Short
Ketika Cinta Itu Habis

Ketika Cinta Itu Habis

Oleh:  Soda PopTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
16Bab
1.2KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Pada tahun ketujuh pernikahannya dengan Sean Jonanta, tanpa sengaja Dessy Linardi mendengar putranya bertanya pada sang ayah dengan polos, "Papa, kenapa sih Tante Yanne nggak bisa jadi mamaku?" Dessy terpaku. Tante Yanne … Yanne Karnata? Mantan pacar pertama Sean? Saat dia masih bertanya-tanya apakah dirinya salah dengar dan hendak menanyakan maksudnya, sebuah mobil tiba-tiba melaju kencang ke arah putranya. Tanpa sempat berpikir panjang, Dessy refleks berlari dan mendorong anaknya menjauh. Brak! Benturan keras itu membuatnya langsung hilang kesadaran. Ketika kembali membuka mata, Dessy melihat suami dan putranya berdiri dengan selamat di samping ranjang rumah sakit. Dia pun menghela napas lega. Namun, baru saja hendak menenangkan mereka dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, tiba-tiba dia teringat ucapan putranya sebelum kecelakaan terjadi. Entah kenapa, dia mendadak berpura-pura kebingungan sambil menatap mereka. "Maaf … aku nggak ingat apa-apa sekarang." Ayah dan anak yang berdiri di depan ranjang sempat terpaku sesaat, lalu buru-buru memanggil dokter. Setelah pemeriksaan selesai, dokter pun menyimpulkan, "Pasien mengalami memar di otak akibat kecelakaan. Kondisi itu bisa menyebabkan amnesia sementara." Setelah dokter pergi, Dessy masih mempertahankan ekspresi bingungnya. "Kenapa aku bisa kecelakaan? Kalian siapa, ya? Apa hubungan kalian sama aku?" Sean mengernyit, seperti ingin mengatakan sesuatu. Namun sebelum dia sempat membuka mulut, terdengar suara polos penuh semangat mendahuluinya. "Kamu itu pengasuh di rumah kami!"

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Seketika, semua alasan yang sudah Dessy siapkan, tertahan di tenggorokannya.

Dia menatap kaku anak yang telah dikandungnya selama sepuluh bulan itu dengan rasa tak percaya, lalu mengulang pertanyaannya perlahan, "Penga … suh?"

"Iya." Yuan menjawab tanpa ragu sedikit pun. "Kalau nggak, ngapain aku dan Papa repot-repot jagain kamu di rumah sakit?"

Dessy tak berkata apa-apa. Dia hanya menatap Yuan lekat-lekat, berusaha mencari sedikit saja tanda kalau anak itu sedang bercanda.

Mungkin, detik berikutnya anak itu akan berlari ke samping ranjang, menggenggam tangannya dengan manja, mengaku kalau sejak awal dia tahu ibunya hanya berpura-pura hilang ingatan dan sengaja ikut bermain dengannya.

Namun, yang membuatnya kecewa, wajah Yuan justru tampak sangat serius. Anak itu bahkan menarik lengan baju Sean sambil berkata dengan sungguh-sungguh,

"Papa, Bibi Dessy kecelakaan karena nyelametin aku. Kasih dia bonus lebih banyak, ya."

Perasaan tak masuk akal langsung menyelimuti seluruh tubuh Dessy.

Di hati anak yang mati-matian dia selamatkan ini, rupanya dirinya cuma dianggap sebagai pengasuh belaka ....

Lalu, siapa yang menempati posisi ibu di hatinya? Yanne?

Rasa sakit seperti tusukan jarum menjalar di dadanya. Dessy menggigit bibir bawahnya kuat-kuat agar pertanyaan yang hampir keluar itu tertahan kembali.

Pandangannya beralih kepada Sean yang sejak tadi diam saja.

Dia ingin tahu, selain putranya, apakah di hati suaminya yang sudah menikah dengannya selama tujuh tahun masih ada tempat untuk dirinya.

Tatapan mereka bertemu, Sean terdiam sesaat. Pria itu tidak mengatakan apa pun, hanya menarik Yuan keluar dari kamar rawat.

Hati Dessy perlahan tenggelam makin dalam.

