LOGINBernard tidak hanya meminta para mahasiswi maupun mahasiswa yang bekerja untuk mencari tahu siapa yang telah melakukan perundungan terhadap Laura, tetapi juga meminta timnya melakukan penyelidikan.Tiga hari pencarian akhirnya membuahkan hasil. Dari berbagai keterangan saksi, penyelidikan akhirnya mengerucut pada satu orang yang ditetapkan sebagai terduga pelaku dalam kasus perundungan tersebut.Dia adalah seorang mahasiswi bernama Berta yang ternyata dengan sengaja menyiram Laura menggunakan air kotor."Apa alasanmu melakukan itu? Apakah Nona Laura sering mengganggumu? Setahuku, Nona Laura bahkan tidak mengajar mahasiswa tahun ajaran ini. Sementara kamu adalah mahasiswi baru yang mungkin bahkan belum pernah bertemu dengannya." Helena melipat tangan di dada sambil duduk di sofa, menatap Berta yang berdiri dengan kepala tertunduk.Ternyata gadis itu tidak hanya menyiram Laura, tetapi juga menyebarkan berbagai berita bohong tentangnya di forum kampus. Hal itu baru diketahui oleh mereka
Laura baru saja tiba di rumahnya saat melihat kedua mertuanya sudah berada di sana.Wanita cantik itu mengerutkan dahinya, kemudian segera menghampiri mereka sambil menuntun Elma untuk duduk di sofa.Begitu pula dengan Erik yang mengambil posisi duduk di sebelah putranya, yang memang sengaja dipanggil untuk pulang lebih cepat.Mereka baru saja mendapatkan informasi dari salah satu saudara yang kuliah di kampus tempat Laura mengajar bahwa menantu mereka menjadi korban perundungan.Karena itulah Elma dan Erik langsung pergi ke rumah Laura untuk memastikan kondisinya. Sayangnya, saat tiba di sana rumah sedang kosong sehingga Erik menghubungi Jackson dan meminta putranya itu segera pulang."Bagaimana kondisi kamu? Apa kamu baik-baik saja? Mama sangat khawatir saat tahu kalau kamu ternyata dirundung di kampus. Siapa yang berani melakukan hal sekeji ini?"Elma menyentuh lengan Laura sambil menatap menantunya itu dengan penuh kekhawatiran. Tatapannya seolah mencari luka-luka lain yang mungki
Seluruh tubuh Laura kotor, basah, dan bau. Tentu saja aroma menyengat itu membuatnya muntah beberapa kali.Perempuan itu terus menggedor pintu bilik, namun tidak juga mendapatkan respons.Sementara di ruang dosen, Helena beberapa kali menatap ke arah bangku tempat biasa rekannya itu duduk. Namun, 30 menit sudah berlalu dan Laura belum juga kembali."Di mana Laura? Kelasnya sudah mau dimulai, tapi dia belum juga tiba. Apa dia terjebak macet?"Benjamin yang baru saja tiba langsung menatap ke arah Helena dan menanyakan keberadaan Laura."Laura sudah datang tadi. Tapi katanya dia lagi ke toilet.""Sejak kapan dia pergi ke toilet?"Helena tidak langsung menjawab. Wanita itu menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya, kemudian menjawab, "Hampir 30 menit yang lalu. Tapi sampai sekarang dia belum juga kembali.""Apa jangan-jangan dia sudah ke kelas?""Rasanya tidak mungkin karena barang-barangnya masih berada di sini." Helena menunjuk tas Laura yang berada di meja. "Dia tidak mungkin
Laura bersiap untuk berangkat ke kampus dengan penampilan yang sudah terlihat sempurna dan paripurna.Rambutnya digulung menjadi satu, menyisakan anak rambut di kanan dan kiri. Ia mengenakan kemeja berwarna putih juga rok span selutut yang menunjang penampilannya.Wanita cantik itu menyandang tas di pundak dan satu tangannya lagi memegang tas yang berisi laptop miliknya."Aku ingin bicara denganmu."Laura nyaris terperanjat ketika tiba-tiba mendengar suara bas dari arah belakang.Menolehkan kepalanya, wanita cantik itu menemukan keberadaan Jackson yang sepertinya baru saja keluar dari dapur dengan membawa segelas air di tangannya.Melihatnya yang berantakan dengan rambut yang bahkan tidak ditata dengan rapi, hanya mengenakan kaus oblong juga celana kain selutut, penampilan Jackson tidak jelek sama sekali. Namun, jika dibandingkan dengan Bernard, tentu jauh lebih tampan Bernard. Laura spontan menggelengkan kepalanya dengan pikirannya sendiri yang aneh.Wanita itu kemudian duduk di sofa
