LOGINPhoebe feels excluded and useless since she is constantly compared to her clever twin brother. The first annual shifting event at the Mystic Guardian Pack fails, and Phoebe is accused by her family. Until Phoebe learned that her brother Phoenix had been in an accident and was in a coma, she felt responsible. As a form of atonement, she must enroll in a special werewolf academy and disguise herself as Phoenix. In the midst of her four male sports friends, Phoebe experiences unexpected romantic moments. When the Moon Goddess chooses a different fate for Phoebe, the four's desires for her grow stronger. Will Phoebe be able to accept her mates?
View MoreDi bawah pohon ceri blossom yang hampir mati, Timmy berdiri tenang menatap riak air danau yang bergerak lembut tersapu angin di musim ini.
Setelah dua tahun berlalu, hanya itu yang bisa Timmy lakukan acap kali merindukan Li Xiao Le. 'Cinta kalian adalah kutukan! Bercerailah dengan Li Xiao Le, jika ingin perempuan itu tetap hidup!' Sampai detik ini kutukan kakek Li masih menggema di ingatkan Timmy. Kenangan pahit akan kecelakaan yang menimpa Li Xiao Le kembali hadir membuat jantungnya berdebar sangat kencang. 'Aku harap jantungmu masih berdetak seperti ini, Xiao Le. Jangan pernah berhenti.' Suara hati Timmy terbang terbawa udara dingin yang membelai wajah seputih batu giok. Bersamaan dengan itu suara derap sepatu sayup-sayup terdengar dari kejauhan. Arah pandang Timmy beralih pada suara yang kian mendekat dengan langkah terburu-buru. Mata sipit itu pun melebar. Terkejut melihat sosok ramping yang datang dengan pesona yang tak dapat Timmy abaikan. Bukankah dia Li Xiao Le, istrinya? Perempuan mungil dengan paras imut yang menggemaskan, tampak berlari kencang kemudian berhenti tak jauh dari tempat Timmy berdiri. Ia tak bisa menyembunyikan binar kepanikan juga bingung mencari tempat persembunyian. Beberapa detik Li Xiao Le terdiam menatap tong sampah di depannya, membuat Timmy penasaran apa yang akan dilakukan istrinya yang sedang hilang ingatan itu? Tidak lama kemudian Li Xiao Le melepas jaket yang ia kenakan, lantas memasukkan jaket itu ke dalam tong sampah dengan cepat. Li Xiao Le masih terlihat panik, kilat matanya yang indah mengedar ke segala arah. Tak satupun tempat yang bisa digunakan untuk menyembunyikan diri, sementara dari kejauhan begitu banyak laki-laki bertubuh besar yang mengenakan setelan jas warna hitam tengah berlari ke arahnya. Tak ada pilihan lain. Begitu melihat Timmy di tempat itu, tanpa pikir panjang Li Xiao Le segera mendekat dan memeluk Timmy tanpa permisi. Ia menyembunyikan wajahnya di dada pria tampan yang tidak lain adalah suaminya sendiri. Sontak Timmy terkejut, tapi juga ada perasaan bahagia yang menyambangi hati. 'Mungkinkah Li Xiao Le sudah bisa mengingatku kembali?' Tidak dapat menahan diri lagi, Timmy langsung membalas pelukan Li Xiao Le dengan erat. Tanpa sadar genangan haru mulai mengembun di pelupuk mata. Pohon ceri blossom yang tinggal rantingnya tiba-tiba mengeluarkan dua kuncup dan mulai bermekaran secara ajaib, layaknya musim semi. Bubuk glitter warna biru perlahan juga berpendar mengitari pasutri yang sedang berpelukan. Sampai semua laki-laki berpakaian jas hitam pergi melewati mereka, Li Xiao Le segera menjulurkan kepala dengan lucu. Menengok ke kanan dan ke kiri memeriksa barangkali masih ada pengawalnya yang tertinggal di tempat tersebut. Setelah dirasa aman, barulah ia mencoba melepaskan diri dari pelukan Timmy. Tapi pelukan pria tersebut begitu erat, Li Xiao Le tidak bisa berkutik. Membuatnya berpikir yang tidak-tidak. 