Tidak menyangkal berarti sudah menjadi jawaban terbaik.

Sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya, dia turun dari ranjang lalu bersandar di balik pintu kamar rawat.

Melalui kaca kecil di pintu, dia melihat Sean berjongkok sambil menahan marah dan bertanya kepada anaknya, "Yuan, kenapa kamu bohong bilang Mama itu pengasuh di rumah kita?"

Yuan cemberut dengan wajah sedih.

"Aku pengin Tante Yanne jadi mamaku. Setiap sama dia aku selalu senang. Nggak kayak Mama, kerjanya cuma ngatur aku terus, bikin kesal."

"Lagi pula Tante Yanne bisa main piano dan hebat banget. Mama cuma diam di rumah jadi ibu rumah tangga, nggak bisa apa-apa."

Mendengar putranya sendiri mengaku ingin menjadikan Yanne sebagai ibunya, Dessy langsung seperti kehilangan seluruh tenaga. Perlahan dia jatuh terduduk di lantai.

Ternyata ... dia memang tidak salah dengar.

Yuan benar-benar menyukai Yanne, sampai-sampai rela menjadikan ibu kandungnya sendiri sebagai pengasuh demi memberi tempat untuk wanita itu.

Mendengar nama Yanne, amarah Sean tampak mereda, meski wajahnya masih terlihat serius.

"Meski begitu, kamu tetap nggak boleh bohong."

"Mama 'kan sekarang hilang ingatan dan nggak tahu siapa dirinya sendiri." Yuan menggoyangkan tangan besar ayahnya sambil bermanja. "Ayolah, Pa. Tante Yanne pernah bilang dia juga pengin jadi mamaku. Sekarang akhirnya ada kesempatan, jadi Papa bantu aku sekali ini aja, ya?"

"Lagi pula Papa juga kelihatan senang waktu sama Tante Yanne. Bohong ini sama-sama menguntungkan buat kita. Ini 'kan bohong demi kebaikan. Toh cuma selama Mama hilang ingatan aja, nggak bakal terjadi apa-apa."

Jelas sekali Sean mulai terbujuk. Setelah terdiam cukup lama, akhirnya dia mengangguk.

"Baiklah. Tapi cuma boleh satu minggu. Setelah itu, terlepas Mama udah ingat atau belum, Tante Yanne nggak boleh lagi jadi mamamu."

Mendengar persetujuannya, Yuan langsung melompat kegirangan.

"Asyik! Kalau gitu sekarang kita cepat cari Tante Yanne dan kasih tahu kabar baik ini!"

Setelah itu, Yuan langsung menarik Sean pergi dengan penuh semangat.

Keduanya benar-benar melupakan Dessy yang baru saja mengalami kecelakaan dan masih terbaring di rumah sakit.

Mendengar suara langkah kaki mereka makin menjauh, Dessy tiba-tiba tertawa. Air mata jatuh setetes demi setetes membasahi lantai.

Dia tidak menyangka, sebuah ujian kecil justru membuatnya melihat wajah asli ayah dan anak itu.

Suami yang sudah menikah dengannya selama tujuh tahun, serta putra yang dirawatnya dengan penuh kasih selama lima tahun, ternyata tak satu pun dari mereka benar-benar menyisakan ruang di hati untuk dirinya.

Keluarga bahagia yang selama ini dia kira dimilikinya ternyata hanyalah sebuah lelucon.

Tiba-tiba, nada dering ponsel memecah kesunyian.

Panggilan itu dari lembaga riset farmasi.

"Dessy, udah kamu pikirkan baik-baik? Apa kamu jadi bergabung dalam proyek kali ini?"

Dessy menatap wallpaper foto keluarga mereka bertiga di layar ponselnya. Yang tersisa di matanya kini hanya kehampaan.

"Profesor, aku bersedia ikut."

Di dalam ruangan yang sunyi, suaranya terdengar lembut namun tegas.

"Tapi sebelum proyek dimulai, aku ingin semua informasi tentang diriku dihapus."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

M--G
M--G
benar2 sudah habis cinta sebagai istri dan ibu
2026-06-11 19:34:41
0
0
16 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status