LOGINGaling sa pinakamahirap na isla ng Isla Verde si Anna Matumbakal, galing sa mahirap na pamilya at mayroong anim na kapatid. Mahirap ang buhay kaya nangarap na sana balang araw makapunta ng Maynila para makapagtrabaho. Pero nangangamba siya kung makakahanap nga eh highschool lang naman ang tinapos nya at higit sa lahat hindi naman sya kagandahan at maliit din siyang babae, na matatawag mo nang bansot, pandak o kung ano pa. Ang ina niya lang ata ang laging nagsasabing napakaganda niya. Pero dahil sa tulong ng kanyang best friend na lumipat ng maynila limang taon na ang nakakaraan ay natupad na ang kanyang pangarap na makapunta ng maynila at makapagtrabaho para matulungan ang kanyang amang pangingisda lang ang alam na hanap buhay at inang naglalabada. okay naman sana ang lahat, kaso sa hindi inaasahan tumibok ang puso nya sa isang lalaking nag ngangalang Marcus John Maxwell, ang nagiisang tagapagmana ng Maxwell group of company. Sa tuwing makikita nya itong kumakain sa restaurant kung saan sya nagtatrabaho bilang waitress ay mabibilis ang tibok ng kanyang puso at para syang nasa paraiso kasama ito. kaso ngalang napakasungit nito at TAKEN na! sampung taon na daw ang relasyon nito sa long time girlfriend nitong si Meghan Lim. Lagi nalang akong nangangarap na sana maging akin nalang siya, sana magkatulad kami ng mundo. Pero alam ko kahit baliktarin pa ang mundo mananatiling langit sya at lupa ako, na sana ako nalang! pero isa lang naman itong pangarap na kahit kailan hinding hinding mangyayari.
View MoreDi sebuah rumah kecil dan reot yang berdinding kan anyaman bambu, tampak seorang wanita yang tengah menangis tersedu-sedu.
Dia baru saja selesai memakamkan ayahnya yang meninggal hari ini, dia tidak bisa menahan kesedihannya karena sekarang tidak ada siapa pun lagi yang berada di sisinya.Sebenarnya sejak kapan kemalangan ini mulai menimpa padanya, apakah sejak 5 bulan lalu saat keluarganya jatuh miskin dan kehilangan semuanya, atau di saat dirinya dinyatakan hamil karena cinta satu malam dengan pria yang bahkan tidak dia ketahui dan ingat wajahnya, hingga membuat kariernya sebagai pelukis terkenal pun ikut hancur.Air mata wanita itu kembali menetes, dia lalu memegangi perutnya yang terlihat buncit, karena usia kandungan yang memang sudah menginjak 5 bulan.“Ayah, sekarang Alana harus bagaimana. Alana tidak tahu ayah hiks,” ucapnya.Alana menunduk, menyembunyikan wajahnya di sela-sela lututnya yang dia peluk dengan erat. Dia terus menangis, hingga tiba-tiba tangisannya itu pun terhenti ketika dia mendengar suara mobil yang sepertinya berhenti di depan rumahnya.Alana refleks berdiri, dia lalu keluar dari dalam kamarnya.Merasa penasaran, Alana pun mengintip dari balik jendela bambunya siapa kira-kira orang yang memarkirkan mobil di depan rumahnya itu.Matanya melebar, kala dia melihat segerombolan pria memakai setelan hitam keluar dari dalam mobil itu.“Siapa mereka? Apa mereka penagih hutang? Tapi, aku merasa tidak pernah berhutang apa pun, aku juga tidak punya tunggakan apa pun. Begitu pun dengan ayah. Aku sudah memastikan ayah juga tidak memilikinya. Lalu, siapa mereka? Kenapa mereka terlihat sangat menyeramkan,” gumamnya.Alana hendak membuka pintu, dia harus memastikan siapa mereka dan apa kemauan mereka. Dia tidak mau memiliki masalah apa pun, terlebih saat ini dia hanya seorang diri. Dia harus bisa bertindak tegas.“Apa benar ini rumahnya Arya Subagja!”Deg!Seketika niat Alana pun terhenti kala mendengar salah satu dari pria itu menyebutkan nama ayahnya.“Me-mereka mengenal ayah?” Alana mulai merasa ketakutan, apakah mungkin mereka adalah musuh dari ayahnya.