แชร์

Bab 1160

ผู้เขียน: Ayesha
Melihat pemandangan itu melalui kaca spion, pengawal lalu menurunkan kecepatan mobil.

Namun, momen seperti itu terasa sudah sangat jauh dari Raka.

Mobil di depan tiba-tiba mengerem mendadak. Pengawal langsung bereaksi dan menginjak rem dengan kuat. Anya yang berada di pelukan Raka tidak apa-apa, tetapi Brielle terdorong oleh inersia dan langsung terbangun.

Saat membuka mata, Brielle baru sadar bahwa dia tadi bersandar di bahu Raka dan sempat tergelincir. Tubuhnya jelas menegang sejenak. Lalu, di
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Saut Sirait
Mau kembali sama Raka atau menukah dengan Nero, dan untuk itu Author mencipta peristiwa yang tidak lagi "spektakuler baru", pembaca sdh tidak lagi larut dalam emosi, tetapi mulai berpikir bahwa author sdh kehilangan kreatifitas dan tidak lagi inovatif. Ayo author, bikin peristiwa yang orisinil baru.
goodnovel comment avatar
Cleopatra
Brielle lagi galau yayangnya gak ada kabar, gak bisa di hubungi. Takut aja kalau nanti mereka putus brielle terluka lagi.
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1509

    Keesokan pagi, Raka meluangkan waktu untuk menemani putri dan keluarganya, karena malam itu adalah perayaan ulang tahun Emily.Sementara itu, Brielle masih harus bekerja, sehingga pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke laboratorium.Ferdian datang lebih awal untuk melakukan berbagai persiapan di laboratorium. Zondi juga merupakan asisten yang sangat bertanggung jawab."Brielle, siang nanti kita harus pergi ke laboratorium Profesor Derrick." Zondi mengingatkannya.Brielle teringat bahwa dia memang sudah membuat janji dengan Derrick untuk membahas analisis data. Dalam penelitian kali ini, laboratorium Derrick juga bersedia memberikan dukungan.Pukul 10 pagi, Brielle dan Zondi tiba di bekas Laboratorium Kasih, yang kini telah menjadi Laboratorium Rine milik Derrick.Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Brielle memasuki ruang rapat Derrick. "Brielle, kamu sudah datang. Ayo duduk."Derrick berdiri menyambutnya dengan senyuman hangat.Di samping mereka, Ferdian tampak begitu bersemangat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1508

    Lastri segera membawakan sepiring buah yang sudah dipotong, meletakkannya di atas meja, lalu kembali ke kamarnya.Kini, hanya mereka berdua yang tersisa di ruang tamu.Raka mengambil sepotong apel dan memasukkannya ke mulut, lalu bertanya kepada Brielle, "Besok Nenek ingin merayakan ulang tahunnya sedikit lebih meriah. Kamu sudah punya gaun yang cocok belum? Apa akan ada tamu lain juga?"Brielle mengangkat kepala dan bertanya. Dia mengira mungkin kerabat jauh Keluarga Pramudita juga akan diundang.Raka menggeleng. "Tahun ini Nenek nggak berniat mengundang orang luar. Cuma keluarga kita saja."Setelah itu, dia menambahkan, "Soal gaunmu, biar aku yang atur."Brielle menggeleng. "Nggak perlu. Aku akan urus sendiri."Karena hanya makan bersama keluarga, dia cukup berdandan sedikit lebih rapi, tidak perlu terlalu berlebihan.Brielle mengambil sebutir anggur dan mulai mengupas kulitnya."Tadi sudah pamitan dengan Niro?" tanya Raka tiba-tiba."Sudah," jawab Brielle dengan tenang.Raka tidak m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1507

    Setelah Brielle duduk di dalam mobil, Niro berkata dengan suara pelan tetapi tegas, "Brielle, ke depannya mungkin kita nggak akan mudah saling menghubungi. Tapi kamu harus tahu, aku akan selalu menjadi temanmu, juga seseorang yang selalu bisa kamu andalkan."Kata-katanya singkat, tetapi terasa begitu berbobot. Tidak ada sedikit pun nuansa ambigu. Tidak ada pula penyesalan. Yang ada hanyalah kepedulian yang tulus dan doa terbaik untuknya.Perasaan yang dulu sempat tumbuh di antara mereka kini benar-benar telah dia ubah menjadi persahabatan yang kokoh, serta perlindungan yang dia berikan secara sepihak.Mata Brielle sedikit memanas. Dia mengangguk kuat. "Niro, kamu juga harus selalu jaga diri dan keselamatanmu.""Oke, aku janji." Niro tersenyum. Di bawah cahaya lampu yang redup kekuningan, senyumannya tetap tampan dan bersih, sama seperti dirinya.Tak lama kemudian, pandangan Niro beralih ke sebuah mobil SUV hitam yang terparkir belasan meter dari sana. Matanya sedikit menyipit."Mobil i

