共有

Bab 68

作者: Imgnmln
last update 公開日: 2024-03-20 23:58:19

Satu hari berlalu dengan cepat, Nathan merenggangkan pinggangnya dan mendengus. “Piutang-piutang ini terlalu besar, apa saja yang dilakukan direktur disini?”

“Nathan, kamu jangan berbicara sembarangan, kalau sampai didengar orang lain, dan mereka melaporkanmu, maka akan jadi repot!” Matius yang mendengar keluhan Nathan tentang direktur—Antonius—terkejut dan langsung mengingatkannya.

“Separah itukah? Dia hanya seorang direktur, bukan pemilik, dia juga disini bekerja, kan? Malah benar-benar men
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (2)
goodnovel comment avatar
Imgnmln
maaf kak, aku usahain up tiap hari yaa~
goodnovel comment avatar
Paps Wahyuddi
tanggung buat novel ngg serius yaa
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2040

    "Di mana... aku?" Nathan mengedarkan pandangan ke segala arah dengan wajah dipenuhi kebingungan.Sejauh mata memandang terbentang hamparan daratan yang begitu luas. Burung-burung beterbangan bebas di langit, kawanan binatang buas berkeliaran tanpa rasa takut, sementara energi spiritual yang memenuhi tempat itu jauh lebih pekat dibandingkan Sektor Bayangan.Saat masih mencoba memahami situasi, delapan sosok perlahan berjalan menghampirinya. Mereka mengenakan jubah bergaya kuno, dan pada dada setiap jubah terbordir dua kata yang langsung menarik perhatian Nathan.Aula Luminaris.Tatapan Nathan langsung membeku. "Bukankah mereka..."Jantungnya berdegup kencang ketika menyadari wajah kedelapan orang itu identik dengan patung-patung yang berdiri di dalam Sanctum Oblivion.Tanpa berpikir panjang, Nathan segera melangkah maju untuk menghentikan mereka dan mencari jawaban. Namun, sesuatu yang aneh terjadi. Kedelapan orang itu sama sekali tidak mempedulikannya, seakan dirinya hanyalah bayangan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2039

    Suara Garrick bergema di dalam ruangan. "Pamanmu tidak mungkin mengurusmu setiap saat. Aku hanya memiliki satu orang putra, sedangkan Aula Seribu Relik masih menunggumu untuk meneruskan warisan keluarga."Magnus menggeleng pelan. "Ayah, warisan apa lagi yang tersisa?" balasnya tanpa ragu. "Menurutku, Aula Seribu Relik sekarang kemungkinan besar sudah berubah menjadi puing-puing. Dengan sifat Nathan, mana mungkin dia membiarkan seluruh artefak itu tetap utuh?"Dia menarik napas sebelum melanjutkan. "Kalaupun semua artefak sudah lenyap, apa lagi yang bisa diwariskan? Menunggu Ayah menempa kembali sebanyak itu? Entah harus menunggu sampai kapan. Menurutku, justru Aula Elysium milik Paman jauh lebih menjanjikan.""Aku akan mencabik-cabik Nathan sampai tubuhnya berkeping-keping!" Garrick menggertakkan gigi begitu mendengar ucapan Magnus. Dadanya dipenuhi amarah karena setiap artefak di Aula Seribu Relik merupakan hasil kerja keras yang ia tempa selama bertahun-tahun."Adik seperguruan, kar

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2038

    Magnus membelalakkan mata karena tidak memahami perbedaan itu."Apa kamu melihatnya?" tanya Loyd sambil menunjuk aliran cahaya tersebut. "Resonansi berwarna putih menunjukkan keyakinan paling lemah, sedangkan warna ungu menandakan tingkat pengabdian tertinggi."Pandangan Magnus segera menyapu seluruh aula hingga berhenti pada seorang gadis cantik yang sedang berlutut di barisan depan. Di atas kepalanya, Resonansi Devosi berwarna ungu menyala jauh lebih terang daripada milik yang lainnya. Artinya, gadis itu merupakan pengikut yang paling setia.Melihat sorot mata Magnus terus tertuju kepada gadis tersebut, Loyd terkekeh pelan. "Keponakanku... apa menurutmu gadis itu cantik?"Magnus mengangguk tanpa menutupi pikirannya. "Memang cantik."Sejak melarikan diri beberapa hari lalu hingga menetap di Aula Elysium selama dua hari, dia belum pernah bertemu wanita. Wajar jika pandangannya kini dipenuhi hasrat ketika melihat wajah gadis itu."Hahaha..." Loyd tertawa pelan. "Bagi pengikut yang bena

