LOGINPada hari penandatanganan kontrak bernilai fantastis, aku mendadak terserang flu berat yang memicu muntah dan diare hebat. Aku bahkan tidak sengaja menyemburkan muntahan tepat ke wajah pihak mitra. Mereka pun marah besar, membatalkan kontrak saat itu juga, dan menyebabkan perusahaan merugi hingga ratusan miliar. Kekasihku, yang juga menjabat sebagai CEO, meledak dalam amarah. Dia langsung menurunkan jabatanku, dari wakil direktur menjadi staf pemasaran biasa. Tidak hanya itu, dia memangkas waktu tidurku hingga hanya tiga jam sehari. Sisa waktuku harus dihabiskan untuk bekerja bagai budak demi menghasilkan uang, sampai seluruh kerugian perusahaan lunas. Digerogoti rasa bersalah, aku bekerja keras setiap hari, memburu berbagai proyek demi mendatangkan keuntungan. Namun, saat utang itu hampir lunas dan aku dengan penuh sukacita hendak melaporkan perkembangannya, aku malah tidak sengaja mendengar percakapan antara kekasihku dan asisten wanitanya. "Pak Tomas, dulu Frida cuma memotong bonus kinerja saya 2 ribu, tapi Anda tega diam-diam memasukkan pencahar ke dalam minumnya. Akibatnya, dia mempermalukan diri di depan mitra bisnis. Setelah itu, Anda memfitnahnya sebagai penyebab perusahaan kehilangan kontrak raksasa, lalu memaksanya mati-matian melunasi utang itu. Bukannya Anda terlalu kejam kepadanya?" "Sekarang utangnya sudah hampir lunas, lepaskan saja dia. Gimanapun, Anda tulus mencintainya. Kalau Frida sampai terdesak dan meninggalkan Anda, bagaimana? Jangan sampai hubungan kalian hancur karena saya ...." Kekasihku memotong ucapan Lidia Dandu, "Nggak bisa! Kamu adalah penyelamat nyawaku. Dulu aku kecelakaan sampai pendarahan hebat. Kalau kamu nggak mendonorkan darahmu waktu itu, mana mungkin aku bisa hidup sampai sekarang?" "Walaupun Frida adalah satu-satunya wanita yang kucintai, dia sudah berani memotong bonus kinerjamu. Ini hukuman yang pantas untuknya! Sekali kukatakan 200 miliar, tetap 200 miliar, nggak boleh kurang sepeser pun! Lagi pula, kemampuannya hebat. Paling lama satu bulan lagi, dia pasti bisa melunasinya. Kalau saat itu tiba, aku akan menebus kesalahanku dan menikahinya." Namun, dia tidak tahu bahwa aku tidak punya waktu satu bulan lagi. Selama beberapa tahun ini, demi melunasi apa yang dia sebut sebagai "kerugian", fisikku terkuras habis hingga aku menderita kanker lambung. Sisa hidupku tinggal satu minggu lagi. Terlebih lagi, dia tidak pernah tahu bahwa orang yang mendonorkan darah saat dia kecelakaan bertahun-tahun lalu adalah aku.
