مشاركة

Bab 75

مؤلف: Hazel
"Benar. Kalau nggak, mana mungkin aku memilih batu-batu itu?" balas Tirta dengan santai.

"Jangan mimpi, nggak mungkin ada giok di kedua batu itu!" tegur Gilang sambil mengepalkan tangan dengan erat. Dia yakin Tirta tidak akan seberuntung itu.

"Kenapa diam saja? Cepat dipotong!" perintah Irene yang sudah tidak sabar. Dia sudah tidak sabar untuk melihat isinya.

Staf menuruti perkataan Tirta dengan hanya memotong sedikit. Alhasil, terlihat begitu banyak giok di dalamnya. Kualitasnya bahkan tidak ma
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (5)
goodnovel comment avatar
Hendri Vic Purba
saya sudah baca cerita versi cinanya, ceritanya sangat menarik
goodnovel comment avatar
hans
semakin ngaur jalan ceritanya novel ini
goodnovel comment avatar
HARRY CHANDRA
top up nya .bisa Di kurangi sedikit ga
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3362

    Mengenai apa yang terjadi di dalam reruntuhan surgawi, Tirta dan yang lainnya tentu saja tidak mengetahuinya. Saat ini, mereka baru saja keluar dari lorong dan kembali ke dunia luar. Mereka bahkan belum sempat menikmati udara segar di dunia luar.Sret sret sret!Tiba-tiba terdengar beberapa suara benda tajam yang membelah udara. Bagaikan ular berbisa yang telah lama bersembunyi dan langsung melancarkan serangan mematikan begitu mangsanya lewat."Hm? Siapa yang berani lakukan penyergapan di sini?" kata Selvi sambil mendengus sebelum Tirta sempat melihat dengan jelas apa yang datang menyerang. Dengan telapak tangannya yang putih dan halus, dia melayangkan satu pukulan dan puluhan belati merah langsung menjadi serbuk besi.Plak plak plak plak!"Mampu hancurkan serangan gabungan dari sebelas kultivator tingkat semi pencapaian agung hanya dengan satu telapak tangan saja. Reputasi Jangkrik Suci yang menduduki peringkat kedelapan belas di Kota Suci dunia awani memang benar," kata Bakrie denga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3361

    "Aduh ... pinggangku," keluh Tabib Suci yang terjatuh tepat di samping Tirta. Dia telungkup di tanah cukup lama juga tidak bangkit kembali."Uhuk uhuk .... Kak, karena Kakak sudah keluar dari jalan ujian, aku rasa sudah waktunya kita tinggalkan tempat ini. Aku masih punya beberapa urusan penting yang harus diselesaikan," kata Tirta yang sama sekali tidak merasa canggung, melainkan segera membantu Tabib Suci berdiri. Saat Tabib Suci sedang tidak memperhatikan, dia diam-diam menyelipkan puluhan Cincin Penyimpanan ke pakaian Tabib Suci."Baik. Kalau begitu, ayo kita tinggalkan tempat ini," kata Tabib Suci sambil menyeringai dan menganggukkan kepala. Tubuhnya jelas tidak setangguh Tirta yang tahan dipukul.Setelah kejadian itu, keduanya menjadi jauh lebih sopan saat kembali ke hadapan Selvi.Setelah Tirta menjelaskan keadaannya, Priya juga setuju sepenuhnya untuk segera meninggalkan tempat itu. Bagaimanapun juga, kali ini mereka juga sudah mendapatkan hasil yang sangat besar. Satu-satunya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3360

    "Kakak baru saja keluar dari jalan ujian, tapi sudah bisa tahu langit dan bumi di tempat ini nggak sempurna. Sepertinya hasil yang Kakak dapat kali ini benar-benar luar biasa," kata Tirta sambil tersenyum."Tirta, sejujurnya ini nggak bisa dibilang dapat hasil yang besar. Aku hanya dapat pemahaman yang lebih mendalam soal alam dan segala kehidupan," jawab Tabib Suci dengan sangat rendah hati.Sebenarnya, pengalaman yang dialami Tabib Suci di jalan ujian hampir sama dengan Tirta. Dia melihat pohon purba menjulang tinggi dan planet-planet di setiap helai daunnya. Dia juga merasakan siklus kejayaan serta kemunduran segala makhluk dan pergantian tiada henti antara hidup dan mati. Dari sana, dia paham pertumbuhan segala sesuatu memiliki hukum kehidupan yang tak pernah terputus."Selamat, Tabib Suci.""Selamat, Tabib Suci ...."Setelah melihat Selvi menerobos ke tingkat pencapaian agung dan kini mendengar Tabib Suci juga hampir berhasil menerobos kapan pun, perasaan ketiga Orang Suci dunia a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3359

    Boom!Saat kepalan tangan Selvi dan telapak tangan itu bertabrakan, kekuatan dahsyat meledak dari titik benturan dan menyapu ke segala arah bagaikan gelombang raksasa.Krak!Dalam radius seratus mil, pepohonan berubah menjadi abu, pegunungan runtuh, dan bebatuan beterbangan menembus awan.Pada saat yang bersamaan, telapak tangan keriput itu juga dihancurkan oleh kepalan mungilnya Selvi hingga meledak berkeping-keping."Aargh ... mana mungkin kekuatanmu bisa meningkat begitu drastis. Ini bukan kekuatan seorang kultivator tingkat pencapaian agung," jerit makhluk itu dengan marah dan terkejut dari balik kabut hitam pekat. Tanpa ragu sedikit pun, dia langsung berbalik dan melarikan diri.Selvi yang saat ini benar-benar berbeda dibandingkan sebelumnya dan perbedaannya itu bagaikan langit dan bumi. Meskipun roh ganas era surgawi itu telah menyerap darah dan esensi banyak kultivator tingkat penebas dewa, roh itu tetap tidak mampu menahan satu pukulan Selvi."Huh. Teknik kultivasiku sudah semp

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3358

    "Nenek iblis, apa maksudmu ini? Suamiku sudah susah payah melindungimu selama kamu menerobos tingkatan, tapi kamu malah langsung pukul suamiku setelah berhasil. Keterlaluan sekali. Aku akan melawanmu," kata Irena yang tidak tahu situasi sebenarnya dan langsung dipenuhi amarah. Dia menghunus Pedang Haus Darah dan menusukkannya ke arah arah jantung Selvi dari belakang.Namun, saat Selvi tidak berjaga-jaga pun, Irena sudah tidak mampu melukai Selvi yang kini kekuatannya meningkat pesat."Kenapa Senior Selvi tiba-tiba pukul Tirta? Jangan-jangan dia kesurupan?"Yumika dan Priya juga hendak menghentikan Selvi. Namun, mereka melihat Selvi tidak menyerang dengan sungguh-sungguh dan tidak menggunakan kekuatan spiritual sedikit pun, bahkan hanya mengandalkan kekuatan fisik untuk memukuli Tirta. Oleh karena itu, mereka akhirnya memilih untuk diam. Meskipun begitu, mereka tetap merasa heran."Selvi, Tuan Tirta sudah melindungimu selama kamu menerobos tingkatan dan bahkan selamatkan nyawa kita semu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3357

    Cahaya hijau muda mulai muncul bagaikan tunas yang baru saja tumbuh. Hijau itu begitu cerah hingga mengalahkan cahaya emas sebelumnya dan dipenuhi aura kehidupan yang melimpah."Begitu jangkrik emas itu berubah jadi hijau sepenuhnya, Senior Selvi juga akan berhasil tembus tingkat pencapaian agung," kata Tirta.Namun pada saat itu, Tirta sama sekali tidak lengah. Karena selain ada tiga roh ganas dari era surgawi yang mengintai dalam kegelapan, Sodam juga entah bersembunyi di mana. Begitu Selvi berhasil menerobos tingkatan, bencana langit akan turun untuk memusnahkan orang yang menentang langit itu hingga menjadi abu."Salah. Obat spiritual di tempat ini nggak pernah mengalami bencana langit. Kalau wilayah ini memang nggak ada bencana langit, apa Senior Selvi masih termasuk berhasil menembus tingkatan?" kata Tirta saat sebuah pemikiran lain tiba-tiba muncul di benaknya. Tentu saja, dia belum pernah menemui keadaan seperti ini sebelumnya. Oleh karena itu, dia hanya bisa terus mengamati ap

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 675

    Ketika melihat Saba tidak keberatan, Tirta meneruskan, "Ini Pak Saba, ini Nona Shinta."Naura sontak terbelalak kaget. Dia bertanya dengan tidak percaya, "Apa? Ini Pak Saba, pahlawan pendiri negara? Astaga! A ... aku nggak nyangka punya kehormatan bertemu Pak Saba di sini! Aku telepon ayahku suruh di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 708

    Belasan menit kemudian, Tirta melakukan akupunktur untuk Agus."Tirta, kamu hebat sekali! Semua dokter di rumah sakit nggak bisa dibandingkan denganmu!" Agus seketika tidak merasakan sakit lagi. Dia menggerakkan tubuhnya. Tubuhnya dipenuhi energi seperti biasa."Hehe. Hasilnya nggak secepat itu. Kamu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 586

    Ketika melihat reaksi Susanti, Tirta tahu bahwa wanita ini cemburu karena melihatnya peduli pada Agatha. Bagaimanapun, ada banyak hal yang terjadi selama mereka berada di makam kuno. Mereka telah memiliki perasaan untuk satu sama lain.Secara fisik, mereka juga melakukan pertukaran yang menyenangkan.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 698

    Pada akhirnya, suasana di kantor polisi menjadi sunyi senyap. Dari ibu kota provinsi, yang tersisa hanya Amal yang tidak sadarkan diri dan Budi yang mengikuti di belakang Tirta tanpa mengatakan apa pun sejak tadi.Lutfi menyuruh pengawalnya untuk mengangkat Amal ke tumpukan sampah yang tidak jauh dar

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status