Detektif Zen: Rencana Paling Sempurna

Detektif Zen: Rencana Paling Sempurna

last updateTerakhir Diperbarui : 2021-07-14
Oleh:  Susan SOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
9.9
94 Peringkat. 94 Ulasan-ulasan
23Bab
6.1KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sinopsis

Empat mayat pria tanpa identitas ditemukan dalam kondisi mengenaskan di empat tempat berbeda secara hampir bersamaan. Penyelidikan dilakukan. Aipda Zen Devano, seorang anggota tim identifikasi sidik jari INAFIS Polertabes dibantu istrinya yang seorang penulis fiksi kriminal terkenal, Kanaya Susan Olivia, mulai melakukan penelusuran benang merah kasus tersebut karena terindikasi pembunuhan berantai. Identitas korban satu persatu terpecahkan. Namun, penyelidikan mengalami jalan buntu karena antara satu korban dengan yang lainnya sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun. Saat kasus tersebut tidak mengalami perkembangan dan hampir dilupakan, korban kelima ditemukan. Ini adalah kesempatan terakhir Aipda Zen untuk menangkap pelaku pembunuhan berantai tersebut sebelum dia membunuh lebih banyak lagi. Siapa sebenarnya pelaku? Apa motifnya membunuh begitu banyak laki-laki?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Prolog

Jalan Soekarno Hatta, tanggal 5 Januari.

Pukul 14.50 sore.

Hari sabtu. Sepuluh menit sebelum pukul tiga, hujan deras mengguyur sebagian besar kota Bandung dengan tiba-tiba. Angin musim barat yang sedingin es memukul-mukul pepohonan di kiri-kanan jalan, mengahalau para pejalan kaki untuk cepat-cepat mencari tempat perlindungan.

 Di antara pejalan kaki yang ramai, seorang pria perlente bertubuh tinggi-tegap berjalan tergesa-gesa. Jalannya cepat, tapi tidak seperti pejalan kaki lain yang melayani panggilan diri dari terpaan hujan. Sebaliknya, justru menantang hujan. Kepalanya terangkat tinggi, wajahnya sedikit mendongak, dagunya yang sejajar dekat keangkuhan dan percaya diri yang sama besar.

Pria berusia kira-kira awal tiga puluh itu sama sekali tidak memedulikan orang menegurnya untuk jalan lebih cepat, bahkan yang menabraknya dengan sengaja. Kini dia sudah bebas. Masa pencuciannya yang lama sudah selesai. Dalam pikirannya hanya terbayang masa depan hebat yang penuh petualangan. Aku pasti lebih mudah mendapatkan banyak wanita sekarang, pikirnya. Masa pencucian selama dua tahun di panti rehabilitasi yang telah kujalani akan menambah daya tarikku.Ya, sebagai seorang lelaki dewasa, dia paham betul bagaimana wanita. Dari apa yang telah dia pelajari, bahwa sebagian besar wanita di zaman ini, menyukai—atau lebih tepatnya penasaran sekaligus tertantang—menjalin hubungan dengan sosok pria brengsek yang membanggakan kebrengsekannya. Dan dia punya semua itu. Lengkap dengan wajah tampan, senyum menawan, juga lebel mantan pecandu yang tak semua orang bisa dapatkan. Benar-benar sempurna. Dia pun tersenyum membayangkan hari-hari hebat yang akan dilewatinya bersama banyak wanita cantik. Namun, senyum dan lamunannya seketika lenyap saat seseorang menabrak punggungnya dengan sangat keras. Ketika dia menoleh untuk melihat siapa yang telah dengan kurang ajar menabraknya dan siap menumpahkan caci maki, tiba-tiba dia merasa heran karena mendadak dengkulnya lemas dan menekuk. Padahal dia sama sekali tidak kedinginan. Tidak berhenti sampai di situ, perlahan-lahan, diluar perintahnya, tubuhnya roboh ke trotoar. Berpasang-pasang kaki melangkahi wajah. Tapi, anehnya tak ada satu pun yang mengenainya. Merasa ada yang tidak beres dia menerka-nerka sedapat mungkin.Kalau kaki-kaki itu tidak ada yang menginjakku, berarti aku tidak berada di dekat mereka, batinnya. Ada jarak yang cukup jauh antara kami. Tapi bagaimana mungkin? Belum sempat dia menjawab pertanyaan dari pertanyaan itu, mendukungnya dijalari rasa terputus takkan segera menyebar ke seluruh tubuh. Dia membuka mulut. Coba teriak untuk minta tolong. Tapi, yang keluar dari mulutnya justru cairan hangat berwarna merah yang segera menyatu dengan air hujan bercampur lumpur berwarna kecoklatan. Sial! Aku akan mati di lubang galian ini dan tak akan ada yang menemukanku selama berhari-hari. Benar-benar sial!

Merasa marah karena kematian yang di tengah merenggut tubuhnya dengan laknat dirasa sama sekali tidak pantas untuk dirinya, dia pun mengumpulkan daya upaya untuk membangun melawan. Tapi sia-sia. Tubuhnya tidak mau bekerja sama. Dengan kemarah yang semakin menjadi-jadi, dia mengutuki Susan. Penulis fiksi kriminal idolanya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Peringkat

10
96%(90)
9
2%(2)
8
1%(1)
7
0%(0)
6
1%(1)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
9.9 / 10.0
94 Peringkat · 94 Ulasan-ulasan
Tulis Ulasan

Ulasan-ulasanLebih banyak

Firly Hendranata
Firly Hendranata
Belum ada lanjutannya ini, Thor?
2022-01-07 11:49:33
0
0
Aldy arc
Aldy arc
Keren ceritanya, setiap bab bikin penasaran. Semangat terus, Kak Susan.
2021-12-11 17:01:40
0
0
Wuri Masruroh
Wuri Masruroh
keren dan seru ceritanya...
2021-10-28 19:42:08
0
0
Marina Sulistia
Marina Sulistia
Ceritanya seru. Forensik. Aduhhh.... ngeri-ngeri sedap.
2021-10-23 11:05:00
0
0
Aksara Rindu
Aksara Rindu
Keren berasa baca cerita detektif Conan.
2021-10-23 10:47:44
0
0
23 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status