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1506

    Meskipun mengenakan pakaian kasual, aura tegas dan tegap seorang prajurit tetap terpancar kuat darinya.Hanya saja, dibandingkan dulu, ada sesuatu yang lebih matang dalam sorot matanya. Kejernihan yang lahir setelah berkali-kali berada di ambang hidup dan mati, serta tekad yang tak tergoyahkan terhadap tugasnya.Niro memandang Brielle sambil tersenyum. "Kamu datang.""Maaf, tadi macet karena jam pulang kerja." Brielle tersenyum sambil menarik kursi. "Kamu sudah lama nunggu?""Aku juga baru sampai." Niro tersenyum tipis. "Lihat dulu, mau makan apa?"Brielle menerima buku menu. Tanpa sadar, pandangannya kembali tertuju kepada Niro.Potongan rambut cepak itu makin menonjolkan fitur wajahnya yang tegas dan garis rahangnya yang rapi, memberikan kesan tampan dan gagah.Niro tanpa sadar mengusap rambutnya sendiri. Kemudian, dia memperlihatkan bagian kepala tempat cip itu dulu ditanamkan. "Gimana pemulihannya?"Brielle mengamatinya dengan saksama. "Sudah pulih dengan sangat baik."Di mata Brie

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1505

    Brielle berkata kepada pria di sampingnya, "Aku angkat telepon dulu."Bahkan sebelum Brielle sempat melangkah pergi, Raka sudah lebih dulu berjalan ke hamparan rumput di samping. Tatapannya tertuju pada langit senja di kejauhan, tetapi dari sudut matanya, dia tetap memperhatikan Brielle.Brielle mengangkat telepon. "Halo, Niro."Dari seberang terdengar suara Niro yang tetap jernih dan hangat seperti biasanya."Brielle, aku lagi di Kota Amadeus. Besok aku kembali ke Kyoza, lusa berangkat ke markas. Sebelum berangkat, aku ingin traktir kalian makan.""Kalian" yang dimaksud tentu adalah Brielle dan Raka.Brielle tertegun sesaat. "Kamu secepat ini kembali ke markas?""Ya, sudah waktunya kembali. Jangan khawatir, aku sudah pulih sepenuhnya," jawab Niro dari seberang."Baiklah. Kalau begitu, malam ini kita makan bersama saja." Brielle juga ingin bertemu dengannya. Begitu Niro kembali ke markas, mungkin mereka baru bisa bertemu lagi setahun atau bahkan lebih lama."Oke. Nanti aku kirim alamat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1504

    Dalam kegelapan, seluruh indranya terasa makin peka. Namun, yang terus berulang di benaknya bukanlah pekerjaan rumit di Negara Norwa, melainkan sosok Brielle.Di tengah malam seperti ini, kebersamaan mereka yang hanya sebentar saat dia mengantarkan obat tadi, justru dengan mudah membangkitkan kembali gejolak yang telah lama terpendam jauh di dalam dirinya.Saat ini, Raka merasa yang dia butuhkan bukanlah obat tidur, melainkan mandi air dingin. Dia harus menenangkan diri.Dia berjalan masuk ke kamar mandi dan membuka keran air dingin. Meski sebelumnya sudah mandi, tubuhnya masih membutuhkan guyuran air dingin sekali lagi. Dia tahu malam ini dirinya sedikit kehilangan kendali.Sebab setiap kali berhadapan dengan Brielle, pengendalian dirinya seolah-olah selalu runtuh dengan mudah.Butiran air dingin mengalir mengikuti lekuk otot tubuhnya yang kekar. Raka memejamkan mata.Dua puluh menit kemudian, efek obat akhirnya datang terlambat. Rasa lelah perlahan menyerbu tubuhnya, hingga akhirnya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 274

    Cahaya lembut lampu pameran museum menyinari setiap karya, Brielle sebisa mungkin menghindari posisi Raka. Dia sedang bersama Justin, sepertinya kali ini Raka memang punya kerja sama tertentu dengan pihak Universitas Medis Militer, sehingga Justin sendiri yang menyambutnya.Mereka menghabiskan waktu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 242

    Brielle menatap mereka dengan tenang. "Aku nggak menyembunyikan apa pun.""Kalau begitu, katakan saja, alur penelitian dan inovasi yang sedang kamu lakukan sekarang, itu ide sendiri atau pandangan ayahmu?" Faye menanyakan dengan nada menekan.Faye melanjutkan, "Profesor Adam dulu juga punya peneliti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 246

    Hari itu, obrolan dengan Smith sangat bermanfaat bagi Brielle. Hingga pukul 12 siang, mereka bertiga baru pergi ke ruang makan.Ketika Brielle duduk bersama Smith untuk makan, Faye dan Devina juga ada di sana. Melihat Brielle sudah mulai berinteraksi dengan Smith, mata mereka menyiratkan rasa iri.B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 231

    Tatapan Raka seketika mendingin. "Urusan antara aku dan Brielle, nggak ada hubungannya dengan orang luar."Harvis menatap pria yang menjadi penyebab Brielle pingsan itu, tetapi akhirnya dia memilih untuk berbalik dan keluar.Raka menekan gagang pintu dan melangkah perlahan masuk, lalu duduk di tepi

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status