno yang sudah rapi sejak sehabis subuh langsung melangkah keluar membawa tas perbekalan ringkas. Beno dengan sigap menyelinap mengambil posisi di kursi depan di samping Sinta, sementara Jaka dan Arum duduk berdampingan di kursi belakang yang empuk. “Loh, Mas Farhat enggak ikut, Mbak?” tanya Jaka heran saat menyadari Sinta hanya mengemudi sendirian tanpa suaminya. “Mas Farhat sudah berangkat dari kemarin sore. Dia harus pergi lebih awal karena ada urusan penataan berkas dan keperl
Última actualización: 2026-07-25
Terapi Hasrat Dokter Bagas

Terapi Hasrat Dokter Bagas

“Hanya segitu kemampuanmu, dr. Bagas?!” desah wanita itu terengah, jemarinya mencengkeram seprai. “Ta–tapi ini salah, Nyonya… aku seharusnya tidak—” Dipecat karena tuduhan malpraktik dan dihancurkan oleh pengkhianatan tunangannya, dr. Bagaskara kehilangan segalanya dalam semalam. Saat hidupnya berada di titik terendah, sebuah tawaran misterius datang: menjadi terapis di klinik khusus wanita milik Madame Renata—tempat yang konon mampu menyembuhkan luka… dengan cara yang tak lazim. Namun, dari balik aroma terapi dan cahaya temaram ruang perawatan, Bagas justru terseret dalam dunia yang menggoda dan berbahaya. Setiap sentuhan menjadi ujian, setiap pasien menyimpan rahasia, dan setiap sesi terapi bisa saja membuatnya kehilangan kendali—baik sebagai dokter, maupun sebagai pria.
Leer
Chapter: Bab 148 — Akhir Kisah
Matahari mulai condong ke arah barat, menciptakan bias warna oranye kemasan yang memantul di deretan pohon pinus Desa Gunung Jati. Udara sore itu terasa sejuk, membawa aroma tanah basah dan wangi bunga kopi yang mekar di kejauhan. Bagas berdiri di teras rumah kayunya, menyandarkan tubuh pada tiang penyangga yang kokoh. Ia menghela napas panjang, sebuah tarikan napas yang penuh dengan rasa syukur dan kedamaian yang belum pernah ia rasakan selama puluhan tahun hidup di hiruk-pikuk kota.Di depannya, hamparan kebun yang ia rawat sendiri kini mulai membuahkan hasil. Sayur-mayur tumbuh subur, dan beberapa pohon buah yang ia tanam setahun lalu mulai menampakkan kuncupnya. Namun, bukan kebun itu yang menjadi sumber kebahagiaan utamanya.Suara tawa renyah terdengar dari dalam rumah. Bagas menoleh dan melihat pemandangan yang selalu berhasil menghangatkan hatinya. Mayra, dengan perut yang kini sudah membulat besar di usia tujuh bulan, duduk di sofa panjang sambil melipat pakaian bayi yang baru
Última actualización: 2026-03-01
Chapter: Bab 147 — Obsesi Sarah
Hari-hari yang mereka lalui kini begitu hangat, perut Mayra semakin buncit, kehamilan Tania semakin baik. Bagas merasa hidupnya begitu lengkap dengan kehadiran dua wanita yang sama-sama sedang mengandung benihnya ini.Bahkan kini Bagas sudah lebih terbuka dan bergaul dengan warga desa. Mantan psikolog itu benar-benar telah berdamai dengan hidupnya. Bagas benar-benar telah melupakan kehidupan gelapnya di kota.Kini, umur kandungan Mayra sudah jalan 7 bulan. Perut wanita itu semakin Buncit, dan kehamilan Tania mulai berjalan empat bulan, perutnya juga mulai tampak membesar walau tidak sebesar Mayra.Para warga yang terkadang datang hanya untuk menyapa benar-benar kagum kepada Bagas. Bagaimana tidak, Bagas memiliki dua orang istri yang sama-sama hamil tetapi bisa hidup dengan rukun.Sore itu, Sarah yang kini sudah sangat dekat dengan keluarga Bagas terlihat datang bertamu. Resepsionis puskesmas itu datang membawa buah di tangannya.“Hai, Mas Bagas,” sapanya lembut saat melihat Bagas seda
Última actualización: 2026-02-22
Chapter: Bab 146 — Malam Panas
Malam itu, hujan turun dengan sangat deras di lereng Gunung Jati, seolah alam pun tahu bahwa ada api yang siap berkobar di dalam rumah kayu itu. Suasana di dalam kamar utama terasa begitu pekat dengan aroma terapi cendana dan hawa dingin yang justru memicu adrenalin.Tania berdiri di tepi ranjang, mengenakan daster tipis transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang kini lebih berisi. Kabar dari bidan tadi siang benar-benar membakar mentalnya. Di sisi lain, Mayra sudah bersandar di bantal, menatap Bagas dengan tatapan yang seolah berkata bahwa malam ini adalah pesta untuk mereka bertiga.Bagas mendekat, ia melepaskan kemejanya, memamerkan dada bidang dan otot perutnya yang mengeras karena kerja keras di kebun. Ia menarik Tania ke dalam pelukannya, melumat bibir wanita itu dengan sangat lapar—sebuah ciuman penebusan atas puasa sebulan penuh.Bagas merebahkan Tania di tengah ranjang, diapit oleh dirinya dan Mayra. Tidak ada lagi kecanggungan. Mayra mulai membantu melepaskan pakaian
