Beranda / Fantasi / Legenda Tongkat Semesta Bagian 2 / Bab 60 Samhu Sang Raja Raksasa

Share

Bab 60 Samhu Sang Raja Raksasa

Penulis: Pujangga
last update Tanggal publikasi: 2026-03-17 19:52:36

Jaya Angkara dan 19 pilar lain masih bertarung sengit melawan para komandan tempur pasukan dewa kegelapan.

Sementara para ketua bertarung melawan pemimpin kelompok pembunuh yang jumlahnya mencapai 40 orang.

Tidak jauh dari sana ada Batara Sangga Dara bersama ketua Jalidra, Tantula, Ki Kekes, ketua Sona, dan para ketua perguruan lain yang ikut membela Sekte Pedang Kahuripan sedang berusaha menahan pasukan musuh agar tidak mendekati pagoda.

Mereka awalnya dibantu oleh 10.000 pendekar sekte dan pa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 345 Tamat

    Setelah itu, dia menggigit salah satu jarinya hingga mengeluarkan darah. Kemudian menciptakan pedang energi dengan gabungan darah membuat pedang itu berwarna merah menakutkan.Dalam sekali tebasan, Sakakala langsung tewas melebur menjadi debu bahkan tanpa teriakan atau jerit tangisan kematian karena proses tersebut sangat cepat.Tewasnya Sakakala membuat wujud Dewi Utari kembali, bahkan dia kembali menjadi wanita cantik seperti yang dulu Galuh kenal.Termasuk ingatan dan segala kenangan dengan Galuh karena pengaruh dari Prabu Girinata ikut lenyap bersama menteranya.Wush! Tap!Raja Kegelapan melesat menyambar tubuh Dewi Utari, dan membawanya kepada Galuh.Dia memang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, tapi kondisi Dewi Utari tidak apa-apa.“Inilah wujud ibumu yang sesungguhnya Arga. Terimalah!” Raja Kegelapan memberikan tubuh Dewi Utari kepada Arga.Pemuda itu masih menangis pilu meratapi kepergian Lintang, tapi dia sadar bahwa hidup harus tetap berjalan, terlebih wanita yang dib

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 344 Akhir Perang Semesta bagian 3

    “Ayah, kakek, Arga, bunda, maafkan aku,” air mata Lintang terus mengalir dalam sepi.Tidak ada yang tahu akan penderitaan pemuda itu selain Raja Kegelapan di dalam tubuhnya.Bahkan tongkat semesta pun tidak mengetahuinya karena dia sedang terkapar kehabisan energi setelah melalui banyak pertarungan.Ternyata Lintang sengaja mengutus Jagat bertarung agar tongkatnya tersebut tidak menghalangi niat besarnya.“Maafkan aku Jagat. Carilah tuan yang baru yang bisa membawamu pada kedamaian sejati sebagai senjata yang abadi,” ucap Lintang.Raja Kegelapan sudah sedari tadi menangis mengiringi setiap kesakitan Lintang. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.“Maafkan aku Lintang, kini aku mengerti ternyata kau sungguh mulia,” ucap Raja Kegelapan sangat lirih.“Kau tidak usah merasa bersalah Lesmana. Sesuai janji, aku akan membangkitkanmu. Tapi ingat, akhiri petaka ini dan selamatkan semua orang-orangku. Jangan lagi kau usik mereka setelah aku tiada. Kau bisa pergi ke semesta lain untuk memulai

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 343 Sasakala

    “Tentu saja,” angguk si Cepot.“Terima kasih, kanda Batara,” Galuh mulai mengeratkan genggaman pedangnya.Begitu juga dengan Arga, dia segera menarik sebanyak mungkin energi semesta untuk melakukan pertarungan terakhir.“Kau jangan sungkan adik prabu. Selama ada aku semua akan baik-baik saja” Si Cepot menyeringai.Dia tidak sadar bahwa wujud Batara hanya tinggal beberapa tarikan napas lagi. Sehingga setelah itu, Galuh dan Arga akan berada dalam masalah besar.“Hahahaha! Manusia, dewa, iblis, monster, dan para mahluk semesta bawah memang tidak pernah berubah,” sang Kucing Hitam tertawa terbahak-bahak.Suaranya begitu parau dan menggema menggetarkan seluruh semesta.“Siapa sebenarnya dia paman?” tanya Arga.“Sakakala, makhluk buas penunggu dasar neraka,” ungkap si Cepot.“Ne-neraka?” Galuh dan Arga mengerutkan kening secara bersamaan.“Benar, semesta terbagi atas tiga wilayah. Bawah, tengah, dan atas. Sementara mahluk neraka berada dibagian paling bawah semesta kita,” jelas si Cepot.Ar

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 342 Akhir Perang Semesta Bagian 1

