Share

Bab 24

Author: Thaiteaa
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-20 22:27:05
"Makanya, kalau mau minum atau makan sesuatu tanyakan dulu, sebelumnya. Jadinya kamu sendiri yang rugi. Dan sekarang saya juga kena imbasnya, " Imbuh Alfan pelan, namun terdengar sarkas.

Karina mengerutkan dahinya dan menggigit ujung bibirnya. "Mas Alfan, aku mau tanya. Siapa yang ganti baju saya ya? " Tanyanya dengan hati-hati.

Lalu seketika ia menyesal karena pertanyaannya.

Alfan kembali menyesap kopinya. "Oh, tidak tahu sih mungkin ibu peri kali ya? " Jawabnya asal, membuat Karina se
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 96

    Karina mengikuti beberapa pelayanan cafe, tak lama dari itu Icha mau sembari membawa kue berwarna biru muda dan taburan toping berbeda-beda. "Happy birthday to you bumil, semoga persalinan berjalan baik ya. Sehat Bunda dan Babynya" Ucap Icha menyodorkan kue padanya. Karina tersenyum, ia menutup matanya untuk berdoa kemudian tak lama ia buka kembali matanya. Ia tiup lilin kemudian ikut menyatukan tangannya untuk bertepuk tangan ria. "Yeyyyyyyyy, prok.. Prokkk" Surakan dan tepuk tangan mereka. Ucapan demi ucapan diberikan oleh para pelayan, bahkan karina mendapatkan doa baik dari mereka mau pun pengunjung lain. Ini bukan pertama kali untuknya dan Icha sebab memanbg ketika ada yang ulang tahun di antara kita berdua kita pasti memberikan kejutan kecil-kecilan. Karina dan Icha berjalan menuju meja yang sudah di tempati Icha sebelumnya, ada juga pelayan yang mengikuti mereka dari belakang sembari membawa kue dan paperbag dari cafe tersebut. "Oyy Rin gue kangen banget sama lo? Lo gim

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 95

    Ke esok anda harinya, suara sepatu yang bergesekan dengan tangga membuat Karina yang sedang menonton kartun di televisi menatap sedikit ke arah tangga yang ternyata suaminya. Melihat suaminya itu turun dengan seragam lengkapnya Karina kembali mengalihkan pandangannya. "Sayang, i am ready" Ucap Alfan. "Mandiri dulu ya, Karina capek banget" Karina merebahkan tubuhnya di sofa. Alfan hanya mengangguk kemudian berjalan mendekati Karina, ia duduk di sofa sebelah Karina sembari memakai sepatunya yang mengkilap. "Kamu mau titip sesuatu gak? Hari ini Mas mau ke Bandung" Ucap Alfan. Selama hamil ini Karina memang selalu antusias dengan semua makanan, itu sebabnya jika Alfan bepergian pria itu wajib membawa paperbag berisi makanan ketika pulang. "Oh iya mau titip Mas" Karina ambil handphone nya. "Catat Ya Mas, buruan" Ucap Alfan. "Kirim ke WA Mas aja ya" Jawab Alfan. Karina mengangguk kemudian mengetikkan sesuatu di handphone nya. Setelah list pesanan Karina di baca oleh sang suami Ka

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 94

    Tangisan Karina belum reda sejak yafi ia masuk kekamar, bukankah biasanya Alfan selalu mengerti dengan ke adaannya yang suka berubah-ubah? Lalu kenapa tadi Alfan membentak nya? . Itulah yang dipikirkan oleh Karina dari yafi sampai saat ini makanya ia masih menangis. "Babu, mama tau Ayah ngak sengaja tapi kan Ayah bisa ngomong baik-baik sama Bunda engga harus bentak Bunga kayak tafi kan? " Karina berbicara sembari mengelus perutnya. "Kamu tau gak? Bunda sedih banget karena itu mobil hadiah dari kakek tapi harusnya Bnda bisa Terima kok kalau Ayah bicarain baik-baik gk langsung bentak seperti itu" Ucap Karina lagi. "Baby pokoknya kam harus dukung Bunda buat merajuk sama Ayah, liat aja ya Ayah Bunda marah" Karina sudah membulatkan tekadnya untuk marah kepada Alfan. Jujur saja sebenarnya Karina tidak marah besar kepada Alfan, hanya saja ia tadi shock melihat mobilnya bahkan sekarang pun ia sudah merindukan suaminya itu tapi ingat gengsi nya terlalu tinggi untuk itu. 1 jam lebih ia me

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 93

    Alfan terdiam sembari mengangguk, jujur saja ia akan mengosongkan waktunya untuk menemui pria bernama Zaki itu apapun rintangannya. Beruntung saja Zaki berhadapan dengan orang sibuk seperti nya jadi tidak punya waktu untuk benar-benar ribut seperti yang dipikirkan oleh Karina. Di sepanjang jalan menuju rumah Karina terus bersenandung, Alfan tidak tau pasti lagi yang ia nyanyikan tapi menurutnya suara istrinya ini cukup enak untuk di dengar."Kemarin jadi periksa baby nya ngak? " Tanya Alfan. "Jadi Mas" Jawab Karina. "Terus gimana hasilnya? " Tanya Alfan tak kalah antusias untuk mendengar cerita dari Karina. "Gak gimana-gimana sih babu nya sehat apalagi bundanya sehat juga, perkembangannya baik mas" Jelas Karina. "Wah, terus dokter Nisa bilang gak kapan bisa liat jenis kelamin nya? Mas mau persiapan cari nama buat babu" Ucap Alfan. "Kok Mas kenal dokter Nisa? " Tanya Karina. "Kan emang kenal, kamu lupa ya? " Jawab Alfan. 'Oh iya lupa, sebenarnya sudah bisa Mas cuma belum yang

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 92

    Apa maksudnya dari ucapan Zaki? Apakah tiba-tiba Zaki tidak menyetujui dan marah dengan pernikahan mereka? "Kamu tau Abnah selalu tunggu kamu untuk bisa di ajak nikah, kamu gak adil tinggali abang gitu aja bahkan saat abang belum sempat kasih kamu kepastian" Ucap Zaki. "Bang, ini semua sudah terjadi itu tandanya kita tidak jodoh. Dan aku juga di sini di jodohin" Ucap Karina. "Tidak ada yang tidak mungkin, kamu nikah juga Terpaksa kan sama suami kamu? Kalau begitu ceraikan saja dia kemudian nikah bersama Abang "ucap Zaki tidak ada beban di wajahnya. "Untuk calon anak kamu tenang saja abang siap bertanggung jawab untuk itu" Ucap Zaki lagi. "BANG? STOPP YA" Ucap Karina. PLAKKKUcapan stop dari Karina diakhiri dengan bunyi tamparan nyaring di pipi kanan Zaki, Karina pikir Zaki dudah benar-benar merelakannya namun sekarang ia tau Zaki tidak benar-benar mengikhlaskan nya. "Stopp, Karina bilang stopp" Ucap Karina sambil sesegukan. Airm mata Karina menetes"Abang jahat banget, Abang b

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 91

    Karina mengambil handphone dan juga handbag nya, tak lupa kunci mobil juga ia ambil di gantungan muncu dekat pintu. Mobil fi kemudikan Karina menuju rumah sakit ternama ia dan Galih memutuskan untuk mencari rumah sakit dengan pelayanan dokter obgyn terbaik. Rumah sakit tersebut tidak besar tapi dapat mereka rasakan fasilitas dan pelayanan yang di berikan di sana sangat baik. Tak seperti biasanya pagi menjelang siang ini Karina lihat poli kandungan cukup ramai untuk saja dia sudah meminta tolong untuk ambilkan nomor antrian kepada salah satu dokter kenalan Alfan. "Ibu Karina, silahkan masuk. Dokter nisa nya sedang dalam perjalanan" Ucap salah satu perawat."Loh ini? " Tanya Karina. "Ini sudah mulai periksa sama bidan bu, silahkan masuk dulu bu sembari menunggu dokter nisa" Ucap kembali perawat. Karina mengucapkan terimakasih kasih kemudian masuk ke ruangan periksa. "Selama siang bu, silahkan berbaring dulu ya untuk pemeriksaan ya" Ading, karina sangat asing dengan bidan ini seb

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 34

    Pagi ini Alfan langsung saja datang ke apartemen nya Aldo hanya dengan jaket dan celana jins saja karena tadi pergi terlalu buru-buru. Amarahnya sudah tidak tertahan lagi karena kali ini Salsa memancing singa yang diam untuk mencari masalah dengan nya. "Dan! Lo nggak papa? " Sosok Alfan menyambut

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 5

    "Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 4

    "Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 3

    Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lew

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status