Share

Ribut Sendiri

Penulis: Mommykai22
last update Tanggal publikasi: 2026-06-28 23:07:47
"Elisa, Sayang, tolong aku, Sayang! Tolong aku!"

Eddy diijinkan menelepon sore itu setelah serangkaian proses di kantor polisi yang menguras energinya. Kepala Eddy berdenyut dan ia mau muntah beberapa kali saking paniknya.

Eddy yang biasanya berusaha tenang dan berwibawa mendadak menjadi sangat berbeda karena serangan yang tidak pernah ia sangka. Eddy sangat marah, bukan hanya pada Leo yang mengkhianatinya, tapi pada Darmawan yang mempermalukannya di depan umum.

Namun, ia tahu, harapannya ada
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Perang Terbuka

    "Percayalah pada kami, insting bosku tidak mungkin salah." Dua jam sebelum Wira datang, Leo dan Gary datang duluan ke kamar Handi. Leo meninggalkan Elisa bersama Bik Imah setelah Elisa memilih untuk diam sepanjang hari. Elisa perlu menenangkan dirinya. Karena itu, Leo tidak mengganggunya. Selain itu, Leo punya banyak hal yang harus ia selesaikan. Salah satunya adalah menjebak Wira. "Aku yakin Wira akan kembali datang untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, yaitu melenyapkan Anda, Pak Handi," seru Leo. Handi menelan saliva dengan jantung yang berdebar kencang. Bohong kalau ia tidak takut, apalagi ia sedang ada di rumah sakit dalam posisi diinfus, posisi yang membuatnya tidak bisa bergerak bebas. "Aku tahu dia bisa melakukan itu. Karena itu, aku tidak mau tetap diam di sini untuk menemui ajalku. Aku sudah baik-baik saja dan aku mau keluar dari rumah sakit ini!" Handi ingin bangkit berdiri, tapi Daisy menahannya. "Ayah, tubuh Ayah masih sakit semua. Ayah belum bisa keluar." "

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Tertangkap Basah

    Rahmat masih terdiam. Ia bahkan baru bertemu pria muda itu beberapa menit, ia tidak akan luluh hanya dengan beberapa kalimat seperti itu. Rahmat pun menatap Gary dengan tatapan yang kembali menantang. "Lepaskan aku! Kalau kau memang bukan orang jahat, seharusnya kau tidak masalah melepaskan aku kan?" Rahmat menarik tangannya dari dua anak buah Gary yang masih memeganginya. Tanpa perintah dari Gary, mereka tidak berani melepaskan tangannya dari Rahmat. Gary pun mencoba bicara lagi, tapi Rahmat sama sekali tidak bisa diajak bicara. Sampai akhirnya Gary pun menelepon Leo. Leo sendiri baru saja tiba di rumah. Begitu tiba, Elisa langsung masuk ke kamar dan mengurung diri di sana, masih terlalu syok untuk berkomentar sampai Bik Imah pun cemas melihatnya. "Apa yang terjadi padanya, Leo? Mengapa dia masuk tanpa menyapa sama sekali?" Leo mengembuskan napas panjangnya. "Akhirnya dia mengetahui kalau kakek dan ayahnya bukan orang baik, tapi dia masih menolak percaya." Bik Imah menutup mulut

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Bukan Orang Jahat

    Kedua mata Rahmat membelalak menatap pria di hadapannya, jantungnya memacu kencang. Dan untuk sesaat, ia hanya mematung, ia pun tidak tahu mengapa ia harus melakukannya. Hingga beberapa detik berlalu, Rahmat akhirnya sadar dan kembali menunduk. "Permisi!" seru Rahmat yang langsung melewati pria itu. Namun, pria itu kembali memanggilnya. "Tunggu, Pak!" Sontak Rahmat menghentikan langkahnya lagi dan sungguh, ia berniat untuk kabur saat ini. "Anda ... aku seperti mengenal Anda," seru pria muda itu. Dan pria muda itu adalah Gary. Gary tadinya ingin menyusul Leo dan Elisa untuk melihat kondisi Elisa, tapi langkahnya malah terhenti melihat sosok yang aneh di rumah sakit. Memakai baju serba hitam, topi hitam dan masker hitam, hanya saja tidak memakai kacamata. Gary merasa mengenali tatapan mata itu. Mungkin tubuh dan kulit bisa menua, tapi mata tidak. Dan Gary sudah cukup lama memperhatikan pria yang harus ia temukan, yaitu Rahmat. Rahmat makin berdebar mendengar ucapan Gary, tapi i

