Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 30 - Utang

Share

Chapter 30 - Utang

Author: Nyx
last update publish date: 2026-04-16 22:59:25

Ning Xueqin mengangkat bulu matanya yang indah hanya untuk melihat siapa yang datang menyapanya, ternyata itu adalah Istri Jenderal Naga, Nyonya Gu.

"Tuan Putri pasti merasa canggung karena ini adalah perjamuan pertama Tuan Putri, namun hamba akan menemani Tuan Putri. " Ucap Nyonya Gu dengan lembut.

Ning Xueqin tertegun namun dengan cepat tersadar dan mengeluarkan cangkirnya lalu menuangnya dengan teh dan bersulang dengan Nyonya Gu.

"Terima kasih atas pengertian, Nyonya Gu. Soal masalah ini
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 195 - Hadiah Kecil

    Ning Xueqin terlihat sibuk di dapur untuk beberapa waktu, bahkan ada jejak jejak tepung di wajahnya. Semuanya bukan tanpa alasan, sebelumnya dia mengatakan bahwa dia akan mengunjungi Ayahnya. Setelah pertengkaran panjang dan situasi yang canggung di antara Ayah dan anak ini, Ning Xueqin merasa bahwa tidak ada salahnya untuk mengambil inisiatif. Jika dia berdamai dengan Ayahnya maka bukannya itu merupakan hal yang buruk kan? Bisa saja setelah ini kehidupannya akan berubah menjadi jauh lebih nyaman setelah dirinya bebas. Jadi Ning Xueqin memikirkan apa yang kemungkinan disukai oleh Ayahnya. Karena berpikir panjang akhirnya dia memutuskan untuk membuatkan Ayahnya sebuah permen osmanthus dan kue bunga persik yang dia kombinasikan dari pengetahuannya sebagai gadis modern. Tidak tahu apakah hal ini akan sesuai selera Ayahnya atau tidak namun sejauh yang dia cicipi ini rasanya sangat enak. “Tuan Putri, masakan macam apa ini? Sangat enak namun sangat asing . “ Tanya Mei Qian dengan terke

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 194 - Perjamuan Mendadak

    “Tuan Putri, Yang Mulia sebenarnya tidak pernah berniat buruk terhadapmu. Hanya saja Yang Mulia tidak mengerti bagaimana cara mengekspresikan perasaannya. Sehingga Yang Mulia selalu memilih cara yang kurang tepat untuk Tuan Putri. “Ucap Kasim Yu dengan lembut. “Bagaimana dengan Kakakku? Bukankah Kakakku tinggal bersama Ayahanda? Bagaimana mungkin Ayahanda tidak paham cara merawat anak anak? “Tanya Ning Xueqin tidak langsung menerima informasi itu mentah mentah. “ Putra Mahkota? Sejauh ingatan hamba, dari usianya sudah menginjak lima tahun, Putra Mahkota sudah bisa mengurus dirinya sendiri. Yang Mulia sangat jarang mengurus Putra Mahkota. Putra Mahkota juga tidak pernah menuntut Yang Mulia. “Jawab Kasim Yu sambil mengingat ngingat. Mendengar ini membuat Ning Xueqin terkejut dan tidak menyangka bahwa akan ada kejadian semacam ini. Selama ini dia berpikir bahwa Ning Chuan akan menjalani hidup nyaman yang penuh perhatian. Namun sekarang tampaknya dia salah, mereka berdua sama saja. Sa

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 193 - Ayunan

    Kasim Yu seolah olah tahu isi hati Ning Xueqin sehingga segera menuntunnya untuk lebih dekat dengan benda yang diberikan oleh Kaisar Ning kepadanya. Kasim Yu membuka kain penutup hadiah itu dan menunjukkan sebuah ayunan, Ning Xueqin bahkan sudah menduganya dari kejauhan namun ketika melihat langsung dari jarak dekat, dirinya tetap tidak dapat menahan diri untuk tidak mengulurkan tangannya dan menyentuh langsung ayunan itu. Ayunan itu dibuat dengan sederhana dan dipoles sampai halus namun pesona utamanya ada di bagian dudukannya yang terdapat sebuah pola ukiran kayu yang sangat indah dan anggun. Jika di dunia masa depan maka ayunan seperti ini pasti akan sangat mahal karena dibuat dengan tangan secara langsung, merupakan kerajinan tangan yang tiada duanya. “Yang Mulia berpikir bahwa Tuan Putri tidak menikmati masa kecilnya sehingga Yang Mulia memutuskan untuk membuat ini sendiri. “Ucap Kasim Yu memberitahunya. “Ayahanda yang membuat ini sendiri untukku? “Tanya Ning Xueqin bahkan l

