Alpha King's Runaway Mate

Alpha King's Runaway Mate

last updateLast Updated : 2022-04-28
By:  Alexis DeeCompleted
Language: English
goodnovel16goodnovel
8
56 ratings. 56 reviews
136Chapters
286.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

THE REJECTED LUNA SERIES BOOK 1 - ALPHA KING'S RUNAWAY MATE BOOK 2 - ALPHA KING ARAMIS "Open the door," he shouted at my face, "Don't make me get physical with you, Octavia," he warned me angrily. "No! You have to see your daughter's face," I was holding our days-old daughters and requesting him to take a look at her beautiful face and change his mind. "This is not my daughter and you are not my God damn mate," he shouted as he pulled his nose up in disgust. "Silas! How can you not look at her face and not know she is your daughter? How can you reject me and accept my sister?" I was sobbing and begging for him to hold his daughter. "Because she is my mate and you are just someone with a rouge's blood in your system," every word he said towards me and his daughter was going to be engraved on the walls of my heart forever. "If you walked out of this door and got engaged to my sister today, you will never see my or my daughter's face ever again," I warned him in tears. "Good! I would love to never see you two again," he didn't care and pushed me out of his way. ... Hated and unwanted by her step-mother and half-sister. Octavia had a difficult life growing up. Her father has been the only one who cared for her. A night with her mate and pregnancy was all it took for her to lose all respect. Betrayed and hurt by her own mate, Octavia decided to leave with her baby and never come back. What will she do when she is forced to return to unwanted circumstances? Will Silas realize his mistake before it's too late? Read now to find out.

View More

Chapter 1

Chap-1*Who Stole My Panties?*

“Ris, kamu kok belum transfer uangnya? Arif butuh uang untuk bayar sekolah, sebentar lagi dia ujian,” tanya Mas Rido, suamiku lewat telepon. Sudah tiga tahun ini aku bekerja di luar negeri menjadi Asisten Rumah Tangga seorang pengusaha di negara orang.

“Besok ya, Mas. Aku belum gajian.”

Sengaja aku memang belum mentransfer uangnya, karena aku dengar kabar kalau ternyata suamiku telah menikah lagi setahun setelah aku pergi. Entah kenapa selama ini tak ada yang memberi tahu kepadaku tentang kelakuan Mas Rido. Makanya aku berniat berhenti kerja dan kembali ke Indonesia untuk memberi perhitungan kepada suamiku.

“Kok tumben sih? Biasanya tanggal segini sudah kirim uangnya. Kalau bisa cepat ya, kasihan nanti Arif nggak boleh ikut ujian kalau belum bayar sekolahnya,” katanya kemudian.

Selalu Arif anak kami yang jadi alasan. Arif adalah anak pertama kami. Aku meninggalkannya saat kelas tiga SD, jadi sekarang dia pasti sudah mau lulus SD. Anak kedua bernama Ririn dia selisih  satu tahun lebih muda dari Arif.

“Iya, Mas. Majikanku baru keluar untuk urusan bisnis. Ditunggu aja. Sudah dulu, ya. Aku masih ada kerjaan.”

Klik.

Tanpa menunggu jawaban Mas Rido aku segera mematikan sambungan telepon.

Susah memang berpura-pura tidak ada apa-apa. Padahal dalam hati ingin rasanya aku mencaci maki Mas Rido habis-habisan. Tapi menurutku percuma kalau hanya bicara lewat telepon.

“Risma ... I need a coffe, please ( Risma ... aku butuh segelas kopi). Terdengar suara Tuan Rey, majikanku.

“Baik, Tuan,” jawabku.

Tuan Rey duda tanpa anak, mantan istrinya meninggal karena kanker rahim. Ia tetap setia berada disamping istrinya hingga akhir hayatnya. Ah, seandainya Mas Rido seperti Tuan Rey yang bisa setia hingga maut memisahkan, pasti aku sangat bahagia. Namun itu semua hanya lamunanku, karena kenyataannya, Mas Rido telah mengkhianatiku.

“Ini, Tuan kopinya.” Aku meletakkan segelas kopi hitam di meja kerjanya.

“Terima kasih ... Risma,” ucapnya tulus.

“Sama-sama Tuan, saya permisi dulu.” Aku berjalan kebelakang dengan sedikit membungkuk untuk menghormatinya.

Tuan Rey merupakan blasteran Indonesia-Amerika. Ibunya berasal dari kota yang sama denganku dan masih tinggal di Indonesia karena mengurus ibu kandungnya yang mulai sakit-sakitan. Sedangkan ayah Tuan Rey berada di sini mengurusi bisnis keluarga mereka. Maka tak heran kalau Tuan Rey juga lancar berbahasa Indonesia.

Kring ... Kring ... Kring ...

Gawaiku berbunyi. Aku melirik siapa yang telepon. Ternyata Bu Nining, Ibu mertuaku.

“Halo, Assalamualaikum, Bu,” ucapku sesaat setelah mengangkat telepon.

“Waalaikumsalam, Risma ... kata Rido kamu belum transfer ya? Apa benar?” Bu Nining langsung bertanya tanpa basa basi.

Aku menghela napas.

“Benar, Bu. Majikanku baru pergi ke luar kota , jadi belum sempat transfer gajiku.”

