Langkah Terakhir Grand Duchess

Langkah Terakhir Grand Duchess

last update最後更新 : 2026-06-01
作者:  Leachaa1連載中
語言: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
4 評分. 4 評論
98章節
4.0K閱讀量
閱讀
加入書架

分享:  

檢舉
作品概覽
目錄
掃碼在 APP 閱讀

故事簡介

Duke

Duchess

Kejam

Kerajaan

Transmigrasi

Perjodohan

Wanita Kuat

Action

Dark Romance

Celina Camilla, seorang CEO muda yang tangguh dan pragmatis dari abad ke-21, terbangun di tubuh Celina Vivianne Valois, seorang Grand Duchess yang dibenci karena obsesinya yang gila pada suaminya, Grand Duke Lucien Ashford De Valois. Celina yang asli dikenal sebagai "Mawar Berduri Cavendish" yang memalukan; ia mengejar Lucien dengan cara-cara ekstrem yang justru membuat Lucien muak. Namun, setelah jiwa Camilla masuk, Celina berubah total. Ia tidak lagi mengejar cinta; ia mengejar kebebasan dan harta. Perubahan drastis dari wanita yang haus perhatian menjadi wanita yang "barbar", cerdas, dan acuh tak acuh mulai mengusik kewarasan Lucien. Ketika Baron Kael Vancewood muncul memberikan perhatian yang tak pernah Lucien berikan, sang Grand Duke yang dingin mulai kehilangan kendali. Di saat Celina menyodorkan surat cerai, Lucien sadar bahwa ia lebih memilih menghancurkan dunia daripada membiarkan istrinya pergi.

查看更多

第 1 章

Bab 1

Aroma amonia yang menyengat adalah hal pertama yang menyambut indra penciuman Celina. Kepalanya terasa seolah dihantam oleh palu godam, berdenyut mengikuti detak jantungnya yang tidak beraturan. Pandangannya kabur, hanya menangkap siluet langit-langit tinggi dengan lukisan fresco bergaya Renaisans yang rumit.

"Dia sudah bangun! Cepat panggilkan tabib!" sebuah suara melengking penuh kecemasan terdengar di dekat telinganya.

Celina Camilla, seorang CEO wanita yang baru saja memenangkan tender triliunan rupiah sebelum mobilnya dihantam truk kontainer, mencoba menggerakkan jemarinya. Dingin. Kulitnya terasa seperti porselen yang membeku.

"Nyonya? Nyonya Vivianne? Anda bisa mendengar saya?"

Vivianne? Celina membatin bingung. Nama belakangnya adalah Camilla. Siapa itu Vivianne?

Saat matanya berhasil fokus, ia tidak menemukan ruang ICU rumah sakit yang serba putih. Sebaliknya, ia berada di sebuah kamar megah yang luasnya hampir setara dengan penthouse-nya di Jakarta. Tirai beludru merah marun menjuntai dari jendela-jendela besar, dan furnitur kayu ek berukir emas menghiasi setiap sudut.

Pintu besar kamar itu terbanting terbuka. Dentuman itu membuat semua pelayan di ruangan itu menunduk ketakutan, tubuh mereka gemetar.

Langkah kaki sepatu bot yang berat bergema di lantai marmer. Seorang pria melangkah masuk. Ia mengenakan seragam militer hitam dengan lencana emas berbentuk serigala di bahunya. Tubuhnya tinggi tegap, wajahnya seolah dipahat dari batu marmer yang paling sempurna namun paling dingin. Matanya sebiru es, tajam, dan saat ini, penuh dengan rasa muak.

Itu adalah Lucien Ashford De Valois. Grand Duke yang dikenal sebagai "Iblis Medan Perang".

"Cukup, Celina," suara Lucien berat dan rendah, membawa aura intimidasi yang menyesakkan napas. "Sandiwara bunuh diri ini adalah tindakan paling menjijikkan yang pernah kau lakukan hanya untuk mendapatkan perhatianku."

Celina Camilla mengerutkan kening. Ia mencoba duduk, dibantu oleh seorang pelayan muda yang terisak. Ingatan asing tiba-tiba menghantam otaknya seperti arus listrik.

Celina Vivianne Valois. Putri manja dari keluarga Duke Cavendish. Wanita yang terobsesi pada suaminya sendiri hingga rela meminum racun dosis rendah hanya agar suaminya pulang dari perbatasan. Wanita yang dibenci oleh seluruh pelayan karena sifatnya yang arogan dan temperamental.