“Benar Tuan, saya mendapat kabar bahwa Arya telah jatuh miskin dan tinggal di sini,” jawab seorang pria lainnya yang berdiri di samping pria yang tadi bertanya.“Kalau begitu masuk! Dan tarik ular tua itu ke hadapanku!”Deg!Mendengar itu, Alana pun sontak terkejut. Sepertinya apa yang tadi dia pikirkan itu benar, mereka adalah musuh dari ayahnya. Dan sekarang, mereka sedang mencarinya.Tubuh Alana mulai bergetar, dia pun langsung berlari kembali ke dalam kamarnya.Brakk!Alana terkejut bukan main, saat dia mendengar suara gebrakan pintu rumahnya. “Me-mereka mendobrak pintunya, mereka akan masuk. Apa yang harus aku lakukan?”“Cari ular tua itu sampai dapat, jangan biarkan dia lolos lagi. Karena jika itu terjadi, kalian yang akan menanggung akibatnya!” seru pria tinggi yang merupakan bos dari mereka.“Baik Tuan,” jawab semua anak buahnya dengan serentak. Mereka pun mulai masuk ke dalam rumah Alana dan mencari keberadaan Arya.Glek!Saat ini Alana merasa sangat bingung, apa yang harus dia lakukan. Sepertinya keluar dari kamar pun sudah terlambat, karena anak-anak buah dari pria itu sudah masuk ke dalam rumahnya. “Ya Tuhan. Apa yang harus aku lakukan,” bingungnya.Alana melihat seisi kamarnya yang kecil ini, jika dia harus bersembunyi di mana dia akan bersembunyi. Kamarnya ini sangat kecil, jika pun dia bersembunyi di sini. Mereka semua pasti akan mudah menemukannya.Alana mendengar suara langkah kaki yang mendekati kamarnya, tidak ada jalan lain lagi, dia hanya bisa bersembunyi. Setidaknya dia akan berusaha untuk menghindar. Jika pun dia tertangkap, maka mungkin itu sudah takdirnya.Alana melihat ke kolong tempat tidurnya, sepertinya itu cukup untuk dirinya bersembunyi. Dia pun berjongkok dengan susah payah, karena perut buncitnya ini membuatnya kesulitan untuk melakukannya.Alana perlahan-lahan masuk ke bawah ranjang tempat tidurnya. Tangannya itu menutupi perutnya, agar perutnya tidak terbentur apa pun dan anaknya akan baik-baik saja.Srett!Gorden yang menutupi kamar Alana itu terbuka dan membuat Alana yang baru saja bersembunyi itu terkejut, dia mendengar suara langkah kaki yang memasuki kamarnya.Alana menutupi mulutnya dengan satu tangannya, agar tidak ada suara sedikit pun yang keluar dari sana.Langkah kaki itu terus terdengar, dan semakin dekat ke arahnya. Air mata Alana sudah menetes. Di dalam hatinya dia terus berdoa agar orang-orang ini tidak menemukannya dan segera pergi dari sini.Mata Alana membelalak, saat dia melihat kaki yang beralaskan sepatu hitam itu ada di sampingnya. Dia semakin erat menutupi mulutnya itu, dan memejamkan matanya. Saat ini dia takut, sangat takut. Bahwa orang-orang ini benar-benar akan menemukannya. 'Pergilah, kumohon pergilah,' batinnya.Alana memberanikan diri untuk kembali membuka matanya, dia mengintip ke arah sampingnya untuk memastikan apakah sepasang kaki itu masih berada di sana. “Hufftt.” Tampak helaan nafas lega keluar dari mulutnya, saat sepasang kaki itu ternyata sudah tidak terlihat lagi di sana. Sayup-sayup dia mendengar pembicaraan orang-orang asing itu yang sedang melapor pada bosnya.“Tidak ada siapa pun Tuan, kami sudah mencarinya. Tapi rumah ini kosong.”Raut wajah Eric terlihat sangat murka, setelah mendengar laporan dari anak buahnya. “Apa Arya mengetahui jika aku mencarinya, dan dia melarikan diri. Sialan! Benar-benar sialan. Tidak bisa, aku tidak bisa bersabar lagi. Bakar rumah ini! Aku ingin melihat api yang berkobar membakar rumah si ular brengsek Arya. Mungkin saja dia bersembunyi, dan kalian tidak bisa menemukannya. Karena itu, bakar! Sampai semuanya tidak bersisa!” serunya.Alana yang mendengar perintah itu langsung tersentak. “A-apa katanya, membakar rumah ini. Jika begitu, aku ... aku mungkin tidak akan selamat.”