LOGIN'Bisa nggak sih jangan nggak tahu malu begini?'Jangankan Yasmin, pada saat ini bahkan Yunan pun menatap Jimmy dengan ekspresi dingin. Untuk sesaat, Yunan bahkan hampir mencabut pedangnya.Serena jelas juga terkejut oleh syarat yang diajukan Jimmy. Namun setelah terdiam sejenak, Serena malah tertawa. "Hanya itu?""Ya." Jimmy mengangguk sambil tersenyum, lalu bertanya dengan penuh minat, "Kamu nggak marah?""Kenapa aku harus marah?" Serena tersenyum manis."Aku dengar dari Kakek dan Yasmin bahwa kamu adalah ahli kelas satu. Sepertinya bahkan lebih hebat daripada kakekku! Aku bukan hanya bisa sembuh, tetapi juga mendapatkan suami sehebat ini secara cuma-cuma. Kenapa aku harus menolak?"Mendengar perkataan Serena, Nargari sedikit tertegun.Setelah memikirkannya sejenak, dia langsung bertepuk tangan dan tertawa keras."Benar, benar! Serena benar sekali! Menantu sehebat ini mau dicari ke mana lagi! Sekarang dia malah datang sendiri ke depan pintu. Aku benar-benar nggak punya alasan untuk me
Mendengar perkataan Serena, Nargari dan Yasmin juga langsung tersadar."Jimmy, kamu ... kamu benar-benar bisa menyembuhkan Serena?"Nargari langsung mencengkeram lengan Jimmy. Suaranya sampai bergetar. Di wajahnya terpancar ketegangan sekaligus kegembiraan. Dia benar-benar takut mendengar jawaban negatif dari Jimmy."Kamu benar-benar bisa menyembuhkannya?"Yasmin juga tampak sangat terkejut, tetapi tetap penuh keraguan. "Kamu tahu penyakit apa yang diderita Serena? Kamu ... sepertinya bahkan belum memeriksa nadinya, 'kan?"Yasmin bukan seorang dokter. Namun, dia masih memahami pengetahuan dasar. Setinggi apa pun kemampuan medis Jimmy, bukankah dia tetap harus memeriksa nadi pasien sebelum mengobati?Jimmy bahkan belum memeriksa nadi Serena tetapi sudah mengatakan bisa menyembuhkannya. Yasmin benar-benar tidak tahu apakah Jimmy yakin atau tidak. Jangan sampai Nargari dan cucunya kecewa nantinya.Jimmy tersenyum penuh percaya diri. "Tanpa periksa nadi sekalipun, aku sudah tahu penyakit a
Biarkan saja dia!Mereka sudah bercerai. Tidak mungkin dia masih ikut campur dalam kebebasan Laura memilih pasangan, bukan?Setelah mengobrol singkat dengan Argani, Jimmy pun berpamitan dan pergi.Di tengah perjalanan, Yasmin kembali menelepon. Dia mengatakan bahwa Nargari diperkirakan tiba di Bataram sekitar pukul setengah sembilan pagi keesokan harinya. Jika tidak ada halangan, sebelum pukul sembilan mereka sudah bisa bertemu di vila.....Keesokan paginya, setelah Jimmy mengajak Yunan sarapan, sebuah helikopter terbang mendekati vila dan mendarat di luar.Begitu Jimmy dan Yunan sampai di depan pintu, mereka melihat Yasmin dan seorang lelaki tua berambut putih sedang mengangkat sebuah peti besi besar dari helikopter. Cara mereka mengangkatnya bahkan mirip seperti sedang mengusung peti mati.Jimmy dan Yunan saling berpandangan.Jangan-jangan Serena berada di dalam peti besi itu?Saat keduanya berjalan, air masih terus menetes dari peti besi tersebut. Tak perlu dipikir panjang pun suda
Setelah jamuan berakhir, Argani secara pribadi mengantar Jimmy sampai ke pintu. Saat Jimmy hendak pergi, Laura dan Jasvin malah menghampiri mereka.Laura sama sekali tidak terpengaruh oleh kejadian sebelumnya. Dengan senyum manis, dia melangkah maju dan berkata, "Jimmy, bukannya kamu bilang mau perkenalkan aku sama Pak Argani?"Jimmy tertawa geli. Dia mengangguk ke arah Jasvin dan berkata, "Bukannya dia bilang dia yang akan perkenalkan ke kamu?""Dia?" Argani mengangkat pandangan ke arah Jasvin. "Kamu ... siapa ya?"Pertanyaan Argani itu langsung membuat Jimmy tak bisa berkata-kata. Orang ini tadi sepercaya diri itu mengatakan akan memperkenalkan Argani kepada Laura. Ternyata Argani bahkan tidak mengenalnya? Sandiwara pamer koneksi ini benar-benar kelewatan!Jasvin menatap Argani dengan canggung, lalu tersenyum meminta maaf."Saya Jasvin dari Keluarga Ongko di ibu kota provinsi. Saya memiliki beberapa kerja sama proyek di kawasan pengembangan bersama Pak Howard.""Oh!"Argani langsung
