Beranda / Mafia / Istri Rahasia Sang Bos Mafia / Bab 47: Rafael Batubara

Share

Bab 47: Rafael Batubara

Penulis: Rizki Adinda
last update Tanggal publikasi: 2026-04-27 20:33:34

Detik itu juga tenggorokan Evalia terasa kering. Ia harus memaksa dirinya untuk tetap tenang. “Alex, kamu lupa janjimu?”

Pria itu memiringkan kepala, pura-pura tak mengerti. “Janji apa?”

Evalia mengerjap cepat. “Janji untuk nggak muncul di tempat umum sama aku.” Ia menarik napas panjang, menatap ke luar jendela seolah takut kamera bisa

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 238: Gugup Bertemu Beliau?

    Aleksander ikut makan di sampingnya. Awalnya mereka hanya menikmati hidangan dalam keheningan. Namun ketika Evalia kembali menanyakan soal Mahendra, kali ini Aleksander tidak menghindar. Ia menjelaskan semuanya dengan sabar, seolah mandi tadi benar-benar berhasil menghapus sisa-sisa beban yang memenuhi pikirannya.Sampai akhirnya Evalia menyinggung komentar-komentar yang ia baca di media sosial. Banyak warganet berspekulasi bahwa Mahendra meninggal akibat narkoba, bukan karena serangan jantung.Gerakan tangan Aleksander langsung berhenti di udara. Tatapannya beralih kepada Evalia. Tetap tenang, tetapi kali ini jauh lebih tajam. “Pendapat mereka nggak sepenuhnya salah.”Sendok di tangan Evalia terlepas dan beradu pelan dengan mangkuk. “Serius?”Ale

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 237: Mungkin Memang Sudah Waktunya

    Semakin lama keheningan itu berlangsung, semakin berat rasa tidak nyaman yang mengendap di dada Evalia. Ia merasa tak berdaya. Bingung. Haruskah ia menghubungi Elenora? Atau Amanda, ibu mertuanya? Apakah ia sebaiknya mengirimkan karangan bunga duka, atau melakukan sesuatu yang lainTak ada pilihan yang terasa benar. Tak ada yang terasa cukup pantas.Hingga makan malam usai, Evalia masih belum menemukan jawabannya. Ia berusaha mengalihkan pikirannya dengan menemani Rafael dan menyiapkan putranya untuk tidur. Namun, pikirannya terus kembali kepada Aleksander.Saat Evalia hendak membacakan dongeng sebelum Rafael terlelap, Jono muncul di ambang pintu kamar. Pria itu meminta izin untuk berbicara sebentar.“Sayang, tunggu sebentar, ya. Mami bicara dengan Pak Jono dulu.&r

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 236: Turut Berduka Cita

    Erik memutar bola matanya, tetapi memilih diam. Ia tidak ingin membuat luka kakaknya semakin dalam.Namun keheningan itu hanya bertahan bebreapa detik.“Paman Reno… Tante Marlina… Opa…” Suara perempuan muda terdengar dari deretan kursi belakang. Amelia, putri sulung Erik, memandang Reno sebelum melanjutkan ucapannya. “Kalian nggak bisa menyalahkan Papiku. Kalau sejak awal Mahendra diajari menjaga sikap di depan publik, keluarga kita nggak akan dipermalukan seperti sekarang.”“Amelia…”“Nggak, Papi!” Amelia memotong ucapan Erik. “Jangan hentikan aku. Aku sudah lelah jadi bahan bisik-bisik setiap kali keluar rumah. Orang selalu menghubungkan aku dengan tingkah Mahendra. Mereka bilang keluarga

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 235: Kemungkinan Overdosis

    Ini adalah medan perang. Bukan dengan senjata, melainkan dengan kata-kata sopan yang menyembunyikan belati di baliknya.Aleksander telah siap menghadapinya. Seperti biasa, ia hanya perlu mengabaikan mereka semua.Belum sempat memasuki ruang keluarga, Aleksander melihat Rahmat, kepala pelayan kepercayaan kakeknya, berjalan cepat menghampirinya.“Tuan Muda, selamat datang. Maaf… saya tidak sempat menyambut Anda di luar,” ucap Rahmat sambil sedikit membungkukkan badan.Aleksander membalas dengan anggukan singkat. “Nggak apa-apa, Pak Rahmat. Aku tahu kau pasti sedang sibuk.” Ia berhenti di depan pria tua itu, lalu bertanya dengan nada penuh rasa ingin tahu. “Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Opa tiba-tiba memintaku datang?”