“Baik Tuan.”Glek!Lagi-lagi Alana menelan salivanya. Sekarang, bagaimana dia akan selamat. Mungkinkah ini hari terakhirnya hidup di dunia ini, apakah dia akan menyusul ayah dan ibunya.Alana merasakan gerakan pada perutnya. Air matanya langsung menetes, dia tidak boleh menyerah. Saat ini dia tidak sendiri ada anaknya bersamanya. Setidaknya, dia harus menyelamatkan anaknya. Sekarang dia mempunyai tanggung jawab lain, bagaimana pun caranya dia harus bisa keluar dari sini. Sebelum rumah ini benar-benar dibakar.Di luar, Eric menatap dengan tajam rumah kecil dan reot di depannya itu. Rumah yang sebenarnya sudah tidak layak untuk dihuni. Dia melipat kedua tangannya itu di dadanya, sebenarnya jika dipikir-pikir dia masih tidak menyangka dan tidak percaya bahwa seorang Arya Subagja akan tinggal di tempat seperti ini.Seorang Arya yang dulu selalu terlihat angkuh dan sangat ambisius. Terlihat sangat jelas, bahwa dia adalah orang yang akan melakukan apa pun demi mencapai tujuannya. Tapi, siapa sangka karena kerakusannya itu, hidupnya malah menjadi seperti ini.“Kau sangat bodoh Arya, padahal dulu saat aku melihatmu yang berdiri di samping papaku, kau tampak sangat mengagumkan. Tapi, aku tidak menyangka kau bahkan tega mengkhianatiku. Kau ... sama saja dengan kakakku,” ucapnya.“Tuan,” ucap Jeff yang merupakan sekretaris pribadi dari Eric, dia membungkuk memberi hormat pada tuannya itu, “Tuan, apa Anda yakin. Akan membakar rumah ini?” tanyanya.Tatapan tajam langsung melesat ke arah Jeff setelah dia melontarkan pertanyaannya itu. “Apa aku harus memberi perintah dua kali, atau haruskah aku memasukkanmu ke rumah itu agar kau terbakar hidup-hidup bersama dengan ular tua itu!” jawabnya.“Tidak Tuan, maafkan saya. Kami akan segera melaksanakan perintah Anda.” Jeff pun kembali membungkuk, dia berbalik dan melangkah menuju rumah Alana untuk melaksanakan apa yang Eric perintahkan.Saat kedua mata Eric melihat anak-anak buahnya yang sedang menjalani perintahnya, tatapannya itu semakin menajam. Dia sudah tidak sabar lagi untuk melihat mayat dari Arya yang terpanggang, itu pasti akan sangat memuaskan dahaganya yang selama ini sudah tertahan untuk membunuhnya. Dan sekira pun Arya memang tidak ada di dalam, setidaknya dia akan hidup di jalanan karena rumahnya ini sudah lenyap tanpa sisa.Sementara itu, Alana mencoba keluar dari bawah tempat tidurnya. Dadanya terasa sesak, karena dalam keadaan hamil dia harus bersembunyi di tempat yang sempit seperti itu.“Hah, hah.” Alana mencoba menarik oksigen sebanyak-banyaknya, setelah dia berhasil keluar dari sana. “Aku harus segera keluar, bagaimana pun caranya aku harus keluar dari sini, demi anakku aku harus selamat,” ucapnya.Dengan perlahan, Alana mulai melangkahkan kakinya. Dia mengintip dari balik gorden kamarnya. Tidak ada siapa pun di dalam rumahnya, itu artinya mereka semua sekarang berada di luar dan mungkin sedang menjalankan aksi mereka untuk membakar rumahnya.Alana pun melanjutkan langkahnya, dia akan keluar melalui pintu belakang rumahnya. Dia berharap, bahwa anak buah dari orang asing itu tidak berada di sana.Alana membuka pintu belakang rumahnya, sekali lagi dia mengintip terlebih dulu untuk memastikan keadaannya. Helaan nafas lega terdengar lagi dari mulutnya. Dia lega karena tidak ada siapa pun di sini. Dengan cepat, dia pun langsung keluar dan berlari dari dalam rumahnya.Saat berlari, Alana sesekali melihat ke arah belakangnya. Dia melihat ke arah orang asing itu yang masih berdiri di depan rumahnya, memantau dengan angkuhnya aksi anak-anak buahnya yang hendak membakar rumahnya.