Share

Bab 1758

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2026-04-04 15:34:05

Victor menjawab tanpa menyembunyikan apa pun, “Itu hasil ramalan Virel, dia mengatakan setelah mengamati Resonansi Dunia.”

Nathan sedikit terkejut. “Virel?”

“Benar. Apakah Tuan Nathan juga mengenalnya?” Nathan tersenyum tipis sambil melirik Bonang.

Bonang mendengus. “Ramalan? Dia hanya memanfaatkan fenomena alam. Tanaman obat puluhan ribu tahun pasti memicu perubahan energi. Siapa pun yang mengerti dasar-dasar perhitungan bisa menebaknya.”

Victor memandang Bonang dengan heran. “Tuan ini...?”

Na
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2168

    Di saat yang sama, Lysander mengeluarkan kompasnya, menggigit ujung jari hingga mengeluarkan setetes darah, lalu menjatuhkannya ke permukaan kompas. Cahaya merah segera memancar, sementara jarumnya bergetar hebat sebelum akhirnya berhenti dan menunjuk ke lorong paling kiri.Lysander menyimpan kembali kompasnya, lalu tersenyum kepada Nathan. "Nathan, jalan sebelah kiri adalah jalur yang benar. Mau ikut denganku?"Nathan tetap diam tanpa memberi jawaban. Melihat itu, Lysander langsung membawa para tetua Ordo Astrum memasuki lorong kiri.Levan segera bergerak mengikuti di belakang mereka."Levan, kau mau ke mana?" tanyanya sambil menghentikan langkah dan menoleh dingin."Lysander, kalau kita berjalan bersama, kita bisa saling menjaga jika terjadi sesuatu." Levan segera merendahkan sikapnya sambil tersenyum. "Jangan khawatir. Kalau nanti ada harta karun, aku akan membiarkanmu memilih lebih dulu."Levan tahu betul bahwa kekuatan saja tidak cukup di tempat seperti ini. Tanpa seseorang yang

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2167

    Nathan sama sekali tidak menggubrisnya. Tatapannya tetap terpaku pada naga raksasa itu sebelum tubuhnya perlahan terangkat ke udara hingga sejajar dengan kepala sang naga, lalu ia mengulurkan tangan, berniat menyentuhnya.ROAAARRR!Raungan dahsyat meledak dari mulut naga. Gelombang kekuatan yang mengerikan menghantam Nathan hingga tubuhnya terpental seperti daun diterpa badai, ia menghantam dinding batu dengan keras sebelum jatuh ke tanah."Tuan Nathan!" seru Velisa sambil berlari menghampiri.Ia segera membantu Nathan bangkit dan mendapati darah mengalir dari sudut bibirnya. Tubuh Nathan yang selama ini terkenal luar biasa kuat ternyata tetap terluka hanya oleh satu raungan naga tersebut.Melihat kejadian itu, Levan dan Lysander ikut menegang. Seluruh rombongan bersiap siaga, khawatir naga raksasa itu akan kembali menyerang.Getaran di alun-alun semakin hebat. Belasan patung Naga itu runtuh satu demi satu, meledak menjadi pecahan yang beterbangan ke segala arah hingga semua orang bur

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2166

    Mendengar penjelasan itu, wajah Levan seketika berubah lebih buruk daripada dasar panci gosong. Awalnya ia ingin memanfaatkan anak buahnya untuk merebut inisiatif, tetapi tanpa sadar justru membantu Nathan menguras kekuatan formasi terlebih dahulu.Tetua Sorei dan Lysander sama-sama tersenyum tipis. Mereka tahu Nathan sengaja melontarkan penjelasan itu untuk membuat Levan naik darah. Walaupun sebagian ucapannya memang masuk akal, mereka paham itulah bukan alasan utama Nathan mampu membongkar formasi secepat itu.Karena Nathan sendiri tidak berniat menjelaskan metode yang sebenarnya, keduanya pun memilih tidak bertanya lebih jauh."Baiklah, kita masuk."Nathan mengabaikan wajah Levan yang menghitam lalu melangkah melewati gerbang batu. Meski dipenuhi amarah, Levan hanya mampu menggertakkan gigi dan mengikuti dari belakang bersama orang-orang Ordo Tempest.Di balik gerbang terbentang sebuah alun-alun luas. Belasan patung Naga berdiri tegak membentuk susunan melingkar. Di ujung alun-alu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2165