View MoreNamun, sejak kemunculan Lidia, semua janji itu menguap begitu saja bagai asap, dan dia tidak pernah lagi mengungkitnya walau hanya sekali.Kini setelah kesalahpahaman itu runtuh dan aku telah tiada, dia justru mengungkit kembali kisah lama itu. Alih-alih tersentuh, aku justru merasa hal ini sangat menggelikan.Tiba-tiba saja aku teringat sebuah kalimat, “Tidak akan ada orang yang terus menunggumu di tempat yang sama.”Kalimat itu, kini terasa sangat pas jika ditujukan kepada Tomas.Tadinya kukira Tomas hanya akan meratapi kematianku dalam waktu singkat.Bagaimanapun juga, dia telah menjelma menjadi seorang miliarder yang memiliki masa depan cerah. Kehidupan seperti apa pun atau wanita mana pun yang dia inginkan, semuanya berada di dalam jangkauan tangannya.Namun, hal yang membuatku terkejut adalah dia tidak pernah memulai lembaran hidup yang baru.Dia melepaskan seluruh urusan perusahaan, lalu mulai menapaki jalanan penuh memori masa lalu kami.Dia mendatangi setiap tempat yang pernah
Di dalam rekaman CCTV, terlihat jelas bagaimana Lidia dengan wajah penuh kemenangan menghinaku, sambil menceritakan segala rencana busuknya dengan bangga.Setelah menyaksikan rekaman itu, wajah Tomas seketika berubah muram.Dia tidak pernah menyangka "penyelamat nyawa" yang selama ini dia sayangi ternyata palsu, bahkan memiliki niat yang begitu keji untuk menghancurkannya."Lidia, kamu benar-benar bukan manusia!"Tomas menendang tubuh Lidia dengan keras hingga wanita itu tersungkur."Pak Tomas, aku mengatakan kata-kata itu hanya untuk memprovokasi Frida! Aku nggak pernah berniat merebut hartamu, juga nggak berniat membunuhmu. Aku pura-pura jadi penyelamatmu karena aku terlalu mencintaimu! Aku mohon, ampuni aku!"Lidia menangis tersedu-sedu sambil berlutut memohon belas kasihan."Pak Tomas, dia bohong! Dia memang berniat membunuh Anda demi menguasai harta Anda! Di dalam HP saya ada rekaman videonya, kalau nggak percaya, Anda bisa melihatnya sendiri!"Dokter itu sudah pasrah, dia memilih
"Benarkah?"Cengkeraman tangan Tomas di leher Lidia sedikit melonggar. Dia menoleh ke arah dokter di sampingnya dengan tatapan setengah tidak percaya.Dokter yang memang sudah disuap oleh Lidia itu, mengangguk tanpa ragu sedikit pun. "Benar, Pak. Frida yang menyuap saya dan menyuruh saya mengambil darahnya lebih banyak."Sorot mata Tomas seketika mendingin. "Kalau Frida menyuruhmu begitu, kamu langsung menurutinya begitu saja? Kamu ini dokter, apa kamu nggak punya akal sehat? Mengambil darah sebanyak 5.000 ml itu bisa membunuh orang!""Aku mau kamu membayar nyawa Frida!"Bersamaan dengan kalimat itu, Tomas melambaikan tangan. Dua satpam langsung merangsek masuk dari luar dan mengunci pergerakan dokter itu."Sebanyak apa dia mengambil darah Frida, sedot keluar darahnya dalam jumlah yang sama!""Pak Tomas, ampuni saya! Saya nggak sengaja melakukannya, semuanya adalah ide Frida!"Wajah dokter itu seketika pucat pasi karena ketakutan. Dia berlutut di lantai sambil memohon ampun."Cepat amb
"Frida, aku salah! Aku sudah tahu sekarang, kamu yang menyelamatkan nyawaku!""Tapi kenapa kamu nggak mengatakannya dari dulu? Ini semua salahmu, aku jadi salah orang dan menghukummu lama! Apa kamu tahu seberapa besar luka yang harus kutanggung karena semua ini?""Ini semua salahmu! Kita nggak usah donor darah lagi, sekarang juga kita ke KUA!"Tomas merangsek maju, lalu mencopot selang transfusi darah yang menancap di tubuhku.Dia akhirnya tahu siapa penyelamat nyawanya yang asli.Namun, mengapa tidak ada sedikit pun rasa bahagia di dalam hatiku?Mungkin karena aku memang sudah di ambang maut.Atau mungkin karena dia telah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, tapi dia masih menyalahkanku sampai sekarang!Seketika itu juga, aku tersadar sepenuhnya.Hatinya tidak pernah benar-benar berpaling kepada Lidia. Buktinya, dia memeriksa rekam medis donor darah, yang berarti dia tidak sepenuhnya percaya pada wanita itu. Namun, hatinya juga tidak pernah berada di sisiku. Sejak awal, sosok yang






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.