    “Hahaha, sungguh menyedihkan kau tuan Maha Batara. Kukira dirimu benar-benar kuat. Tapi ternyata hanyalah bualan belaka,” panglima Kumo’o terus tertawa menertawakan si Cepot yang menyedihkan.Bahkan Dewi Utari sendiri sampai terbatuk sembari menyipitkan mata memandang si Cepot dengan tatapan merendahkan.Begitu juga dengan para panglima lain dan semua pasukan. Mereka ikut tertawa bersama Kumo’o sembari menghina Batara Astrajingga.Mendapati si Cepot menjadi anak ayam tentu membuat semua orang dari kerajaan Werhaspati merasa menang.Mereka kini kembali bersemangat berniat menyerang si Cepot sebagai pembalasan atas kematian jutaan pasukan.Para makhluk bodoh itu tidak tahu bahwa Batara Astrajingga masih memiliki satu kesempatan untuk merubah wujudnya.Dia tidak membalas hinaan dan cacian mereka hanya karena sedang menunggu kesempatan tersebut tiba.“Ciak, ciak, ciak, ciak,” seru si Cepot sembari menyeringai lebar.Namun siapa yang peduli karena tidak satu pun dari pasukan kerajaan Wer

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 341 Amukan Golok Petok

    “A-apa? Ba-ba—batara Astrajingga!” Kumo’o dan semua panglima besar kerajaan Werhaspati panik bukan buatan.Siapa yang tidak tahu si Cepot, semua pembesar penguasa semesta hafal siapa sosok kesatria yang satu ini.Sebagai putra Semar yang dahulu pernah membunuh sang Hyang Darmajaka, si Cepot tentu memiliki kekuatan yang luar biasa.Andai makhluk itu mau, dia bisa menjadi penguasa semesta. Namun sayang, semua keturunan Semar tidak memiliki ambisi sama seperti ayahnya.Tapi meski begitu, kehadiran mereka sangat diperhitungkan. Apalagi oleh kerajaan Werhaspati.Selama jutaan tahun prabu Girinata tidak pernah berani menyerang Maniloka adalah karena keberadaan Semar.Andai tidak ada sosok sakti seperti itu, maka Batara Guru baginya bukan apa-apa. Begitu juga dengan Dewa Kegelapan.Tapi karena adanya Semar dan para putranya, prabu Girinata lebih memilih bermain siasat dari pada harus perang secara terbuka.Meski Semar sudah berjanji tidak lagi peduli terhadap urusan semesta. Tapi jika ada pi

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 340 Kemunculan Si Cepot

    Semakin lama, inti energi milik Lintang semakin mengalami kerusakan. Namun pemuda itu tidak peduli.Dia tetap memaksakan diri menarik banyak energi semesta meski tubuhnya terasa sangat tersiksa.Raja Kegelapan yang menyaksikan hal tersebut sampai menitikan air mata. Tapi apa daya, dia tidak bisa menghentikan Lintang.Selain tidak lagi memiliki energi, Raja Kegelapan juga sama seperti Lintang, dia mendapatkan luka yang serius akibat hantaman gelombang energi sang Hyang Antaga.Sehingga makhluk itu saat ini hanya bisa terus berteriak memohon Lintang agar mau mengalah.“Sudahlah bocah, kau tidak perlu berkorban apa-apa untukku,” lirih Raja Kegelapan.Namun sekeras apa pun dia berteriak, Lintang tetap keras kepala, membuat Raja Kegelapan tidak tahu lagi entah harus berbuat apa.“Hahaha, sudah kukatakan bahwa aku akan berhasil Lesmana, lihatlah!” Lintang tertawa kegirangan ketika mendapati inti energinya bisa lagi digunakan.“Bodoh! Kau akan mati, Bocah. Perhatikan tubuhmu, kau tidak bisa

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 253 Pesta Kemenangan

    Dengan berakhirnya perang, maka kegelapan di langit alam dewa pun sirna.Cahaya Mentari mulai kembali masuk menerangi daratan, membuat dedaunan yang tadi layu kembali bangkit mendapatkan kehidupannya lagi.Semua pasukan dewa kegelapan tewas terbantai oleh Nayaka dan para kesatria pasukan aliansi de

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 189 Malam Hening tanpa Rembulan

    “Dasar romo, ayo kakang kita beristirahat. Kakang malam ini tidur di kamarku kan?” goda Atmarani dengan wajah merona.“Itu …,” Lintang mulai salah tingkah. Dia bingung karena baru pertama kali akan tidur dengan gadis yang belum dirinya benar-benar kenal.Berbeda dengan Kelenting Sari dan Anantari,

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 170 Pertarungan Madu Lanang

    Semua tebasan pedang para penjaga mendarat keras pada bola api Madu Lanang, menciptakan ledakan besar yang menggema di dalam ruangan.Kraaauuu!Suara geraman terdengar nyaring dari dalam bola. Setelah itu, semua ekor Madu Lanang kembali ke bentuk semula dan langsung menghantam tubuh para penjaga. M

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 144 Pertarungan Tubuh Bayangan Lintang

    Setelah keluar dari bangunan istana, Limo segera menjelma menjadi raksasa sehingga wujudnya mudah ditemukan oleh pasukan kerajaan.Alhasil dalam waktu singkat, Limo di kepung oleh ribuan pasukan kuat, terlebih ada 8 pendekar misterius yang seperitnya merupakan orang luar kerajaan.Kesaktian mereka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status