เข้าสู่ระบบKedua orang berjalan mendekat. Seseorang berjalan keluar dari tengah dengan tersenyum sinis. “Tinggalkan Kota Owara sekarang atau mati di sini hari ini. Setelah kamu mati, kekasihmu akan lebih mengenaskan. Kamu pilih sendiri!”Orang yang berada di sampingnya berkata dengan perlahan, “Apa pantas kamu mempertaruhkan nyawamu dan wanita secantik ini hanya demi masalah Keluarga Torna? Kamu mesti berpikir dengan jelas!”“Jangan tidak tahu diri!” Pria dengan lengan bertato kirin langsung menyindir. Alhasil, semua orang ikut tertawa keras.Saat ini, Yandi sedang mengenakan setelan pakaian hitam. Wajahnya kelihatan lebih tajam lagi. Meskipun dia sedang berdiri di bawah terik sinar matahari, aura yang dipancarkan tubuhnya malah terasa dingin. “Aku pasti akan ikut campur dengan masalah Keluarga Torna!”“Kamu memang bosan hidup!” Pria bertato meludah, lalu mengayunkan tongkat kayu ke sisi Yandi.Gerakan Yandi sangat cepat. Di bawah ayunan tongkat kayu, dia melompat dan menendang wajah lawan. Orang
Mata Sarah memerah. Dia mengangguk dengan tersenyum. “Jangan terlalu susah payah. Kalau memang tidak bisa, kami akan terima untuk dibongkar, tidak masalah, kok. Setiap bulan, Jimmy selalu kirim uang kepada kami. Kami juga tidak akan kelaparan.”Yandi sedikit mengangguk. Dia tidak berbicara lagi, melainkan membawa Tasya meninggalkan tempat.Mobil menaiki jalan pegunungan. Tasya berkata dengan gusar, “Lecy benar-benar pintar berdalih. Jelas-jelas bukti sudah nyata. Siapa pun bisa mendengar Lecy nggak ingin kita menghalangi pembongkaran rumah Keluarga Torna. Semua ini pasti ulah dia!”Yandi melihat kondisi jalan di depan sana, lalu berkata dengan suara datar, “Kamu saja tidak berterus terang. Kenapa dia mesti percaya sama kamu?”“Gimana ceritanya aku nggak terus terang?” Tasya menatap Yandi dengan bingung.Yandi meliriknya sekilas. “Kamu tinggal di kosan? Setelah kamu dan aku menikah nanti, kita akan tinggal di rumah kontrakan?”Tasya tertegun sejenak. Wajahnya langsung memerah. Dia menga
Orang di dalam rumah menjadi hening dalam seketika. Bahkan, Yandi juga mengangkat kepalanya untuk menatap Tasya.Wajah Tasya kelihatan putih bening. Dia membuka ponselnya, lalu menyalakan rekaman suara, kemudian memutarnya.Isi rekaman suara adalah pembicaraan dua orang. Isinya juga sangat jelas. Suara pembuka itu adalah suara Lecy.“Meskipun nggak ada lubang, juga bakal ada tikus. Tikus akan menyusup saat nggak kelihatan orang, bisa jadi tikus masuknya dari jendela.”Tasya merasa agak putus asa. “Aku paling takut sama tikus. Kamar sewaanku juga pernah muncul tikus sekali. Entah dari mana asalnya?”“Maksudmu, kamu tinggal di kos ketika di Kota Jembara?”“Iya!”…Ketika diputar hingga bagian belakang, Lecy kelihatan sekali sedang menurunkan suaranya. “Tasya, kamu dan Yandi jangan ikut campur dengan masalah Keluarga Torna!”Suara Tasya terdengar kaget. “Apa?”“Aku beri kamu 40 juta. Kamu bujuk Yandi untuk tinggalkan tempat ini, oke?”“Kenapa?”“Kamu jangan tanya lagi. Asalkan kamu dan Ya
Sarah keluar dengan memegang sayuran hijau. “Erna, kenapa jerit-jerit?”Erna menatap Yandi dan Tasya dengan ekspresi semakin gusar. Dia menjerit, “Panggil semua anggota keluarga kalian keluar. Suruh Tora keluar juga. Hari ini kita mau tangkap orang picik!”Sarah merasa bingung. “Orang picik?”Tak lama kemudian, semua orang berkumpul di ruang tamu. Erna mengeluarkan ponselnya, lalu membuka foto, dan diletakkan ke atas meja. “Kalian lihat sendiri!”Tasya melihat foto Yandi di dalam foto dan juga dirinya.Foto itu diambil saat mereka berada di hotel pada hari Minggu. Saat mereka berempat sedang makan bersama, Petrus menyerahkan sekotak daun teh kepada Yandi.“Coba lihat. Coba kalian lihat!” Suara Erna semakin besar saja. Lantaran merasa marah, air liurnya juga bermuncratan ketika berbicara. “Mereka berdua sudah menerima uang sogokan dari pihak hotel untuk menjual rumah kalian. Kalian malah menjamu mereka seperti tamu. Mereka benar-benar tidak punya hati nurani!”Anggota Keluarga Torna mel