Jasvin mengira Laura akan menamparnya lagi, sehingga tanpa sadar dia mundur selangkah.Laura langsung menarik Jasvin, lalu mengusap pipinya dengan lembut menggunakan telapak tangannya yang hangat. Dengan mata penuh kelembutan, dia berkata, "Pak Jasvin, kita ini teman! Aku sudah pernah merasakan akibat karena meremehkan Jimmy. Aku nggak ingin kamu juga mengulangi kesalahanku, apalagi sampai terjadi sesuatu padamu. Mengerti?"Di bawah belaian lembut Laura, Jasvin langsung merasa nyeri di wajahnya berkurang. Kemarahan di dalam hatinya juga perlahan mulai mereda. "Aku tahu kamu melakukan ini demi kebaikanku."Jasvin menggenggam tangan Laura. "Lain kali kalau ada sesuatu yang ingin dikatakan, bicarakan baik-baik. Jangan seperti ini lagi.""Aku juga nggak ingin begini, tapi aku harus menyadarkanmu." Laura menghela napas pelan. "Ingat baik-baik, Jimmy bukan musuh kita, setidaknya untuk saat ini bukan! Dengan kemampuan kita sekarang, kita sama sekali nggak punya modal untuk melawannya! Jangan
Tamparan Laura itu langsung membuat Jasvin tercengang. Jasvin membelalakkan mata dan menatap Laura dengan linglung.Setelah beberapa saat, amarah mulai meluap di dalam dirinya. Jasvin mengepalkan tangannya erat-erat hingga seluruh tubuhnya gemetar karena marah.Kalau bukan dia yang membawa Laura ke sini, Laura tidak akan punya kesempatan menghadiri pesta Argani! Sekarang Laura malah berani menamparnya?Dia bahkan sudah bersiap untuk melangkah lebih jauh, tetapi malah ditampar oleh Laura? Dalam amarahnya, Jasvin tak lagi peduli untuk bersikap lembut kepada wanita.Plak! Jasvin membalas dengan tamparan keras ke wajah Laura. Laura meringis kesakitan, tetapi langsung membalas dengan tamparan lain ke wajah Jasvin.Laura yang sekarang sudah bukan lagi Laura yang dulu, yang penakut dan selalu mengalah. Dia bisa duduk semalaman di pemakaman liar tanpa rasa takut, bahkan bisa memancing seseorang ke tempat sepi, menyetrum orang dengan alat kejut hingga pingsan, lalu mencekik orang sampai mati.T
Di dalam hotel, wajah Ryder yang bengkak akibat dipukuli sudah ditangani di rumah sakit dan diberi obat.Rafael bahkan tak sempat mengobati lengannya yang patah. Dia terus mengikuti Ryder, berusaha mengambil hati dengan segala cara, sampai akhirnya berhasil mendapatkan kesempatan berharga untuk bert
Saat Rafael sudah tidak berdaya lagi membela diri dan memohon ampun, Zosh kembali melangkah maju sambil tersenyum."Pak, waktu aku menangkapnya, aku mendengar wanita di sampingnya berkata kalau ayahnya punya hubungan dengan seseorang bernama Broto. Sepertinya Broto itu punya sedikit pengaruh."Ryder
Penjaminan pinjaman? Enam ratus miliar?Mendengar itu, kening Jimmy berkerut semakin dalam.Bukankah Keluarga Kusuma sudah hampir tamat? Untuk apa mereka meminjam 600 miliar? Masa iya mau bertarung habis-habisan dengan Keluarga Tanoewan?Dengan kemampuan Keluarga Kusuma yang seperti itu, jangankan p
Jimmy membawa Zisel, masuk dengan langkah cepat dan mantap. Orang-orang yang bertugas melindungi Ryder di luar sudah tergeletak di lantai.Begitu melihat Jimmy, Andra langsung berteriak dengan emosional, "Cepat bawa Laura pergi!""Aku akan bawa kalian semua pergi." Jimmy maju dan membantu Andra berd







