Beranda / Romansa / Di Balik Wajah Sang Miliuner / Bab 97. Rencana Alejandro

Share

Bab 97. Rencana Alejandro

Penulis: Miarosa
last update Tanggal publikasi: 2026-05-03 16:54:13

Setelah kepergian polisi yang membawa Emiliano dan Silvia, Alejandro tidak memberikan ruang bagi dirinya untuk beristirahat. Ia segera menuju kantor pusat DeLaLuca Corp. Setibanya di sana, suasana sangat kacau, para jurnalis mengepung lobi dan para karyawan tampak lesu serta ketakutan.

​Alejandro melangkah masuk dengan aura yang begitu kuat, membuat orang-orang secara tidak sadar membukakan jalan. Ia langsung menuju ruang rapat utama di lantai paling atas, di mana para dewan direksi dan pemegan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 110. Setelah Badai Mereda

    Enam tahun telah berlalu sejak badai besar itu mereda. Sore itu, suasana di pondok kayu tepi danau terasa begitu sunyi hanya diiringi suara desau angin yang mempermainkan permukaan air. Daniel duduk di beranda, fokusnya tertuju pada sebuah buku sketsa di pangkuannya. Tangannya bergerak lincah, menggoreskan pensil dengan teknik arsir yang sangat detail, sebuah bakat menggambar yang dulu ia kubur dalam-dalam demi ambisi ayahnya.​Valeria keluar dari dalam pondok, membawa dua cangkir teh. Ia berhenti sejenak dan memperhatikan Daniel. Senyumnya mengembang melihat Daniel begitu tenang dengan dunianya sendiri. Ini adalah Daniel yang asli, pria artistik yang lembut, bukan lagi bayangan Daniel yang penuh amarah dan galak.​Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di halaman. Camila, Marisela, ibu Daniel, turun bersama orang tua Valeria, Don Esteban dan Veronika. Pertemuan ini adalah simbol perdamaian yang dulu mustahil terjadi.​Marisela menghampiri putranya dan memeluknya erat. "Ibu tidak p

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 109. Firasat

    Satu bulan berlalu, dibalik kemegahan kantor Sanz Management, Margarita Sanz sedang membusuk dalam amarah. Ia telah kehilangan segalanya, posisi di DeLaLuca Corp, pengaruhnya di bursa saham, dan yang paling menyakitkan, ia merasa dipermainkan oleh seorang pria yang ia anggap sebagai pion.​Baginya, Daniel hanyalah pria licik yang berpura-pura jatuh cinta padanya hanya untuk mencuri informasi dan kemudian mencampukkannya.​Sore itu, Valeria sedang menutup butiknya lebih awal. Langit tampak mendung dan membawa firasat yang tidak enak. Saat ia melangkah menuju mobilnya di area parkir yang sepi, sebuah mobil van hitam berhenti mendadak di depannya. Dua pria berbadan besar dengan masker hitam turun dengan cepat.​Valeria mencoba berteriak, namun sebuah saputangan beraroma kloroform yang menyengat segera membungkam mulutnya. Dunianya berputar menjadi gelap dan hal terakhir yang ia ingat adalah aroma parfum mawar yang sangat kuat, parfum khas Margarita Sanz.​Daniel sedang berada di ruang ke

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 108. Beri Aku Waktu

    Keesokan harinya, langit berwarna jingga keunguan menyelimuti Mansion DeLaLuca. Valeria datang dengan langkah yang berat. Baginya setiap sudut mansion ini sekarang terasa menyakitkan, setiap sudutnya mengingatkannya pada Alejandro yang sempat hidup kembali di sana. Namun, saat ia melihat sosok pria yang berdiri membelakanginya di dekat air mancur, ia tahu itu bukan Alejandro. Bahu itu tidak setegak kemarin dan auranya lebih dipenuhi oleh kesedihan daripada kekuatan.​Daniel berbalik. Wajah mereka bertemu dan untuk sesaat, keheningan yang menyesakkan menyelimuti mereka.​"Valeria, terima kasih sudah datang."Daniel memulai pembicaraan. Ia melangkah mendekat, namun berhenti pada jarak yang sopan. "Aku sudah membaca suratnya. Alejandro meninggalkan pesan untukku di meja kerja."​Mata Valeria membelalak. "Dia meninggalkan surat?"​Daniel mengangguk lemah. "Dia menceritakan semuanya. Tentang bagaimana dia meminjam ragaku, tentang kejahatan ayahku, dan tentang hari kecelakaan itu." Danie

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 107. Surat

    Beberapa hari kemudian, suasana di Mansion DeLaLuca terasa mencekam, meskipun Daniel telah diizinkan pulang oleh dokter, kehadiran sang tuan muda tidak membawa kehangatan di rumah besar itu. Daniel lebih banyak menghabiskan waktu di kamarnya dan menatap kosong ke arah jendela dan mencoba menyusun kepingan memori yang tercerai-berai.​Suara ketukan pintu yang lembut memecah kesunyian. Camila melangkah masuk dengan ragu. Ia menatap kakaknya yang duduk di tepi ranjang dengan raut wajah yang asing.​"Kak Danny?" panggil Camila lirih. "Aku membawakan teh hangat. Kamu belum makan malam sejak tadi."​Daniel menoleh perlahan. Sorot matanya kosong, tidak ada lagi ketajaman dan otoritas yang ia tunjukkan selama beberapa bulan terakhir. "Camila, aku masih mencoba memahami semuanya. Rumah ini rasanya aneh. Pelayan menatapku seolah aku adalah hantu dan Fermin terus membicarakan tentang keputusan-keputusan bisnis yang tidak pernah aku ingat pernah kubuat."​Camila meletakkan nampan di meja kecil,

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 106. Daniel?

    ​Alejandro mengangkat tangannya yang gemetar dan menyentuh pipi Valeria dengan sisa tenaga terakhirnya. Sorot matanya yang penuh cinta perlahan mulai meredup, tertutup oleh kabut kehampaan. ​"Valeria, kekasihku," bisik Alejandro dan suaranya nyaris hilang ditelan oleh kesunyian malam. "Terima kasih, karena telah menemukanku lagi. Di tubuh mana pun aku berada, jiwaku akan selalu mengenalmu. Jangan tangisi kepergianku, tangisilah keberuntunganku karena pernah dicintai olehmu." ​"Tidak! Alejandro!" ​Alejandro menarik Valeria mendekat. Dengan sisa kesadaran yang hampir habis, ia mengecup bibir Valeria, sebuah ciuman perpisahan yang terasa sangat manis namun dipenuhi rasa pahit yang menghancurkan hati. Dalam ciuman itu, Valeria merasakan getaran hebat menjalar dari tubuh pria itu, seolah ada sesuatu yang besar sedang dicabut paksa dari dalamnya. ​Valeria memeluknya begitu erat dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Alejandro dan menangis sejadi-jadinya. Tiba-tiba tubuh yang tadiny

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   bab 105. Jangan Pergi!

    "Daniel DeLaLuca akan mengundurkan diri dengan alasan kesehatan mental akibat trauma keluarga yang beruntun," lanjut Alejandro dan matanya menatap tajam ke arah danau yang tenang. "Aku akan melakukan operasi wajah di luar negeri, mengubah identitas, dan kita akan memulai hidup baru di tempat yang tidak mengenal nama DeLaLuca. Aku tidak butuh kekayaan berdarah itu. Aku hanya butuh kamu." ​Valeria tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Alejandro. Harapan itu terasa begitu nyata, seolah mereka hanya tinggal melangkah menuju pintu kebebasan. Namun, takdir memiliki cara yang kejam untuk mengingatkan manusia bahwa mereka hanyalah tamu dalam raga yang bukan miliknya. ​Satu minggu berlalu sejak malam di pondok itu. Kehidupan Alejandro sebagai CEO DeLaLuca Corp berjalan sangat sibuk, namun ada sesuatu yang mulai berubah. Awalnya hanya sakit kepala ringan, namun lama-kelamaan, Alejandro mulai merasakan distorsi. Saat sedang meninjau dokumen, tangannya tiba-tiba gemetar, karena ia me

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 61. Pelabuhan

    Valeria menghembuskan napas panjang, lalu menggeleng keras seolah ingin mengusir sesuatu dari kepalanya. "Dia sudah gila," ucapnya akhirnya, suaranya bergetar karena marah. "Dia menyakitimu?" "Tidak." Valeria menarik lengannya pelan. Lucia menelan ludah. "Apa lagi yang dia katakan?" "Masih soa

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 59. Obrolan Di Mobil

    Valeria mengangguk seolah jawaban itu cukup. Namun kegelisahan di dadanya tidak mereda. Ia hanya tersenyum tipis sampai Liam pamit beberapa menit kemudian meninggalkan aroma makanan dan pertanyaan yang tidak pernah terucap.Malam itu setelah butik benar-benar tutup, Valeria duduk di kursi kecil rua

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 57. Jejak Yang Di Hapus

    Keesokan paginya, berita itu menyebar cepat.BREAKING NEWSSergio Morales ditemukan tewas di kediamannya dini hari tadi. Polisi menyatakan korban meninggal akibat kekerasan dan tengah menyelidiki motif pembunuhan. Tidak ada tanda-tanda perampokan.Alejandro berdiri terpaku di kamarnya. Televisi bes

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 56. Panggilan Tengah Malam

    Mansion itu menyambut Alejandro dengan cahaya hangat yang otomatis menyala begitu mobilnya memasuki halaman. Lampu-lampu taman menerangi deretan patung marmer dan pepohonan yang tertata rapi Ia masuk melalui pintu utama. Sistem rumah pintar bekerja sempurna seolah menyambut tuannya pulang tanpa b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status