Lagi-lagi aku berbohong. Kalaupun benar di luar kota pasti juga langsung bisa gajian karena pakai Mobile Banking.

“Uang Ibu sudah habis. Ririn di sini sering minta uang untuk jajan sama teman-temannya. Rido juga nggak ngasih uang ke Ibu, jadi gimana ini Risma?”

“Lho? Kok malah tanya aku, Bu? Aku sudah transfer semua gajiku kepada Mas Rido. Jadi kalau uang Ibu habis ya minta ke Mas Rido bukan ke aku lagi , Bu!” ucapku jengkel lalu mematikan teleponnya. Telepon berdering lagi tapi aku mengabaikannya.

Ibu dan anak sama saja. Sama-sama jadi benalu. Cuma bisa meminta uang kepadaku tanpa memikirkan keadaanku disini seperti apa.

Aku memang bodoh. Terlalu percaya dengan suamiku sehingga menyerahkan gajiku kepadanya. Untung saja aku meminta Tuan Ronald untuk membayar separuh saja setiap bulan, jadi aku masih memiliki sedikit tabungan walaupun separuhnya dikirimkan ke Mas Rido.

Tapi kini tak akan mau lagi aku dibodohi suamiku sendiri. Aku yang bekerja susah payah disini, dia yang menikmatinya bersama selingkuhannya. Enak saja!!

Aku menuju dapur untuk memasak makan malam. Hari ini hari terakhir aku bekerja karena besok pagi aku akan pulang ke Indonesia.

Tok! Tok! Tok!

Aku mengetuk ruang kerja Tuan Rey setelah makan malam tersedia di meja. Ia memang selalu memilih lembur di rumah untuk menyeleseikan pekerjaan kantornya.

“Makan malam sudah siap, Tuan,” ucapku di depan pintu kamar.

“Ikut aku, Risma. Kita makan sama sama,” ujar Tuan Rey setelah membuka pintu.

“Baik, Tuan.”

Aku mengikuti Tuan Rey ke meja makan. Setelah duduk, dia diam saja melihat aku melayaninya. Aku menjadi salah tingkah ditatap pria seganteng Tuan Rey.

Aduh, kenapa menatapku seperti itu sih, aku jadi grogi ini ngambil nasinya. Batinku.

“Kenapa kamu berhenti kerja, Risma? Dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia?” Tuan Rey akhirnya buka suara.

Aku terdiam, bingung harus jujur kepadanya atau menutupi masalahku.

“Suamiku mengkhianatiku, Tuan. Dia telah menikah lagi tanpa sepengetahuanku.” Aku memutuskan untuk berkata jujur. Aku tak kuasa menahan air mata ini. Hatiku sungguh sakit rasanya. Pengorbananku selama ini seakan sia-sia. Aku rela meninggalkan anak-anak ku demi masa depan yang lebih baik tapi justru suamiku yang merusak rencana masa depan kami.

“Jangan menangis, tak usah kau menangisi pria  seperti itu.” Tuan Rey tiba-tiba sudah berada didepanku dan mengusap air mataku.

Baru kali ini aku melihat wajahnya dari dekat. Kulitnya putih bersih, rambutnya tertata rapi. Apalagi mata birunya saat menatapku, membuatku meleleh.

Astagfirullah. Aku segera tersadar.

“Maaf, Tuan. Bukan muhrim, jadi tidak boleh bersentuhan,” ujarku.

“Ah, Maaf, aku tidak tahu. Jadi apa rencanamu kepada suamimu?” tanya Tuan Rey kembali ketempat duduknya.

“Aku akan menceraikannya, Tuan setelah sampai di Indonesia.”

“Jangan tambah bodoh!” ucapnya lantang.

Aku terlonjak kaget.” Maksud Tuan?”

“Besok aku akan ikut ke Indonesia.”

“Apa?!” aku kaget hingga tersedak.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ratings

10
70%(39)
9
0%(0)
8
4%(2)
7
0%(0)
6
7%(4)
5
0%(0)
4
2%(1)
3
4%(2)
2
9%(5)
1
5%(3)
8 / 10.0
56 ratings · 56 reviews
Write a review

reviewsMore

Marsun Regspat
Marsun Regspat
I feel pity for the FL I don't know if this FL have a happy ending in this story..my heart aches so much for Octavia. . author why you mke this story if the FL no one wants her or love her..its ok if his mate reject her coz we knw there's another 2nd ML to like her but y the same she suffering......
2024-07-07 03:23:16
4
0
Jyotika Mewara
Jyotika Mewara
It's a good book to read.. I enjoyed it.
2024-02-27 00:07:47
2
0
Zeta
Zeta
Good story. It felt a bit dragging and frustrating seeing the struggles of the female lead while the male lead role was good for nothing and non existent. But in the end it turned out good and made sense when all the secrets are revealed. The story was pretty interesting & intriguing.Good job Author
2023-06-07 04:50:51
5
0
geridari87
geridari87
Enjoyed reading it, recommend it!
2023-05-25 05:59:38
0
0
Karen Marquise Bearden
Karen Marquise Bearden
Love this book but so heart breaking. I get afraid to move to the next chapter every time knowing how bad Octavia is treated and how much heart break she has to endure.
2022-10-14 08:36:01
6
0
136 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status