Se connecterI always had a unique kind of mind-reading ability—I could hear the thoughts of people who didn't truly love me. On the night before my wedding, I suddenly heard my fiance's thoughts. 'If she shows up unexpectedly to disrupt the wedding tomorrow, will wearing leather shoes make it harder to escape?' I didn't say a word. The next day, without a second thought, I boarded a plane and left Chilia. In the end, that wedding, regarding a runaway bride and groom who never showed up, became the city's most infamous joke.
Voir plusSuara sirine ambulance meraung bersahutan, menciptakan keriuhan bercampur kepanikan. Para petugas medis berhamburan keluar, menyambut kedatangan para korban kecelakaan.
Rintihan memilukan, darah segar mengalir dengan luka menganga menampakkan daging dan tulang. Menjadi pemandangan ironi setiap retina yang menyaksikan "Sipakan ruang operasi..!" Titah salah seorang dokter yang menangani pasien cidera dikepala dan kaki. "Dalam hitungan ketiga...!" "Siapkan ICD...!" "Pasien ini butuh donor darah..!" Suara para dokter saling bersahutan, mengomandoi perawat yang sigap memberikan dan melakukan yang diinginkan. "Kau tangani pasien dibangsal tiga, aku akan melakukan operasi." Ucap Hana pada salah satu dokter lelaki. "Kau mau melakukan operasi sendiri..?" Tanya dokter pria yang bernama Riu itu.. Hana mengangguk, mengalihkan perhatian pada seorang dokter magang yang sudah selesai melakukan perawatan pada salah satu korban. "Pasien bangsal enam mengalami luka ringan dan patah tangan, kau tangani itu." kata Hana. "Baik dokter...!" Hana bersiap keruang operasi, meninggalkan keriuhan diInstalasi Gawat Darurat. Ada lebih dari lima belas orang korban terluka dan dua orang meninggal dunia, akibat kecelakaan beruntun dijalan Shibuya Tokyo. Semua diakibatkan oleh salah satu pengendara mobil yang sedang mabuk. Hampir dua jam kesibukan di Instalasi Gawat Darurat baru mereda, para pasien juga telah dipindahkan keruang rawat inap. Sementara Hana Sato masih berada didalam ruang operasi, sedang berusaha untuk mengeluarkan pecahan kaca yang bersarang dikepala, serta patahan body mobil yang menancap didada korban. "Apa operasi belum selesai..?" tanya Riu pada suster yang baru keluar dari ruang operasi. "Belum dokter, pasien mengalami pendarahan." jawabnya lalu pamit guna mengambil kantung darah lagi. Detik berganti menit, tak terasa sudah lima jam berlalu. Akhirnya operasi melelahkan itu pun selesai, dengan hasil yang memuaskan karena nyawa korban dapat diselamatkan. Hana melakukan perenggangan seraya menghela nafas berat, guna mengusir lelah dan pegal yang mendera. Melepas masker serta semua atribut yang melekat dibadan. Mencuci tangan dan wajah, kemudian meninggalkan ruangan. Riu yang sudah menunggu didepan ruang operasi bersama sebotol air mineral, sigap menghampiri wanita pujaannya itu. Hana tersenyum "terimakasih...!" "Aku antar pulang ya..?" tawar Riu. Hana menggeleng, meneguk minumannya hingga tandas. "Sayang...!" seru Riu cemas, karena melihat wajah lelah sang kekasih. "Aku tidak apa-apa, jangan khawatir. Lagi pula jam jagamu belum selesai." ucap Hana lembut. "Kalau tidak, biar Kaito yang mengantarmu." Usul Riu yang lagi-lagi ditolak oleh Hana. Seorang suster menghampiri mereka, memberitahu Riu jika pasien yang lelaki itu tangani mengajukan keluhan. "Hubungi aku jika sudah sampai dirumah, hati-hati." ucap Riu sebelum meninggalkan sang kekasih. Hana menuju ruangannya, membereskan barang-barangnya untuk bersiap pulang. Segelas kopi menjadi pilihan gadis cantik itu, untuk menemaninya diperjalanan. Sudah pukul sebelas malam, kala Hana meninggalkan rumah sakit. Dengan mobil kesayangannya, gadis itu membelah jalanan kota Tokyo yang masih nampak ramai. Tring Tring Tring Dering ponsel memecah keheningan didalam kabin kendaraan. Hana merogoh tas yang ia letakkan dibangku penumpang sebelahnya. "Ck, mana sih...?" ucapnya. Hana yang tak juga mendapatkan ponselnya, mengalihkan perhatian dari jalanan didepannya. Bahkan sampai