LOGINAlam rahasia surgawi adalah sebuah nama yang sangat kuno. Di antara begitu banyak kultivator yang hadir, mungkin hanya lima teratas dari 18 Orang Suci yang telah hidup paling lama yang benar-benar mengetahui makna di balik nama itu.Menurut legenda, tiga puluh ribu tahun yang lalu, nama dunia ini adalah dunia surgawi. Nama itu bahkan telah digunakan selama ratusan ribu tahun. Namanya terpaksa diganti menjadi dunia awani karena terjadi suatu perubahan besar dan tak seorang pun yang mengetahui alasan pasti di balik perubahan itu. Namun, lima Orang Suci teratas pernah mendengar legenda mengenai dunia surgawi.Konon, para kultivator pada masa itu semuanya sangat kuat. Jangankan tingkat pencapaian agung, bahkan tidak sedikit dari mereka yang sudah mencapai lebih jauh hingga mencapai tingkat pengguncang langit. Itu adalah masa yang dipenuhi para ahli dengan peradaban kultivasi yang makmur dan gemilang, sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan para kultivator zaman sekarang."Mungkin di al
"Tapi, aku nggak bermaksud mengancam kalian semua. Benda apa pun yang didapat dari reruntuhan ini dan selama itu bukan yang aku butuh, semuanya akan jadi milik orang yang mendapatkannya," lanjut Priya setelah melihat seluruh kerumunan itu.Ucapan itu langsung membuat semua orang yang berada di sana menghela napas lega. Jika tidak, mereka pasti sudah memilih untuk mundur daripada tetap tinggal di sana dan hanya menjadi pekerja yang menguntungkan orang lain."Baik, terima kasih atas kemurahan hati Nona Priya. Kalau begitu, silakan Nona Priya buka reruntuhan ini. Kami bersedia jadi yang pertama masuk untuk buka jalan bagi Nona," seru sekelompok kultivator tingkat penebas dewa secara serempak.Sebelum Priya sempat bergerak, anjing hitam besar itu sudah terlebih dulu berteriak dengan angkuh, "Sialan, bukannya tadi kalian para tua bangka ini masih berteriak-teriak? Sekarang malah menjilat dan pura-pura patuh. Aku beri tahu kalian. Kalau nggak bersujud dan minta maaf padaku, jangan harap ada
Sekelompok kultivator itu dimaki habis-habisan oleh Raja Anjing hingga wajah mereka memerah.Namun, karena Tabib Suci ada di tempat itu, tidak seorang pun berani maju menerima tantangan. Bisa dibilang, dimaki oleh seekor anjing tanpa ada yang berani membalas, merupakan hal yang sangat memalukan."Hmph, benar-benar anjing yang mengandalkan kekuasaan tuannya. Nanti setelah masuk ke reruntuhan, aku ingin lihat sampai kapan kamu masih bisa bersikap sombong!"Tetap saja, ada beberapa orang yang melontarkan keluhan seperti itu."Sekumpulan orang tua! Setelah masuk ke reruntuhan, kalian juga nggak akan bisa berbuat apa-apa padaku!""Hmph, hmph, yang kutakutkan justru kalian menyinggungku sampai-sampai nggak bisa masuk ke reruntuhan!"Raja Anjing mengunci pandangannya pada beberapa lelaki tua yang berbicara tadi, lalu meniru gerakan manusia dan meludah dengan ekspresi meremehkan.Bagi para kultivator tingkat penebas dewa yang memiliki reputasi tinggi itu, penghinaan semacam ini tentu terasa ja
Tabib Suci juga tidak mempermasalahkannya. Dengan wajah sedikit muram, dia berkata, "Baiklah, kita berangkat sekarang."Kemudian, dia berbalik kepada Tirta dan yang lainnya. "Tirta, tolong kalian pimpin jalan.""Nggak masalah, Kak." Tirta menjawab sambil menahan tawa.Bahkan sebelum dia sempat berbicara, Priya sudah lebih dulu melesat ke udara. Anjing hitam besar itu tentu juga diseret Tirta untuk ikut bersama. Hanya saja, anjing itu tidak bisa terbang.Tirta terpaksa membagi konsentrasinya dan mengendalikan dua Pedang Terbang sekaligus untuk membawanya terbang.Swiing! Swiing! Swiing! Hampir semua kultivator yang telah bersiap sejak semalam berangkat bersama.Sesaat kemudian, langit tampak seperti dihujani meteor. Berbagai jenis Pedang Terbang dan cahaya spiritual berwarna-warni membentuk pemandangan yang sangat indah.Mereka melesat dengan kecepatan tinggi sambil meninggalkan jejak panjang di belakangnya.Tak lama kemudian, semuanya berubah menjadi titik-titik hitam yang bahkan tidak
Selain Tabib Suci, masih ada 17 orang suci dunia awani serta sejumlah kultivator kuat yang termasuk tokoh paling menonjol di antara para kultivator lainnya. Begitu melihat Tabib Suci memimpin Tirta dan rombongannya keluar dari gerbang Kebun Obat Suci, mereka langsung berbondong-bondong mendekat.Meski hanya menunggu semalam, cara mereka memandang rombongan itu sudah seperti narapidana yang mendekam sepuluh tahun di penjara lalu tiba-tiba melihat wanita cantik. Benar-benar penuh hasrat dan antusiasme yang sulit disembunyikan.Pendekar Suci berkata dengan tidak sabar, "Tiga Belas, sekarang kita sudah bisa berangkat, 'kan?"Pedang Terbang yang tergantung di pinggangnya juga berdengung tanpa henti, seolah siap menembus langit kapan saja.Sementara itu, orang suci peringkat ke-18, yaitu nenek tua yang tampak sangat renta hingga tubuhnya membungkuk, tersenyum sambil melangkah maju, memperlihatkan beberapa gigi yang masih tersisa."Kak, kamu buat adikmu ini menunggu begitu lama. Sekarang aku
Jangan bilang Tirta berhati licik karena menjebak mereka, padahal mereka tidak punya dendam dengannya.Ini adalah dunia kultivasi, tempat yang kuat memangsa yang lemah. Kalau kultivator lain yang menguasai Pedang Penumpas Dewa milik Tirta, membunuh mereka saja sudah termasuk hukuman yang ringan.Dibandingkan dengan keserakahan mereka terhadap harta karun di dalam reruntuhan, pelajaran kecil yang diberikan Tirta sama sekali bukan apa-apa.'Hehe, semua ini juga berkat kerja sama Kakak. Setelah aku mendapat banyak keuntungan nanti, tentu aku nggak akan melupakanmu.' Tirta mengirim transmisi suara.'Kalau begitu, aku ucapkan terima kasih lebih dulu.' Tabib Suci juga tidak sungkan dan langsung menerimanya dengan senang hati."Oh ya, Kak, sejak datang ke dunia awani, aku masih belum mendapat kabar tentang Guru. Kamu tahu beliau pergi ke mana?" Inilah yang sebenarnya ingin Tirta tanyakan sejak sore tadi. Namun, urusan Sodam yang menyebarkan kabar telah membuatnya tertunda.Petani Suci memang
Kebetulan lampu hijau menyala, jadi mobil di belakang membunyikan klakson. Tirta juga tidak memikirkannya lagi. Dia menjalankan mobilnya.....Tirta tidak tahu mobil Mercedes-Benz yang berpapasan dengannya di jalur lain dikendarai oleh orang Negara Martim.Orang itu tiba-tiba berseru kepada wanita b
Selain itu, Tirta juga tidak berniat melepaskan Elisa. Dia berpikir nanti dirinya akan sengaja menyiksa Ayu supaya Elisa yang bisa merasakannya juga ikut tersiksa. Akhirnya, Elisa yang akan memohon pada Tirta untuk memuaskannya.Tirta langsung bersemangat begitu memikirkan momen itu. Setelah masuk k
Ucapan Saba terkesan ambigu. Sudah jelas dia mengisyaratkan kepada Marila untuk menganggap Shazana dan Orion sebagai mertuanya.Kemudian, Yahsva yang iri mendesah dan menceletuk, "Aduh, alangkah baiknya kalau aku juga punya cucu perempuan. Jadi, aku juga bisa suruh dia bantu Marila menyeduh teh.""I
Mendengar bentakan Bahera, semua anggota pasukan khusus ketakutan. Ekspresi mereka berubah drastis. Hal ini karena Bahera tidak seramah Saba dan Yahsva. Semua orang yang tidak mematuhi Bahera pasti celaka.Namun, sekarang para anggota pasukan khusus belum berendam selama 1 jam. Biarpun melihat Baher







