LOGINKanaya Nadhira.Perempuan berparas cantik berusia 28 tahun. Menikah dengan pria pilihannya,Bayu Bagaskara. Namun pernikahannya harus berakhir , karena sang suami lebih memilih wanita lain yang saat ini sedang mengandung pewarisnya. Bagaimana kelanjutan kisah Kanaya?Yuk ikuti terus ceritanya.. Dikarenakan ini karya pertamaku , mohon bimbingannya ya😍 Terima Kasih🍒
View More"What did you say?" Ace asked Amelia gritting his teeth angrily.
"I said, he asked me to go on a date with him," Amelia said.
Ace fisted his hand in anger hearing this.
"Say no" Ace said.
"What?" Amelia asked him
"You have heard me. Say no to him" Ace said.
"No. I will not. You can not decide this for me" Amelia shouted at him.
Ace took dangerous steps towards her.
Amelia took back steps immediately.
But soon her back hit against the glass wall.
Ace smirked at her.
Amelia looked up and gasped in shock when she found him dangerously close to her.
Ace put his hand on either side of her.
"Say no to him baby girl, before I kick out him from my company" Ace said in a husky tone.
Amelia gulped in nervousness.
"What if I won't?" Amelia managed to ask him.
Ace smirked and put his head on her neck then spoke up husky tone,"Always remember this baby girl, you are mine. Mine to touch. Mine to love. And I will not let any other touch what is only belongs to me. I won't mind to burn them alive. Trust me baby girl, I am very possessive when it's comes to my things. If you want to see him alive say no otherwise I will not be responsible for his condition"
Amelia heard the dangerous threat which was hidden in his soft husky tone. Her heart started breathing hard.
"Do you get me, baby girl?" Ace asked him.
And, Amelia nodded her head immediately.
"Maksud Mas balik lagi jadi karyawan?Jadi kacung di perusahaan orang?Mau ditaruh dimana muka kita di depan orang tuaku Mas"ocehan Siska semakin menjadi."Mereka tahunya kamu bos."sambungya."Sudahlah Siska.Nggak capek apa kamu dari tadi.Kupingku yang denger aja capek."Bayu mulai naik pitam."Ya pokoknya aku maunya kamu tetep jadi bos.Kalau kamu jadi kuli di tempat orang,aku ogah ya"jawab Siska."Terserah kamu.Kalau begitu setelah anak itu lahir,kita cerai saja."tandas Bayu kesal."Apa?Cerai?Terus yang menghidupi anak ini siapa Mas.""Ya makanya jangan bawel.Ini salah itu salah,nyesel aku kenal dan terlibat sama kamu."balas Bayu makin ketus.Di sebelahnya Siska nyaris meledak karena emosi."Apa Mas?nyesel?Terus waktu kamu enak-enakan menindihku nggak mikir nyesel kamu?!"sergah Siska dengan nada ketus."Itu karena kamu yang terus menggodaku!"sahut Bayu tak kalah ketus."Ibarat kucing disodori umpan terus setiap hari,mana ada yang nolak"lanjut laki-laki itu berkilah.Tak sadar ia menyamakan d
"Kenapa Nay?"kening papa sedikit berkerut."Nggak apa-apa.Cuma ingin ganti suasana saja.Dan sekarang aku sudah menemukan rumah yang baru"jawabku."Atau kamu ingin kembali ke rumah dan tinggal sama-sama lagi dengan Papa Mama?"tanya nya.Aku menggeleng."Tidak Pa.Aku ingin belajar mandiri""Baiklah kalau itu maumu.Kalau begitu Papa pamit dulu ya.Takutnya mama kangen kalau kelamaan ditinggal"canda Papa."ih dasar bucin"sahutku.Ah Tuhan.Aku iri sekali dengan keharmonisan mereka.Bahkan diumur sekarang yang tak muda lagi,mereka tetap romantisKenapa sekarang nasibku jadi seperti ini?***"Pokoknya kamu harus menang melawan Kanaya Mas.Jangan sampai kamu nggak bawa apa-apa saat menikahiku.Mau dikasih makan apa anak kita nanti?"Siska menggerutu."Lagian kamu ngapain sih?pakai surat perjanjian pra nikah segala"Siska terus mengoceh.Kandungannya kini sudah berusia hampir 5 bulan.Tentu perutnya sudah mulai membuncit."Kamu bisa nggak sih diam sebentar aja?Ngomel mulu kerjaan kamu..!"bentak Bayu.
Aku menghela nafas sejenak.Tenagaku cukup terkuras meladeni wanita satu itu.Memang aku akui.Mas Bayu memang seorang pekerja bertangan dingin.Dulu kami memulai usaha ini benar-benar dari dari bawah.Berkat usaha kerasnya dia bisa membawa perusahaan sampai sebesar ini.Namun dibalik kehebatannya,ia membuat satu hal kesalahan fatal.Yang membuatnya harus kehilangan segalanya.Anggap saja konsekuensi atas perbuatannya.Ia harus membayar mahal atas kesalahannya.Seorang sopir yang tak hati-hati membawa kendaraannya,bisa saja kehilangan nyawanya karena kecelakaan.Seperti itulah hidup.Pengkhianatannya terhadapku membawanya kembali ke dalam kemiskinan.Para klien bingung kenapa pimpinannya berganti.Namun setelah ku jelaskan,mereka memahaminya.Mereka pun memutuskan untuk tetap memakai jasa perusahaanku.Segala urusanku telah diurus oleh papaku.Termasuk gugatan cerai yang ku layangkan untuk Mas Bayu.Kini hanya tinggal menunggu prosesnya.Menurut beliau tak butuh waktu lama.Kini semenjak Mas Bay
"Nay.Ini papa tanya baik-baik selagi semuanya belum terlanjur.Apakah niat kamu sudah benar-benar bulat untuk menceraikan Bayu?"tanya beliau.Pertanyaannya membuatku menghela nafas sejenak"Memang apa yang bisa Kanaya harapkan dari pernikahan ini Pa?Perempuan itu sudah hamil dan aku tak sudi di madu""Ya sudah kalau begitu.Kamu tunggu saja hasilnya.Serahkan semua kepada papa"ucap papa."Kita kembalikan Bayu pada keadaannya semula.Jika dia menikahimu tanpa membawa apa-apa,maka dia pun harus meninggalkanmu seperti awal ia datang"imbuhnya."Terima kasih Pa.Aku percayakan semuanya pada papa"balasku.Sejak kejadian itu,Mas Bayu maupun Bu Lili tidak pernah lagi datang ke rumah.Ke kantor pun hanya untuk mengambil barang-barangnya yang tertinggal.Ia sedikit kaget ketika mengetahui ruang kerjanya yang lama telah berubah total."Lalu gimana nasib barang-barangku yang ada di ruangan ini?"ia kebingungan."Coba kamu cari di gudang.Itu pun kalau belum di buang"jawabku."Putusan pengadilan kan belum
"Halo Bi"sapaku setelah panggilan tersambung.Aku sedikit menjauh agar pembicaraanku tak terdengar oleh karyawan lain."Halo Neng"suara Bi Syam terdengar gugup.Perasaanku semakin tak enak."Ada apa Bi?"tanyaku khawatir."Ada yang datang Neng.Bu Lili dan Mas Bayu.Juga sama perempuan asing,saya nggak
Bu Lili juga bilang kalau Neng mandul karena azab karena pelit dan jahat sama mertua"imbuh Bi Syam.Aku memang jarang berada di rumah selama ini.Aku sibuk mengurus butik yang ku bangun sebelum aku menikah dengan Bayu."Sebegitu bencinya Ibumu padaku Mas.Sampai-sampai tega membuat fitnah yang kejam.
Apa?Bercerai?Kamu jangan bercanda Sayang"aku memberi kabar kepada kedua orang tuaku."Iya Ma"jawabku sembari meletakkan cangkir berisi kopi yang disuguhkan oleh Bibi Syam.Beliau memang sudah lama bekerja bersama keluargaku.Dan ketika aku menikah,kedua orangtuaku memutuskan agar Bibi Syam ikut deng
Mas Bayu berlutut di kakiku.Memohon dengan wajah yang memelas.Itu sama sekali tidak mempengaruhiku.Selesai sudah aku mengemasi barang-barang milik Mas Bayu."Pergilah.Dan ingat satu pesanku.Jangan sampai keluargaku tahu.Kamu ingat bukan?Bagaimana kejamnya mereka?"ucapku sambil duduk ditepi ranjang.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.