Partager

Bab 169

Auteur: Fitri
Lunara menahan tekanan itu dan mengangguk kaku. "Cukup, terima kasih Bibi."

Pangsit segera dihidangkan ke meja. Naomi membawakannya untuk mereka. Kayden mengambil sebuah sendok dengan santai, lalu menyerahkannya kepada Lunara. Dia ingat Lunara suka makan pangsit dengan sendok, tidak suka menggunakan sumpit.

Lunara menerimanya. Keduanya makan dengan tenang.

Ini pertama kalinya Saphira bertemu Lunara. Awalnya, dia ingin menanyakan beberapa hal. Namun Althea berkedip memberi isyarat, menyuruh Saphi
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 764

    Begitu Casya selesai berbicara, dia langsung merasakan tangan yang melingkar di pinggangnya sedikit mengencang. Seolah-olah Eston tidak puas dengan jawabannya.Dengan wajah datar, Eston menunduk lalu menambahkan, "Memang teman. Teman yang sudah bertemu orang tua dan sudah pernah berciuman. Bahkan sudah pernah makan buah yang dicuci nenekmu."Casya buru-buru menutup mulutnya. "Sudahlah, jangan diteruskan lagi. Memangnya patut dibanggakan?"Melihat ketegangan yang penuh godaan di antara mereka, Linda tersenyum. "Jadi nenekku juga sudah pernah ketemu kamu?""Sudah. Eaktu orang tua Casya meninggal, Nyonya Besarlah yang kasih kabar ke aku."Saat orang tua Casya meninggal dunia, bahkan Linda yang sedang berada di luar negeri pun tidak sempat menghadiri pemakaman.Namun, Mira malah memberi kabar kepada Eston agar datang.Sepertinya Keluarga Prayogo memang sudah mengetahui keberadaan Eston dan hubungannya dengan Casya, bahkan diam-diam mendukungnya. Senyum Linda semakin lebar. Dia mengangkat g

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 763

    "Sayang, kamu pulang dulu."Ujung telinga Casya kembali memanas. Dia tahu Eston sengaja melindunginya, jadi setelah berpura-pura mengeluh sebentar, dia pun kembali ke meja sebelah.Di sisi Linda, mereka sama sekali tidak menyadari apa yang baru saja terjadi di meja Eston. Begitu melihat Casya kembali, Linda langsung menggoda, "Gimana? Sudah punya pacar?"Casya sengaja mengeluh dengan suara keras, "Jangan ditanya! Pelit banget! Cuma minta dibeliin tas, malah disuruh balik!"Linda dan yang lain langsung berdecak. Wajah mereka penuh rasa jijik.Di meja VIP, Eston mendengar keluhan Casya yang terdengar setengah bercanda, lalu sudut bibirnya terangkat. Dia tahu, Casya memang selalu pintar. Casya tidak bertanya apa pun, tetapi tetap bisa memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di sisinya.Eston membuka tas kerja itu. Setelah memeriksanya, dia mengangguk."Sisa pembayarannya akan masuk dalam lima menit. Tetap ke rekening yang sudah disepakati sebelumnya."Lawan bicaranya akhirnya menghela

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 762

    Aksi malam ini adalah tahap penutup dari proyek yang dulu dihadiri Eston. Yang perlu dia lakukan tidak banyak, hanya bekerja sama dengan instansi lain untuk mendapatkan bukti kejahatan beberapa orang di hadapannya.Setelah itu, misinya selesai dan dia bisa mundur.Hanya saja, dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu Casya. Jadi, dia memanfaatkan situasi dan mengikuti alurnya.Eston menggigit sebatang rokok di bibirnya, lalu mengembuskan asap. Tatapan dinginnya jatuh pada Casya. "Sepertinya nggak bisa bawa dia pulang. Ibuku sudah punya calon menantu pilihan. Nggak sembarang wanita bisa ikut pulang bersamaku."Orang di sampingnya langsung mengerti, lalu bertanya lagi, "Putri keluarga mana yang bisa menarik perhatian Kak Eston?""Nona Kelima Keluarga Narasoma."Semua orang langsung menatap Eston dengan kaget. Mereka semakin yakin latar belakang Eston jauh lebih hebat daripada yang mereka bayangkan.Di seluruh Kota Andara, tidak ada yang tidak mengenal Keluarga Narasoma. Eston bahkan b

