LOGINElena Pierce adalah putri seorang konglomerat di kota Portland. Dia dikenal dengan kemampuannya memajukan perusahaan milik ayahnya hingga semakin dikenal di kalangan para pebisnis. Banyaknya musuh bisnis yang dimiliki ayahnya membuatnya harus didampingi oleh seorang bodyguard. Namun suatu hari di pesta ulang tahun perusahaan, Elena terbangun dalam keadaan tanpa busana di sebuah kamar hotel bersama bodyguardnya. Ia sangat bingung kenapa bisa sampai dalam kondisi seperti itu. Hingga keesokan harinya, foto-fotonya yang tidur bersama bodyguardnya tersebar luas di internet, membuatnya menjadi bahan tertawaan seluruh kota dan netizen di dunia maya. Elena diusir oleh ayahnya karena telah mencoreng nama baik keluarga. Beruntung sang bodyguard mau menolongnya dan berjanji akan membalaskan rasa sakit hatinya. Tanpa tahu bahwa sang bodyguard ternyata memiliki misi tersembunyi. Bagaimana nasib Elena selanjutnya? Apakah ia akan membenci bodyguardnya sendiri atau justru jatuh cinta?
View More"Kau yakin dengan keputusanmu?" Jacob bertanya untuk yang kesekian kalinya.Nathan mengangguk mantap. Tidak ada keraguan dalam hatinya. Ia sudah yakin dengan keputusannya, dan menurutnya itu adalah yang terbaik.Jacob menghela nafas panjang, lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi."Apa karena kau masih mencintai menantuku?""Salah satunya. Tapi lebih karena aku tidak mau menghancurkan pernikahan anak anda. Meskipun aku sangat mencintai Elena, tapi aku tidak mau membuat dia menderita."Berita mengenai Elena yang kritis karena kehilangan banyak darah setelah bertengkar dengan Jack membuat Nathan sadar. Cinta memang tidak bisa dipaksakan. Apalagi wanita adalah makhluk yang sensitif. Selalu menggunakan perasaannya."Baiklah. Jika kau memang sudah tidak merasa nyaman terus berada di sini, aku tidak bisa menahanmu. Tapi kau bisa kembali ke sini sewaktu-waktu jika kau mau," kata Jacob akhirnya.Pria itu membubuhkan tandatangan pada surat mutasi untuk Nathan."Kenapa Korea Selatan?
Elena mengeratkan pegangan tangannya pada lengan Jack ketika melihat bayi itu semakin mendekat dalam gendongan seorang perawat."Bayi kita. Dia bayi kita," ucapnya antusias.Sebenarnya ia terkejut ketika melihat raut kaget dan terpana di wajah Jack. Seolah-olah pria itu juga baru pertama kalinya melihat wajah anak mereka. Tapi ia tidak mau merusak suasana. Mungkin memang benar suaminya sibuk menungguinya, sementara bayi mereka harus dirawat di inkubator.Tiba-tiba bayi itu menangis, membuat Elena bingung sekaligus penasaran. Dia belum pernah menghadapi seorang bayi sebelumnya."Tidak usah panik, Nyonya. Dekap dia dalam pelukan anda. Bayi memerlukan pelukan dari ibunya setelah lahir," kata perawat itu sambil tersenyum.Elena menerima bayinya dengan sedikit kikuk. Takut jika nanti tiba-tiba menjatuhkannya atau membuat tangisan bayi itu kian menjadi-jadi.Di luar dugaannya, bayi itu justru berhenti menangis setelah Elena mendekatkannya pada dadanya. Hatinya terasa begitu penuh. Senyumnya
"Siapa kau?" Elena menatap seorang wanita yang masih muda dan terlihat begitu cantik. Kecantikan khas wanita jaman dulu. Mengingatkannya pada wanita-wanita seperti Putri Diana atau Marilyn Monroe.Tunggu, ia seperti pernah melihat wanita ini sebelumnya. Tapi di mana?"Kau begitu cantik. Bahkan lebih cantik dari Amelia," kata wanita itu sambil tersenyum lembut.Tubuh wanita itu begitu tinggi semampai seperti layaknya model. Seperti tubuh Elena yang tinggi, sehingga orang-orang sering mengira bahwa dirinya adalah seorang model.Sebentar, ada yang aneh di sini. Elena memperhatikan wanita di hadapannya dengan seksama. Rambut pirang dan bibir agak tebal di bagian bawah. Kulit putih bersih dan mata sebiru langit di siang hari."Tidak mungkin," gumam Elena.Satu kesadaran membuatnya refleks melangkah mundur. Kepalanya menggeleng-geleng."Ini tidak benar. Seharusnya aku tidak bisa bertemu dan berbincang denganmu. Apakah aku sudah mati?" Dia mulai panik dan melihat ke sekitarnya.Hanya ada ham
Suara isak tangis yang menyayat hati memenuhi ruang ICU. Seorang pria menggenggam tangan seorang wanita yang sejak kemarin belum juga sadarkan diri. Padahal sudah berkantong-kantong darah habis, tapi sang wanita belum juga mau bangun."Jack, kau juga harus makan untuk memulihkan tenagamu. Jangan menyiksa diri sendiri." Julia mengusap pipinya yang basah melihat sang putra terus menangis dalam penyesalan."Semua ini karena kebodohanku. Seharusnya aku menjaga perasaannya. Seandainya aku tidak egois, dia tidak akan berbaring di sini," ucap Jack di sela-sela tangisnya.Ya, Jack benar-benar sangat menyesal. Dia melampiaskan kemarahan karena cemburu buta, tapi dia tidak pernah menyangka bahwa dampaknya jauh lebih besar lagi. Dia benar-benar bisa kehilangan Elena untuk selamanya.Sekarang dia tahu bagaimana rasanya menjadi Arsen. Ternyata rasanya tidak menyenangkan. Rasanya seperti bertaruh dengan waktu. Tidak ada yang tahu apakah Elena bisa sadar atau malah pergi untuk selamanya."Maafkan ak
"Di mana dia?" tanya Jack pada Brandon yang menunggunya di depan sebuah kamar rawat kelas VIP. "Maafkan aku baru bisa keluar. Elena memintaku untuk menemaninya tidur."Brandon mendengkus. "Kau sengaja ingin membuatku iri?""Cari saja istri baru kalau kau tidak tahan," balas Jack."Dia sedang dirawat se
Saksi mata. Ya, tentu saja ada saksi mata. Elena merasa bodoh. Di mansion itu ada banyak pelayan dan anak buah Matthew. Belum lagi CCTV. Kenapa dia dulu begitu ceroboh? Tapi kenapa sampai detik ini, belum ada polisi yang menjemputnya?Rasa gelisah itu membuat kepalanya pusing. Kenapa ia harus berurus
[Aku baru tahu bahwa ternyata Alexander Pierce bersahabat dengan dua monster itu. Pria itu terlalu baik untuk dua iblis seperti Nicklaus dan Eliot. Semoga Tuhan menunjukkan jalan bagi Alexander untuk terlepas dari mereka berdua.][Aku sengaja mendekati Alexander untuk menjauhkan pria itu dari dua sah
Padahal Edward bertanya dengan nada biasa, tapi Elena langsung terlonjak karena kaget. Seolah-olah pria itu berteriak. Menimbulkan reaksi kecurigaan dari sang ayah."Eh? Tidak melihat apa-apa. Hanya...aku hanya melihat seekor anjing melintas," jawab Elena sedikit tergagap.Ia menoleh sekali lagi ke te


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore