MasukFollow ig aku: novelfantasi2026 "Apa? Tubuh Kaisar Langit?" "Hahaha! Aku menemukan Murid Jenius." "Muridku akan mengguncang Alam Atas!" He Long adalah Pangeran dari Kerajaan He. Dia lahir tanpa kemampuan berkultivasi dan dianggap hanya sampah Istana. Demi Aliansi Politik dan memperkuat posisi Kerajaan He, dia dipaksa menikahi Putri Kerajaan Yan, Yan Fei. Saat perjalanan ke Kerajaan Yan untuk Menikah, rombongannya disergap pasukan pemberontak di Pegunungan Seribu Jurang. He Long terjatuh ke dalam jurang dan terlempar ke Makam Kuno yang Misterius. Di sanalah Dewa Kuno mengangkatnya sebagai Murid dan Pewarisnya. Sejak saat itu, He Long bangkit dengan kekuatan yang mengguncang Dunia.
Lihat lebih banyak"Menepi! Pangeran Ketiga sudah kembali!"
Suara penjaga Gerbang menggema di depan Gerbang masuk Ibukota Kerajaan He. Keramaian di jalan utama pun langsung terbelah dan mereka memberi jalan. Para pedagang menarik gerobak ke pinggir jalan dan para warga langsung menundukkan kepala. "Caaahh..." Tidak lama kemudian, seorang pemuda menunggang kuda dan memasuki Kota. Namun tidak sedikit yang diam-diam melirik ke arah penunggang kuda itu. "Pangeran Ketiga?" "Ternyata hanya Pangeran Sampah yang kembali dari hutan." Saat pemuda itu melewati kerumunan, dia mendengar bisik-bisik tetangga dari berbagai sudut jalan. Tapi dia tetap tenang saat mendengar semua ejekan itu. Sudah bertahun-tahun dia mendengar hinaan seperti ini. Sejak diketahui tidak mampu berkultivasi, gelar Pangeran Ketiga tidak berarti di mata rakyat Kerajaan He. "Ibu, Kenapa Pangeran Ketiga tidak punya Energi Qi?" Saat terus bergerak dan ingin kembali ke Istana Kerajaan, Pangeran ketiga yang tidak lain adalah He Long, mendengar seorang anak kecil bertanya pada Ibunya. "Diam!" "Jangan bicara sembarangan!" Ibunya langsung menarik anak itu dengan wajah pucat pasi. Namun anak kecil itu menatap Ibunya dengan bingung. He Long juga melirik mereka sekilas dan tersenyum tipis. Tidak ada amarah di wajahnya. Dia sudah terlalu terbiasa dengan ejekan seperti itu. Whush... Kuda hitam itu kembali melaju melewati jalan utama kota. Bangunan-bangunan besar berdiri megah di sisi jalan. Bendera Kerajaan He berkibar tertiup angin senja. Para kultivator bebas berjalan dengan bangga memakai pakaian Sekte atau Klan besar mereka. Saat He Long melewati mereka, sebagian besar menatapnya dengan berbagai ekspresi. Ada yang merasa kasihan, ada yang mengejek dan ada yang meremehkan. Namun tidak ada yang berani mengatakannya secara langsung. Bagaimanapun juga, He Long adalah Pangeran Raja Kerajaan He. "Haaah..." He Long menghela nafas dan terus melaju ke Istana. Tidak lama kemudian, He Long tiba di depan Gerbang Istana Kerajaan. "Salam Pangeran Ketiga!" puluhan penjaga segera menunduk hormat. "Mmm...." He Long turun dari kudanya dan menyerahkan tali kekang pada salah satu penjaga. Pemuda ini kemudian masuk kedalam dan pergi ke Istana miliknya. "Pangeran Ketiga!" tapi tiba-tiba suara tua terdengar dari samping. He Long menghentikan langkah dan menoleh ke sana. Dia melihat Kasim Fu berjalan cepat ke arahnya "Apakah Ayahanda memanggil ku?" tanyanya pelan. "Benar, Pangeran ketiga." jawab Kasim Fu membungkuk hormat. "Baik." He Long mengangguk dan menemui Ayahnya. Pemuda ini kemudian masuk ke Aula Utama dan menunduk Hormat. Di singgasana Naga Emas, seorang pria paruh baya duduk dengan aura Agung di sana. Yang tidak lain adalah Raja Kerajaan He, He Tian. "Bangunlah." He Tian mengangguk ringan. "Kamu masih berlatih di Hutan Belakang Ibukota?" tanya sang Raja dengan suara pelan. "Benar ayahanda." jawab He Long tenang. Mendengar itu, para pejabat saling melirik dengan tatapan aneh. Di mata mereka, usaha He Long hanyalah tindakan sia-sia. Orang tanpa dantian tidak mungkin menjadi kultivator. "Latihan tanpa Energi Qi itu tidak akan mengubah apa pun. Berhentilah melakukan hal bodoh." ucap He Tian. Namun He Long tidak menjawab dan hanya menundukkan kepala. "Ayah