Mag-log inNisha Eumerriah Normandeou, woman who wanted nothing but peace. However, that dream suddenly disappears when she found out she was one of the successful experiments called Fentanyl. After being isolated, as she steps into Ottawa Green University, one of the luxurious university, she will gradually discover everything. Until the massacre began without knowing what the reason was. And when she saw the corpses, she discovered to herself that dead bodies were one of her weaknesses. The question is, can she handle being one if her weakness is related to dealing with a corpse? Will they find the mastermind of the trouble in the city called Ottawa? And can she control the demon that infiltrates her mind?
view moreEoghan Thornton, sosok berkepribadian tangguh dan wajah tampan yang kerap muncul di sampul majalah bisnis, memerintah dengan elegansi. Sebagai pembisnis sukses yang melambung tinggi di dunia korporat, kehidupannya dihiasi dengan kekayaan dan kekuasaan. Mansion megahnya, setinggi ambisi dan setajam intuisinya.
Di balik tirai sutra yang tebal, diterangi lampu-lampu gantung bergaya vintage, Eoghan duduk di kursi kulit mewahnya. Ruangan itu diisi dengan senyuman keluarga yang dilukiskan dalam potret masa lalu, mencerminkan warisan keluarga yang kaya raya. Dirinya terbiasa dengan dunia aristokrasi yang dikelilingi oleh karya seni mahal dan perabotan bersejarah yang disusun rapi. Di sisi lain bangunan mansion-nya, seorang wanita bernama Serena merayap dengan hati-hati. Dahulu, dia adalah seorang kurator seni, membenamkan dirinya dalam keindahan dan sejarah seni. Namun, kini dia telah menjelma menjadi penjahat yang berprofesi sebagai pencuri spesialis benda seni. Plan dan skema penyusupannya telah disusun dengan cermat. Di balik gaun hitam yang memeluk tubuhnya, Serena menyelinap ke dalam mansion megah Eoghan dengan hati-hati, gaun hitamnya melambai lembut di setiap langkah. Eoghan, sibuk merayakan kegagalan perjodohannya dengan sebotol anggur merah di balkon mansion-nya. Pandangannya terfokus pada langit malam yang berkilauan, dan hatinya dipenuhi kepuasan. Namun, ketika Serena menyelinap melalui lorong menuju ruang brankas di keheningan malam, sebuah guci antik di atas meja kayu terjatuh dan pecah. Suara nyaring pecahan kaca itu membuat Eoghan terhenti dari euforia mabuknya. Mata Eoghan dan Serena bertemu melalui jendela, dan dalam sekejap, atmosfer malam berubah. Eoghan, yang seharusnya tenggelam dalam perayaannya, merasa terganggu oleh kehadiran sosok yang asing. Serena, dengan sigap bersembunyi di balik pilar. "Siapa kau?" desis Eoghan, langkah-langkahnya yang mabuk mendekat ke tempat Serena berdiri. Serena, tanpa kehilangan ketenangan, menjawab dengan suara lembut, "Maafkan saya, Tuan. Saya pelayan baru." Namun, jawaban itu semakin membuat Eoghan curiga, "Ini ruang pribadiku! Apa yang kau cari di sini?" tanyanya dengan nada yang meninggi. Mereka saling berhadapan di koridor yang dipenuhi keheningan. "Ini malam ulang tahunku, bukan?" ucap Eoghan tiba-tiba, seolah-olah menemukan solusi yang masuk akal. Dengan pandangan mabuknya, dia mengira Serena adalah wanita yang dibawa oleh Daniel untuknya. Serena, terkejut oleh perubahan arah pembicaraan, mencoba menjelaskan bahwa itu hanyalah kesalahan. Namun, Eoghan, yang terlanjur yakin dengan pandangannya sendiri, merasa dihibur oleh hadirnya Serena. "Marilah kita nikmati malam ini bersama," ajak Eoghan dengan antusias. Eoghan, masih penuh dengan keyakinan yang salah, mengajak Serena untuk duduk. Sofa kulit yang lembut dan lampu gantung kristal menciptakan atmosfer yang kontras dengan ketegangan di antara mereka. Serena, yang tidak ingin memperburuk situasi, menuruti ajakan Eoghan. Namun, ia menyadari bahwa harus menemukan cara untuk bisa kabur dari Eoghan. "Saya benar benar seorang pelayan di sini," ucap Serena, mencoba memberikan penjelasan yang sederhana. Eoghan memperhatikan dan mengamati Serena lebih dalam, dia terkejut oleh kecantikan Serena yang bersinar di bawah gaun hitamnya. Keyakinannya pada kejutan ulang tahun semakin kuat. "Kau terlalu cantik untuk itu," sahut Eoghan, masih tertutup oleh keyakinannya sendiri. Eoghan, masih terhanyut dalam keyakinannya yang salah, menuangkan anggur ke dalam dua gelas kristal. "Kita bisa merayakan malam ulang tahunku bersama," kata Eoghan, mengangkat gelasnya dengan senyum yang mabuk. Serena yakin bahwa Eoghan yang sudah tampak sangat mabuk akan segera roboh. Dia mengangkat gelasnya dan menjawab, "Tentu, selamat ulang tahun Tuan," Malam itu, Serena yang tidak pernah meminum alkohol itu mengambil keputusan berisiko dengan meneguk anggur pemberian Eoghan, sebagai langkah yang diambilnya untuk meredakan kecurigaan. Eoghan yang terhanyut dalam keadaan mabuknya, bercerita tanpa henti tentang kisah lucu mengenai salah satu bawahannya. Serena berpura-pura tertarik, tersenyum dan mengangguk setiap kali Eoghan mengakhiri setiap ceritanya. "Kau tahu, dia yang paling aneh. Selalu membuatku tertawa setiap kali dia berada di sekitar," ujar Eoghan sambil mengisyaratkan ke arah sofa yang kosong, seakan-akan bawahannya itu duduk di sana. Serena memainkan perannya dengan baik, "Benar-benar lucu, Tuan Thornton. Saya bisa membayangkan betapa menghiburnya dia." Eoghan, semakin terhanyut dalam ceritanya, tertawa terbahak-bahak. Sementara Serena menjaga penampilannya. Di tengah tawa yang mengisi hingga ke seluruh ruangan, Serena mencoba mengukur saat yang tepat. Ia merasa yakin bahwa sebentar lagi, Eoghan akan menyerah pada efek alkohol, memberinya peluang untuk melanjutkan aksinya mencuri. Namun, perkiraannya meleset. Keadaan berubah ketika Serena, yang sebelumnya tampil begitu percaya diri, tiba-tiba merasa dunianya berputar. Rasa yang tak bisa dihindari terus menghampirinya, dan tanpa terasa, langkahnya menjadi goyah. Di antara tawa dan cerita Eoghan yang semakin merayap ke telinganya, Serena jatuh tumbang lebih dulu karena mabuk. Keesokan paginya, Serena terbangun dengan kepala yang terasa berat, mendapati dirinya berada di tempat tidur yang tak dia kenal. Suasana kamar mewah yang dipenuhi dengan cahaya lembut matahari memperjelas betapa kontrasnya malam sebelumnya. Matahari pagi yang lembut itu menyinari selimut sutra yang tergeletak begitu indah di atas tempat tidur besar berbalut linen putih. Desain interior yang elegan menciptakan suasana yang damai, dengan tirai yang terbuka lebar, membiarkan cahaya matahari pagi menyelinap masuk dan menari-nari di permukaan lantai marmer. Serena, yang duduk di ujung tempat tidur yang lembut, merasakan sentuhan sutra yang mewah di ujung jarinya. Karpet tebal di bawah tempat tidur memberikan sentuhan hangat pada suasana pagi itu. Saat gadis itu mencoba memahami bagaimana malam itu berakhir dengan keadaan seperti ini, Eoghan tiba tiba muncul dari pintu kayu yang menjulang tinggi. Eoghan, dengan langkahnya yang tenang, membawa aroma harum kopi segar ke dalam kamar. "Selamat pagi," sapa Eoghan dengan senyum hangat, sembari menempatkan secangkir kopi di meja samping tempat tidur. Serena, dengan pandangan bingung, menatap sekeliling kamar yang dipenuhi dengan unsur kemewahan. Kaca jendela dari lantai ke langit-langit menampilkan pemandangan taman yang hijau. "Kau tidur nyenyak semalaman," sambung Eoghan, mencoba memecah keheningan. Serena mencoba merangkai ingatannya. Hal yang terjadi tidak sesuai dengan rencananya, pandangannya mencari petunjuk di sekitarnya. "Apa yang terjadi tadi malam?" Eoghan tersenyum, mencoba memberikan penjelasan ringan. "Kita menyulap tadi malam menjadi suatu kenangan yang tidak terlupakan." Penjelasan absurd Eoghan, membuat Serena mengira tadi malam mereka telah melakukan perbuatan tak terpuji yang menodai kesuciannya. Tebakannya diperkuat dengan dirinya yang kini hanya mengenakan pakai dalam. Dengan frustrasi Serena merutuki kecerobohannya yang meneguk benda terlarang tadi malam. Eoghan tertawa kecil sembari menyeruput kopinya, memperhatikan Serena yang sedang berusaha membungkus rapat tubuhnya. Pemandangan itu adalah tontonan yang menarik baginya. Serena menatap tajam ke arah Eoghan yang sedang mengamatinya dengan secangkir kopi. Hal pertama yang direncanakannya adalah meninggalkan mansion Eoghan tanpa membongkar identitasnya sebagai pencuri. Namun dia lupa, tadi malam dia berperan menjadi seorang pelayan atau seorang