Short
Doomsday: Betrayed by My Wife for Her First Love

Doomsday: Betrayed by My Wife for Her First Love

By:  AnonymousCompleted
Language: English
goodnovel4goodnovel
10Chapters
1.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

The apocalypse has arrived. I carry multiple special abilities and am humanity's hope. However, my wife tears those powers out of me for the sake of her true love. I'm in unbearable pain. I beg her to stop, telling her I'll die. But she doesn't care at all. "Why are you so selfish? You have so many abilities and won't even give one to Ed. Stop being so dramatic. Why do you get to be the hero while my Ed stays an ordinary person?" What she doesn't know is that each special ability is like a heart—take it away, and the person dies.

View More

Chapter 1

Chapter 1

“Aku tidak mau menikah dengan lelaki yang tidak aku cintai!” teriak Miranda, air matanya mengalir deras di pipinya yang mulai kemerahan.

Di hadapannya, sang ibu, Desi, menatapnya dengan wajah penuh kelelahan. “Miranda, kamu seharusnya bersyukur mendapat restu dari keluarga mereka. Kamu tahu, mereka sudah banyak membantu kita! Ibu bekerja sebagai pembantu di rumah mereka, dan majikan Ibu sangat menghormati Ibu. Sekarang, mereka ingin menjadikanmu menantu. Apa salahnya membalas kebaikan mereka?”

“Tapi kenapa harus aku yang dikorbankan, Bu? Aku sudah punya seseorang yang sangat aku cintai,” isaknya, tubuhnya gemetar menahan gejolak di dadanya. Bayangan Cleo, kekasihnya, memenuhi pikirannya, dan ia merasa dadanya semakin sesak.

Desi mendesah panjang. “Ibu mohon... Tolong terima permintaan ini. Lihatlah ayahmu yang terbaring lemah di rumah sakit. Kamu pikir orang miskin seperti kita bisa membayar biaya pengobatan selama berhari-hari? Kalau bukan karena majikan Ibu yang menanggung semuanya, entah bagaimana nasib ayahmu sekarang.”

Miranda terdiam. Hatinya terasa tercabik saat membayangkan ayahnya yang sakit-sakitan, menahan lapar dan kesakitan karena tak memiliki uang. Ia sangat mencintai kedua orang tuanya dan tak sanggup kehilangan ayahnya. Dengan berat hati, ia mengangguk, menyetujui perjodohan yang terasa seperti hukuman baginya.

Desi tersenyum lega, lalu mendekap putrinya erat. Miranda membalas pelukan itu, meski hatinya berteriak menolak. Perlahan, ibunya berbisik, “Cepat putuskan hubunganmu dengan Cleo dan bawa semua barangmu ke rumah ini.”

“Ibu... Bolehkah aku menghabiskan waktu bersama Cleo untuk terakhir kalinya? Aku tidak sanggup pergi mendadak seperti ini,” pinta Miranda dengan suara bergetar.

Desi berpikir sejenak. Melihat putrinya memohon dengan tatapan penuh harap, akhirnya ia mengangguk. “Ibu beri kamu waktu satu hari. Setelah itu, kamu harus pulang dengan membawa semua barang-barangmu.”

Miranda mengangguk lemah. “Iya, Bu. Aku janji.”

Sementara itu, Cleo sedang berada di sebuah toko bunga. Ia tahu betul bahwa Miranda sangat menyukai bunga. Matanya tertuju pada setangkai bunga matahari yang cerah, mengingatkannya pada senyum Miranda yang selalu menghangatkan hatinya.

“Bunga matahari ini pasti akan disukai Miranda,” gumamnya seraya mengambil seikat bunga tersebut.

Saat kembali ke rumah, Cleo dikejutkan oleh kehadiran Miranda yang duduk termenung di teras. Wajah kekasihnya terlihat pucat dan tanpa semangat. Cleo tersenyum, mencoba mencairkan suasana. “Hai, kekasih hatiku.”

Namun, sebelum ia sempat mendekat, kakinya tersandung dan hampir terjatuh. Miranda refleks mundur beberapa langkah, tetapi segera menghampiri Cleo dengan cemas.

“Kamu nggak apa-apa?” tanyanya khawatir.

Cleo tertawa kecil, mencoba meredakan ketegangan. “Aku baik-baik saja.”

Miranda menghela napas lega. Cleo kemudian mengulurkan bunga matahari ke arahnya. “Jaga bunga ini seperti kamu menjaga hatimu untukku.”

Tanpa bisa menahan emosinya, air mata Miranda kembali jatuh. Cleo terkekeh. “Wah, sampai terharu begini? Aku makin sayang sama kamu.”

Miranda menatap bunga di tangannya, lalu menatap Cleo. Dengan cepat, ia memeluk kekasihnya erat, seakan ingin menyimpan momen itu selamanya. Cleo tersenyum, mengusap lembut punggungnya.

Keesokan paginya, Cleo terbangun dan mendapati Miranda sibuk memasukkan barang-barangnya ke dalam tas besar. Dahinya berkerut. “Sayang, kamu ngapain pagi-pagi sudah sibuk beres-beres?”

Miranda terdiam. Ia menarik napas panjang, mencoba mencari keberanian. Setelah beberapa detik hening, akhirnya ia berkata dengan suara lirih, “Maafkan aku, Cleo.”

Cleo mendekat, tatapannya penuh kebingungan. “Kamu ada masalah?”

Tiba-tiba, Miranda menangis sejadi-jadinya dan kembali memeluk Cleo. “Aku dipaksa menikah dengan pria lain. Aku harus membalas kebaikan majikan Ibu dengan menikahi putra mereka.”

DEG.

Seolah tersambar petir, Cleo merasakan dunianya runtuh. Tidak mungkin. Tidak mungkin Miranda, wanita yang sangat ia cintai, akan dinikahkan dengan pria lain. Dengan air mata yang mulai menggenang di matanya, ia menggelengkan kepala, menolak kenyataan itu.

“Aku tidak mau kamu pergi!” Cleo berlutut di hadapan Miranda, menggenggam tangannya erat. “Aku sangat mencintaimu, Sayang. Tidak ada wanita lain yang bisa menggantikanmu di hatiku.”

Miranda ingin membalas genggaman itu, tapi sebelum ia sempat melakukannya, seseorang menerobos masuk ke dalam rumah.

“Lepaskan dia!”

Desi berdiri di depan pintu, wajahnya penuh amarah. Dengan kasar, ia menarik Miranda dari Cleo dan mendorong tubuh pria itu hingga tersungkur.

“Jangan berani-berani mendekati calon istri orang!” bentaknya.

Cleo bangkit, matanya penuh amarah dan kesedihan. “Bu, tolong. Kami saling mencintai. Miranda juga mencintai saya. Tolong batalkan perjodohan ini.”

PLAK!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Miranda. “Kamu sudah berjanji akan memutuskan hubungan dengan dia!” suara Desi bergetar, namun penuh ketegasan.

Desi menyeret Miranda ke luar rumah. Cleo berusaha mengejar, tetapi seorang ajudan majikan keluarga Miranda mencegatnya dan mulai memukulnya dengan brutal.

Miranda berteriak histeris. “Jangan pukul dia! Aku mohon!”

Namun, Desi hanya menutup telinganya, mendorong putrinya ke dalam mobil dengan paksa.

“Aaahh!” Miranda menjerit saat tubuhnya terhempas ke dalam mobil.

Dari percakapan ibunya dan ajudan itu, Miranda mengetahui bahwa Cleo telah pingsan akibat pukulan brutal tersebut. Matanya memburam oleh air mata. Ia ingin keluar, ingin menolong kekasihnya, tetapi Desi sudah menyuruh ajudan untuk segera melajukan mobil menuju rumah majikan mereka.

Saat tiba di sana, rumah itu sudah dipenuhi tamu undangan. Miranda kembali diseret oleh Desi, kali ini dengan rambutnya yang berantakan. Tatapan para tamu tertuju pada mereka.

Kelvin, pria yang akan menjadi suaminya, memandangnya dengan jijik. “Apa gembel ini yang akan menjadi istriku?”

Miranda hanya bisa menggigit bibirnya, menahan isak yang ingin pecah. Hatinya berteriak meminta pertolongan, tetapi tidak ada seorang pun yang peduli.

“Saya nikahkan..." Seketika semua berubah dalam sekejap~

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status