共有

Bab 1026

作者: Imgnmln
last update 公開日: 2025-04-01 23:23:48

Dengan nada yang penuh rasa ingin tahu, Nathan bertanya kepada Milan. "Kapten Milan, siapa mereka?”

Milan menatap Nathan dengan mata yang tenang namun penuh arti, lalu berkata. "Tuan Nathan, mereka adalah Ravensclaw dari organisasi Matilda. Di antara mereka, yang berbicara dengan suara lantang itu adalah Famrik sang pemimpin keempat orang itu. Di bawahnya—kaki tangannya—yang berada di sisinya adalah Ariel. Lalu ada Zechar dan yang terakhir adalah Fernand.”

Kata-kata Milan menggema di benak Nath
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Hedi Rachdiana
SAMPAI DI BAB INI SEMAKIN MENEGASKAN BAHWA NOVEL INI KELASNYA NOVEL KACANGAN, MESTINYA SAAT NATHAN MENGALAHKANKAN RYUKI ADA DIALOG NEGO PENUKARAN RYUKI DAN IBUNYA NATHAN, TERUS DGN PERNYATAAN YG DISAKSIKAN PARA TOKOH, MESTINYA ADA PERNYATAAN PEMBEBASAN SARAH, DAN PEMBUBARAN ALIASI ITU.
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2123

    Di Sumber Kehidupan Abadi, Nathan telah berendam selama tiga hari penuh. Selama itu pula, dia terus mengamati setiap perubahan yang terjadi pada aliran mata air.Dengan mengandalkan Kesadaran Spiritual, Nathan mengikuti jalur aliran air, berusaha menelusuri ke mana sebenarnya mata air itu bermuara melewati Zona Terlarang yang tertutup rapat.Semakin lama mengamati, dia semakin yakin bahwa air Sumber Kehidupan Abadi bukan memancar tanpa henti, melainkan mengalir dalam sebuah siklus yang terus berulang.Malam itu, bulan purnama menggantung tinggi di langit.Nathan perlahan keluar dari mata air, lalu menyusuri aliran air menuju Zona Terlarang. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, sebuah tekanan mengerikan tiba-tiba menghantam tubuhnya.Dalam sekejap, rasa nyeri yang luar biasa memenuhi lautan kesadarannya."Formasi pembatas yang luar biasa..." Nathan menarik napas dalam. "Gabungan formasi dari beberapa sekte di Sektor Bayangan benar-benar tidak bisa diremehkan."Dia sempat terpikir untuk

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2122

    Di Ordo Tempest, Levan tengah berbaring di sebuah ranjang khusus.Seluruh tubuhnya dipasangi berbagai selang yang dipenuhi cairan hijau pekat.Di hadapannya berdiri sebuah tabung kaca besar. Cairan hijau di dalamnya terus bergolak seolah sedang mendidih.Levan menggertakkan gigi sambil memejamkan mata. Rasa sakit yang luar biasa membuat seluruh tubuhnya menegang.Di sampingnya, sang ibu hanya bisa mengawasi dengan wajah penuh kecemasan. "Tetua Eksel, kau benar-benar yakin metode ini aman?" tanyanya gelisah. "Dia putra kandungmu. Kalau sampai terjadi sesuatu, aku tidak akan tinggal diam."Tetua Eksel tersenyum tipis. "Tenang saja, teknologi modifikasi gen ini sudah sangat matang."Usai berkata demikian, dia melangkah mendekati tabung kaca. Ujung jarinya digigit hingga berdarah, lalu beberapa tetes darah menetes ke dalam cairan hijau tersebut. Meski hanya kehilangan sedikit darah, wajah Tetua Eksel langsung tampak pucat karena kelelahan.Tak lama kemudian, cairan hijau itu terus mengali

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2121

    Nathan pun memperkenalkan keduanya. "Mereka adalah teman yang kutemui di perjalanan. Berkat bantuan mereka, aku berhasil menemukan Sumber Kehidupan Abadi."Nathan tidak berniat menjelaskan terlalu banyak mengenai Sektor Bayangan.Sheerena pun tersenyum ramah kepada Rael dan Velisa. Keduanya membalas dengan senyum tipis sambil menganggukkan kepala."Kalian berdua boleh berkeliling dulu di Klan Draken Ascalon. Setelah semua urusanku selesai, kita langsung berangkat." Nathan tahu rasa penasaran mereka terhadap dunia luar masih sangat besar, sehingga sengaja memberi kesempatan untuk melihat-lihat markas Klan Draken Ascalon.Rael dan Velisa mengangguk sebelum berjalan meninggalkan halaman utama.Sementara itu, Nathan langsung menuju tempat Bonang dan Kieran dirawat untuk memeriksa kondisi mereka."Kak, Northern benar-benar luar biasa." Velisa menatap sekeliling dengan mata berbinar. "Bahkan wilayah Klan Draken Ascalon saja terasa jauh lebih luas daripada seluruh Ordo Sancta."Rael ikut men

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2120

    Melihat sikapnya, Nathan tidak memaksa. Dia khawatir anggota Ordo Abyssal lainnya akan segera datang memburu wanita itu, sehingga berkata dengan nada tenang, "Ikutlah bersama kami. Kalau tetap di sini, mereka pasti akan datang lagi untuk menangkapmu."Sambil berbicara, Nathan perlahan mengulurkan tangannya. Namun, begitu melihat tangan Nathan terulur ke arahnya, wanita itu langsung ketakutan. Dia berbalik dan berlari secepat mungkin hingga menghilang di balik deretan pepohonan.Nathan hanya bisa terpaku dengan tangan yang masih terulur. "Apa aku terlihat semenakutkan itu?" gumamnya sambil tersenyum masam.Velisa segera menahan tawa. "Bukan begitu, Tuan Nathan. Kurasa dia hanya terlalu ketakutan."Nathan kemudian melirik waktu. ‘Aku harus segera menyelamatkan Kieran dan Bonang terlebih dahulu.’Pesawat mereka akan segera lepas landas."Ayo, kita juga harus berangkat."Ketiganya pun meninggalkan area pemakaman.Tak lama setelah mereka pergi, seorang Arkhon datang bersama beberapa Ksatri

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2119

    Salah seorang Ksatria Abyss melangkah maju. "Nathan, urusan ini tidak ada hubungannya denganmu." Suaranya terdengar dingin. "Minggirlah. Kalau tidak, jangan salahkan kami jika harus bertindak kasar."Nathan hanya tersenyum tipis. "Hanya kalian berdua?" katanya penuh penghinaan. "Bahkan para Arkhon kalian sekarang tak lebih dari sekadar semut di mataku. Lalu menurut kalian, apa istimewanya dua Ksatria Abyss?"Tatapannya berubah tajam. "Lepaskan wanita itu. Kalau kalian melakukannya sekarang, aku masih akan membiarkan kalian pergi."Dia mengangkat sedikit dagunya. "Kalau tidak... jangan salahkan aku karena tidak menunjukkan belas kasihan."Ekspresi kedua Ksatria Abyss langsung mengeras. "Nathan," salah seorang dari mereka berkata dengan nada rendah, "Kami sudah berusaha menghindarimu. Apa kau benar-benar ingin menjadikan Ordo Abyssal sebagai musuh bebuyutanmu?""Asal kau tahu, wanitamu saat ini berada di tangan kami!"Kedua Ksatria Abyss sengaja menggunakan Sarah untuk mengancam Nathan.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2118

    "Berhentilah melawan." Salah seorang Ksatria Abyss menatap wanita itu tanpa ekspresi. "Ikut bersama kami dengan patuh. Dengan begitu, kau tidak perlu merasakan penderitaan yang lebih besar."Wanita itu menggeleng tegas. "Aku bahkan tidak mengenal kalian. Kenapa aku harus ikut?""Kalau begitu..." pria itu berkata dingin, "Jangan salahkan kami."Begitu kalimat itu berakhir, kedua Ksatria Abyss langsung melesat bersamaan.Wanita itu segera menekan kedua telapak tangannya ke tanah. Dalam sekejap, cahaya kuning kecokelatan memancar dari bawah kakinya. Lapisan batu tebal kembali membungkus seluruh tubuhnya hingga berubah menjadi manusia batu."Benteng Pelindung!"Suara wanita itu menggema.Seketika tanah bergetar hebat. Batu-batu nisan di seluruh area pemakaman terangkat ke udara, lalu melesat cepat membentuk dinding batu raksasa yang kokoh tepat di hadapannya.Namun, kedua Ksatria Abyss sama sekali tidak berniat menghindar. Tubuh mereka meluncur lurus bagaikan dua meteor hitam, menghantam

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 488

    Pria tua itu berdiri menghadang di depan Nathan. “Harris, apa yang akan kamu lakukan?!” “Tuan Justin, aku hanya ingin berbicara dengan anak ini, untuk apa kamu segugup ini? Seorang kepala Keluarga Alvaro yang terhormat, sekarang menjadi anjing yang akan segera melindungi tuannya?” Wajah Justin men

    last update最終更新日 : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 461

    “Kami melewati danau dengan cara mendayung untuk keluar masuk. Hanya saja, dengar-dengar ada pilar batu di dalam danau ini, dan bisa diinjak untuk melewatinya. Akan tetapi, tidak ada yang tahu dimana letak pilar batu itu kecuali Dominic!” Sasimu berkata dengan ragu. “Dominic, pria ini cukup waspada,

    last update最終更新日 : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 511

    Walau Justin bermaksud menyanjung Nathan tapi ini adalah kenyataannya, tidak peduli sehebat apa Wilbert berpura-pura, dia masih terlihat oleh Nathan. Milan tidak melihat adegan dimana Nathan mengekspos Wilbert, jadi dia tidak tahu harus mengatakan apa. Kemudian, Milan tersenyum dan berkata. “Memang

    last update最終更新日 : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 468

    “Kalian tidak akan mati, kan?” Nathan melirik dan bertanya kepada Reus dan yang lainnya. Beberapa orang itu menggelengkan kepalanya seperti orang yang linglung, walau mereka terluka tapi tidak fatal. “Baguslah kalau begitu, temani aku melihat-lihat, apakah ada sesuatu yang berharga disini?” Nathan m

    last update最終更新日 : 2026-03-22
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status