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria di Hadapannya

    Elisa goyah. Tubuhnya terhuyung sampai Leo memeluk dan menahannya. "Elisa!" "Itu tidak benar!" Elisa menggeleng. "Itu tidak benar! Kakek dan ayahku tidak akan mampu melenyapkan nyawa manusia, mereka bukan pembunuh!" seru Elisa keras. Handi sampai tidak enak hati mendengarnya. "Maafkan aku, Elisa. Tapi apa yang aku katakan adalah kenyataan. Aku tahu dari semua anggota keluarga itu hanya kau yang tidak banyak drama. Tapi banyak! Sangat banyak hal yang mungkin tidak kau ketahui tentang keluargamu ...." "Cukup! Cukup! Aku tidak mau mendengarnya lagi!" sahut Elisa dengan napas yang tersengal. "Tujuanku kemari adalah untuk melihat kondisi Anda, Pak. Beruntung sekali Gary menemukan Anda dan menolong Anda dari jambret yang mengerikan itu. Aku ... aku hanya bisa bilang semoga Anda cepat sembuh, lalu hiduplah dengan baik, dan berhentilah memfitnah keluargaku!" Elisa berbicara begitu lancar dan cepat, tapi setelahnya, napasnya kembali tersengal. "Itu saja! Permisi! Ayo kita pergi, Leo!" Bu

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Kenyataan

    "Apa? Percobaan apa? Percobaan pembunuhan? Siapa maksudmu yang mencoba membunuhnya? Jangan bilang Grandpa, Leo! Jangan bilang Grandpa!" Mungkin di hati kecil Elisa mulai ada keraguan. Rasanya sesak dan membingungkan untuknya. Kakek yang ia sayangi sejak kecil mendadak dijelekkan oleh banyak orang sekarang. Ya, sekalipun Darmawan kasar, Elisa menyayanginya. Dan walaupun Darmawan bukan pria baik, tapi Elisa menolak percaya kalau kakeknya itu seorang pembunuh. "Ini pasti salah, Leo! Bagaimana kalian bisa bilang percobaan pembunuhan? Aku ... aku mau menemui polisi itu, bawa aku ke sana, aku harus bertanya langsung padanya!" Elisa seperti orang kebingungan. Satu persatu masalah baru muncul di saat masalah yang lama belum selesai dan membuat Elisa tidak bisa bernapas lega. Ia pun memegangi perutnya dan ia merasa bersalah karena sudah membuat bayi di kandungannya ikut stres. Sementara itu, Darmawan lagi-lagi marah mendengar bahwa orang suruhannya gagal membunuh Handi. "Apa maksudmu, W

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Percobaan Pembunuhan

    "Sial! Mereka diserang!" pekik Gary emosi. Sejak diminta Leo untuk mengawasi Handi, Gary langsung mengutus anak buahnya untuk mengikuti Handi dan melindunginya dari kemungkinan serangan Darmawan. Hanya saja, malam itu, Gary ikut sendiri turun ke lapangan. Dan tepat sekali, ia melihat langsung bagaimana Handi diserang oleh dua pria berhelm. "Tabrak motor mereka sekarang!" titah Gary yang langsung menjadi mode serius. Anak buah yang menyetir langsung menabrakkan mobilnya ke motor yang tergeletak di jalan, lalu dengan cepat Gary dan dua anak buahnya turun dari mobil. Handi dan dua penjambret sempat kaget dan menoleh. Dua penjambret pun langsung panik saat anak buah Gary menyergap dan menghajar mereka. Sementara Gary sendiri langsung menghampiri Handi. "Anda tidak apa, Pak?" "Anakku! Anakku!" lirih Handi yang hanya memikirkan Daisy. Tepat saat itu, Daisy yang sudah dilepas oleh penjambret juga langsung berlari menghampiri Handi. Daisy duduk di jalan sambil memeluk ayahnya itu. "

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anak Tukang Selingkuh

    "Aku tidak bisa! Nyalakan lampunya!" Elisa memekik keras sambil bangkit duduk di ranjangnya. Ia merinding. Ia tidak bisa melakukan ini. "Kubilang nyalakan lampunya, Leo!" bentak Elisa lagi. Sedetik kemudian, lampu pun dinyalakan dan Elisa kembali menoleh. Leo belum memakai kemejanya dan tubuh pr

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria Lain di Kamarnya

    "Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu meng

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status