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 761

    "Teman ...."Pelayan itu berkata, "Pria itu bilang, dia merasa perkataan nona ini cukup masuk akal."Casya hampir saja menggigit lidahnya sendiri. Beberapa hari ini dia terlalu sibuk, jadi sudah beberapa hari juga dia tidak bertemu Eston. Mereka sama-sama orang dewasa yang tidak terlalu manja, jadi memang tidak merasa perlu bertemu setiap hari.Lagi pula, setiap hari Casya selalu menerima kiriman barang dari Eston.Entah hadiah atau makanan yang dipesankan, meskipun orangnya tidak ada di sampingnya, kirimannya tidak pernah putus. Setiap kali menerimanya, Casya selalu membalas bahwa dia sudah menerimanya. Dia juga menyadari, semua makanan yang dipesan Eston selalu sesuai dengan selera favoritnya.Kalau soal memilih tas atau perhiasan sebagai hadiah, seleranya memang masih agak khas pria. Namun, untuk barang-barang yang benar-benar berguna, perhatian Eston jauh melampaui dugaan Casya.Alat pijat leher dan bahu yang diberikannya masih terus dipakai Casya sampai sekarang.Kini saat melihat

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 760

    Di dalam bar, lampu neon berkelap-kelip. Para pria dan wanita berpelukan, bergoyang mengikuti irama musik di lantai dansa.Casya menemukan meja VIP tempat Linda berada, lalu menyapa sebelum duduk."Casya, kok baru datang?""Baru selesai kerja. Di kantor masih banyak urusan yang harus kutangani."Dengan latar belakang keluarga yang serba berkecukupan, sangat jarang ada anak yang benar-benar bekerja dengan serius seperti Casya.Apalagi Casya bahkan tidak memegang jabatan di Grup Narasoma. Itu lebih langka lagi.Linda menyulut sebatang rokok. Awalnya dia memang penasaran dengan Casya. Graham pernah menyuruhnya lebih sering bergaul dengan Casya karena itu tidak akan merugikannya.Linda sempat berpikir, bagaimanapun mereka masih keluarga, jadi bertemu sekali dua kali juga tidak masalah.Namun, setelah benar-benar mengenalnya, Linda baru sadar bahwa Casya sama sekali tidak seperti para nona kaya yang dia bayangkan. Dia memang punya temperamen dan harga diri, tetapi yang paling menonjol adala

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 759

    Kayden sama sekali tidak perlu turun tangan. Semua itu adalah akibat dari ulah Frans sendiri.Eden menatap Kayden dengan dingin. Pria di hadapannya sudah kehilangan minat untuk melanjutkan percakapan.Kayden melambaikan tangan dengan acuh tak acuh. "Keluar."Eden tetap berdiri di tempat. Sesaat, dia bahkan tidak tahu apakah harus merasa senang karena Hardi masih memedulikannya, atau marah karena Kayden sejak awal memang tidak pernah menganggapnya penting.Eden menggertakkan gigi. "Kak, cepat atau lambat kamu akan menjadi orang yang benar-benar sendirian. Di belakangmu nggak akan ada siapa pun."Kayden mengangkat pandangan, lalu meliriknya dengan dingin. "Memuaskan diri dengan menang adu mulut sesaat membuatmu senang? Dulu waktu kecil begitu, sekarang pun nggak ada sedikit perkembangan."Dengan santai, beberapa patah kata Kayden langsung memadamkan amarah Eden hingga ke dasar. Nada penghinaan yang begitu kentara membuat tenggorokan Eden seolah tersumbat. Dia terdiam lama, tetapi tak mam

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status