Share

Bab 18: Kebohongan Pertama

Penulis: Anprar
last update Tanggal publikasi: 2025-04-12 13:00:30

Damian menatap pesan Eliza di ponselnya sekali lagi. Kafe Enigma, jam 2. Jemarinya mengetikkan balasan singkat: "Maaf, ada urusan mendadak. Bisakah kita reschedule besok?" Meski sebagian dirinya ingin langsung mengonfrontasi Eliza tentang Dani Sasongko, instingnya mengatakan ia perlu lebih banyak informasi terlebih dahulu.

Lima menit kemudian, pesan lain masuk di ponselnya. Bukan dari Eliza, tapi dari Vianna: "Aku punya kenangan pribadi yang mungkin membantu ingatanmu. Mak

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang   Bab 80: Pintu Menuju Tiga Tahun

    Klinik pribadi Adrian menempati satu lantai tersembunyi di sebuah gedung medis di Menteng—tempat yang sengaja dipilih karena tak ada satu pun nama Lesmana, GlobalPharm, atau DS Tech yang tahu keberadaannya. Dindingnya putih bersih, peralatannya berdenyut tenang, dan di tengah ruangan berdiri sebuah kursi pemulihan yang dikelilingi monitor.Damian melepas jasnya dan duduk. Adrian memasang sensor di pelipis dan dadanya, jari-jarinya cekatan tapi matanya serius.“Aku akan jujur sekali lagi,” kata Adrian, menyiapkan infus. “Nolembra bekerja dengan menghalangi konsolidasi ingatan—ia tidak menghapus apa pun, hanya mengunci pintunya. Selama tiga tahun, tubuhmu terus diberi dosis agar pintu itu tetap tertutup. Begitu kita keluarkan sisa senyawanya dan kuberi katalis ini, pintunya akan terbuka. Tapi tiga tahun ingatan yang tertahan akan kembali tidak berurutan, dan tidak lembut. Sebagian mungkin indah. Sebagian mungkin hal yang sengaja kau—at

  • CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang   Bab 79: Rumah Kaca yang Terlupakan

    Damian tidak tidur malam itu. Foto dari Vianna tergeletak di meja kerja, dan satu kalimat berputar tanpa henti di kepalanya: Ada hal-hal tentang hari itu yang bahkan Eliza tidak berani kau ingat.Saat ia menanyakannya, Eliza hanya berkata pelan, “Rumah kaca itu tempat kita memulai segalanya. Aku akan menceritakannya—tapi biar kau yang melihatnya sendiri dulu. Aku tidak mau memberimu ingatan versiku. Aku ingin kau menemukan versimu sendiri.” Lalu ia pergi tidur dengan bahu yang terlalu tegang untuk orang yang mengaku tidak menyembunyikan apa pun.Maka pagi itu, alih-alih ke ruang CEO, Damian turun ke lantai sebelas—lantai yang sudah tiga tahun nyaris tak pernah ia sentuh. Lantai Inovasi. Lantai tempat HomeSense lahir.Pintu kaca terbuka, dan sekelompok insinyur muda mendongak terkejut. Mereka mengenal Damian sebagai CEO yang dingin dan jauh, bukan sebagai orang yang pernah duduk di lantai ini sambil menggambar di

  • CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang   Bab 78: Reruntuhan Sebuah Kemenangan

    Berita itu menyebar lebih cepat daripada yang Damian duga.Pukul tujuh pagi, layar ponselnya sudah penuh tajuk yang saling berebut: “Komisaris Senior LTI Diskors di Tengah Dugaan Konspirasi”, “Damian Lesmana Kembali Pegang Kendali Penuh”, “Drama Ruang Rapat Lantai Empat Puluh”. Foto-foto Gunawan keluar dari gedung dengan wajah tertunduk telah menjadi viral sebelum matahari benar-benar tinggi. Tiga tahun ia menanam racun perlahan; satu pagi cukup untuk merobohkannya.Namun di penthouse yang sunyi itu, Damian tidak merasa seperti pemenang.Rafi datang membawa laporan pagi seperti biasa, tetapi kali ini suaranya lebih hati-hati. “Dewan sudah mengeluarkan pernyataan resmi. Mosi dinyatakan batal demi hukum, dan mereka—” Rafi berhenti sejenak, hampir tersenyum, “—secara aklamasi menegaskan kembali posisimu sebagai CEO. Beberapa dari mereka bahkan mengantre minta maaf secara pr

  • CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang   Bab 77: Palu yang Berbalik

    Rafi menekan satu tombol di panel konferensi, dan suara seorang lelaki memenuhi pengeras suara ruangan—suara yang dikenali separuh isi meja.“Selamat pagi, Dewan. Ini Dani Sasongko.”Gumaman terkejut menyebar. Vianna kehilangan satu detak ketenangannya—sesuatu yang nyaris tak pernah terjadi padanya.“Aku tidak akan basa-basi,” suara Dani melanjutkan, tenang dan lelah. “Surat penunjukan wali yang baru saja dilempar Vianna ke meja kalian—akulah yang menyusun draf aslinya. Tiga tahun lalu. Atas perintahnya. Periksa metadata berkas digitalnya; properti dokumen, tanggal pembuatan, dan log revisinya tidak bisa dipalsukan semudah tinta di atas kertas. Nama Eliza ditulis di sana sebelum Damian bahkan sadar dari koma—jauh sebelum ada ‘tim Damian’ yang dituduhkan.”Damian meletakkan cetakan metadata itu di samping dokumen Vianna. Tanggal pembuatan file berkedip seperti tuduhan: tiga tahun lalu, dua hari sebelum Damian membuka mata di rumah sakit.

  • CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang   Bab 76: Kebenaran yang Tak Bisa Ditutup

    Selembar hasil laboratorium itu terbaring di tengah meja seperti pisau yang baru dicabut.“Silakan dibaca,” kata Damian. “Dr. Hendrik, kau ahli farmakologi. Mungkin kau bisa membantu dewan memahaminya.”Hendrik tidak menyentuh kertas itu. Wajahnya, yang tadi penuh wibawa medis, kini sepucat jasnya.“Dan dewan layak tahu satu hal lagi,” tambah Damian, suaranya dingin, “tentang ‘konsultan independen’ yang kalian percaya untuk menilai kewarasanku. Dr. Hendrik Santoso adalah Direktur Riset GlobalPharm—perusahaan yang menciptakan senyawa yang baru saja kalian dengar namanya. Independen dari apa, tepatnya?”Damian sendiri yang membacanya, suaranya jernih memenuhi ruangan. “Analisis toksikologi atas sampel darahku—diambil dan disimpan oleh Dr. Adrian Wijaya sejak hari pertama aku sadar dari koma, tiga tahun lalu. Hasilnya menunjukkan residu sebuah senyawa penekan konsolidasi memori berkode Nolembra. Produk riset rahasia GlobalPharm. Tidak ada di

  • CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang   Bab 75: Sidang di Lantai Empat Puluh

    Pukul sembilan kurang lima, lift eksekutif membuka pintunya ke lantai empat puluh, dan Damian melangkah masuk ke ruang yang dirancang untuk menjatuhkannya.Ia tidak tidur dua malam terakhir. Bukan karena takut—rasa takut itu sudah lama ia bakar habis—melainkan karena ia menghabiskan setiap jam memutar ulang skenario ini di kepalanya bersama Rafi, Eliza, dan Adrian, mencari satu celah yang mungkin terlewat. Mereka menyebutnya “rapat eksekusi”; seluruh isi gedung yakin hari ini adalah hari Damian dijatuhkan secara terhormat. Hanya Damian yang tahu bahwa ia datang bukan sebagai terdakwa, melainkan sebagai algojo yang menyamar jadi terdakwa.“Apa pun yang mereka lempar,” bisik Eliza tadi pagi sambil merapikan dasinya di lobi, jemarinya bergetar tipis, “jangan terpancing lebih awal. Biarkan mereka membangun tiang gantungan mereka sendiri.” Damian mencium keningnya. “Tiang gantungan terbaik,” jawabnya, “adalah yang dibangun musuh untuk lehernya sendiri.”Ruang rapat u

  • CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang   Bab 7: Studio yang Asing

    Fajar baru saja menyingsing ketika Damian terbangun dengan napas terengah. Mimpi yang sama—serpihan memori tentang dirinya melukis, tangan Eliza menuntun tangannya. Kepalanya masih berdenyut, efek samping dari kilasan ingatan semalam.Ia menyibakkan selimut dan berjalan ke je

  • CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang   Bab 3: Vonis Medis

    "Amnesia retrograde total akibat trauma kepala yang parah."Dr. Adrian Wijaya meletakkan hasil scan otak Damian di meja, memastikan cahaya dari negatoskop menerangi area yang ia tunjuk. Ruangan konsultasi itu sunyi, hanya terdengar deru halus dari pendingin udara. Damian duduk di kursi roda—sesuatu

  • CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang   Bab 2: Penolakan Pertama

    "Aku minta kau keluar dari ruangan ini sekarang juga."Suara Damian memecah keheningan, dingin dan tajam seperti pisau es. Dr. Adrian baru saja meninggalkan ruangan untuk mengambil hasil tes tambahan, meninggalkan Damian dan Eliza dalam ketegangan yang menyesakkan.Eliza berdiri di samping tempat t

  • CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang   Bab 1: Terbangun dalam Kebingungan

    Putih. Semua putih. Terlalu putih hingga menyakitkan.Damian Lesmana mengerjapkan mata, berusaha memfokuskan pandangannya yang kabur. Kepalanya berdenyut-denyut seperti dipukul palu tak kasat mata. Rasa sakit tajam menjalar dari pelipis kanan hingga ke belakang kepalanya, membuatnya hampir tidak bi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status