'Gawat! Jangan-jangan aku telah bertemu dengan laki-laki mesum?' pekiknya dalam hati. Li Xiao Le kembali meronta mencoba melepaskan diri dari pelukan Timmy. "Hei! Lepaskan aku! Kenapa kamu begitu mesum?" Timmy tersontak mendengar teriakan Li Xiao Le. Kedua tangannya terlepas dari tubuh mungil itu. "Dasar laki-laki mesum!" Li Xiao Le kembali berteriak memaki. Tak lupa dia juga mengacungkan tinjunya memukul Timmy. "Aw, aw, aw! Apa-apaan kamu ini? Kenapa kamu memukulku?" pekik Timmy terkejut sembari menangkis pukulan Li Xiao Le yang bertubi-tubi. Sementara dua pengawal Timmy yang menyaksikan itu malah melongo bingung sendiri. Mau melerai mereka adalah suami istri, kalau tidak dilerai kok ya kasihan majikannya. "Kenapa kamu begitu mesum? Siapa yang menyuruhmu memelukku dengan erat begitu?" bentak Li Xiao Le galak sembari melotot tajam. "Yang memeluk duluan siapa?" Kini Timmy tak mau kalah, ia juga mengeluarkan suara tinggi. Li Xiao Le tersentak begitu ingat ia duluan yang memeluk laki-laki yang tidak ia kenal. Kemudian ia meringis bego ketika diserang rasa malu yang begitu mendadak. Namun, ia segera menatap Timmy lekat-lekat, menyadari ada air di pelupuk mata pria itu. Ia jadi penasaran. "Apa kamu baru saja menangis?" Timmy baru sadar, ternyata Li Xiao Le belum juga bisa mengingatnya. Ia segera menggelengkan kepala. "Tidak, baru saja debu masuk ke mataku." Timmy berbohong, dan segera menyeka air matanya. "Oh ...." Li Xiao Le tampak mengangguk-anggukkan kepalanya, dan berkata, "Tapi ... terima kasih ya kamu telah menyelamatkanku hari ini." Timmy nyengir sekilas dan sengit. Kesal. Baru seneng-senengnya bisa ketemu istri setelah dua tahun tidak bertemu. Eh ... malah digebuki, mana yang gebukin tidak minta maaf lagi. Li Xiao Le segera berjalan menuju tempat sampah berniat mengambil kembali jaketnya yang barusan ia buang. "Yah … jadi kotor ...." Wajah Li Xiao Le tampak sedih. Timmy tersenyum, lantas melepas jaketnya sendiri untuk menyelimutkan jaket tersebut di tubuh Li Xiao Le yang mungil. "Pakai ini saja." "Eh, tidak perlu." "Tidak apa-apa pakai saja, udaranya sangat dingin, nanti kamu kedinginan jika tidak memakai jaket," ucap Timmy lembut dan sangat mengayomi. Li Xiao Le kembali menatap Timmy lekat, dan bergumam dalam hati. 'Ternyata laki-laki ini baik juga.' "Terima kasih, tapi aku tidak mengenalmu, bagaimana caraku mengembalikannya?" tanya Li Xiao Le pada Timmy. Timmy tersenyum dan menjawab, "Tidak perlu dikembalikan, ambil saja tidak apa-apa." 'Ternyata laki-laki ini benar-benar orang baik.' Li Xiao Le kembali membatin. "Oh ya, perkenalkan namaku Li ...." "Li Xiao Le 'kan?" Timmy mendahului. "Kamu mengenalku?" Li Xiao Le tampak terkejut. "Tentu saja, siapa yang tidak mengenal salah satu pewaris Liansheng Group yang sangat imut ini." "Oh ...," 'ternyata kakek telah membuatku terkenal,' lanjut Li Xiao Le dalam hati, kemudian kembali berucap sembari tersenyum canggung. "Ngomong-ngomong, maaf ya tadi aku memelukmu, soalnya tadi aku bingung mau bersembunyi di mana." "Tidak apa-apa," jawab Timmy seraya tersenyum. "Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, terima kasih atas jaketnya, lain kali kalau kita bertemu lagi aku pasti akan mengembalikannya padamu." Timmy mengangguk dan melihat Li Xiao Le pergi setelah melambaikan tangan. Tapi rasa rindu membuat Timmy tak ingin membiarkan perempuan itu berkeliaran sendiri. Tanpa sepengetahuan Li Xiao Le, diam-diam Timmy mengikutinya. Seperti yang Timmy duga, Li Xiao Le sama sekali tidak berubah meski ingatannya sedang terganggu. Dia tetap perempuan ceria yang selalu ramah kepada semua orang. Timmy tersenyum geli melihat tingkah lucu istrinya, meski umurnya sudah dua puluh tiga tahun, tapi sikap kekanak-kanakan belum juga meninggalkan si pemilik wajah imut. Li Xiao Le berlari kecil dengan ceria bak gadis remaja yang berangkat ke sekolah dengan riang. Kemudian berhenti untuk membeli kembang gula dan bermain dengan anak-anak di pinggir jalan. Gelak tawa Li Xiao Le terdengar sangat bahagia bersama bocil-bocil yang juga tampak tertawa. Timmy pun tak bisa menyembunyikan senyum lebar di bibirnya. "Tuan, tidakkah Anda ingin mengatakan pada nyonya, jika Anda adalah suaminya?" Pengawal Timmy yang sejak tadi menyertai, tampak prihatin menyaksikan majikannya hanya bisa melihat istrinya dari jarak jauh. Timmy menarik napas panjang, dan mengembuskan perlahan, ia terlihat tidak berdaya. "Seandainya aku bisa mengatakan itu Wei, aku takut dia akan syok dan menderita sakit kepala seperti saat di rumah sakit. Aku hanya ingin jantungnya terus berdetak sampai kami menua dan mati bersama."PhoebeI had never set foot in Dark Crimson before, and the moment our car passed through its front gates, my whole body tensed. The pack house rose like a dark fortress—nothing like the elegant Silver Claw manor or the clean-lined designs of Thunder Bite. This place felt ancient, heavy… dominant.The building looked as if it had been carved from one giant block of obsidian, with deep red accents running along each pillar like dried blood. The Dark Crimson banner fluttered against the gray sky—black and red, marked by a crowned Lycan sigil.The scent of Lycans hit me the second I stepped out of the car. It’s all thickness like a mist clinging to the skin. Their warriors stood in perfect rows—huge, stoic, sharp-eyed. Their gaze carried respect, but not warmth.Zion automatically stepped half a step in front of me, protective instincts rising like a shield. Hayden scanned the area with his usual stone-cold expression. Finley… poor Finley smelled faintly of nerves; even I could pick it u
PhoebeFinley told me that Hayden was preparing a special pavilion for the guests from the three major packs: Mystic Guardian—my father’s pack, Light Walker—Zion’s pack, and Dark Crimson—Adonis’s. Even some Elders from those packs were considering moving to Thunder Bite after seeing me and my four mates together. They said our territory had the potential to become the next great wolf domain, especially if the Elders helped guide it.That thought was still spinning in my head when the snowstorm that had been roaring since morning finally calmed. Heavy footsteps echoed from upstairs—Hayden coming down from his office.“Bee,” he called, leaning down to kiss the top of my head. “Can you make some grilled sausages and ginger cookies? I wanna snack with Henry on the west terrace.”The simple request made me smile. Ever since Anastasia was born, Hayden had been trying so hard to balance his time for the family, even though an Alpha’s work never truly stopped.I prepared the snacks quickly. T
Finley Unfortunately, I still hadn’t told Adonis about my new status. I should’ve said something right after graduation, but life didn’t give me a single chance to breathe once I was appointed as Thunder Bite’s Beta. Responsibility hit like a nonstop storm. Hayden and I were on site almost every day, making sure the facility project stayed on schedule—which, if you were working with Hayden, actually meant perfect to the smallest detail. He was ridiculously perfectionist. Honestly, the kind of person who made others want to throw a brick at his head. Strangely, I never felt that way. I had grown used to his pace, his pressure, and even stranger… my Beta instincts felt safer under his command. Ever since our e-sports days, I had always followed his lead—even back when I still lived in my old pack. Maybe it was true: a Beta’s blood was made to obey and steady his Alpha. With Hayden, my wolf relaxed. He knew exactly who to protect, who to watch out for, and who sat at the center of h
ZionTwo days after Phoebe gave birth, I stood once again at the gates of the Light Walker Pack—my birthplace, the home that never truly felt like mine. The winter wind tugged at the ceremonial cloak I wore, while my newborn daughter, Anastasia, slept quietly in the white sling Phoebe held close to her chest.Phoebe still looked pale. Two days… her body was nowhere near recovered. But her determination to attend the blessing ritual kept her steps steady. And honestly, that’s one of the countless reasons I admired her.“If you’re too tired, we can postpone this,” I murmured.She shook her head. “Light Walker is your blood, Zion. And now… it’s Anastasia’s too. Besides, I’ve done this whole giving-birth thing before, remember?”Yeah, but this time she gave birth to my child. That made everything feel different.Her gaze softened something in me. Even exhausted, her eyes stayed clear—steady with a quiet resolve. I kept forgetting just how strong this woman truly was.We were escorted to t






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.