Ariana mondar-mandir di dalam unit apartemennya sambil berusaha menghubungi nomor Jackson. Namun, sudah beberapa kali ia menghubungi, tidak juga mendapatkan respons dari Jackson hingga membuatnya merasa frustrasi.Jangan sampai Jackson perlahan menjauh darinya, membuatnya kehilangan sumber daya keuangan dan membuatnya dikucilkan oleh rekan-rekannya.Ariana bekerja di perusahaan milik keluarga Jackson. Mereka menghormati Ariana karena memang ia adalah kekasih Jackson. Jadi, tidak lucu jika ia tiba-tiba dijauhi oleh para pegawai yang lain hanya karena ia tidak lagi menjalin hubungan dengan Jackson.Selama ini Ariana menikmati banyak privilege yang dimiliki Jackson karena demi mencari muka di hadapannya, Ariana menerima banyak sekali hadiah yang diberikan oleh karyawan-karyawan lain untuknya.Mereka juga mengatakan jika ia pasti akan menjadi Nyonya Jackson."Ada apa denganmu, Kak? Aku perhatikan kamu sejak tadi gelisah terus. Apakah kamu memiliki masalah?" Elina menatap kakaknya itu deng
"Ariana, kami dulu mau berteman dengan kamu meskipun kamu adalah gadis dari keluarga biasa karena kami menganggap kamu adalah korban. Kamu bisa kuat melawan orang-orang yang mem-bully kamu dan tetap melanjutkan sekolah," ujar seorang gadis sambil berdiri. "Tapi ternyata rasa simpati dan kasihan kami kepada kamu justru kamu manfaatkan untuk memfitnah orang lain."Anton juga berdiri dari duduknya. "Aku juga tidak menyangka kalau kamu adalah perempuan yang begitu jahat. Aku jadi penasaran, apakah Laura benar-benar terkenal saat SMP dulu sehingga kamu sangat iri terhadapnya.""Aku juga merasa seperti itu. Ah, sepupuku merupakan alumni SMP itu. Aku akan bertanya-tanya tentang Laura. Kalau memang Laura terkenal, mungkin sepupuku juga mengenalnya."Elianor menatap Ariana yang berdiri canggung di tempatnya dengan wajah yang sedikit pucat. Wanita itu kemudian mengambil tasnya dan berlalu pergi, meninggalkan acara reuni dengan perasaan cemas sekaligus khawatir karena semua kebohongan yang dicip
Semua pasang mata yang berada di dalam ruangan itu menatap ke arah pintu dan menemukan dua sosok asing yang tidak mereka kenal."Siapa yang mencari?" Perempuan yang mengenakan lingerie seksi itu melangkah keluar dari kerumunan para lelaki sambil menghampiri 4 orang yang baru saja masuk. Dua di an
Laura menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya, kemudian mendesah untuk yang kesekian kalinya dalam beberapa jam terakhir. Sudah hampir empat jam ia berada di sini, namun sang pemilik apartemen tidak juga muncul. Rasanya Laura ingin segera pergi dari tempat ini, tetapi sudah ada penga
Laura turun dari mobilnya sambil melangkah masuk ke dalam rumah besar 2 lantai yang sudah ditempatinya beberapa waktu ini. Laura baru saja melewati pintu utama ketika melihat kain-kain yang cukup merusak pemandangan berserakan di lantai.Warnanya merah mencolok, membuat sakit mata bagi yang memand
Matahari sudah mulai tampil dengan pesona cahaya yang menyinari bumi. Celah cahaya memasuki jendela melalui pantulan kaca dengan hordeng yang tidak tertutup rapat. Sementara di sebuah tempat tidur berukuran king size dengan sprei berwarna putih, sepasang laki-laki dan perempuan masih terlelap den