“Aku harus cepat, sebelum dia menyadari keberadaanku.” Alana memegangi perutnya dan mempercepat larinya.Namun sayangnya, mata elang Eric itu melihat Alana yang bersusah payah berlari meninggalkan area rumahnya, keningnya berkerut dan matanya pun menyipit mencoba mengenali siapa gadis yang berlari itu.“Siapa gadis itu?” tanyanya dengan suara tinggi, yang langsung direspons tolehan oleh Jeff yang memang berdiri di sampingnya.“Siapa maksud Anda, Tuan?” tanyanya.“Tadi ada gadis yang berlari, seperti sedang mencoba meninggalkan area ini,” jawabnya.Jeff tersentak, dia seperti mengingat sesuatu yang lupa dia katakan pada tuannya. “Tuan, mungkinkah itu Alana. Putri tunggal dari Arya Subagja,” ucapnya.“Apa kau bilang? Coba katakan sekali lagi,” pinta Eric dengan dingin.“Itu, itu mungkin putri dari Arya Subagja Tuan,” jawab Jeff.“Bodoh! Kau memang tidak berguna Jeff, kau baru mengatakannya jika Arya punya seorang putri? Apa kau benar-benar ingin dipecat?!” bentaknya.“Ma-maafkan saya Tuan. Sepertinya saya lupa mengatakannya pada Anda. Karena ketika mendapatkan informasi itu, saya juga sedang disibukkan mencari gadis yang tidur dengan Anda.”“Apa sekarang gadis itu sudah ketemu? Tidak, kan? Kau memang tidak berguna! Sekarang tangkap putri dari ular itu, karena jika aku tidak mendapatkan ayahnya. Maka putrinya pun tidak masalah. Terlebih, jika Arya tahu kalau aku membawa putrinya, dia juga akan muncul sendiri di hadapanku.”“Baik Tuan.” Jeff meminta anak-anak buahnya itu ikut dengannya untuk mengejar Alana yang sedang melarikan diri.Tatapan tajam itu terlihat lagi, api amarah dalam diri Eric semakin memuncak.“Arya, akan kupastikan kau membayar semuanya,” gumamnya.***Alana terus berlari tanpa henti, dia menyempatkan untuk melihat ke arah belakangnya lagi. Betapa terkejutnya dia, saat melihat anak-anak buah dari orang itu sedang mengejarnya.“Mereka menyadari keberadaanku ternyata. Tidak boleh, aku tidak boleh tertangkap. Mungkin jika aku tertangkap aku akan mati. Dan anakku ini, anakku juga akan ikut mati. Tidak, aku tidak boleh menyerah.” Alana pun semakin mempercepat larinya. Namun, apalah daya seorang wanita hamil tidak mungkin bisa berlari dengan sangat cepat. Dan ternyata benar, karena tidak kuat lagi, Alana pun menghentikan larinya. Tidak bisa begini, jika dia memaksakan untuk tetap lari. Maka anaknya juga akan sama tidak selamatnya.Alana mengedarkan pandangannya, dia harus secepatnya mencari tempat persembunyian. Kalau tidak, dia benar-benar akan tertangkap. Pandangannya itu lalu terhenti pada semak-semak yang sangat rimbun. Tanpa berpikir panjang lagi, dia pun langsung berlari menuju semak itu dan bersembunyi di sana.Alana duduk meringkuk dengan tangannya yang menutup mulutnya agar tidak menimbulkan bunyi apa pun. Tubuhnya bergetar hebat, dia tidak mengerti situasi apa ini sebenarnya. Kenapa semua ini bisa terjadi padanya, dia tidak tahu apa salahnya kepada orang-orang itu. Tapi kenapa dia harus hidup dalam ketakutan seperti ini. Alana menunduk, melihat perutnya. Dia lalu mengusap perutnya itu dengan air matanya yang jatuh ke atasnya.“Sabar ya sayang, mama pasti akan selamat. Mama akan melindungimu, kita berdua pasti selamat.”Tubuh Alana semakin bergetar, dadanya juga sudah berdebar ketika telinganya itu mendengar suara berat dari laki-laki yang sangat dia takuti itu. “Sial, kemana larinya dia!” kesalnya.“Tuan, sepertinya kita sudah kehilangan jejaknya. Apa kita akan terus berlari mengejarnya, atau kembali ke rumah itu?” tanya Jeff.Pandangan mata Eric terus melihat sekelilingnya. Mustahil, seorang wanita yang sedang mengandung bisa berlari dengan cepatnya. ‘Tadi aku melihat dengan jelas bahwa perut wanita itu buncit, itu artinya dia memang sedang mengandung,' batinnya.“Tuan.”