    Nathan tersenyum tipis. "Kalau sejak tadi kau menyetujuinya, gerbang ini sudah lama terbuka."Selesai berkata, ia melangkah santai menuju gerbang batu."Hati-hati, Tuan Nathan," ujar Velisa dengan nada cemas.Nathan hanya menoleh sambil tersenyum ringan. "Tenang saja."Di bawah tatapan semua orang, Nathan mengangkat tangan lalu menempelkannya perlahan ke permukaan gerbang batu.Suasana langsung berubah hening. Semua orang menahan napas, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.Tetua Sorei dan Lysander mengamati tanpa berkedip. Mereka sama-sama ahli dalam ilmu formasi dan sangat ingin mengetahui cara Nathan membongkar susunan rune kuno itu hanya dalam satu menit.Tak lama kemudian, telapak tangan Nathan mulai memancarkan cahaya keemasan. Kilau tersebut merambat masuk ke dalam gerbang, membuat setiap pola rune di permukaannya ikut bersinar dengan warna yang sama.Bzzzzz!Cahaya emas itu semakin terang hingga memenuhi seluruh gerbang. Bersamaan dengan itu, gelombang energi yang sangat

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2164

    Nathan hanya tersenyum tipis. "Satu hari? Untuk formasi seperti ini, itu terlalu lama."Tatapannya beralih ke gerbang batu sebelum melanjutkan dengan nada datar, "Aku hanya membutuhkan satu menit."Begitu kalimat itu terlontar, Tetua Sorei dan Lysander langsung menatap Nathan dengan ekspresi berubah. Sebagai orang yang memahami ilmu formasi, mereka tahu betapa rumitnya susunan rune di gerbang tersebut. Menghancurkan formasi kuno sekelas itu hanya dalam satu menit terdengar mustahil.Levan memang tidak memahami tentang formasi sedalam mereka, tetapi ia tetap menganggap ucapan Nathan sebagai omong kosong. "Berhenti membual! Aku sama sekali tidak percaya kau punya kemampuan seperti itu."Nathan tersenyum tenang. "Percaya atau tidak, kita akan segera mengetahuinya. Tapi jika aku benar-benar berhasil membukanya, seluruh harta yang berada di balik gerbang batu akan dibagikan olehku."Tatapannya menancap lurus ke arah Levan. "Berani membiarkanku mencobanya?"Mendengar ucapan itu, Levan terdi

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2163

    Velisa meliriknya dengan senyum mengejek. "Tuan Nathan sudah memperingatkanmu sejak awal, tetapi kau memilih mengabaikannya. Sekarang lihat sendiri akibatnya."Levan mengepalkan kedua tangannya hingga urat-uratnya menonjol. Ia sadar ucapan Velisa memang benar. Andai saja tadi ia mau mendengarkan Nathan, dua muridnya tidak akan mati sia-sia.Lysander mengamati pola cahaya yang masih berpendar di permukaan gerbang, lalu menghela napas pelan. "Bahkan gerbang masuknya saja dilindungi formasi seperti ini. Kerajaan Luminus memang jauh lebih luar biasa daripada yang kubayangkan."Levan segera menoleh kepada para Ahli Rune Ordo Tempest. "Kalian, pecahkan formasi ini!"Ia masih menyimpan harga diri. Sebelumnya Nathan telah menjadi orang yang menghancurkan inti formasi dan membuat Ordo Tempest kehilangan muka. Jika kali ini anak buahnya berhasil membuka segel pada gerbang batu, setidaknya mereka bisa merebut kembali sedikit kehormatan dan memiliki kesempatan menawar saat pembagian harta nanti.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 211

    Merasakan tatapan orang-orang sekeliling, ekspresi Rendy langsung marah. “Omong kosong, apa yang aku takutkan? Aku, sedikitpun tidak takut, aku tidak takut pada siapapun!” Rendy yang terlalu banyak minum, saat ini sudah tidak tahu akan rasa ‘takut’. “Kak Rendy, kalau kamu tidak takut, bisakah kita r

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 191

    Martin menatap Nathan sekilas lalu tersenyum. “Anak muda memang seperti itu, kalau sudah terjadi, ya sudah. Kamu tidak perlu sampai meminta bantuan Tuan Zayn, aku kira kamu melakukan hal ilegal apa, kalau sudah seperti itu siapapun yang menelpon akan sulit diurus!”“Tidak,” Kevin menggelengkan kepala

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 157

    “L-Lisa, dengarkan penjelasanku, itu terjadi karena Andrew menggodaku, dia yang menggodaku, bahkan menggunakan uang untuk menyogokku!" Kate mengalihkan semua tanggung jawab pada Andrew.“Ha?! Kau! Bajingan tidak tahu malu, kamu yang merayuku, kamu ingin aku membantumu dalam masalah pekerjaan, lalu be

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 95

    Nathan tahu kalau Antonius tidak menyetujui Andrew untuk memecatnya, karena Antonius memutuskan untuk mempertahankannya, dia pasti tidak akan memecatnya begitu saja. “Apa katamu? Aku ini manajer departemen pemasaran, di departemen pemasaran hanya kata-kataku yang berlaku, kenapa aku tidak bisa memec

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status