Última actualización: 2026-02-19
Chapter: Bab 145 — Tania Lega
Tidak terasa, waktu satu bulan berlalu. Hari ini, jadwal Bagas membawa dua wanitanya untuk kembali ke puskesmas. Ia ingin memastikan kandungan dua wanitanya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.Bagas menuntun Mayra masuk ke dalam mobil. Perut gadis itu kini sudah semakin membesar di usia kandungannya yang jalan empat bulan. Tania ikut berjalan di belakang mereka, keadaan fisik Tania cukup baik akhir-akhir ini, tapi tidak dengan mentalnya. Wanita itu begitu rindu sentuhan Bagas. Cukup sesak rasanya memendam rasa di saat pria yang ia cintai bersenggama dengan Mayra tepat di sebelahnya. Namun apa boleh buat, ia tidak bisa apa-apa.Tania masuk ke dalam mobil. Ia tersenyum kepada Mayra. Ia sangat berharap hari ini ada kabar baik dari bidan. Semoga hari ini adalah akhir dari puasanya akan sentuhan Bagas.Mobil sedan putih milik Bagas perlahan memasuki area parkir Puskesmas Gunung Jati. Udara pagi itu cukup cerah, namun suasana di dalam mobil terasa sedikit tegang karena harapan besar yan
Última actualización: 2026-02-16
Chapter: Bab 144 — Kenikmatan Yang Berbeda
Keesokan paginya, Bagas beraktivitas seperti biasanya di kebunnya. Ia sibuk merawat tanamannya yang mulai tumbuh.Sementara di dalam, Mayra sibuk mengerjakan pekerjaan rumah yang ringan-ringan. Tania juga ikut membantu, walau Mayra sudah melarangnya berulang kali.“Enggak apa-apa, May, cuma cuci piring, kok,” ujarnya lembut.“Tapi kan kata bidan kamu harus bedrest total, Tan,” sela Mayra sambil memasukkan baju ke dalam mesin cuci.“Ya kalau cumi tidur mulu yang ada tambah stres nanti aku, bosan May.” Tania masih bersikeras sambil terus membilas piring di wastafel.“Ya udah, deh. Tapi nanti kalau Bagas marah, aku enggak tanggung jawab, ya?”Tania mengulum senyum. “Emang Bagas bisa marah sama kita, May?” Tania menoleh sambil tersenyum tipis.“Hehe, iya sih. Mana mungkin dia bisa marah sama kita, ya?”Dua wanita yang sama-sama mencintai Bagas itupun tertawa bersama. Hidup mereka cukup rukun walau sebenarnya hingga kini tidak ada ikatan pernikahan resmi di antara mereka.“May, buatin kopi
Última actualización: 2026-02-15
Chapter: Bab 143 — Rumah Sarah
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hujan mulai reda menyisakan gerimis yang masih membawa udara sejuk di malam hari.“Mbak Sarah mau pulang sekarang?” tanya Bagas setelah memeriksa keluar jika hujan sudah mulai reda.Sarah mengangguk pelan. “Boleh, Mas,” katanya.“Ya sudah, sebentar ya, saya ambil payung dulu.” Bagas langsung ke belakang untuk mengambil payung yang tadi ia simpan. Tidak lama kemudian Bagas kembali dan melihat Sarah sudah berdiri dan bersiap-siap untuk pulang.“Sayang, kamu hati-hati, ya?” ujar Mayra sambil mendekat ke arah Bagas. Tania pun sama, ia memegang lengan Bagas sambil tersenyum. “Nanti langsung balik ya?” katanya.Sarah hanya berdiri diam melihat kehangatan keluarga itu. Tidak pernah terbayang di dalam benaknya jika ada pria beristri dua, namun kedua istrinya tampak akur dan rukun. Ini anomali, semua kasus yang pernah di lihat Sarah pasti akan ada pertengkaran apabila seorang lelaki memiliki dua wanita.Pipi Sarah merona merah saat ia tidak sengaja membaya
Última actualización: 2026-02-12
También te puede gustar
Istri Presdir yang Hilang
Istri Presdir yang Hilang
Urban · Pixie
23.1K vistas
Wiro sang Penakluk
Wiro sang Penakluk
Urban · Heartwriter
22.9K vistas
Raja Naga Yang Berkuasa
Raja Naga Yang Berkuasa
Urban · Banin SN
22.4K vistas
Suami Super Kaya
Suami Super Kaya
Urban · imam Bustomi
22.3K vistas
Bekas Bini
Bekas Bini
Urban · Jana Indria
22.3K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status