“Kita kembali, sepertinya memang kita sudah kehilangan jejaknya,” ucapnya.“Baik Tuan.” Mereka pun berbalik, dan kembali ke rumah Alana.Alana memejamkan matanya, terdengar helaan nafas lega juga kembali dia keluarkan. Dia bersyukur, akhirnya mereka semua menyerah dan tidak mengejarnya lagi. “Terima kasih Tuhan, terima kasih,” ucapnya.Eric tampak menghentikan lagi langkahnya, dia melihat kembali ke arah dimana dia kehilangan jejak Alana.“Aku tidak akan menyerah, baik itu kau atau putrimu Arya. Aku pasti akan menemukan kalian!” ucapnya.MARCUSNAKANGITI siya habang nakatingin sa asawa habang buhat buhat ang bunso nila sa kandungan nito at pinapa dede, kakapanganak lang nito kanina kaya hindi pa ito maaaring tumayo. Hindi nila akalain ng asawa na mabubuntis kaagad ito pagkatapos ng may nangyari sa kanila noong galing siyang airport para bawiin ang anak na si Mario sa baliw na Nanay nito.Oo, nabaliw si Meghan at nasa pangangalaga na ito ng mental hospital. Nalulungkot din naman siya sa dating asawa lalo na't minahal niya din ito dati at marami silang pinagsamahan. Hindi niya alam na nag du-druga na pala ang dating asawa niya dahil sa impluwensiya ng mga kaibigan nito. Kaya siguro bigla nalang itong nagbago at parang hindi na niya kilala.Maybe everything happened for a reason dahil kong hindi lahat iyon nangya
WakasGALIT NA galit ang mukha ni Marcus ng mapagbuksan niya ng pintuan. Kaya kaagad siyang nabahala."Anong nangyari? nasaan si Mario?" Kinabahan ako ng hindi nito dala ang bata. Napabuntong hininga ito at tinanong kong nasaan daw ang mga bata. Sinabi kong doon muna sila sa kwarto at huwag lumabas dahil mahirap na. Hindi niya ako sinagot imbis ay inalalayan ako para puntahan ang mga anak."Papa! nasaan na si Mario?"Kaagad na tumakbo si Marky sa ama at binuhat naman ito ni Marcus saka hinalikan sa pisngi. Pinalalapit din nito si Marco na Wala sa mode na lumapit sa ama para humalik sa pisngi kahit ayaw na ayaw nito. Iyon kasi ang gusto ng lalaki kapag aalis daw siya gusto niyang salubungin siya halik.
50HINDI nakapagsalita ang dalawa matapos kong e kwento lahat, sa unang encounter namin ni Marcus kong paano ko siya unang nagustuhan at kong gaano ito kasungit noong una, hanggang sa may nangyari samin kaya may nabuong mga bata at kong paano ko tinago ang mga anak ko dahil ayaw kong malaman nito na may anak kami lalo na't may karelasyon siya noon at malapit nang ikasal at kong paano nagkita ang mag aama at pati ang naisipan ng lalaki na makipag hiwalay na sa asawa nito para subukan ang sa amin.Matapos kong e kwento ay parihas hindi nakapag salita ang dalawa hanggang sa nagulat nalang ako ng niyakap ako ni Devy at sorry ito ng sorry."Hala sorry Anna hindi namin alam, talagang may naisip akong iba sayo lalo na't bigla ka nalang nawala tapos makikita ka naming kasama si sir Marcus kasa
49NANG makabalik sa hotel ay kinausap ako ni Marcus ng maibaba na nito si Marco. Napag isipan nito na lumipat na sa cabin malapit sa cabin ni Ashton pero hindi naman nag e-stay ang lalaki doon kaya mabuti daw na doon nalang kami para iwas panaog. Malapit lang sa dagat ang cabin at magugustuhan daw namin iyon. Maganda daw mag bonfire doon dahil kong sa hotel pa kami mahihirapan siyang buhatin ang mga bata lalo na't ayaw nitong may bumubuhat sa mga anak maliban dito."Okay lang naman sakin. Mas gusto ko nga iyon para hindi na mahirapan ang mga bata kakaakyat dito sa hotel room natin."Tumango ito saka sandaling nag paalam at tumawag ng mag aasikaso sa mga gamit nila at pati ang cabin ipina handa nito. Nang busy pa ito ay lumapit ako sa mga bata para patuyuin ang mga buhok nila at inihan






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
reviewsMore