"Sandiwara?" Celina Camilla mengulang kata itu dengan suara serak. Ia menatap telapak tangannya yang pucat. Jadi benar, dia sudah mati dan sekarang terjebak di tubuh wanita menyedihkan ini.

Lucien mendengus kasar. Ia berdiri di ujung tempat tidur, menatap istrinya seolah wanita itu adalah kotoran yang menempel di sepatunya. "Kau pikir dengan hampir mati, aku akan merasa bersalah? Kau yang memaksa pernikahan ini terjadi dengan bantuan ayahmu. Jangan harap aku akan memberikan setitik pun rasa kasihan padamu."

Celina tidak bergeming. Alih-alih gemetar, dia justru meregangkan otot lehernya yang kaku. Jiwa Camilla di dalam tubuh itu sedang mengalkulasi situasi. Dari memori samar pemilik tubuh asli, pria di depannya ini adalah mesin pembunuh berdarah dingin yang dihormati kekaisaran, sekaligus suami yang tidak pernah menyentuh istrinya sendiri selama dua tahun pernikahan.

'Dua tahun menyia-nyiakan aset secantik ini dan wilayah sekaya Cavendish? Pria ini pasti punya masalah di otaknya,' pikir Celina sinis.

Ia menatap balik mata biru Lucien. Tidak ada lagi binar cinta yang memuja atau tangis memohon yang biasanya ditunjukkan oleh Celina yang asli. Matanya kini tenang, jernih, dan penuh perhitungan.

"Grand Duke Lucien," ucap Celina dengan nada datar namun tegas. Lucien sedikit tersentak mendengar istrinya memanggilnya dengan gelar formal, bukan dengan rengekan "Suamiku" yang biasa.

"Pertama, aku tidak butuh rasa kasihanmu. Kedua, jika kau menganggap ini sandiwara, maka anggaplah ini pertunjukan terakhirku," lanjut Celina. Ia menyingkap selimut sutranya dan mencoba turun dari tempat tidur meski kakinya masih lemas.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Lucien, alisnya bertaut.

Celina berdiri tegak, meski kepalanya masih berputar. Ia menatap langsung ke arah Lucien, tinggi mereka terpaut jauh, tapi aura dominasi Celina tidak kalah. "Aku lapar. Aku hampir mati, dan hal terakhir yang ingin kudengar adalah ocehanmu yang tidak berguna. Jika kau tidak punya hal penting selain menghinaku, silakan keluar. Pintunya ada di sana."

Lucien menyipitkan mata, tangannya mengepal di sisi tubuhnya. "Kau... berani mengusirku dari rumahku sendiri?"

"Rumah ini milik keluarga Valois, dan secara hukum, aku adalah Grand Duchess Valois. Artinya, ini juga rumahku," jawab Celina tenang. Ia beralih pada pelayan muda di sampingnya. "Siapa namamu?"

"Ma-Mary, Nyonya," jawab gadis itu gagap.

"Mary, bawakan saya menu sarapan terbaik yang bisa disajikan koki kastel ini. Steak daging tenderloin dengan tingkat kematangan medium rare, sup jamur truffle, dan sebotol anggur merah terbaik tahun ini. Kepalaku pening, aku butuh kalori," perintah Celina mutlak.

Mary melirik Lucien dengan ketakutan, namun Celina menjentikkan jarinya di depan wajah Mary. "Aku yang memerintahmu. Pergi."

Setelah Mary berlari keluar, Celina kembali menatap Lucien yang masih mematung karena terkejut. "Masih di sini, Yang Mulia? Atau Anda ingin bergabung sarapan denganku?"

Lucien mendesis, kemarahan berkilat di matanya. "Aku tidak tahu permainan apa lagi yang sedang kau mainkan, Celina. Tapi jangan pikir perubahan sikapmu ini akan mengubah fakta bahwa aku membencimu."

"Baguslah," sahut Celina santai sambil berjalan menuju meja rias. "Kebencianmu adalah hal yang paling konsisten dalam pernikahan ini. Aku menghargai kejujuranmu. Sekarang, tolong tutup pintunya dari luar. Suara sepatumu membuat kepalaku makin sakit."

Lucien berbalik dengan amarah yang meluap, jubah militernya berkibar saat ia melangkah keluar dengan kasar. Cedric menyusul di belakangnya, namun sebelum pergi, pengawal itu sempat melirik Celina sekali lagi dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

Begitu pintu tertutup, Celina Camilla mengembuskan napas lega. Ia duduk di depan cermin besar dan menatap wajah barunya.

Wajah ini luar biasa cantik. Rambut hitam yang halus, dan fitur wajah yang aristokrat. Sayangnya, wajah ini sebelumnya dimiliki oleh wanita yang tidak punya harga diri.

"Baiklah, Celina Vivianne," gumamnya pada pantulan di cermin. "Kau mungkin menyerah pada hidupmu karena pria dingin itu. Tapi aku? Aku tidak akan membiarkan hidup mewah ini sia-sia. Jika dia ingin perang dingin, aku akan memberinya musim dingin abadi. Tapi sebelum itu... aku butuh uang dan surat cerai."

Celina tersenyum miring. Di dunia asalnya, dia adalah pemangsa di dunia bisnis. Di dunia kerajaan ini, dia hanya perlu menyesuaikan beberapa strategi.

Tak lama kemudian, Mary kembali membawa nampan berisi makanan. Aroma daging panggang memenuhi ruangan. Celina mulai makan dengan elegan namun rakus. Sambil mengunyah, otaknya bekerja cepat. Ia perlu tahu posisi keuangan keluarga Cavendish, kekuasaan suaminya, dan siapa saja musuhnya di istana ini.

"Mary," panggil Celina sambil menyesap anggur merahnya.

"Ya, Nyonya?"

"Bawakan seluruh buku kas dan laporan keuangan kediaman ini ke mejaku sebelum jam dua siang."

Mary tampak bingung. "Tapi Nyonya, biasanya Anda hanya peduli pada anggaran gaun dan perhiasan..."

Celina meletakkan gelas anggurnya dengan dentingan pelan yang berwibawa. "Itu kemarin. Mulai hari ini, aku peduli pada segalanya. Dan Mary?"

"Ya, Nyonya?"

"Jangan pernah panggil aku dengan suara gemetar lagi. Aku tidak memakan pelayanku. Aku hanya memakan orang-orang yang tidak berguna. Pastikan kau termasuk kategori yang berguna."

Mary menelan ludah dan membungkuk dalam. "Baik, Nyonya! Saya akan segera menyiapkannya!"

Di lorong luar kamar, Lucien berhenti melangkah. Ia masih bisa mendengar suara tegas istrinya dari balik pintu. Ada sesuatu yang berbeda. Nada bicara, tatapan mata, bahkan cara wanita itu bernapas terasa asing.

"Cedric," panggil Lucien tanpa menoleh.

"Ya, Yang Mulia?"

"Awasi dia. Jika dia mulai melakukan hal gila lagi atau mencoba menghubungi ayahnya untuk mengadu, laporkan padaku segera."

"Baik, Yang Mulia. Namun..." Cedric ragu sejenak. "Tidakkah Anda merasa sang Grand Duchess tampak... sangat berbeda? Beliau tidak menangis saat Anda menghinanya tadi."

Lucien terdiam. Biasanya, Celina akan berlutut, memegang ujung jubahnya, dan menangis tersedu-sedu meminta ampun. Tapi tadi? Wanita itu bahkan tidak berkedip.

"Mungkin itu taktik baru agar aku penasaran," gumam Lucien sinis, meski ada sedikit rasa tidak nyaman di hatinya. "Lihat saja berapa lama dia bisa bertahan berpura-pura menjadi orang lain."

Lucien melangkah pergi, tidak menyadari bahwa wanita di dalam kamar itu benar-benar bukan lagi wanita yang ia kenal. Dan itu adalah awal dari runtuhnya tembok es yang selama ini ia bangun.

***

展開
下一章
下載

最新章節

更多章節

致讀者

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

評論

Eko kurniawan Asfarianto
Eko kurniawan Asfarianto
semangat up yang banyak dan harus tamat ya thor
2026-06-07 20:08:05
1
0
khanzalutfiya5
khanzalutfiya5
semangat nulis sampe tamat ya thor
2026-05-11 12:55:24
1
0
Della APW
Della APW
FL nya CEO badass ...
2026-05-04 10:07:06
0
0
4fm
4fm
semangat nulis yaa Thoor ;)
2026-05-01 14:36:38
2
0
98 章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status