MasukPak Anwar terbelit hutang yang banyak di rentenir dan harta terakhir yang dia punya hanya Ashiqa putri tunggalnya yang baru beranjak dewasa. Ashiqa menjadi incaran rentenir untuk dijadikan istri simpanannya, tak ada orang tua yang rela menghancurkan masa depan anaknya sendiri. Pak Anwar menemui Rama, seorang duda beranak satu kaya raya dan meminta tolong untuk menyelamatkan Ashiqa dengan cara menikahinya. Rama yang dulu pernah berhutang budi pada pak Anwar menyanggupinya. Ashiqa terkejut dan akhirnya terpaksa menikah dengan duda pilihan papanya. Akankah cinta akan bersemi diantara mereka atau Rama harus merelakan Ashiqa kelak dengan pilihan hati Ashiqa.
Lihat lebih banyakMy heart races as I glance around the forest.
No. No no no. Not again.
Looking down, I see I'm in my gown from that fateful night at the mate ball. Black lace with a deep V cut showing off my cleavage. Reaching up, my hair is still pinned to the side, curls perfectly tamed.
I'm on the same path that I took so many times before experiencing it for real. My eyes dart around and my heart feels like it might burst from my chest.
I know I die tonight. I know my heart stops and I know Parker finds me, but I can't stop it.
My feet carry me further and further away from the hustle and bustle of the Mate Ball. After those horrible girls told me I was a freak and I shouldn't have bothered coming. My mate wasn't behind those walls, and I knew I shouldn't have gone.
Even if he was, I should have known. I should have known that I wasn't worthy of a Goddess given mate. At least that's what I thought before getting a second chance.
In my head, I know it happens, but the fear still feels so real as I walk this path that I've walked hundreds of times. But why now? Why after I've already been saved am I back here? It doesn't make sense.
Pain takes up residence in my chest and a dull throbbing pounds against my temples.
The air is cool, and wind whips my bare skin.
Turning my head from side to side, I try to see if anything has changed. It smells the same, it looks the same; Even the air feels the same. But something inside of me feels different.
That's the change. I feel different.
My body feels heavier than it used to, but my heart beats differently. Rather than the organ feeling like it's going to explode, it feels more like excitement.
The owl still sits on a branch just ahead, hooting and howling. As I pass, his golden eyes follow me.
Tears burn my eyes as I pick up my pace, my body moving while my mind tries to figure out what the hell is going on.
The same crickets chirp a melody, the sound stopping as I kick my heels off. My bare feet pad against damp, mossy dirt. The glow of the moon lights my path as it peeks through the trees, and I feel propelled forward.
My breathing is labored and panic siezes me as my surroundings grow more and more familiar.
I'm only a few steps away from my death. This is where the dream ends every other time, but tonight, I feel my soul separate from my body.
This didn't happen before.
Glancing down at my hands, I see through my skin as I flip them over. My other self continues running, glancing back as if to beg me to follow.
"Wait," I call out, but I don't. My other form keeps running. The trail of the black lacey dress snagging and ripping as I pass over fallen trees and dying shrubs.
I watch in horror as I fall to the ground about fifteen feet ahead. My knees bust through the thin fabric as cool mud seeps through the dress.
My body falls limp, and I try to scream for help, but before the noise can escape my lips, Parker hesitantly steps up to my body. He looks around frantically before kneeling next to me, and rolling my body over.
"She's dying, help her," I beg him, but he can't hear me. He doesn't even turn in my direction.
I walk closer to the scene, seeing him lean down, his ear hovering over my heart before placing his hands against my chest. Bright white light glows from his eyes and I watch in amazement, despite seeing him heal before; It was never this moment.
I'd always been in the dark about the fatal moment he chose to save me, using his healing powers. This moment altered both of our lives, and now we were chosen mates.
But why am I seeing this now? Why does everything feel so different?
After the light fades from his eyes, he checks my body again, breathing a sigh of relief when he hears my heart beating once more.
Carefully, he lifts me into his arms, where I know he takes me to his cabin, and the rest is history.
But as I follow him, I pick up on a foreign scent.
Glancing around in the darkness, a trickle of awareness pricks at my spine, and then I see it.
I shoot up, gasping for air. The room is dark and my heart still races despite being in the comfort of my own home. Parker lays asleep beside me, his sandy blonde hair covering his closed eyes.
My hand rubs absentmindedly over my swollen stomach, and I bite my lip, trying to recall what I'd seen at the end of that dream and why now was it different.
I had the same dream for years, right until I lived the moment for real, and then it just stopped.
That was a year ago, and I can't help but to think everything is about to change.
