MasukMobil mewah milik pak Mihardo masuk ke dalam halaman rumah mungil yang tertata apik dengan aneka macam bunga. Pak Tikno,turun membuka pintu mobil untuk Diandra yang langsung keluar dari mobil menghampiri pak Mihardo yang sudah dibukakan pintu mobil oleh seorang pria paruh baya. "Hari ini cepat pulang," "Saya hanya sebentar, mau istirahat setelah itu kembali ke pabrik." "Pak Mihardo, saya pamit." "Pamit kemana?" "Saya balik ke pabrik." "Sebentar kita kembali ke pabrik, kita istirahat dulu." "Tapi....." " Biar kamu tunggu sampai hari berikutnya tidak ada taksi maupun kendaraan umum di daerah ini." Diandra ragu -ragu, memeluk tas jinjing nya erat -erat tanda ada rasa khawatir. "Sudah masuk, saya mau istirahat sebentar, setelah itu kita kembali ke pabrik." "Iya mbak, ikut saja katanya pak Mihardo dari pada mbak tunggu taksi atau kendaraan umum yang jarang lewat," Dibantu pria paruh baya tanpa menggunakan tongkat,pak Mihardo masuk ke dalam rumah. Diandra memand
Pertanyaan Hafid yang tidak disangka-sangka tentu saja membuat Diandra kaget. Diandra berusaha menyembunyikan rasa kagetnya tapi percuma justru perkataan Hafid sukses membuat Diandra pucat,hal yang sangat sensitif untuk diungkapkan siapa ayah biologis baby boy. 'Apakah Hafid sengaja memancing?Agar aku beraksi?' batin Diandra. Terngiang kembali tawa mengejek ,senyum sinis Hafid.'Hum ia sengaja memancing setelah aku katakan tidak perduli apartemen yang dibeli Feliks untukku diserobot oleh keluarga Javier. Diandra tahu keinginan Hafid agar ia kembali hidup bersama Feliks. Setelah mengetahui mengapa Feliks menceraikannya, Diandra malah sakit hati.. 'Kalau dia benar mencintaiku ia akan mempertahankan pernikahan kami bukan dengan mengeluarkan kata cerai .Apakah Feliks masih mencintai mama?' pikiran Diandra terus menerus merobek masa lalunya. "Bu, sudah sampai." Diandra tertegun melihat kawasan pabrik sudah di depan mata,"Pak, saya bayar ongkosnya. Bisakah bapak antar saya ke ruma
Diandra berjalan beriringan dengan Rieke membicarakan kejadian di ruang desain. "Mengapa Gracela membencimu?" tanya Rieke. "Hum.... mungkin aku saingan beratnya," "Saingan berat ? untuk merebut perhatian pak Mihardo? Aku lihat kamu sering didatangi oleh owner." "Bagiku didatangi pak Mihardo hal yang biasa, bukankah dia owner? kalau aku yang mendatanginya dan menggodanya itu baru luar biasa." "Hum... aku dengar gosip katanya kalian berpelukan di ruang desain," Diandra tertawa kecil,"Pak Mihardo datang ke ruang desain ingin mengajak aku ke pemasok perak . Aku tidak tahu dia datang ,dia ada belakangku. Aku akan ambil air di dispenser berbalik mau ambil tumbler yang tertinggal , tahulah... terjadilah kecelakaan. Untuk menyelamatkan diri agar tidak jatuh aku memeluknya dan dia memelukku. " "Rupanya Gracela melihat kejadian itu dan membuatnya marah." ujar Rieke. "Dan langsung menyebarkan gosip karena tidak ada tanggapan dia bertindak sendiri."ujarnya lagi. Diandra tersenyum kecil,"I
Diandra tidak fokus pada sketsa di depannya, pikirannya melayang jauh ke masa lampau tanpa terasa air matanya mulai menitik jatuh di kertas sketsa kalung dengan mainan liontin dua angsa yang sedang bercumbu, "Swan in love" judul desain, "two swan with their long neks curved to make a heart shape, menggambarkan dirinya dan Mike memadu cinta. Diambilnya tisu, dihapusnya air mata yang jatuh ke sketsa,'Mengapa aku mau kembali ke masa lalu, bukankah aku sudah melangkah jauh meninggalkan semua kenangan pahit? ' batinnya. Ditatapnya sketsa , dua angsa dalam cinta melambangkan kesetiaan sejati dan ikatan seumur hidup, 'Aku telah memutuskan menutup lembaran kelam masa laluku, meraih kebahagiaan bersama Mike .'Batinnya. Wajah Mike yang tampan terbayang di pelupuk matanya, "Dia sempurna,"desis Diandra. "Mike aku merindukanmu," bisiknya. Mike sempat menelponnya ketika pesawat pribadinya mendarat di Frankfurt , Jerman setelah itu tidak ada khabar beritanya.Sebulan sudah Mike balik ke Jer