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2037

    "Kalian tidak perlu mengkhawatirkan apa pun." Tatapan Nathan dipenuhi tekad. "Aku pasti akan menemukan cara agar kalian bisa keluar dari sini. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan kalian terkurung di tempat ini selamanya."Sarah justru tersenyum lembut. "Sebenarnya tinggal di sini juga tidak terlalu buruk. Lingkungannya tenang, udaranya juga nyaman."Dia sengaja berkata demikian karena memahami beban yang sedang dipikul Nathan.Prisly seakan baru mengingat sesuatu. "Pantas saja waktu kami menemui Tuan Ryujin, beliau sempat bertanya apakah kami rela mengorbankan nyawa demi Kak Nathan.""Beliau juga bertanya apakah aku dan Rebecca memiliki kekuatan khusus, lalu menyerahkan Buku Resonansi Dunia kepada kami berdua.""Jadi... beliau memang sudah mengetahui semuanya." Prisly akhirnya memahami maksud ucapan Ryujin saat itu. "Beliau pasti sudah tahu kami akan bertemu Kak Nathan dan berhasil menyerahkan Buku Resonansi Dunia kepadanya."Mendengar itu, Nathan langsung mengernyit. "Tua

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2036

    Ryujin hanya memandangnya dengan tenang. "Aku sudah mengatakannya. Semua itu adalah takdirmu, dan untuk saat ini kamu belum memiliki kemampuan untuk mengubahnya.""Mungkin suatu hari nanti, ketika kamu telah berdiri di puncak kekuasaan, barulah kamu mampu menentukan jalan hidupmu sendiri.""Namun selama hari itu belum tiba, satu-satunya pilihan hanyalah menjalaninya. Semakin keras kamu melawan takdir yang belum sanggup kamu ubah, semakin besar pula penderitaan yang akan kamu rasakan."Ryujin mengangkat tangan dan mengibaskannya pelan. "Pergilah."BANG!Gelombang kekuatan tak kasatmata langsung menyapu tubuh Nathan hingga terpental keluar dari ruangan.Brak!Sesaat kemudian, pintu ruang kerja Ryujin menutup rapat, menyisakan keheningan yang terasa begitu menyesakkan."Nathan!"Melihat kondisi Nathan yang dipenuhi luka, Paul segera berlari menghampiri dan menopang tubuhnya.Namun, tatapan Nathan kosong tanpa sedikit pun fokus, seolah jiwanya masih terperangkap di dalam percakapan bersam

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2035

    Nathan menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan dengan suara yang mantap. "Dengarkan baik-baik, aku tidak pernah mengejar kekuatan demi menjadi dewa. Kalau harus memilih, aku lebih rela mempertaruhkan nyawaku demi menyelamatkan mereka, sama seperti mereka yang juga tidak akan ragu mengorbankan jiwa mereka demi menyelamatkanku."Setiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar begitu tegas hingga membuat amarah Ryujin perlahan mereda. Pria tua itu kembali menghembuskan napas panjang."Sejak dahulu, perasaan yang terlalu dalam memang selalu berakhir dengan penyesalan." Ryujin kembali duduk di kursinya sebelum berkata dengan nada datar, "Aku tahu alasan kedatanganmu. Kalau ingin menyelamatkan Sarah, Prisly, dan Rebecca, satu-satunya cara adalah membawa mereka kembali ke Sektor Bayangan.""Hanya tempat itu yang mampu memulihkan kondisi mereka. Jika tetap dibiarkan berada di luar, mereka tidak akan mampu bertahan lebih dari satu hari."Mendengar itu, Nathan mengepalkan tangan dengan er

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1530

    Bayangan hitam raksasa tiba-tiba muncul di belakang Ryuki, sosok besar, kabur, dan memegang Tongkat Thorn, dengan aura dingin seperti kematian.Kerumunan bergidik serempak. Pertama kalinya mereka menyaksikan rupa asli roh spiritual yang menghuni tubuh Ryuki.Ryuki tak menyadari apa pun. Ia hanya me

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1553

    Bonang mengaktifkan sigil penghindar api untuk menahan panasnya kobaran api sambil berlari di depan, Nathan mengikutinya rapat.Cis… cis… cis…Gelombang panas seperti suara mendesis terus terdengar di telinga mereka.BAM!Tiba-tiba sigil penghindar api itu hancur. Kobaran api meledak disertai kekua

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1513

    “Tidak boleh!” seru Sancho, suaranya gemetar tapi tegas. “Penjara bawah tanah Martial Shrine tidak bisa dimasuki sembarangan. Pemimpin sudah memberi perintah, terutama Prisly! Tidak seorang pun boleh menyentuhnya!”Nada itu jelas menunjukkan ketakutan, tapi juga sisa keberanian seorang yang pernah

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1509

    “Pelayan,” katanya serak, “Bawa satu botol lagi, anggur terbaik kalian.”Aroma alkohol menyelimuti udara bar Kafe Hilson. Beberapa tamu melirik dengan risih, tapi tak ada yang berani bicara. Semua orang tahu siapa pria itu dan betapa tipis jarak antara mabuk dan murka dari seorang Ketua Martial Shr

    last update最終更新日 : 2026-04-03
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status