Partager

Bab. 156 Part2

Auteur: Rizkymutha14
last update Date de publication: 2026-05-04 23:11:33

"Kau sudah bangun?" tanya Xiu Jie lembut, mengabaikan kekesalannya pada Kaisar sejenak.

"Kenapa saya bisa tidur di sini, Nona? Bukankah seharusnya saya berjaga?" tanya Lie Mei lagi, merasa bersalah karena telah menempati ranjang majikannya.

"Semalam kau terlihat sangat mengantuk dan kelelahan. Karena tidak tega membangunkanmu, aku memindahkanmu ke ranjangku agar kau bisa tidur nyenyak," jawab Xiu Jie, berbohong demi menenangkan pelayannya.

Padahal, kenyataannya jauh dari kata lembut. Ia masih i
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab 200 Part2

    "Yang Mulia..."Kaisar tidak menjawab."Apakah hamba perlu memanggil kembali Nona Xiu Jie?""Tidak."Jawabannya singkat.Kasim Han kembali menundukkan kepala."Kalau begitu... apakah Yang Mulia benar-benar akan membiarkan Jenderal Tian Ming menikahi Putri Jinghe besok?"Pertanyaan itu membuat Kaisar Jinyulong menarik napas panjang."Han.""Ya, Yang Mulia.""Menurutmu... apakah aku salah?"Kasim Han terdiam.Ia tahu pertanyaan itu bukan meminta jawaban sebagai bawahan, melainkan sebagai seseorang yang telah menemani sang kaisar sejak muda."Hamba tidak berani mengatakan Yang Mulia salah.""Lalu?""Namun..." Kasim Han mengangkat kepalanya perlahan. "Hari ini yang diinginkan Nona Xiu Jie bukanlah menghentikan pernikahan Jenderal Tian Ming."Kaisar Jinyulong mengernyit."Melainkan... mengakhiri penderitaannya."Kalimat itu menghantam hati sang kaisar.Ingatannya kembali pada tatapan Xiu Jie beberapa saat lalu.Tatapan seorang wanita yang sudah lelah berharap.Perlahan, Kaisar Jinyulong me

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 199 Part2

    Li Mei dengan sabar membantu Xiu Jie mengoleskan ramuan obat yang telah diracik khusus oleh Shen Jin. Aroma khas dedaunan obat yang hangat memenuhi ruangan, bercampur dengan wangi kayu cendana dari tungku kecil di sudut kamar. Jemari Li Mei bergerak begitu hati-hati, nyaris tak memberi tekanan sedikit pun pada luka-luka yang masih memerah di kaki Xiu Jie.Sorot matanya dipenuhi rasa prihatin."Wanita itu benar-benar sudah keterlaluan," gerutunya dengan nada kesal yang sulit disembunyikan. "Sejak diangkat menjadi putri oleh Selir Xiyue, sikapnya semakin semena-mena. Bukan hanya mempermalukan Nona di depan banyak orang, sekarang dia bahkan berani mencelakai Nona."Xiu Jie hanya tersenyum tipis. Wajahnya tampak tenang, seolah amarah dan dendam bukanlah sesuatu yang pantas disimpan terlalu lama."Sudahlah," ucapnya lembut. "Tidak perlu terlalu dipikirkan. Orang yang dipenuhi rasa iri dan dengki pada akhirnya akan menuai akibat dari perbuatannya sendiri."Li Mei menghela napas pelan. Meski

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 198 part2

    Seluruh aula kembali diliputi keheningan.Beberapa bangsawan saling bertukar pandang. Bahkan mereka yang sejak tadi percaya pada pengakuan pelayan itu kini mulai mengernyitkan dahi.Perubahan pengakuannya terjadi terlalu cepat.Terlalu mendadak.Seolah-olah ada sesuatu yang baru saja memaksanya menarik kembali semua ucapannya.Xiu Jie hanya menghela napas pelan, lalu menggelengkan kepala dengan wajah datar."Memang setia."Nada suaranya terdengar ringan, tetapi setiap katanya dipenuhi sindiran."Lebih memilih mati seorang diri daripada membiarkan majikannya tersentuh."Pelayan itu menggigit bibir bawahnya hingga mengeluarkan darah. Meski seluruh tubuhnya gemetar hebat, ia tetap tidak mengubah keterangannya."Hamba tidak melindungi siapa pun.""Hamba hanya mengatakan yang sebenarnya.""Hamba bersedia menerima hukuman apa pun dari Yang Mulia."Ucapan itu terdengar begitu tegas, seolah ia telah membulatkan tekad untuk membawa seluruh rahasia tersebut hingga ke liang kubur."Baiklah."Kai