handphone sudah ditangan, fokusnya tidak juga kembali perjalanan. Alhasil, wanita itu tidak melihat lampu lalu lintas sudah berubah merah. Mobilnya melaju lurus dengan kecepatan sedang, mengabaikan dua mobil dari arah kanan yang menginjak full pedal gas. Tiinnnn Hana terkejut, dan malah reflek menginjak rem. Alhasil mobilnya langsung dihantam keras oleh dua kendaraan sekaligus. Brak Brak Bum Dua kali benturan, dua kali mobil Hana jungkir balik, sebelum akhirnya berhenti menabrak beton pembatas jalan. Asap mengepul dari kap mesin, kaca remuk begitu juga badan kendaraan yang ringsek. Tubuh kurus Hana terjepit, dengan kepala bersimbah darah bertumpu pada setir. Netra lentik yang tertutup cairan pekat berbau anyir itu berkedip lemah, pandangannya samar sebelum akhirnya menjadi gelap bersamaan nyawanya yang terlepas dari raga. Suara sirine kembali meraung, polisi ramai memadati jalanan bersama team penyelamat dan dokter. Kabar kecelakaan itu langsung menyebar, dan sampai ketelinga keluarga Sato serta sang kekasih Riu dalam waktu singkat. Tangis histeris pecah dari ibu, kakak, dan para sahabat yang amat mengenal bagaimana baiknya kepribadian Hana Sato. Sang ibu dan nenek serta beberapa sahabat wanita, bahkan sampai pingsan. Sedangkan ayah, kakak lelaki dan Riu, menangis dalam diam memandangi tubuh Hana Sato yang sudah dingin terbujur kaku diruang jenazah. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah langsung dibawa kerumah duka. Ratusan karangan bunga memenuhi area bangunan sampai kejalan raya. Ribuan pelayat dari berbagai macam kalangan dan profesi datang silih berganti. Riu diam membisu, duduk disisi peti sembari terus memandangi wajah pucat Hana yang tetap terlihat cantik. Matanya memanas, memancarkan luka kesedihan yang amat mendalam. Aksi saling menyalahkan diri sendiri, menggaung lirih didalam nurani. Andai Riu tetap memaksa mengantarkan, pasti kekasihnya itu masih ada bersamanya. Andai sang aysh dan kakak lelaki, tidak menuruti kemauan Hana yang tak ingin ada supir serta bodyguard. Pasti kejadian tragis ini bisa dihindari. Andai saja Hana patuh, tentu gadis itu masih hidup dan mengenakan gaun pengantin diakhir tahun nanti. Tapi semua cuma berandai-andai, nyatanya takdir tak dapat ditolak, kemalangan tak dapat dihindari. "Sayang..! kenapa kau meninggalkan aku..? kenapa kau tidak menepati janjimu..?" lirih Riu dengan segaris airmata menghiasi wajah rupawannya. Dua hari jenazah Hana Sato berada dirumah duka, sebelum akhirnya dikebumikan dipemakaman elite khusus bagi kaum bangsawan dan konglomerat negeri Sakura itu. Dari kalangan artis, pengusaha, pemerintah, sahabat dirumah sakit, para penggemar. Mengantarkan kepergian Hana Sato untuk selama-lamanya. Tangis pilu mengiris hati, menggaung ironi merobek udara. Langir kelabu hari ini, menjadi saksi tanah merah menutupi peti kayu mahoni yang berizi jasad Hana Sato, sosok yang banyak dicintai seantero negeri. "Hana kembali, jangan tinggalkan ibu. Putriku...!" Jerit nyonya Sato histeris, menyaksikan peti mati diturunkan keliang lahat. "Hana....!" Pekik wanita paruhbaya itu sebelum kehilangan kesadaran untuk yang kesekian kalinya. Riu terisak juga pada akhirnya, memeluk erat bingkai foto sang kekasih hati. Tubuh tinggi tegapnya terhuyung, kakinya lemas tak mampu berpijak kokoh. Dadanya bak diremas tangan-tangan tak kasat mata, teramat sakit dan nyeri. Ayah dan ketiga kakak lelaki serta para keponakan, berpelukan satu sama lain, guna saling menopang tubuh tanpa daya tenaga itu. Tak ada lagi Hana Sato, wanita cantik dengan segudang prestasi dan bakat didunia ini lagi. Semua tentangnya cuma tinggal cerita dan kenangan yang tak akan terlupakan diabad ini. Hanya ada raga kaku terkurung dalam dinginnya gundukan tanah merah yang ditaburi bunga aneka warna. Jiwanya sudah berpindah alam, entah itu surga, neraka, atau bahkan tidak keduanya. Biarlah itu menjadi rahasia Tuhan dan dewa kebajikan yang akan memberikan ganjaran baik buruknya selama hidup didunia.Our eyes met, but this time, I