memanggilmu karena ingin memberitahu mu hal penting." "Ayah sudah melamar Putri Yan Fei sebagai Istri mu. Dan lamaran itu diterima Raja Yan dan Putri Yan Fei." ucap sang Raja menatap Putranya dengan serius. Saat mendengar itu, suasana di Aula Utama langsung menjadi sunyi. Para pejabat terlihat terkejut mendengar nama Kerajaan Yan. Kerajaan itu adalah salah satu Kerajaan besar di wilayah Barat. Hubungan mereka dengan Sekte-sekte besar juga sangat dalam. Tidak ada yang menyangka mereka menerima lamaran itu. "Putri Ketiga Kerajaan Yan akan menikah denganmu." "Dan kalian akan menikah 2 minggu lagi di Istana Kerajaan Yan." lanjut sang Raja lagi. Setelah memberitahu pernikahan Putra ketiganya, He Tian menatap tenang pemuda itu. Dia melihat tidak ada kebahagiaan sama sekali di wajah pemuda itu. "Aku akan menikah?" He Long tersenyum pahit. Sepertinya Raja He ingin menyingkirkannya dari Istana Kerajaan. Dia pernah mendengar nama Putri Ketiga Kerajaan Yan. Wanita itu terkenal sebagai Jenius kultivasi di Generasi Muda. Namanya cukup terkenal bahkan di Kerajaan He. Tapi yang jadi pertanyaannya adalah... Kenapa wanita seperti itu mau menikah dengannya? "Yang Mulia." karena rasa penasarannya yang tinggi, Jenderal Lin menunduk hormat dan membuka suara. "Bicaralah." He Tian mengangguk ringan. "Jika Pangeran Ketiga menikah dengan Putri Ketiga Yan, Bukankah itu akan menjadi bahan tertawaan Kerajaan Yan?" tanya sang Jenderal dengan serius. Dan pertanyaan itu membuat Aula Utama menjadi tegang. Jenderal tua itu berani mengatakannya secara terang-terangan. Namun tidak ada yang menyangkal kebenarannya. Putri Jenius Kerajaan Yan menikah dengan pria tanpa Energi Qi? Itu adalah lelucon yang baru mereka dengar. "Jenderal Lin benar. Orang seperti ku tidak pantas mendampingi seorang Jenius." namun He Long justru tersenyum. Jenderal Lin langsung canggung dan wajahnya memerah. Dia tidak menyangka He Long akan mengakuinya begitu mudah. "Ayahanda, Aku terima pernikahan ini." kemudian menatap ayahnya dan menyetujui pernikahan itu. "Beristirahatlah. Seminggu lagi kamu dan rombongan akan berangkat." He Tian mengangguk ringan. "Aku dan rombongan?" He Long tertegun mendengarnya. artinya sang Raja tidak ikut kesana. "Baik ayahanda." tapi pemuda ini tidak bertanya lebih jauh lagi. Dia menunduk hormat sekali lagi dan meninggalkan Aula Utama. Satu minggu kemudian. Setelah satu minggu berlalu, He Long dan rombongannya bersiap untuk meninggalkan Kerajaan He. Rombongan ini akan menggunakan kapal terbang untuk perjalanan ini. "Naikkan semua peti persediaan dan periksa Formasi sekali lagi!" suara para pengawal terdengar silih berganti. Di tengah-tengah kesibukan itu, He Long berdiri dengan mengenakan pakaian hitam sederhana. Tidak ada hiasan mewah seperti para Pangeran yang lain. Di belakangnya, 20 pelayan membawa berbagai kebutuhan perjalanan. 50 Pengawal Istana juga berbaris dengan tombak perak di tangan mereka. Di depan rombongan itu, seorang pria tinggi mengenakan zirah biru tua berjalan mendekat. Pria itu memiliki wajah tegas dan bekas luka panjang di lehernya. Yang mana pria itu adalah Komandan Yun. Salah satu Komandan Pasukan Pengawal Istana. "Salam Pangeran Ketiga." Komandan Yun menunduk hormat. "Mmm... Apa semuanya sudah siap?" He Long mengangguk ringan. "Tidak ada masalah, Pangeran ketiga. Kapal bisa berangkat kapan saja." jawab Komandan Yun. He Long mengangguk dan menoleh ke arah Istana Kerajaan. Dan yang dilihatnya hanya para Pengawal dan Pelayan Istana saja. Tidak ada satu pun keluarga Kerajaan yang datang mengantarnya. Pangeran Pertama tidak muncul. Pangeran Kedua juga tidak terlihat. Bahkan para Tuan Putri juga tidak datang. He Long hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan tertawa kecil dalam hati. Sejak kecil dia sudah terbiasa diperlakukan seperti orang asing di Istana itu. Bahkan saat dia mau pergi menikah juga tetap sama saja. Tidak ada yang peduli padanya.Keesokan harinya.Fajar menyingsing