Ternyata Gracela tidak jadi datang keesokan harinya, malah beberapa barang lebih dulu datang bertumpuk di mess tempat Diandra dan Rieke tinggal,akhirnya diputuskan Gracela tinggal di mess utama disambut Rieke dan Diandra dengan saling tos tangan. Rupanya kedatangan ibu Gracela telah menjadi pembicaraan umum di pabrik Saat makan siang, Diandra dan Rieke menuju ke kantin , para pekerja pabrik sudah mengantri mengambil makanan, terdengar suara seorang perempuan,"Pabrik kita akan bertambah perempuan ayu," "Siapa mbak?" tanya seorang pria. "Kulo mboten ngertos,katanya desainer perhiasan,pasti cuantik seperti mbak Diandra dan mbak Rieke." "Cantik dan harum," timpal seorang wanita. "Kedatangan mbak Diandra dan Mbak Rieke ditambah lagi dengan desainer cantik , suasana pabrik akan semakin semarak sumringah." Diandra dan Rieke menulikan telinga mereka, menyapa dan tersenyum kepada mereka yang dekat dengan antrian mereka. "Mbak Diandra katanya akan ketambahan desainer?"tanya seorang ibu y
Diandra bergegas meninggalkan ruang kerja pak Mihardo, membiarkan mbak Mirna dan Hafid mengurus pak Mihardo. Hafid rupanya tahu caranya menangani sesak nafas yang dialami pak Mihardo. Sambil berlari kecil menuju ruangannya, pikiran Diandra flashback ke masa lalu , luka lama kembali membawa ketakutan dalam dirinya, takut jika pak Mihardo adalah Feliks Kartamihardo owner PT Kencana Mulia Abadi minta maaf dan meminta Diandra kembali kepadanya. 'Oh... tidak! Bagaimana kalau dia tahu anak yang ditabraknya adalah anak kandungnya?' batin Diandra. 'Baby boy anakku, kelak Mike Kaiser akan mengangkatnya sebagai anaknya.' Pikirnya. Dengan tubuh gemetar disertai wajah pucat Diandra masuk ke ruang kerja nya,"Hai,ada apa denganmu. Seperti kau dikejar setan."teriak Rieke. Diandra tidak merespons, mengambil tumbler nya langsung meneguk air karena tergesa-gesa menyebabkan Diandra tersedak diikuti dengan batuk -batuk. Rieke langsung berdiri dari kursinya mendekati Diandra menepuk lembut punggung D
Tinggal di rumah tante Deasy , Diandra benar-benar dimanjakan. Pagi hari biasanya menyiapkan sarapan untuk dirinya, tidak berlaku sejak Diandra diterima di rumah tante Deasy. Diandra tinggal di rumah induk yang besar dan mewah, tidak seperti di rumahnya , rumah subsidi yang hanya terdiri dari dua ka
Pertanyaan itu selalu menggelayut di pikiran Diandra. Mengapa aku dilahirkan? Mengapa mama membenciku, apakah salahku ?Setiap aku berbuat kesalahan segala sumpah serapah keluar dari mulut mama. Tiada hari tanpa ada cinta, tak ada senyum yang ada hanyalah muka datar, dingin ,bibir tipis mengurat kua
Dua tahun kemudian. Diandra berdiri tegak di tengah kerumunan orang yang berseliweran di bandara Soetta,rambut panjang yang hitam dibiarkan terurai di punggung, fitur tubuh yang menawan beralaskan kulitnya putih dipadukan dress ungu panjang semakin nampak mempesona.Diandra telah bermetamorfosis da
Dua tahun di Jerman, Diandra berusaha menyimpan luka di hatinya, luka meninggalkan mamanya yang tidak peduli dirinya setelah tiga tahun meninggalkan rumah. Tidak pernah mamanya mencarinya atau sekedar menanyakan dirinya ke tante Deasy ,'Aku anak yang tidak diharapkan kehadirannya.Kalau aku tidak dih