didn't hear his thoughts."I'd heard you were married, but I didn't expect your daughter to be so grown up," he said.Lily spoke up before I could. "Sorry, sir, I didn't mean to bump into you."Shawn's expression froze for a second, but eventually, he reached out and patted her head. He bent down with a smile and said to her, "It's okay, Lily, but remember to slow down a bit next time. Mr. William, could you take Lily over to the children's playground over there to play for a bit? "Helena, the mall just opened a new cafe on the second floor. It serves Robusta, your old favorite. Care to catch up?"I nodded, giving Lily a few quick instructions before she skipped off.Truth be told, before I returned to Chilia, Tonya, the town gossip, had already filled me in on Shawn's situation.The whole business with Wendy had hit Shawn hard, leaving lasting scars. In the aftermath, his family shifted their support to his cousin to take the position.As for
In response to Shawn's so-called confession, I could only think, 'Serves him right.'After that, I handed over everything related to the project to my assistant, Xena Marsey. She managed most of it on her own, and whenever she was unsure, I would step in to guide her, but I made it a point to avoid dealing with Shawn directly. I knew exactly what he was trying to pull. But betrayal? Once was more than enough for me. There would be no second chances.In the end, Xena went to Chilia on my behalf and successfully secured the project. She also returned with another bit of news. "Mr. Bacon asked me to let you know he's divorced now."The moment Wendy started planting people in the company, I had a vague feeling something like this would happen. I just didn't expect it so soon. Even Tonya seemed a bit taken aback when I sent a message to her."Really? I just found out myself. How are you so in the loop?" she asked, surprised.I smirked. "We reconnected recently because of the proj
"I heard that Wendy's been slipping her people into Shawn's company lately. She's got it all sorted now—married into the Bacon Family with their stamp of approval, and her own business is thriving, too."Nothing like sitting in the shade of a tall tree. It makes my blood boil just thinking about how you worked so hard to bring in resources for Shawn, only for Wendy to swoop in and reap the rewards," said Tonya.My hand kept moving through the project files while I casually chatted with Tonya with the speaker on. "I didn't lose out either. I made plenty of money working with them."Still, things can't all be smooth sailing for Shawn. Sure, he has some management rights, but the real decision-making is still up to his father. It's impossible for the Bacon Group to end up under the Seyfert name, and he's not the only young one in the Bacon family, after all."It was hard to say for certain, but I knew Shawn to be ambitious. The company wasn't his one-man show, and I would bet Wendy wa
As soon as I mentioned the topic of returning home, my parents were quick to respond.In fact, they had already arranged for someone to pick me up by the time I had just landed. I had barely gotten into the car when Tonya started filling me in on all the drama that had unfolded in my absence."The wedding was a complete disaster in the end. Eventually, the guests trickled out in small groups, leaving just a few staff behind. Since our family and the Bacon Family are on friendly terms, we stayed to help calm Mrs. Bacon, who was so angry she could hardly stand."She slapped Shawn right across the face. Serves him right, if you ask me. Everyone knows how much you helped him climb the ladder back then. "And as for Wendy, she's nothing but an illegitimate daughter. Pulling a public stunt like running out on her own wedding is the height of betrayal. It didn't just bring shame to Shawn; the whole Bacon Family was left red-faced."Master Bacon didn't even look at him; he just walked o


















Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
commentaires