wanita bayaran yang melayani Eoghan? .Third Person's Point of ViewMay mga taong nakapulong sa isang silid. They're in a serious atmosphere and who ever dared to disturb them will die. There was a man sitting in front— their master more like their leader. He's holding a glass of wine and sipping it silently while observing his men."The Ottawa Clint High deserves an ambush," the boss commanded using his calm voice. Nakayuko lang ang kaniyang mga tauhan. Nakikinig sa ano man ang sasabihin ng pinuno nila. "We all know that some of the students there are demons. Kill them and makes an exception to those students that are innocent. That Ottawa Clint High should be our territory. Crash it without mercy. Kill them without thinking twice. Meeting adjourned," the men bowed in chorus before they leave the meeting room.The boss drank the wine in straight before he turned on the t
Nisha's Point of ViewTahimik lang akong nakikinig sa guro at tahimik din akong nag-oobserba sa lalaking nakabunggo sa akin kanina. He's looking for something and I know for sure that he's looking the paper that I was holding earlier.I put it inside of my bag.I don't have any plans to tell anyone.I tried to closed my mind earlier because I don't want Shawn to know what's running in my head. I don't know why but something telling me that Shawn can read minds and I want to know how the hell it happened and how he can do it. Napaayos ako ng tayo when I heard a bell. This class is weird. All the students are behave and I didn't hear any gossiping just like what other students do in the movies. No one is murmuring and they are just silent and they gave their attention attentively to the adviser who's giving u
Nisha's Point of ViewDalawang araw ang nakalipas nang makalabas ako sa clinic. The class will start tomorrow. I don't know what's await for me. I feel nervous and I can sense that I need to be ready. What for? Until now, I'm still trying to digest everything and it's not easy. I never saw Rebecca, Dylan and Christopher again."Are you ready for tomorrow?" Nabaling ang paningin ko kay Nathalie. We are in the sala and watching some news from television. Nathalie also told me that there is no uniform in Ottawa Green.Maging ngayon ay bumabagabag pa rin sa akin ang nangyayari. I cannot do anything and I don't have any choice but to continue my life. I know that there are still more and I can't bear losing someone's life again. What should I do to avoid it? Shawn and Nathalie didn't leave in my side and I am so pleased for having them beside me. They are
Nisha's Point of View"What happened to those people, Dad?" Naalimpungatan ako dahil sa isang pamilyar na boses. I can't open my eyes and the only thing that is left working are my ears. There's something inside me, telling me that I should pretend unconscious, plus I want to hear what they were talking about. I don't know what happened. Did I fell asleep?"They were seen in a laboratory. Not just in a simple lab. Isang laboratoryo kung saan doon din makikita ang tungkol sa Fentanyl. They do not know how dangerous it is. That Fentanyl became liquid and in just one touch, there's a possibility that you'll be a monster." Shawn's father stated. Napasinghap ako ng palihim dahil sa aking narinig. What the hell? Hindi ko inaakalang magiging ganoon ka-delikado ang Fentanyl na sinasabi nila. But a question popped up into my mind.
Greenhills LocationTime: 1 P.M"How is it?" Malamig na tanong ng isang matanda na nasa pitongpung taong gulang at kaharap nito ang isang lalak
Nisha's Point of ViewWe've been walking for almost one hour. It irritates me but I didn't complain anything. Patuloy lang na naglalakad si Shawn na nakapamulsa. Parang hindi napagod ang isa. Nasa isang masukal na gubat
Nisha's Point of View"Young lady? Wake up," I slowly opened my sight and I saw a pair of
Ottawa Green UniversityTime: 12:00 AMNisha's Point of ViewNagising ako dahil sa isang ingay. No— I heard people talking. I can feel they are two people. I



![Just One Night [Tagalog]](https://yfbwww.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)


Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
Rebyu