Compartilhar

Berhasil?

Autor: Dita SY
last update Data de publicação: 2025-12-19 19:23:47
Hendra melirik adik laki-lakinya yang tengah menjual kesedihan di depan Intan.

Sepertinya sang adik sudah tahu apa kelemahan wanita yang tengah mengandung itu. Intan memang memiliki hati lembut dan keibuan.

Semua terbukti dari perhatian yang ditunjukkan Intan pada Edric.

Keduanya kemungkinan memiliki usia yang sama, itu sebabnya Intan merasa kasihan pada Edric yang tengah menceritakan kisah sedih ditinggal sang Ibu.

Sementara Hendra yang berhasil mengajak Regan, tengah menyiapkan diri
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (37)
goodnovel comment avatar
Firtri Yanti
terlalu banyak iklan, biasa nya 2x iklan lnjut cerita, ini smpai 8 x iklan bru lnjut, jdi bosan nnton iklan nya
goodnovel comment avatar
lita effendi
lanjutkan lg cerita bab baru nya Author lg dong, masa 1 bab doang......
goodnovel comment avatar
lita effendi
Author mana nih ceritanya bab baru nya?
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 677: SELESAI

    ​Makan malam bersama digelar dengan begitu mewah dan meriah. Seluruh anggota keluarga berkumpul di kediaman Dokter Dirga.​Di ruang makan yang didominasi meja panjang berbahan marmer, keluarga besar Dirga dan Febby duduk saling berhadapan.Tak ada satu pun yang absen malam ini. Andi, Nila, dan anak mereka pun juga hadir.Suasana begitu hangat. Mereka tertawa bersama, sesekali menceritakan masa lalu kelam bukan untuk meratap, tapi sebagai pengingat kalau badai yang terjadi dulu kini berganti menjadi kebahagiaan yang utuh."Dokter Dirga semakin sukses saja," puji Barta."Ah, bisa aja Dokter Barta. Anda juga sudah semakin sukses," balas Dirga. Di samping mereka, para istri sedang berbincang, membicarakan kebiasaan buruk suami mereka."Gimana Mas Andi? Udah nggak pernah godain cewek lagi kan?" tanya Sisca pada Nila."Nggak pernah sejak kami menikah. Awas aja kalau dia berani macam-macam, aku santet dia biar burungnya ilang sekalian!" jawab Nila, melotot ke arah Andi yang langsung mengusa

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 676: Waktu Berlalu dengan Cepat

    ​"Waktu berjalan cepat banget ya, Mas. Nggak terasa anak-anak sekarang udah pada gede. Jadi ingat bagaimana perjuangan kita dulu," ujar Febby, membuka obrolan dengan suaminya di ruang makan.​Malam ini mereka akan menyambut kepulangan Dylan dari Amerika. Bukan karena sudah lulus kuliah, Dylan hanya pulang selama beberapa minggu demi menghadiri acara ulang tahun adik semata wayangnya.​"Iya, waktu memang cepat berlalu, tapi nggak ada yang berubah dari kamu. Kamu tetap cantik dan selalu jadi istri yang pengertian," ucap Dirga, memeluk istrinya dari belakang, lalu mengecup leher Febby dengan lembut.​Febby mendongak, menatap suaminya dengan senyum manja. "Ngomong-ngomong, anak-anak kan udah besar. Kamu ada niat menjodohkan mereka dengan anak temanmu, atau ... anak Ardian?"​Dirga melepas pelukan, lalu menarik kursi dan duduk di hadapan meja makan.​"Aku nggak mau melakukan itu. Biarlah mereka menentukan pilihan sendiri. Aku nggak mau apa yang terjadi padaku di masa lalu, menimpa mereka j

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 675: Rindu Setengah Mati

    ​Di Amerika, setelah menyelesaikan tugas kuliah yang menumpuk, Dylan memutuskan untuk memposting sebuah foto di akun media sosialnya yang memiliki banyak followers.Sebagai cowok dengan wajah tampan di atas rata-rata, tak heran jika mayoritas pengikutnya adalah kaum hawa yang selalu menanti postingan terbaru darinya.​Pada unggahan kali ini, Dylan menyematkan caption singkat.​~Seminggu lagi aku akan pulang ke Indonesia~​Hanya dalam hitungan detik, notifikasi like dan komentar langsung membanjiri ponselnya.Namun, dari sekian banyak tanggapan yang masuk, hanya satu komentar yang berhasil menarik perhatian Dylan ... komentar dari Maura_anak Intan.Maura: ​[Jangan lupa oleh-oleh untukku, Kak!]​Dylan terkekeh pelan dan membalas dengan cepat.Dylan: ​[Apapun akan aku belikan untuk Adik Kesayanganku. Tunggu aku pulang ya, Sayang. Jangan nakal di sana]​Tak lama kemudian, sebuah komentar lain muncul. Kali ini dari Aurora. Bukannya membalas di kolom komentar seperti yang dilakukannya pada