Setelah masuk ke kamar dan menutup pintu, Tasya melirik sekeliling. Dia sedang mencari di mana keberadaan lubang tikus?Lecy bersandar di jendela sembari berkata dengan tersenyum, “Meskipun nggak ada lubang, juga bakal ada tikus. Tikus akan menyusup saat nggak kelihatan orang, bisa jadi tikus masuknya dari jendela.”Tasya merasa agak putus asa. “Aku paling takut sama tikus. Kamar sewaanku juga pernah muncul tikus sekali. Entah dari mana asalnya?”Tatapan Lecy berkilauan. “Maksudmu, kamu tinggal di kos ketika di Kota Jembara?”Tasya mengangguk. “Iya!”Lecy mencoba untuk bertanya, “Kalau begitu, setelah kamu menikah dengan Bos Yandi, kamu juga nggak perlu sewa rumah lagi. Kulihat-lihat, sepertinya Bos Yandi cukup kaya.”“Dia?” Tasya menghela napas. “Sejak kapan dia punya uang? Cuma mobilnya saja yang sedikit bernilai. Meskipun dia menjual mobilnya, dia juga nggak sanggup untuk beli rumah. Rumah di Kota Jembara mahal sekali.”Lecy tersenyum. “Pokoknya, aku nggak akan menikah sebelum punya
Menjelang siang hari, kedua orang tua sedang pergi mempersiapkan makan siang. Lecy menarik Tora ke kamar untuk mengobati lukanya.Tasya memberi isyarat mata kepada Yandi. Mereka berdua pun keluar untuk mengobrol.Saat berada di halaman, Tasya berpikir sejenak, lalu berkata, “Aku merasa ada masalah dengan anggota Keluarga Torna.”Yandi mengangkat pandangannya untuk menatap Tasya. “Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?”Tasya merendahkan nada bicaranya. “Semalam, sebelum kita meninggalkan rumah ini, Tora sempat bertanya kapan kita akan berangkat? Kamu bilang kita akan kembali ke Kota Jembara sekarang.”Hanya saja, saat perjalanan pulang, terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan pegunungan. Jalanan sangat macet. Mereka pun terjebak macet selama satu jam. Setelah kembali ke kota, langit sudah gelap, dan mereka tidak kembali ke Kota Jembara.Hanya saja, di mata Keluarga Torna, mereka sudah pergi.Yandi menyipitkan matanya, “Ada yang mengira kita sudah pergi, jadi ingin mengambil kesempatan u
“Oke,” jawab Sonia.Tubuh mereka bau hot pot, jadi begitu pulang ke rumah, mereka langsung mandi dulu. Reza pergi ke ruang kerjanya untuk mengurusi kerjaan, sementara Sonia membuat draf desainnya.Sonia sudah punya ide, sehingga bisa menyelesaikannya dengan sangat cepat. Setelah menyelesaikan desainny
Keluarga Atmojo juga memiliki bisnis di dalam industri perhiasan, terutama untuk diekspor ke pasar Eropa dan Amerika. Desainer yang mereka pekerjakan juga berasal dari luar negeri. Mereka jarang bekerja sama dengan desainer dalam negeri.Ini adalah kesempatan bagi Mandy untuk go international.Mandy t
Sonia turun di dua stasiun bus baru sampai di Arkava Studio. Sonia berangkat pada pukul 07.40, dan tiba di Arkava Studio hampir jam 08.30.Awalnya Sonia mengira Winnie yang interview bersamanya tidak akan datang hari ini. Siapa sangka Sonia akan bertemu dengannya di depan gedung.Winnie tidak menyukai
Sonia berkata, “Aku pergi lihat Kelly dulu. Kamu balik tidur sana.”Reza membalas, “Sudah waktunya bangun. Kamu pergi jaga di sana, aku mau duduk sebentar di sofa.”“Emm!” balas Sonia, lalu melihat Kelly di kamar.Saat ini Kelly masih belum bangun. Sonia memegang keningnya, demamnya sudah turun.Sonia d