Terryn datang dengan menggendong seorang bayi perempuan berumur enam bulan, cantik, lucu dan menggemaskan. Bayi itu putri Terryn dengan Deva parasnya sangat mirip dengan papanya hanya saja senyumnya adalah turunan dari mamanya.Terryn dan bayi Sheira datang untuk bermain bersama Raka yang kini usianya tepat dua tahun. Keluarga Rama sedang merayakan ulang tahun Raka yang kedua dimana anak itu sedang belajar disapih oleh Ashiqa. Hanya sebuah pesta kecil saja di taman mereka dan mengundang orang terdekat tanpa pesta yang mewah.“Anak cantiik … duuh tambah lucu aja sih kamu Sheira, sini Bunda Shiqa gendong.” Ashiqa menyongsong kedatangan Terryn dan bayinya. Sheira tampak akrab dengan Ashiqa sehingga dengan cepat dia berpindah ke dalam gendongan sahabat mamanya itu. Raka yang melihat Terryn datang berlari kecil menubruk kaki Terryn dan menarik lengannya. Terryn terkejut dan membungkuk menciumi kepala anak laki-laki yang sedang berulang tahun itu.“Mama Terryn punya kado untuk Raka, tapi sa
Ashiqa menatap wajah Raka yang tidur dengan nyenyak dalam box bayinya. Dirinya masih tidak menyangka bayi itu akan kembali lagi ke pelukannya juga Rama yang sama berbahagianya dengan Ashiqa. Dengan lembut berulang-ulang jemari Ashiqa mengelus kepala Raka sambil bersenandung meninabobokan Raka. Rama datang sambil membawa segelas susu untuk Ashiqa. Beberapa terakhir ini adalah hari yang luar biasa bagi keluarga kecil Rama.“Sayang, minum dulu susu hangatnya, jaga kesehatanmu juga Sayang, kalau kamu kecapean aku akan carikan dua babysitter untukmu.” Rama menyodorkan susu itu pada istrinya.“Terima kasih Sayang, aku baik-baik aja kok, aku gak cape atau kenapa-kenapa.” Ashiqa meneguk perlahan susu yang dibawakan oleh Rama.“Kamu kan harus memulihkan kesehatan, katanya ibu yang pernah menjalani SC butuh waktu lama untuk pulih.” Rama sendiri membawa secangkir kopi untuk dirinya sendiri. Mereka saat ini sedang berada di kamar Raka sambil menikmati keajaiban yang telah terjadi.Jenazah Ratmi s
Rama menyerahkan bayi dalam gendongannya itu pada Ashiqa, Ratmi masih duduk di lantai dan menunduk dalam-dalam. Perempuan itu belum bisa bernapas lega sebelum dia dan bayinya itu benar-benar selamat dan aman.“Kami akan memelihara dan menjaga bayi ini sementara saja, Bu. Hingga ibu ini bisa mendapat tempat tinggal yang layak dan aman bagi dirinya dan bayinya. Ibu tidak usah khawatir dengan apa yang terjadi dengan bayi ini, kehadirannya mungkin bisa menjadi pelipur lara bagi kami berdua," terang Rama pada ibu mertuanya.“Ayah dan Ibu tidak usah khawatir setelah ini kami akan baik-baik saja, Shiqa memang masih bersedih, Bu. Akan tetapi Shiqa merasa Tuhan sedang punya rencana hingga tiba-tiba ada bayi ini tidak sengaja masuk ke kamar Shiqa.”Ibu Widuri dan pak Mahendra saling berpandangan dan memberi kode, mereka merasa ini terlalu tiba-tiba dengan kehadiran bayi itu tapi ada harapan di mata putri mereka yang terlihat hidup. Ashiqa terlihat seperti sudah terikat erat dengan bayi yang bar
Rama menyerahkan bayi dalam gendongannya itu pada Ashiqa, Ratmi masih duduk di lantai dan menunduk dalam-dalam. Perempuan itu belum bisa bernapas lega sebelum dia dan bayinya itu benar-benar selamat dan aman.“Kami akan memelihara dan menjaga bayi ini sementara saja, Bu. Hingga ibu ini bisa mendapat tempat tinggal yang layak dan aman bagi dirinya dan bayinya. Ibu tidak usah khawatir dengan apa yang terjadi dengan bayi ini, kehadirannya mungkin bisa menjadi pelipur lara bagi kami berdua," terang Rama pada ibu mertuanya.“Ayah dan Ibu tidak usah khawatir setelah ini kami akan baik-baik saja, Shiqa memang masih bersedih, Bu. Akan tetapi Shiqa merasa Tuhan sedang punya rencana hingga tiba-tiba ada bayi ini tidak sengaja masuk ke kamar Shiqa.”Ibu Widuri dan pak Mahendra saling berpandangan dan memberi kode, mereka merasa ini terlalu tiba-tiba dengan kehadiran bayi itu tapi ada harapan di mata putri mereka yang terlihat hidup. Ashiqa terlihat seperti sudah terikat erat dengan bayi yang bar
Ashiqa masuk ke dalam kamarnya dan mengambil kopernya. Dia sudah berniat uuntuk meninggalkan rumah ini. Rama yang merasa tidak enak pada Ashiqa merasa tidak tenang dan kembali ke rumah. Rama menghela napas berat ketika mendapat Ashiqa tengah mengumpulkan bajunya dan memasukkannya
Akhir-akhir ini Ashiqa merasa tidak nyaman berada di rumah, ada-ada saja celetukan atau perkataan ibu mertuanya yang membuat panas telinganya. Kareena pun sebelas dua belas dengan ibunya yang ikutan nyinyir segala cara berpakaian Ashiqa dikomentari oleh iparnya yang seorang model. Pakai
Matahari bersinar hangat dan Ashiqa masih dalam buaian tempat tidurnya, Rama memandangi istrinya yang terlelap dengan pulasnya. Dia sangat bersyukur dengan kehidupannya yang sekarang dan mungkin akan lebih bahagia lagi jika ada kehadiran anak di antara mereka.“Jangan menatapku seper
Wisnu membukakan pintu mobil untuk Ashiqa, bahkan asisten pribadi Rama itu gugup melihat kecantikan Ashiqa. Mobil bergerak membelah jalan membawa Ashiqa ke suatu tempat yang asing, bukan berupa restoran atau tempat yang lazim untuk makan malam.Wisnu mempersilahkan turu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan