Share

Bab 990

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-03-15 23:49:15

Kaidar menyipitkan mata, lalu menjawab dengan datar. “Kami sedang mencari keberadaan naga Yin. Setelah kamu menyerap esensi Batu Mata Naga dari naga Yang, seluruh pulau pun berubah. Naga Yin pun menghilang. Sekarang, kami ingin menemukannya dan merebut Batu Mata Naganya!”

Nathan terdiam sejenak sebelum berkata. “Jadi, kamu memintaku datang ke sini untuk membantu menghadapi naga Yin? Padahal, Keluarga Winaya punya banyak ahli, kekuatan mereka jauh melampauiku.”

Secara logika, untuk menghadapi na
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Muharwan Stbagindo
Kenapa kok satu bab aja bisa dibuka? ngk seru lah bagus ngk usah aja baca lg
goodnovel comment avatar
Ma Tibun
para wanita selalu menyusahkan nathan...
goodnovel comment avatar
Jali Rahman
mimin ngk punya bahan cerita ky nya ngk update beberapa hari update secuil cerita payah sekali.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2123

    Di Sumber Kehidupan Abadi, Nathan telah berendam selama tiga hari penuh. Selama itu pula, dia terus mengamati setiap perubahan yang terjadi pada aliran mata air.Dengan mengandalkan Kesadaran Spiritual, Nathan mengikuti jalur aliran air, berusaha menelusuri ke mana sebenarnya mata air itu bermuara melewati Zona Terlarang yang tertutup rapat.Semakin lama mengamati, dia semakin yakin bahwa air Sumber Kehidupan Abadi bukan memancar tanpa henti, melainkan mengalir dalam sebuah siklus yang terus berulang.Malam itu, bulan purnama menggantung tinggi di langit.Nathan perlahan keluar dari mata air, lalu menyusuri aliran air menuju Zona Terlarang. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, sebuah tekanan mengerikan tiba-tiba menghantam tubuhnya.Dalam sekejap, rasa nyeri yang luar biasa memenuhi lautan kesadarannya."Formasi pembatas yang luar biasa..." Nathan menarik napas dalam. "Gabungan formasi dari beberapa sekte di Sektor Bayangan benar-benar tidak bisa diremehkan."Dia sempat terpikir untuk

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2122

    Di Ordo Tempest, Levan tengah berbaring di sebuah ranjang khusus.Seluruh tubuhnya dipasangi berbagai selang yang dipenuhi cairan hijau pekat.Di hadapannya berdiri sebuah tabung kaca besar. Cairan hijau di dalamnya terus bergolak seolah sedang mendidih.Levan menggertakkan gigi sambil memejamkan mata. Rasa sakit yang luar biasa membuat seluruh tubuhnya menegang.Di sampingnya, sang ibu hanya bisa mengawasi dengan wajah penuh kecemasan. "Tetua Eksel, kau benar-benar yakin metode ini aman?" tanyanya gelisah. "Dia putra kandungmu. Kalau sampai terjadi sesuatu, aku tidak akan tinggal diam."Tetua Eksel tersenyum tipis. "Tenang saja, teknologi modifikasi gen ini sudah sangat matang."Usai berkata demikian, dia melangkah mendekati tabung kaca. Ujung jarinya digigit hingga berdarah, lalu beberapa tetes darah menetes ke dalam cairan hijau tersebut. Meski hanya kehilangan sedikit darah, wajah Tetua Eksel langsung tampak pucat karena kelelahan.Tak lama kemudian, cairan hijau itu terus mengali

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2121

    Nathan pun memperkenalkan keduanya. "Mereka adalah teman yang kutemui di perjalanan. Berkat bantuan mereka, aku berhasil menemukan Sumber Kehidupan Abadi."Nathan tidak berniat menjelaskan terlalu banyak mengenai Sektor Bayangan.Sheerena pun tersenyum ramah kepada Rael dan Velisa. Keduanya membalas dengan senyum tipis sambil menganggukkan kepala."Kalian berdua boleh berkeliling dulu di Klan Draken Ascalon. Setelah semua urusanku selesai, kita langsung berangkat." Nathan tahu rasa penasaran mereka terhadap dunia luar masih sangat besar, sehingga sengaja memberi kesempatan untuk melihat-lihat markas Klan Draken Ascalon.Rael dan Velisa mengangguk sebelum berjalan meninggalkan halaman utama.Sementara itu, Nathan langsung menuju tempat Bonang dan Kieran dirawat untuk memeriksa kondisi mereka."Kak, Northern benar-benar luar biasa." Velisa menatap sekeliling dengan mata berbinar. "Bahkan wilayah Klan Draken Ascalon saja terasa jauh lebih luas daripada seluruh Ordo Sancta."Rael ikut men

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2120

    Melihat sikapnya, Nathan tidak memaksa. Dia khawatir anggota Ordo Abyssal lainnya akan segera datang memburu wanita itu, sehingga berkata dengan nada tenang, "Ikutlah bersama kami. Kalau tetap di sini, mereka pasti akan datang lagi untuk menangkapmu."Sambil berbicara, Nathan perlahan mengulurkan tangannya. Namun, begitu melihat tangan Nathan terulur ke arahnya, wanita itu langsung ketakutan. Dia berbalik dan berlari secepat mungkin hingga menghilang di balik deretan pepohonan.Nathan hanya bisa terpaku dengan tangan yang masih terulur. "Apa aku terlihat semenakutkan itu?" gumamnya sambil tersenyum masam.Velisa segera menahan tawa. "Bukan begitu, Tuan Nathan. Kurasa dia hanya terlalu ketakutan."Nathan kemudian melirik waktu. ‘Aku harus segera menyelamatkan Kieran dan Bonang terlebih dahulu.’Pesawat mereka akan segera lepas landas."Ayo, kita juga harus berangkat."Ketiganya pun meninggalkan area pemakaman.Tak lama setelah mereka pergi, seorang Arkhon datang bersama beberapa Ksatri

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2119

    Salah seorang Ksatria Abyss melangkah maju. "Nathan, urusan ini tidak ada hubungannya denganmu." Suaranya terdengar dingin. "Minggirlah. Kalau tidak, jangan salahkan kami jika harus bertindak kasar."Nathan hanya tersenyum tipis. "Hanya kalian berdua?" katanya penuh penghinaan. "Bahkan para Arkhon kalian sekarang tak lebih dari sekadar semut di mataku. Lalu menurut kalian, apa istimewanya dua Ksatria Abyss?"Tatapannya berubah tajam. "Lepaskan wanita itu. Kalau kalian melakukannya sekarang, aku masih akan membiarkan kalian pergi."Dia mengangkat sedikit dagunya. "Kalau tidak... jangan salahkan aku karena tidak menunjukkan belas kasihan."Ekspresi kedua Ksatria Abyss langsung mengeras. "Nathan," salah seorang dari mereka berkata dengan nada rendah, "Kami sudah berusaha menghindarimu. Apa kau benar-benar ingin menjadikan Ordo Abyssal sebagai musuh bebuyutanmu?""Asal kau tahu, wanitamu saat ini berada di tangan kami!"Kedua Ksatria Abyss sengaja menggunakan Sarah untuk mengancam Nathan.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2118

    "Berhentilah melawan." Salah seorang Ksatria Abyss menatap wanita itu tanpa ekspresi. "Ikut bersama kami dengan patuh. Dengan begitu, kau tidak perlu merasakan penderitaan yang lebih besar."Wanita itu menggeleng tegas. "Aku bahkan tidak mengenal kalian. Kenapa aku harus ikut?""Kalau begitu..." pria itu berkata dingin, "Jangan salahkan kami."Begitu kalimat itu berakhir, kedua Ksatria Abyss langsung melesat bersamaan.Wanita itu segera menekan kedua telapak tangannya ke tanah. Dalam sekejap, cahaya kuning kecokelatan memancar dari bawah kakinya. Lapisan batu tebal kembali membungkus seluruh tubuhnya hingga berubah menjadi manusia batu."Benteng Pelindung!"Suara wanita itu menggema.Seketika tanah bergetar hebat. Batu-batu nisan di seluruh area pemakaman terangkat ke udara, lalu melesat cepat membentuk dinding batu raksasa yang kokoh tepat di hadapannya.Namun, kedua Ksatria Abyss sama sekali tidak berniat menghindar. Tubuh mereka meluncur lurus bagaikan dua meteor hitam, menghantam

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1037

    Di balik adegan yang memukau itu, Ramos terpaku dengan mata terbelalak, menyaksikan dua puncak penguasa Ingrasnya menjadi mayat kerangka dalam hitungan detik. “K-kamu .... bagaimana bisa menguasai teknik hitam? Ternyata kamu mengemban kekuatan hitam?!” seru Ramos, antara keheranan dan ketakutan.Na

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 987

    “Tuan Muda Kaidar, jangan khawatir. Begitu Nathan tiba di Pulau Draken, naga Yin pasti akan muncul. Tubuh Nathan menyimpan Batu Mata Naga dari naga Yang, sementara naga Yin kini berada dalam kondisi terlemah. Asal kita kalahkan naga Yin dan ambil Batu Mata Naga miliknya, lalu singkirkan Nathan untu

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1033

    Nathan tak lagi menoleransi kepura-puraan itu. “Sembunyikan saja dalammu, kalian sudah mengikutiku sejak awal. Apakah Ramos yang mengutus kalian?” serunya, menantang mereka dengan penuh intensitas.Suasana segera berubah tegang, setiap detik seolah memompa adrenalin dalam udara. Tanpa peringatan, N

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1027

    Nathan pun mengangguk, menggenggam erat tangan para anggota Ravensclaw sebagai tanda terima kasih. Namun, perhatian Famrik tertumbuk pada sebuah detail penting, sebuah cincin yang terpampang di tangan Nathan. Tatapan Famrik sesaat dipenuhi kengerian, namun segera terganti oleh sikap tegas.“Kamu ik

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status