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 192 - Hadiah Ulang Tahun

    “Putrimu, Xueqin mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada Ayahanda atas berkah yang diberikan! “ Seru Ning Xueqin dan bersujud kepada titah itu. “Cepat berdiri, Tuan Putri dan simpan titah ini baik baik. “ Ucap Kasim Yu membantunya untuk berdiri. “Terima kasih, Kasim Yu. “ Balas Ning Xueqin dengan murah senyum. Hari ini adalah hari keberuntungannya, untuk apa dia perhitungan dengan dendam masa lalu? Selain itu dia belakangan ini mulai meragukan kesimpulan yang dia buat sebelumnya. Mungkin saja Kasim Yu ini bukan bidak Ning Chuan, setidaknya tidak untuk saat ini karena sikapnya tidak menunjukkan seperti itu. Jadi Ning Xueqin bersikap lebih ramah dan lebih rendah hati ketika bertemu dengan pria tua yang telah mengabdi selama puluhan tahun kepada Ayahnya ini. “Kasim Yu, apakah tidak ada hadiah untuk Xueqin dari Yang Mulia? “Tanya Zhen Lingyu dengan penasaran. “Tentu saja ada, Yang Mulia bahkan telah menyiapkan hadiah ini untuk Tuan Putri selama dua bulan lamanya. Hanya saj

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 191 - Ulang Tahun

    Ning Xueqin pada akhirnya maju dan duduk di samping Zhen Lingyu, karena dia samar samar mengerti dengan apa yang ingin ditanyakan oleh Zhen Lingyu kepadanya. “Kakak Lingyu penasaran kenapa aku meminta bantuan Su Lingqi alih alih kamu? “ Tanya Ning Xueqin dengan senyum kecil. “Su Lingqi jelas memegang kekuasaan yang lebih besar daripada Ayahku, dia lebih bisa diandalkan untuk menekan Meng Zhenzhu. “ Jawab Zhen Lingyu. “Benar tapi kurang tepat, alasan itu memang salah satu yang akh pertimbangkan. Tapi hanya sebagian yang sangat kecil dari bagian pertimbangan ku. Apakah kamu ingin tahu apa alasan sebenarnya? “ Tanya Ning Xueqin. “Apa? “ Tanya Zhen Lingyu tidak menyangka bahwa masih ada alasan lain lagi. “Apakah kamu ingat bahwa pada saat itu kamu mengatakan kalau kamu tidak suka di Istana ini? Semakin tinggi posisimu maka semakin kuat jeratanmu.” Jawab Ning Xueqin.“Karena aku menghargaimu, kamu adalah satu dari sedikit orang yang sangat baik padaku jadi aku ingin melindungimu. ““S

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 190 - Interogasi dari Zhen Lingyu

    Ning Chuan tampak terkejut mendengarkan reaksi dari dirinya namun Ning Xueqin sudah bertekad bahwa dia akan berpura pura bodoh jadi dirinya dengan tenang menanggapi keterkejutan Ning Chuan. “Baguslah jika kamu tidak jadi pergi, kamu baru saja tiba beberapa waktu . Masih kurang menikmati hari di sini. “ Ucap Ning Chuan. “Tentu saja , masih ada banyak waktu di masa depan bagi Xueqin untuk menikmatinya dengan kakak. “ Balas Ning Xueqin dengan senyum ambigu. “Tentu saja …. “Ning Chuan tampaknya telah kehabisan kata kata, mungkin karena semua yang terjadi ternyata tidak sesuai dengan rencana besarnya. Namun hal ini justru membuktikan salah satu dugaan Ning Xueqin sebelumnya, bahwa dalang sebenarnya dari seluruh masalah hari ini adalah campur tangan Ning Chuan. Hanya mengandalkan Selir Mulia Meng demi sahabatnya? Rasanya agak tidak mungkin terjadi, apalagi jika melihat tabiat dari Meng Zhen Zhu secara langsung hari ini. Jelas bahwa Ning Chuan memberinya keberanian untuk melakukan se

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 98 - Hewan Spiritual

    Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dir

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 90 - Jawaban

    Kaisar Ning yang tidak pernah mengurus langsung anak anaknya ini tiba tiba merasa bingung dan pusing. “Sudah, sudah, jangan menangis lagi. Aku tidak akan bertanya lagi. “Ucap Kaisar Ning. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya namun tangisannya tidak bisa langsung dihentikan. Setelah lewat beberapa

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 85 - Imbang

    “Tuan muda dan Nona muda dari Keluarga Mei kehabisan bendera milik mereka sehingga di diskualifikasi! “ Seru Kasim Yu dari samping. Ning Xueqin memandang dengan terengah engah dan tidak menyangka bahwa sistem yang akan digunakan adalah sistem eliminasi langsung. Awalnya dia berpikir bahwa siapapu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 84 - Ruang Ganti

    Di ruang ganti ini disediakan beberapa pakaian wanita untuk berkuda, mirip dengan pakaian pria. Sebuah pakaian atas dan celana yang terpisah sehingga mempermudah ruang geraknya. Ning Xueqin melepaskan ikatan rambutnya dan mengganti model sanggulnya menjadi satu sanggul polos. Dia mengencangkan ik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status