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 234: Ini adalah Medan Perang

    Evalia mengatupkan bibir, berusaha menahan tawa sekaligus rasa gemas. “Laura, usia kehamilanku bahkan baru sekitar lima minggu. Belum ada perubahan berarti.”“Meskipun begitu, Bu,” jawab Laura lembut. “Lebih baik berjaga-jaga daripada menyesal nanti.”“Karena aku ibunya,” balas Evalia sabar.Rafael kembali menyilangkan tangan di depan dada. “Mami jangan bikin aku telepon Daddy. Daddy bilang, selama Daddy belum pulang, aku yang menjaga Mami.”Jono dan Laura langsung menegang.Evalia memejamkan mata sejenak. Ia sadar, tidak mungkin memenangkan perdebatan melawan tiga orang sekaligus. Akhirnya, ia menarik napas panjang, tersenyum manis, lalu mengusap pipi Rafael. &ldquo

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 233: Dia Anakku

    Evalia tersenyum hangat melihat ekspresi Lestari yang begitu lucu.Belum sempat Evalia menambahkan apa pun, Lestari langsung menariknya ke dalam pelukan erat. “Ya Tuhan…” Tangisnya pecah. “Terima kasih, Tuhan… Terima kasih. Aku bahagia sekali. Aku benar-benar ikut bahagia untukmu. Gadis kesayanganku akan punya bayi lagi.”Lestari terisak sambil memeluk Evalia semakin erat. “Aku nggak percaya… aku akan menjadi Oma lagi.”Evalia hanya bisa tertawa pasrah. “Mami, sudah… jangan menangis. Nanti aku ikut menangis.”“Aku nggak bisa berhenti. Aku terlalu bahagia. Aduh… seharusnya tadi aku nggak pakai maskara.” Lestari buru-buru mengusap air matanya. “Lihat wajahku. Pasti be

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 5: Nama Baru, Hidup Baru

    Sayangnya, harapan Eva itu tak akan pernah terjadi.Dari balik kaca gelap mobil itu, Eva melihat Waluyo Wijaya duduk di kursi belakang. Tatapannya lurus ke depan, dingin dan tak berperasaan. Ia bahkan tak menoleh sedikit pun ke arah taksi yang baru saja keluar dari area kediamannya.Rasanya seolah E

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 4: Jatuh Miskin dan Terlupakan

    Evalia nyaris tak percaya dengan apa yang baru saja dibacanya."Papi…tega banget. Gimana bisa Papi mempermalukan aku kayak gini di depan media?" Genggaman tangan Evalia di ponselnya semakin kuat. Baru lima hari sejak Eva memberitahu ayahnya keputusan tentang hidupnya sendiri. Dan hari ini, ia sud

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 3: Alasan Buat Ngejar Aku

    “Papi!” seru Lestari, suaranya gemetar. “Dia anak kita! Kumohon…”“Dia sudah buat pilihannya,” ujar Waluyo dingin, napasnya berembus pelan seperti asap cerutu yang baru saja padam. “Sekarang aku yang buat pilihanku.”Aura ruangan itu menegang. Tak ada yang berani menatap matanya langsung, bahkan ud

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 2: Dua Jalan Buat Eva

    Malam itu, makan malam keluarga terasa seperti hukuman bagi Eva.Aroma sup ayam yang hangat justru membuat perutnya mual. Lidahnya kelu. Di hadapan ayahnya, Waluyo Wijaya, Eva ingin bicara tentang bayi di rahimnya, tentang kebohongan yang membelit napasnya setiap hari, tapi suaranya terkurung di te

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status