dan cahaya Matahari menyinari jalan panjang yang mengarah ke Kota Daun Biru.Barisan pengungsi terus bergerak dengan langkah berat dan napas lelah.Anak-anak digendong oleh orang tua mereka dan para prajurit mengawal di sisi kiri dan kanan barisan.Beberapa kereta membawa warga yang terluka dan suara rintihan terus terdengar.He Long yang masih memakai nama Han Li, saat ini berada di barisan belakang bersama para kultivator bebas.Darah kering masih menempel di lengan bajunya. dan luka akibat pertarungan melawan Feng Ba masih terasa nyeri.Komandan penjaga menoleh ke arah belakang dan menghela napas panjang. "Bandit tidak mengejar lagi."Seorang prajurit menganggukkan kepala. "Mungkin mereka sedang sibuk menjarah Kota Kemangi."Komandan penjaga menggertakkan giginya. "Sialan. Itu Kota yang sudah kami jaga selama puluhan tahun."Namun tidak ada yang menjawab.Semua prajurit hanya menundukkan kepala dan terus melangkah.Di sisi lain barisan, seorang a
Di sisi timur jalan utama, lebih dari 500 bandit berhasil menerobos pertahanan.Rumah-rumah di dekat jalan dipenuhi kobaran api."Jangan biarkan ada tersisa!""Bakar dan bunuh semua!"Teriakan para bandit menggema.Komandan penjaga menatap api yang semakin besar lalu menggertakkan giginya."Sial!""Pasukan!""Mundur ke Alun-alun Kota!""Jangan biarkan mereka memecah barisan kita!""Baik!"Lebih dari 2.000 prajurit bergerak mundur sambil terus bertarung.Para kultivator bebas juga bertahan di sisi kiri dan kanan pasukan.Slash... "Aaargh..."Jeritan menggema dan korban terus berjatuhan.He Long kembali melesat dengan Pedang yang menyapu ke arah 8 bandit.Slash... "Aaargh..."Jeritan menggema dan 8 bandit roboh dengan leher terbelah.Namun Feng Ba kembali muncul dari samping."Hahaha! Lawan mu adalah aku!"Slash...Golok hitam menyapu dengan aura yang ganas.Klaang... Bomm!Ledakan keras menggema dan menciptakan gelombang kejut.He Long kembali terdorong dan lengannya semakin kebas.Fen
"Aaargh..."Jeritan menggema dan lebih dari 20 bandit roboh dalam 1 serangan.Namun celah itu kembali dipenuhi bandit lain."Hahaha! Bunuh mereka semua!"Bandit terus menyerbu tanpa rasa takut.Di luar Gerbang Selatan, lebih dari 20 bandit mendorong batang kayu raksasa."Dobrak Gerbang!""Bomm!"Ledakan keras menggema dan menciptakan gelombang kejut dan Gerbang Kota bergetar keras."Pukul lagi!""Bomm!"Ledakan keras kembali menggema dan menciptakan gelombang kejut.Retakan mulai muncul pada permukaan Gerbang."Pertahankan Gerbang!" teriak Komandan penjaga.Puluhan prajurit berlari dan menahan Gerbang dari sisi dalam.Namun serangan terus berdatangan."Bomm!"Ledakan keras menggema dan menciptakan gelombang kejut.Retakan semakin besar."Bomm!"Suara ledakan berikutnya membuat engsel Gerbang patah.Kraakk..Gerbang raksasa roboh ke arah dalam Kota.Debu beterbangan dan ribuan bandit mengaum kegirangan."Masuk!""Bunuh semua!"Pasukan bandit menerobos melewati Gerbang yang roboh."Aaar
Beberapa saat kemudian, dia menemukan sebuah rumah makam sederhana di pinggir jalan.Kemudian dia mendorong pintu kayu dan masuk ke dalam.Saat masuk kedalam, sudah ada puluhan tamu yang menikmati sarapan.He Long memilih meja di sudut ruangan dan memanggil pelayan."Semangkuk mi sapi dan teh hangat." ucap He Long tenang."Baik Tuan." Pelayan itu menangkupkan kedua tangan lalu bergegas ke dapur.He Long duduk tenang dan telinganya menangkap percakapan para tamu."Apa kalian sudah dengar?""Semua gudang keluarga Luo kosong.""Bukan hanya keluarga Luo.""Keluarga Han, keluarga Qin, keluarga Zhao dan belasan keluarga bangsawan lain juga mengalami hal yang sama.""Hehehe... Pantas saja. Mereka menimbun makanan saat rakyat kelaparan.""Itu balasan yang pantas.""Katanya makanan itu muncul di rumah-rumah rakyat.""Kalau benar begitu, Berarti ada ahli hebat yang membantu kita.""Tapi para bangsawan sedang mengamuk.""Mereka meminta Komandan Kota menangkap pelakunya hidup atau mati.""Heh...






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan