Share

Chapter 4

Penulis: Air in Angkasa
last update Tanggal publikasi: 2026-02-05 19:12:55

Dear Rose,

Aku mencintaimu..

Kamu adalah sinar cerah di dalam kegelapan hidupku, aku mencintaimu.

Aku akan tetap mencintaimu, aku tidak akan menyalahkan dirimu.

Aku akan menunggu hingga kamu siap menjadi pendamping hidupku, aku akan menunggu hingga kamu siap menjadi seorang ibu.

Aku mencintaimu, Rose.

Steven membawa surat yang berada di tangannya menuju ruang kerja, menyamakan tulisan tangan yang berada di atas kertas dengan tulisan tangan di lembaran kertas milik Mattiash.

"ELLA.." teriaknya.

Wanita yang bertugas mengurus mansion itu segera datang dengan wajah heran saat mendengar teriakan dari Steven.

"Siapa Rose?"

Pertanyaan dari Steven membuat mata Ella membulat, dia sama sekali tidak menduga jika Steven akan menanyakan kekasih Mattiash.

"Jawab aku! Siapa Rose?"

Ella tersentak. "Dia gadis yang diselamatkan Mattiash dan juga kekasih Mattiash."

"Apa lagi yang kamu ketahui?"

Steven mendengarkan kalimat demi kalimat yang keluar dari pengurus mansion Pinehill dengan seksama. Dia mendengarkannya dengan baik, sesuai dugaannya kematian Mattiash bukan hal yang sederhana.

Mattiash yang tegas dan terkesan dingin, tidak akan mudah mengakhiri nyawanya begitu saja.

Kematian ibunya, tentu saja tidak akan membuat Mattiash dengan mudah mengakhiri nyawanya, pasti ada hal lain.

Pekerjaan Mattiash tidak juga buruk, ditambah kakaknya tersebut mendapatkan sejumlah warisan yang dapat menopang hidupnya tanpa harus repot-repot bekerja keras.

Rose Steele, hanya nama itu yang dia dapatkan dari Ella. Kalung dengan liontin huruf R berukiran bunga mawar adalah milik gadis itu.

"Max, aku perlu bantuanmu."

Foto kalung dengan liontin tersebut segera dia kirimkan kepada sahabatnya.

Dia harus tahu siapa pemilik kalung dan liontin tersebut, karena pemilik kalung dan liontin itu adalah pembunuh Mattiash.

***

Max Lewis bekerja dengan sangat cepat, Steven tahu jika sahabatnya memang dapat diandalkan.

Sesuai dengan dugaannya, kalung dan liontin yang berada di dalam genggamannya dibuat khusus dan semua merujuk pada Charles Steele.

"Finn Jewellery hanya memproduksi dua jenis kalung dan liontin yang sama sesuai permintaan spesial dari Charles Steele, aku dengar kalung dan liontin itu dia berikan untuk kedua cucu perempuannya."

"Dua cucu perempuan?"

Max tertawa miring saat mendengar nada penasaran dari Steven.

"Rosalia dan Rosemary, nama yang sama, tetapi mereka bukan anak kembar, mereka sepupu dan mungkin salah satu dari mereka adalah orang yang kamu cari."

"Apa kamu bisa membantuku dengan mencari catatan medis keduanya?"

Permintaan yang membuat Max mengerutkan keningnya. "Akan aku usahakan."

Keduanya terdiam sesaat sambil menikmati minuman mereka, hingga suara pecahan kaca membuat mereka menengok ke arah meja.

Tampak dua orang gadis berpakaian hitam-hitam sedang berdiri, salah satunya memegang leher botol yang sudah pecah dan mengarahkan sisi tajam botol pada pria yang tampak terlihat panik.

"Suasana hatiku sedang buruk, jadi pergilah dan jangan ganggu kami."

Suara serak yang berteriak dengan nada kesal terdengar hingga meja Steven dan Max.

Semua mata yang berada di dalam Bar tentu saja menoleh ke arah tempat terjadinya keributan hingga dua petugas keamanan datang, ditemani manajer Bar yang terlihat meminta maaf pada kedua gadis tersebut.

"Steve!" tegur Max yang dapat melihat tatapan kagum di mata sahabatnya. "Dia bukan mangsa yang mudah."

Steven menyeringai nakal. "Bukankah akan jadi lebih menarik."

Max hanya bisa menggelengkan kepalanya dan ikut bangkit dari duduknya, kemudian berjalan mengikuti Steven yang sedang mengejar mangsanya hingga ke pelataran parkir.

Mereka terlambat karena kedua gadis itu telah menghilang dari pandangan mereka bersamaan dengan perginya sebuah sedan mewah.

"Sepertinya mereka anak-anak orang kaya." Max menepuk bahu Steven.

"Bukankah semakin menarik. Kita tanya pada manajer Bar, siapa mereka."

Pencarian yang tidak membuahkan hasil, mereka berdua gagal mendapatkan keterangan tentang kedua gadis yang baru saja keluar dari Bar.

"Sudahlah, kita minum lagi." ajak Max sambil menepuk bahu Steven. "Masih banyak gadis lain yang bisa memanaskan malam ini."

Steven tertawa geli mendengar ucapan sahabatnya, mereka akan bersenang-senang malam ini.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 158

    Hari berlalu, Rosalia kembali bernafas lega karena Steven tidak lagi hadir di dalam kehidupannya. Dia kembali hidup dengan normal, menjalani aktivitasnya tanpa rasa khawatir. Dia masih membiarkan kesalah pahaman terjadi demi keamanan dirinya. Kegilaan Steven membuat nyali Rosalia menciut, sampai kapanpun dia tidak akan mengaku jika dia adalah kekasih Mattiash, jika dia telah menggugurkan calon anaknya dengan Mattiash. Rosalia kembali mengarsir pena dengan lancar di atas kertas, dia mendapatkan kesempatan untuk mendesain pakaian adi busana yang akan ditujukan untuk pelanggan-pelanggan VIP. Dua buah desain gaun mewah sudah dia tuntaskan, masih tersisa delapan desain lagi. Ponselnya bergetar tanpa suara, kali ini dia melihat nama Rosemary terpampang di layar ponselnya. Rosalia membuang nafasnya, dia tahu apa yang akan disampaikan Rosemary dan dia sama sekali tidak berminat membahasnya. Steven tidak akan mudah percaya begitu saja jika Rosemary menceritakan yang sebenarnya kepada pr

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 157

    "Bagaimana? Masih ada yang belum kamu mengerti?" Rosemary tersenyum manis, mengerjapkan matanya berulang kali untuk menggoda Damian yang tampak serius sejak tiga jam yang lalu. Tidak hanya Damian yang disibukkan dengan dokumen yang bertumpuk, tetapi juga dirinya. Damian dan Adam benar-benar bersikap serius saat memintanya belajar tentang bisnis dan perusahaan. Hal yang membuat Rosemary terlempar ke masa lalu, dia memang adik kesayangan Adam, otaknya juga terkenal lancar yang membuatnya selalu menjadi kebanggaan kakeknya, tidak hanya orang tuanya dan Adam. Semua prestasinya memang dia raih sendiri, tetapi Damian selalu ada di belakangnya, menemaninya, membantunya menyelesaikan permasalahan yang tidak dapat dia selesaikan. "Sini!" Damian menepuk pahanya agar Rosemary duduk di atas pangkuannya dan tentu saja tanpa ragu Rosemary segera berada di atas pangkuan Damian. "Apa kamu bisa paham?" Rosemary tersenyum sambil menganggukkan kepala, dia mulai menjelaskan setiap berkas perusahaan y

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapte 156

    "Sialan!" umpat Steven karena dia tidak juga berhasil mendapatkan kesempatan untuk mendekati Rosemary.Semua prediksinya tidak berjalan sesuai rencana, perusahaan milik Damian Reeves dengan cepat pulih kembali dari berita-berita miring yang dia sebarkan di internet. Dia berpikir saat Damian Reeves sibuk dengan perusahaannya, pria itu akan mengabaikan Rosemary ternyata Rosemary selalu berada disamping pria itu, entah apa yang dilakukan oleh gadis itu dan ada hal yang terlupakan olehnya, Rosemary juga memiliki kakak laki-laki yang juga selalu menemani gadis itu."Sialan!" umpatnya kembali.Seharusnya saat ini dia sudah bisa membawa Rosemary ke Pinehill, menguruh perempuan itu di kamar yang berisi alat-alat penuh siksaan milik Mattiash agar perempuan itu sadar akan dosa-dosanya.Rasa kesal menyelimuti dirinya, seharusnya saat ini dia melihat kehancuran Damian Reeves dan juga menyiksa Rosemary Steele. Dia pikir dengan foto, video, rekaman bahkan dokumen di mana Damian sedang menghina kelu

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 155

    Di dalam apartemennya Steven menyibukkan diri dengan membaca artikel tentang keluarga Reeves. Dari setiap artikel yang dia baca sangat menjelaskan jika anggota keluarga Reeves membenci sosok Damian Reeves.Hal yang harus dia lakukan adalah menghubungi anggota keluarga Reeves lainnya, dipikirannya saat ini jika Damian Reeves sibuk dengan masalah-masalah keluarganya, maka jalannya menyakiti Rosemary akan lebih mudah. Dia dapat dengan mudah mendekati Rosemary dan membuat wanita itu merasakan sakit.Sosok Bertrand Reeves yang menggantikan Damian Reeves adalah tujuannya. Pria itu pasti akan dengan mudah menerima ajakannya menghancurkan kehidupan Damian Reeves dan Rosemary Steele secara bersamaa.Hari yang telah dia rencanakan akhirnya tiba. Mereka bertemu di kafe yang terletak di pinggiran kota, lokasi di mana jauh dari jangkauan Damian dan rekan-rekannya."Bantu aku membuatnya sibuk, buat bisnisnya goyah. Aku hanya ingin melihatnya jatuh.""Kenapa?""Rosemary." Steven menjeda ucapannya. "

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 154

    "Kamu dari mana? Kenapa lama? Dan kenapa ada Adam?" cecar Rosemary saat Damian kembali bersama Adam setelah dia menunggu selama satu jam."Aku tidak sengaja bertemu Adam, dia juga ingin es krim." jawab Damian sambil melirik ke arah Adam yang menganggukkan kepalanya.Ketiganya duduk di dapur, menikmati es krim, kentang goreng dan ayam goreng. Damian menatap lembut ke arah Rosemary yang sedang menikmati kentang yang dicolek es krim vanila dengan saus tabasco, kemudian melirik ke arah Adam yang juga sedang memperhatikan Rosemary."Rosy, apa bisa mulai besok kamu lebih berhati-hati?"Rosemary menganggukkan kepalanya saat mendengar permintaan Adam. Dia sudah merasa aneh dengan kepulangan Damian yang sangat terlambat dan hadirnya Adam. "Dia kembali mengganggu."Damian bertukar pandang dengan Adam, ada rasa lega di dalam diri mereka karena Rosemary sudah paham dengan situasi yang ada."Aku mendatangi Rosa, aku memintanya untuk memberitahu pria itu yang sebenarnya." Rosemary masih berusaha me

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 153

    Sejak kunjungan Rosemary, hidup Rosalia tidak lagi tenang. Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit, pikirannya terus berputar pada satu hal: apakah dia harus tetap diam atau dia harus membuka mulutnya dan menyampaikan kenyataan yang selama ini tersimpan rapat?Rosalia telah berusaha mengubur kenangan masa lalu yang buruk, Steven yang mengalami hilang ingatan sebagian membuatnya dapat menjalani hari-harinya dengan baik. Steven tidak lagi mengganggu dirinya dan mereka telah hidup di dunia mereka masing-masing.Mengaku sama saja dia bunuh diri. Setiap kali ia mencoba membayangkan dirinya berdiri di hadapan Steven dan mengucapkan semua kenyataan itu, tangannya terasa dingin, jantungnya berdebar kencang seolah mau meledak."Apa Steven telah ingat lagi?" gumamnya, sementara tubuhnya menggigil bukan karena dingin, tetapi karena rasa takut.Rasa takut yang begitu kuat dan membuatnya memutuskan untuk tetap diam. Rosalia kembali melupakan semua pembicaraan dengan Rosemary, menganggap permi

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 67

    Malam yang cerah membuat Rosemary memilih berjalan-jalan di atas geladak, menikmati bintang-bintang yang bertaburan di langit gelap dan memandangi dalamnya lautan.

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 64

    Tatapan sinis diberikan Adam kepada Rosemary yang terlihat begitu manja terhadap Damian, dia sendiri sudah menduga cepat atau lambat Rosemary akan berada di dalam pelukan pria yang juga sahabatnya terseb

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 63

    "Aku mendengar kapalmu pernah bermasalah."Damian menganggukkan kepalanya, mengiyakan kata-kata Adam meskipun dia bersikap acuh karena sedang memeriksa semuanya. Tidak hanya mesin, tetapi juga rekaman dari kamera yang berada pada setiap sudut kapalnya dan juga bahan makanan dan minuman yan

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 62

    "Apa kalian sudah berkenalan dengan pacarnya Rosalia?"Pertanyaan Susanna di saa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status