Short
Janji Ke Delapan Belas Kali

Janji Ke Delapan Belas Kali

Oleh:  AmanTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Bab
1Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Saat dia memberitahuku bahwa pendaftaran pernikahan kami akan ditunda lagi, aku sedang mengambil sendok sup. “Lain kali saja, ya.” Toni meletakkan sendok, nada suaranya terdengar santai seolah sedang mengomentari cuaca cerah di hari itu. Aku menyuapkan sesendok bubur, mengunyah perlahan, dan menelannya. “Iya.” Dia melirik ke arahku lalu menundukkan pandangan untuk mengambil lauk, namun saat sendoknya menjangkau piring, dia kembali menatapku. “Apa kau marah?” Aku menyendok bubur lagi, nada suaraku sangat tenang. “Tidak.” Pesta pernikahan kami telah digelar enam bulan lalu, dan pendaftaran pernikahan ini telah ditunda untuk ketujuh belas kalinya. Dia sudah terbiasa. Aku juga sudah terbiasa. Aku makan perlahan, dan menghabiskan bubur di mangkukku. Dia tidak menyentuh sendoknya lagi. Setelah menghabiskan suapan bubur terakhir, aku bangkit berdiri untuk membersihkan meja makan. Saat aku berjalan melewatinya, dia tiba-tiba meraih pergelangan tanganku. "Linda, Senin depan. Aku pasti akan datang." "Lagipula, kita sudah menikah. Jadi, tidak masalah kalau harus menunggu beberapa hari lagi." "Jangan khawatir, aku tidak akan ingkar janji lagi." Aku menunduk, menatap tangannya yang menahanku, lalu beralih menatap wajahnya dan tersenyum. "Oke." Dalam enam bulan, dia telah mengucapkan kata-kata “minggu depan” sebanyak sembilan kali, “pasti” sebanyak tiga belas kali, dan kata “jangan khawatir” sebanyak enam belas kali. Namun, kami masih belum juga mendaftarkan pernikahan ini. Dan untuk minggu depan, kami masih tetap tidak akan mendapatkannya. Karena kali ini, akulah yang akan membatalkan janji.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Ponselku bergetar, itu adalah pesan dari bagian SDM firma hukum tempatku bekerja.

[Apa Pak Toni sudah tahu kalau kau akan mengundurkan diri?]

Aku melangkah keluar dengan ponsel di tangan. Toni masih duduk di meja makan.

Dia menatapku dengan ekspresi aneh. Setelah sempat ragu-ragu sejenak, dia akhirnya bertanya dengan nada tak yakin.

“Kali ini, kenapa kau tidak bertanya padaku alasannya?”

Setelah membalas pesan itu, aku kemudian berbalik menatap Toni.

“Itu tidak penting.”

Secara harfiah, hal itu memang sudah tidak penting lagi.

Saat pertama kali kami berjanji untuk mengurus akta pernikahan, murid magangnya yang bernama Cintia mengatakan kalau dia sakit perut.

Aku menunggu di bangku panjang di luar Kantor Catatan Sipil dari pagi hingga senja, dan akhirnya pulang sendirian.

Kedua kalinya, Cintia mengatakan kalau dia tidak bisa mengisi tabel berkas perkara.

Dia menurunkanku di tengah perjalanan, di sebuah ujung jalan tol yang padat kendaraan dan kembali ke kantor tanpa menoleh sedikit pun.

Setelah itu, setiap kali kami berencana untuk pergi mendaftarkan pernikahan, Cintia selalu saja mengalami berbagai macam masalah dengan waktu yang sangat pas.

Dalam enam bulan setelah pernikahan kami, drama seperti ini telah terulang sebanyak tujuh belas kali.

Toni tampak terkejut dengan jawabanku, jakunnya bergerak naik-turun. Setelah beberapa saat terdiam, dia menyerahkan ponselnya kepadaku.

"Aku lihat akhir-akhir ini banyak orang yang menyewa jasa fotografer saat mendaftarkan pernikahan."

"Bagaimana kalau kita menyewa juga? Bukannya kau suka hal-hal seperti ini?"

Jadi, dia ingat aku menyukai momen penuh romantisme dan formalitas.

Aku berpikir sejenak dan bertanya, "Apa kau ada waktu nanti malam? Ayo, kita makan malam perpi ...."

Sebelum aku bisa menyelesaikan kata-kata "makan malam perpisahan", ponselnya berdering.

Itu murid magangnya, Cintia.

Setelah percakapan singkat, dia menutup telepon. Lalu, Toni menatapku.

"Sayang, Cintia, dia ...."

Aku memotongnya, dan tersenyum tipis.

"Pergi saja, hati-hati di jalan."

Toni terkejut, dia tampak heran dengan sikap tenangku hari ini.

Namun setelah beberapa saat, dia berganti pakaian dan berjalan keluar.

"Aku akan membelikanmu hadiah saat pulang nanti malam."

Pintu tertutup dengan suara keras. Tak lama kemudian, aku bisa mendengar suara mobil menyala dan melaju pergi di bawah sana.

Aku berdiri di tempat, terpaku menatap pintu yang tertutup.

Lima tahun hubungan cinta kami, dan enam bulan masa pernikahan.

Seharusnya aku sudah melepaskan hubungan ini sejak lama.

Sore itu, aku pergi ke kantor dan menyerahkan surat pengunduran diri secara pribadi kepada bagian SDM.

Dia menatapku dengan wajah penuh penyesalan dan kebingungan.

"Kau dan Pak Toni itu pasangan emas di firma hukum ini. Saat pesta pernikahan kalian enam bulan lalu, bukan hanya bos, tapi banyak klien kita yang datang untuk mengucapkan selamat."

"Ada banyak orang yang iri pada kalian saat itu. Kenapa kau tiba-tiba saja ingin pergi?"

Aku teringat dengan pesta pernikahan kami enam bulan lalu.

Seratus sepuluh meja penuh dengan para tamu undangan, karpet merah yang membentang, dan dikelilingi oleh bunga-bunga yang indah.

Toni menggenggam tanganku, dan berjanji akan melindungiku seumur hidupnya.

Pesta itu memang sangat meriah dan juga indah.

Namun, betapa pun meriah dan indahnya, semuanya telah hilang sekarang.

Setelah mengajukan surat pengunduran diri dan pulang ke rumah, waktu sudah lewat jam sepuluh malam.

Rumah terasa sangat sunyi dan kosong, tak ada orang satu pun.

Namun, sebuah notifikasi dari status WhatsApp Cintia muncul di ponselku.

Dia menandai namaku secara khusus.

[Terima kasih kepada mentorku karena sudah menghabiskan sore ini bersamaku. Sebagai balasannya, aku akan mentraktirmu nonton konser besok.]

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
8 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status