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 674: Marah

    ​"Kamu .... " Farah menatap Ray dengan tatapan tidak percaya. Ia tak menyangka sahabat masa SMA-nya dulu tega melaporkan Biru ke Polisi.​"Dia pantas masuk penjara, Farah! Dia yang melakukan semua ini. Luka-luka ini bukti kegilaannya. Laki-laki itu tempramental, kamu harus menjauhinya! Kamu lihat sendiri, aku babak belur dihajar habis-habisan, padahal aku sama sekali tidak melakukan apa pun padamu," tutur Ray meyakinkan, sambil memamerkan kembali luka-luka di tubuhnya.​Luka di keningnya masih basah, darah segar tampak merembes dari balik perban. Sementara itu, tangan kanannya terlihat lebam dan cedera parah.​"Aku hampir mati karena dia. Untung saja banyak orang di pesta waktu itu yang memisahkan kami. Kalau tidak, ceritanya pasti sudah beda," lanjut Ray, memelas.​Farah terdiam sambil menundukkan kepala. Ada sedikit rasa kecewa menyergap dadanya, kenapa Biru harus sebrutal itu? Namun, jauh di lubuk hatinya, ia yakin Biru pasti memiliki alasan.​"Andai saja kamu ingat kejadian malam

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 673: Mengungkapkan

    ​Di dalam kamar perawatan yang sunyi, Ray yang merasa telah berhasil menarik perhatian Farah mulai mencari kesempatan.Matanya tak henti mengamati sekeliling, memastikan pintu kamar perawatan di depannya tertutup rapat.​Sementara itu, Farah fokus mengupas buah apel untuk Ray. Tidak ada sedikit pun rasa curiga terhadap pria di hadapannya.​Setelah memastikan situasi benar-benar aman, senyum miring tersungging di bibir Ray. Dengan gerakan spontan, ia menyergap dan memegang pergelangan tangan Farah.​"Farah ...."​"Iya, Ray?" Farah mendongak, menatap pemuda itu lekat. "Kamu butuh sesuatu?"​Ray menggeleng pelan. "Aku cuma butuh kamu." ​Ia mengambil pisau buah dari tangan Farah secara perlahan lalu meletakkannya di atas meja. "Aku mau bicara serius sama kamu. Boleh?"​Farah mengangguk, ikut meletakkan apel yang belum selesai dikupasnya ke meja. "Bicara saja. Kamu mau ngomong apa?"​Perlahan, Ray memajukan tubuh, memangkas jarak di antara mereka, lalu berbisik, "Maukah kamu jadi pacarku?"

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 672: Urusan Selesai

    ​Ray mengulum senyum saat melihat Farah mulai termakan ucapannya. Ia melirik Farah, menatap lekat gadis cantik yang kini diam membisu itu.​"Biru itu bukan laki-laki baik, Farah. Dia temperamental. Kamu harus berhati-hati padanya," lanjut Ray, memanasi.​Farah mengangkat pandangannya, menatap wajah Ray yang babak belur.Bahkan, luka di pelipisnya yang diperban masih merembaskan darah segar.​"Lihat luka-luka ini. Semua ini ulah Biru. Tiba-tiba saja dia menyerangku. Padahal aku sama sekali tidak berniat jahat padamu malam itu. Aku hanya ingin membawamu menjauh dari keramaian karena kamu sedang mabuk berat," jelas Ray dengan ringisan yang dibuat seolah sangat menderita.​Farah menghela napas panjang. Hatinya menolak untuk langsung percaya karena ia sangat mengenal pengawalnya itu. Namun, melihat kondisi Ray yang terluka parah, rasa ibanya tak bisa dibendung.​"Aku tahu Biru sudah lama jadi pengawal pribadimu, tapi dia itu ringan tangan. Aku khawatir suatu saat dia bisa melukaimu. Sepert

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status