LOGIN" terima kasih pak arif, kami suka dengan konsep anda" ucap pak Lukman sambil.berjabat tangan
" nanti asisten saya akan mengirimkan kontrak kerjasama nya" lanjut pak lukman " sama sama pak, semoga kerjasama ini menjadi awal yang baik bagi kita. maaf jika penyambutan nya kurang berkenan" ucap ku"pagi semua...." sapa ida "pagi sayang" jawab bu sofi " gimana udah siapkan tenaga buat belajar hari ini?" lanjut bu sofi " udah aku siapkan mental mah.. apa pun yang terjadi aku harus bisa! " jawab sisil dengan semangat " nah gitu, kita walaupun perempuan harus bisa mandiri.kita pasti bisa asal mau serius belajar." bu sofie memberikan semangat kepada mantu nya " siap mah" jawab ida sambil.menyiapkan minum " kamu ga boleh stress ya..ga usah dengerin orang. soal anak itu kententuan yang Di Atas. mama sama papa kalau bilang itu cuma becanda aja. nanti kalian mau ada anak atau tidak is no problem for us " jelas bu sofi " makasih ya mah, udah pengertian sama aku" ida memeluk sang mertua
" mereka melanjutkan obrolan dengan duduk santai lesehan." " kita hidup di lingkaran yang itu itu aja. selama ini, tahu nya sisil cuma karyawan kantor kita eh dia ponakan teman lama arif." " sil, loe punya nomer vano?" tanya Deril " ada om" " loe VC dia sil.." lanjut Deril " sisil pun mengambil HP nya dan mencoba menghubungi om nya." " iya sil, ada apa? emang kamu lagi di rumah tumben pake VC segaka!" Vano memberondong sisil dengan banyak pertanyaan " ada yang mau ngomong sama om... lihat baik baik ya.." sisil mengarahkan kamera HP nya " bro, apa kabar? " Deril muncul di layar Hp " Deril? how are you ? " " vano, how are you? are you still remember me?" arif berkata di samping Deril " oh my good !!!! Arif? its real
" mah , kita semua mau golf.." pamit arif " iya. der, nanti kamu balik kesini lagi kan?" tanya bu sofi " ya tan.. kan cuma bawa mobil satu." " da, kita jalan sekarang aja dulu yu? tuh para lelaki udah pada pergi" ajak bu sofi " oke mah, aku beres beres dulu kalau gitu." jawab ida " ayo mah, lets go..." ajak ida " mama mau ajak mbok tun, kasian dia di rumah mulu." ucap bu sofi " yup.. kota ngerujak bareng bareng" ucap ida " mbok tun, lets go" ida menarik tangan mbok tun
" ida terbangun dan jam sudah menunjukan pukul 7 pagi." " Ya Allah udah pagi aja. ga berasa saking pulas nya tidur" gumam ida dalam hati " dia terbangun dengan tubuh yang polos, ia pun mencari cari lingerie yang semalam di pakai nya." " dia melihat ke sebelah nya dan sang suami masih tidur dengan pulas." " ida pun memakai lingerie nya dan beranjak pergi ke kamar mandi." "mas bangun udah siang" ida menggoyangkan tubuh sang suami " hmmmmmm" arif membuka sedikit mata nya " udah mau jam 8 loh.. ini aku udah kelar . nanti siang kan aku mau ke rumah ibu." ida menepuk ba
" setelah hampir 15 menit diam, ida akhir nya turun dari tubuh sang suami." " udah sayang, istirahat aja dulu. kamu pasti capek banget." bisik sang suami "kalo mandi pasti seger, kalau di sini terus makin lemas." " mandi bareng aja sayang." tawar arif " big no...yang ada ga akan mandi. ingat ronde kedua nya setelah isya." " aku perlu asupan energi. ronde kedua nanti akan lebih spektakuler" bisik ida dengan genit sambil mengedipkan sebelah mata nya. " dan ia pun berjalan ke kamar mandi tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya." " oh my good, ada apa sama dia? dia menjadi liar seperti itu? tapi jujur aku suka istri ku yang seperti tad
" mas aku ga enak jadi nya. tadi mama sama papa berantem gitu." ucap ida sambil duduk di atas tempat tidur " nyante aja yang... udah biasa mereka seperti itu. biasa nya ada barang ga guna yang di beli sama mama." arif menjelas kan " hah.? perasaan tadi beli barang biasa aja deh mas, cuma beli baju sama cincin." jelas ida " kamu beli apa tadi?" " beli beberapa baju. itu juga mama yang pilihin, kata nya baju aku sekarang udah ga bisa di pake karena kurang pantas. tapi ga tahu deh ga pantas bagian mana nya.. aku hanya menghargai mama yang udah effort banget pilihin baju." jelas ida " its ok yang... makasih ya udah mau jadi teman buat mama." arif memeluk sang istri
jam sudah menunjukan pukul 9pagi saat aku terbangun. " aw...." aku merasakan sakit di seluruh tubuh ku karena permainan panas semalam bahkan m*ki ku terasa kaku. " sayang sudah bangun? mas arif memberikan ku segelas air
" sayang... kok lama bet di kamar mandi nya?" teriak mas arif " iya sebentar mas, aku mules." alasan ku " apa emang mau di kamar mandi aja biar nanti sekalian mandi ?" teriak nya lagi
" akhir nya kami sampai juga di hotel" " kami pun check in terlebih dahulu untuk menyimpan koper dan setelah nya langsung kembali ke taxi yang tadi kami naikin dari airport untuk pergi ke collesium"
" makasih ya mas, aku senang banget hari ini" aku memeluk mas arif sambil.mencium kedua pipi nya sesaat setelah kami masuk ke kamar " sama sama sayangku" balas nya sambil mencium bibir ku " mas aku packing dulu ya." aku menuj







