LOGINDemi menyelamatkan nyawa seseorang, Alya—dokter desa yang hidupnya sedang hancur karena utang dan pengkhianatan tunangannya—nekat menyembunyikan pria misterius yang terluka parah di rumahnya. Namun, pria itu ternyata bukan orang biasa, melainkan seorang Tentara elite yang sedang diburu musuh berbahaya. Saat fitnah, ancaman, dan pernikahan terpaksa menyeret mereka bersama, Alya perlahan sadar … pria yang paling berbahaya itu justru menjadi satu-satunya orang yang mati-matian melindunginya.
View More"Jadi ... bagi Anda, prosedur administratif jauh lebih berharga daripada nyawa pasien yang sedang sekarat di hadapan saya semalam?" tanya Alya pelan, suaranya sedikit bergetar menahan gejolak rasa kecewa. "Jangan membalikkan fakta!" sergah Dr. Maya semakin kalap. "Kesalahan fatalmu semalam telah memicu kemarahan di jajaran komite medis karena kamu bertindak seolah-olah menjadi pahlawan tunggal tanpa koordinasi! Dan sebagai kepala departemen yang bertanggung jawab penuh atas kedisiplinan staf di sini, saya tidak akan pernah menoleransi tindakan tidak dislipin semacam itu!" Alya menelan ludah. Firasat buruk mulai terlintas di benaknya. Ia menatap lurus ke arah Dr. Maya, menunggu kalimat vonis yang pasti sudah disiapkan oleh seniornya itu. Dr. Maya kembali berjalan memutari mejanya, mengambil selembar kertas yang sudah tercetak rapi dari bawah tumpukan dokumen, lalu mengibaskannya di udara sebelum meletakkannya kembali di atas meja dengan penuh kemenangan. "Karena pelanggaran ber
"Dokter Alya! Anda dipanggil sekarang juga ke ruang kepala departemen oleh Dr. Maya Lestari!" lapor perawat itu dengan napas tersengal-senggal dan wajah penuh kecemasan yang luar biasa. Alya yang sedang merapikan setumpuk berkas rekam medis di meja administrasinya menghentikan gerakan jemarinya. Ia mengerutkan kening, menatap perawat di hadapannya dengan ekspresi bingung. "Dipanggil ke ruang Dr. Maya? Pagi-pagi begini? Apakah ada masalah mendesak terkait laporan bangsal pasien, Suster?" Perawat itu menggeleng cepat, menurunkan suaranya hingga nyaris berbisik. "Saya tidak tahu pasti, Dok. Tapi dari cara Dr. Maya memanggil Anda tadi dengan raut wajah yang sangat marah, sepertinya ada masalah cukup besar. Hati-hati saja, Dok." Alya tertegun sejenak. Ia mencoba mengingat-ngingat kembali seluruh tindakan medis yang ia ambil semalam. Tidak ada satu pun prosedur yang terlewat; bahkan, ia berhasil menyelamatkan nyawa seorang tokoh penting yayasan dari ambang kematian berkat tindakan res
"Pertahankan kompresi dada yang stabil, Suster! Siapkan alat kejut jantung sekarang juga, ritme ventrikelnya menunjukkan tanda-tanda fibrilasi yang sangat mengkhawatirkan!" seru Alya lantang, suaranya tegas di tengah ketegangan ruang resusitasi unit gawat darurat Rumah Sakit Sentosa. Di bawah instruksinya yang cepat, tegas, dan teliti, Alya bekerja tanpa kenal lelah berpacu dengan detik waktu yang kian menipis. Bisikan perawat tentang siapa pasien yang sedang berjuang di hadapannya saat ini terus terngiang di telinganya. Bapak Kusuma Wardana, salah satu pendiri sekaligus tokoh paling berpengaruh di jajaran pimpinan yayasan rumah sakit elit tersebut. Tekanan mental yang luar biasa berada di pundaknya saat ini, namun insting dan profesionalismenya sebagai seorang dokter mengambil alih sepenuhnya. Dengan tangan yang tidak sedikit pun bergetar, Alya mengatur posisi elektroda alat kejut jantung, memastikan arus listrik disalurkan secara tepat untuk mengembalikan irama normal jantung
"Selamat sore, Dokter Alya. Mohon maaf mengganggu waktu istirahat Anda, tapi saya mendapat perintah langsung untuk menjemput Anda sekarang juga karena ada urusan mendadak yang sangat penting," suara tegas namun sopan itu menghentikan langkah Alya tepat di depan pintu gerbang keluar Rumah Sakit Sentosa. Alya mengerjap kaget, menatap sosok pria berjas rapi yang berdiri di samping pintu mobil SUV hitam mengkilap. Ia langsung mengenali wajah itu meskipun kini perwira tersebut tidak lagi mengenakan seragam loreng lapangan. "Kapten Fatan? Kamu ... apa yang kamu lakukan di sini? Urusan mendadak apa yang membawamu sampai menjemputku ke rumah sakit?" tanya Alya bertubi-tubi dengan nada bingung. Fatan hanya tersenyum tipis, membuka pintu mobil bagian belakang dengan gestur hormat. "Silakan masuk dulu, Dokter. Semuanya akan dijelaskan setibanya kita di sana. Yang pasti, ini adalah perintah mutlak dari atasan." Meski diliputi rasa penasaran yang teramat sangat, Alya akhirnya menurut. Ia me
“Kakak punya utang ke Juragan Surya? Sejak kapan?” Rudi lanjut bertanya. “Kenapa nggak bilang?“Rud, nanti dulu,” balas Dina. “Kak Alya berdarah. Kita obati dulu dia.”Alya diajak ke ruang keluarga, tempat kotak obat disimpan. Sempat ia menoleh ke arah Putra dan menyuruh pria itu agar berbaring dan
“Geledah rumahnya! Bawa semua barang yang berharga!”Tangan kanan Juragan Surya memberikan instruksi, yang langsung diikuti seruan dari para anak buahnya, tampak girang karena bisa mengacak-acak kediaman Alya.Sementara itu, Putra diam di tempat persembunyiannya. Sesuai janji, ia tidak boleh membia
“Udah berapa hari ini, Hen? Apa masih belum ada kabar dari perempuan sial itu!?”Di kediamannya, Bu Dianti sedang mengomel tepat ketika beliau melihat Hendra keluar kamar untuk makan. Sudah lebih dari tiga hari berlalu sejak keributan di klinik, tapi Bu Dianti tidak mendapatkan kabar apa-apa soal p
Hendra mencoba melangkah masuk, tapi Alya langsung menghadang tubuh pria itu. “Kamu mau apa?” tanya Alya dingin. “Siapa di dalam?” “Nggak ada siapa-siapa. Tolong pergi.” “Nggak! Aku yakin aku dengar sesuatu dari dalam. Kamu ada tamu sepagi ini?” “Ya, mantan tunanganku yang sekarang sedang mem












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews