Fated by The Moon

Fated by The Moon

last updateHuling Na-update : 2025-03-13
By:  InpeaceplaceKumpleto
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
2 Mga Ratings. 2 Rebyu
120Mga Kabanata
1.8Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Eve Langley never expected her life to change when she returned to the quiet town of Black Hollow to settle her grandmother’s affairs. What was supposed to be a peaceful visit turns into a nightmare when she is attacked by a mysterious wolf and survives—only to find herself transformed in ways she doesn’t understand. As the next full moon approaches, Eve realizes the truth: Black Hollow is home to werewolves, and she is now one of them. But it’s not just any transformation. She’s caught in a struggle between two powerful werewolf packs—the ruthless Shadowfangs and the noble Silverclaws. Worse, she learns that she is fated to be the mate of Luca Thorne, the cold, commanding Alpha of the Silverclaws. Caught between fear and desire, Eve must navigate a world of danger, deceit, and shifting loyalties. The Shadowfangs are after her for an ancient prophecy that could change everything, and Eve’s growing connection to Luca only complicates matters. With the Blood Moon rising, Eve must choose her path—and decide whether she will embrace her fate or fight against it

view more

Kabanata 1

Chapter 1: The Return to Black Hollow

“Albert mulai berubah.”

Tubuh Zafira langsung menegang. Ia baru saja tiba di mansion keluarga ketika suara itu terdengar dari balik pintu ruang kerja ayahnya.

“Bukankah itu berbahaya?” tanya seorang pria yang tidak dikenalnya.

“Aku tahu.”

Zafira membeku. Ia mengenali suara itu. Vivi, kakak tirinya. Tangan Zafira yang menggenggam vas bunga perlahan mengencang. Awalnya ia hanya ingin memberi kejutan kepada ayahnya setelah menerima pesan singkat yang dikirim pria itu beberapa saat lalu. 'Kalau sempat datang ke mansion ya. Ayah kangen sama putri Ayah.'

Pesan sederhana itu membuatnya langsung mengubah tujuan perjalanan. Apalagi hari ini suasana hatinya sedang sangat baik. Kehamilannya telah memasuki bulan ketujuh dan hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan bahwa bayinya tumbuh sehat. Tidak lama lagi ia akan bertemu dengan buah hati yang selama ini ia tunggu.

Belakangan ini bahkan sikap Albert Pratama mulai berubah. Pria yang selama ini bersikap dingin itu perlahan menunjukkan perhatian. Ia mengingatkannya untuk makan tepat waktu, memarahinya jika terlalu lelah bekerja, bahkan sesekali diam-diam menyiapkan makanan kesukaannya.

Perhatian-perhatian kecil itu membuat harapan yang selama ini ia pendam kembali tumbuh. Mungkin Albert mulai mencintainya. Namun kini, berdiri di depan pintu ruang kerja ayahnya, perasaan hangat itu lenyap tanpa jejak.

“Sebelum semuanya terlambat, Zafira harus mati.”

Deg. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Napasnya tercekat.

Apa maksud Vivi?

Mengapa kakak tirinya mengatakan hal seperti itu?

“Apakah Albert sudah tahu?” tanya pria tadi.

“Belum.”

“Kalau dia tahu, semuanya akan berakhir.”

Vivi tertawa pelan.

“Tapi dia mulai mencurigai beberapa hal.”

“Karena itu kita harus bertindak sekarang.”

Tubuh Zafira mulai gemetar. Naluri buruk memenuhi dadanya. Ia tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan, tetapi instingnya mengatakan bahwa semua ini berhubungan dengannya. Lalu suara Vivi kembali terdengar.

“Aku tidak akan membiarkan Zafira hidup lebih lama lagi.”

Brak!

Vas bunga terlepas dari tangannya dan pecah berkeping-keping di lantai. Suara itu memecah keheningan. Percakapan di dalam ruangan langsung terhenti. Wajah Zafira memucat. Pintu ruang kerja perlahan terbuka. Dan saat itulah dunia Zafira runtuh.

“Ayah...?”

Suara Zafira bergetar. Tubuh Hendro masih duduk di kursi kerjanya. Namun ada sesuatu yang sangat salah. Wajah pria itu pucat. Matanya tertutup. Salah satu tangannya terkulai lemas di sisi kursi. Tidak bergerak, juga tidak bernapas. Jantung Zafira langsung mencelos.

“Ayah!”

Ia berusaha berlari masuk, tetapi langkahnya terhenti saat Vivi muncul dari balik pintu. Tatapan wanita itu begitu asing. Begitu dingin. Sungguh berbeda dengan biasanya. Seolah orang yang berdiri di hadapannya bukanlah kakak yang selama ini ia kenal.

“Kak... apa yang terjadi?”

“Ternyata kau mendengarnya.”

“Apa yang kau lakukan pada Ayah?”

Vivi tersenyum tipis.

“Kau tidak perlu tahu.”

Air mata langsung menggenang di mata Zafira.

“Kak, jawab aku!”

Senyum Vivi perlahan menghilang.

“Bukankah orang mati tidak membutuhkan penjelasan?”

Tubuh Zafira membeku. Ketakutan mulai menguasai seluruh tubuhnya.

“Lakukan.”

Perintah Vivi terdengar datar. Pria yang berdiri di belakangnya langsung bergerak. Zafira refleks berbalik dan berusaha melarikan diri. Namun tubuhnya yang sedang hamil membuat langkahnya jauh lebih lambat. Dalam hitungan detik pria itu berhasil menangkapnya.

“Lepaskan aku!”

“Tolong!”

Air mata mulai mengalir di pipinya.

“Vivi! Tolong!”

Namun Vivi hanya berdiri diam. Tidak ada belas kasihan sedikitpun dalam tatapannya.

“Apa salahku padamu?” teriak Zafira.

Untuk sesaat Vivi terdiam. Kemudian senyum tipis muncul kembali di bibirnya.

“Salahmu?”

Tatapannya berubah dingin.

“Tidak ada.”

“Kesalahanmu hanya satu.”

Vivi menatapnya lurus.

“Kau terlahir sebagai putri ayah yang paling dicintai.”

Dorongan keras menghantam tubuh Zafira.

“Aaaah!”

Tubuhnya kehilangan keseimbangan. Semuanya terjadi begitu cepat. Tubuhnya terjatuh ke belakang dan menggelinding menuruni tangga panjang itu. Benturan demi benturan menghantam tubuhnya. Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuh. Hingga akhirnya ia terhenti di dasar tangga.

Napasnya tercekat. Perutnya terasa seperti dihancurkan. Lalu ia merasakan sesuatu yang hangat mengalir di antara kedua kakinya.

Darah. Banyak sekali darah.

“Anakku...”

Tangannya yang gemetar langsung memegangi perutnya. Air mata terus mengalir tanpa henti.

“Tolong...”

“Tolong selamatkan anakku...”

Namun tidak ada yang datang.Tidak ada yang menolongnya. Di atas tangga, Vivi hanya berdiri memandang dengan wajah datar. Seolah hidup dan mati Zafira sama sekali tidak berarti.

Kesadarannya mulai memudar.Pandangannya perlahan mengabur.Mengapa? Mengapa Vivi begitu membencinya? Bukankah mereka keluarga?

“Apa yang terjadi?”

Suara yang sangat dikenalnya terdengar dari kejauhan. Albert. Zafira berusaha membuka matanya. Sosok suaminya berdiri beberapa langkah darinya.

“Tidak ada yang terjadi,” jawab Vivi tenang.

“Dia jatuh sendiri karena tidak hati-hati.”

Kemudian wanita itu tersenyum.

“Bukankah sejak awal kita sudah tahu kalau ini akan terjadi?”

Tubuh Zafira menegang.

“Dia hanyalah tumbal.”

Air mata kembali mengalir dari sudut matanya. Tumbal?

“Dan setelah semuanya selesai, aku akan menjadi istrimu.”

Albert membeku. Ia tidak membantah, juga tidak menyangkal. Tidak mengatakan bahwa semua itu bohong. Saat itulah hati Zafira benar-benar hancur. Jadi selama ini dirinya memang hanya tumbal. Korban yang sudah dipersiapkan sejak awal. Namun ketika kesadarannya hampir hilang sepenuhnya, ia melihat sesuatu yang tidak pernah ia duga. Penyesalan. Mata Albert memerah. Pria itu berlutut di sampingnya. Kemudian membungkuk hingga bibirnya berada di dekat telinganya.

“Aku menyesal, Fira.”

Suaranya bergetar.

“Sungguh menyesal telah menjadikanmu tumbal.”

Air mata jatuh dari mata Zafira. Terlambat. Semuanya sudah terlambat.

“Aku sudah berusaha melindungimu.”

Suara Albert terdengar semakin berat.

“Mengapa semuanya tetap terjadi?”

“Mengapa takdir ini tidak bisa diubah?”

Pandangan Zafira mulai gelap. Suara-suara di sekitarnya perlahan menghilang. Dan bersama anak yang belum sempat lahir ke dunia, Zafira mengembuskan napas terakhirnya.

Bersambung........

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Rebyu

Ephermal_
Ephermal_
I love this kind of story ...️
2025-03-16 20:02:59
1
0
DREAMPATH
DREAMPATH
Thanks Author for this Amazing story
2025-03-02 13:45:43
1
1
120 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status