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 197 part2

    Angin yang bertiup di bulan itu terasa panas dan kering, membawa hawa menyengat yang membuat para tamu merasa tidak nyaman. Namun, Gong Ningyu seolah tidak lagi mampu merasakannya. Ia tetap berlutut di atas panggung giok putih dengan tubuh yang lemah dan wajah pucat, bagaikan boneka yang telah kehilangan jiwanya. Tatapannya kosong, sementara harga dirinya telah diinjak-injak di hadapan begitu banyak pasang mata.Perjamuan Seribu Bunga yang diselenggarakan oleh Selir Xiyue ternyata bukanlah pesta yang dipenuhi kemegahan semata. Bagi Gong Ningyu, perjamuan itu tak lebih dari sebuah panggung penghinaan—sebuah lelucon kejam yang sengaja disiapkan untuk mempermalukannya di depan seluruh bangsawan Kekaisaran.Shen Jin yang baru melangkah beberapa langkah tiba-tiba menghentikan langkahnya. Alisnya sedikit terangkat, seolah baru mengingat sesuatu yang penting."Ada apa, Istriku?" tanya Kaisar Bai Li Yuan lembut sambil menoleh ke arahnya. Tatapan pria itu penuh kesabaran, sama sekali tidak me

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 196 part2

    Ia kemudian mengangkat pandangannya dan menyapu seluruh aula dengan sorot mata yang sedingin musim salju.Senyum di wajahnya lenyap seketika."Aku ingin melihat...""...siapa lagi yang masih berani mempertanyakan keputusan kaisar memilih Permaisurinya."Suara Bai Li Yuan tidak keras, tetapi wibawanya memenuhi seluruh aula. Tekanan mengerikan memancar dari tubuhnya, membuat para pejabat, para selir, hingga putri-putri bangsawan serempak menundukkan kepala. Tidak seorang pun lagi memiliki keberanian untuk menatap lurus ke arah pasangan suami istri yang berdiri berdampingan di tengah aula.Pada saat itu juga, semua orang akhirnya benar-benar memahami satu hal.Di hadapan dunia, Shen Jin mungkin adalah Permaisuri Agung.Namun, di mata Bai Li Yuan...Ia adalah satu-satunya wanita yang akan selalu dipilih, didukung, dan dilindungi tanpa syarat.Shen Jin tidak segera berbicara.Ia hanya melirik sekilas ke arah Bai Li Yuan yang masih merangkul pinggangnya, lalu mengangkat tangan dan menepuk p

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 195 Part2

    Setelah mengucapkan kata-kata itu, Gong Ningyu perlahan mengangkat kepalanya. Air mata masih membasahi pipinya, tetapi tatapannya kini dipenuhi kebencian yang tak lagi ia sembunyikan. Dengan mata yang memerah dan membelalak, ia menatap lurus ke arah Shen Jin."Putri Shen selalu mengatakan bahwa Yang Mulia Kaisar tidak pernah menyukaiku."Suaranya bergetar, entah karena amarah atau kesedihan yang selama ini dipendam."Kalau begitu, izinkan aku bertanya..."Tatapannya semakin tajam."Apakah Yang Mulia Kaisar benar-benar mencintai Putri Shen?"Meski Shen Jin telah menjadi Permaisuri Agung, Gong Ningyu tetap memanggilnya "Putri". Penolakan terhadap gelar itu bukanlah sebuah kekeliruan, melainkan bentuk pembangkangan yang disengaja. Dalam hatinya, ia tidak pernah mengakui Shen Jin sebagai wanita yang pantas mendampingi Bai Li Yuan."Putri begitu kejam, dingin, dan tidak memiliki belas kasihan."Gong Ningyu menggertakkan giginya."Apakah Putri benar-benar merasa pantas berada di sisi Yang M

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 51

    Mendengar teriakan seseorang dari dalam kediaman, Kaisar Bai Li Yuan dan sang guru segera bergegas menuju tempat tersebut. Langkah mereka cepat dan penuh kekhawatiran, menyusuri lorong-lorong yang diterangi cahaya lentera yang berkelap-kelip. Aroma dupa yang terbakar samar-samar tercium di udara, m

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    bab. 42

    Shen Jin menatap Xiao Nian Jie dengan beragam emosi berkecamuk di dalam hatinya keterkejutan, kebingungan, dan sedikit harapan. Kata-kata yang diucapkan wanita itu. "Kau adalah bagian dari kisahku," mengalun dalam pikirannya, menimbulkan rasa ingin tahu. "Apa maksudmu dengan aku adalah bagian dari

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 26

    Selir Lien Hua terkejut ketika pintu kamarnya terbuka perlahan. Cahaya lilin yang gemerlap memperlihatkan sosok Kaisar Yuan yang berdiri di ambang pintu. Wajahnya yang tampan dan pakaian sutra yang mewah membuat hati Lien Hua berdebar-debar."Kaisar Yuan!" serunya, suara lembutnya terdengar di ruanga

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 25

    Wajah Kaisar Yuan berubah muram dan gelap ketika salah satu penyerang mengaku ingin menghabisi Shen Jin atas perintah seseorang. Udara di sekitar mereka terasa tegang, seperti saat badai akan datang. Kaisar menatap penyerang itu dengan mata tajam, mencoba mencerna kata-kata yang baru saja terucap.An

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status