Masuk“Maukah kau menikah denganku, Michael?” Pertanyaan Anaby membuat semua orang terbelalak. Namun, mereka tak tahu jika Anaby baru saja terlahir kembali setelah diselingkuhi dan dibiarkan mati sekarat oleh suami dan sahabatnya di masa lalu. Jadi di kehidupan ini, Anaby tidak akan mengulang kesalahannya dan mengubah takdirnya. Salah satunya ... memastikan perjodohannya dengan Michael Rajasa, ahli waris terkaya ibu kota, terlaksana!
Lihat lebih banyak"ทำไมไม่ยอมกลับบ้านเลย จะอยู่ที่นี่เลยใช่ไหมคะหนูจะได้เก็บเสื้อผ้ามาให้!"
"ก็ดีเหมือนกัน ไม่อยากอยู่กับคนมีแฟน เด็กดื้อไม่ตั้งใจเรียน -_-"
"พี่หมอพูดอะไร หนูไม่ได้มีแฟนสักหน่อยพี่หมอต่างหากที่ไม่ยอมกลับบ้านเพราะมีสาวมานอนด้วยใช่ไหมคะ หนูจะบอกคุณพ่อกับคุณแม่!"
"เชิญ!"
"ก็ได้ค่ะงั้นหนูไปละ"
หมับ! มือหนารีบคว้าแขนเล็กๆของสาวน้อยเอาไว้จนร่างของเธอเซมานั่งอยู่บนตักของชายหนุ่ม ทำให้แก้มนวลๆของเธอถูกขโมยหอมโดยไม่รู้ตัว
"อ๊ะ! เกือบไปแล้วพี่หมอเล่นอะไรเนี่ย!" สาวน้อยฟาดไปที่อกของชายหนุ่มแต่ถูกจับมือเอาไว้ทำให้มือของเธอถูกกุมไว้อย่างอบอุ่น
"ทำไมโตมาสวยแบบนี้วะ อยากรู้ไหมว่าทำไมพี่ถึงไม่อยากกลับบ้าน"
"ทำไมคะ ทำไมไม่อยากกลับบ้าน"
"ให้จุ๊บเหมือนตอนเด็กๆก่อนได้ไหมแล้วพี่จะบอก^^"
ไม่ทันได้ตอบเขาก็จุ๊บฉันแล้ว ไหนเขาบอกว่าเหมือนตอนเด็กๆไง ร่างกายของฉันมันเหมือนถูกไฟดูด มันชาไปหมด ลิ้นของเขาสอดแทรกเข้ามาในโพรงปากแม้ฉันจะไม่เข้าใจแต่ร่างกายกลับตอบสนองเขาอย่างห้ามไม่ได้
"พี่หมอคะ...." ฉันขยำเสื้อกาวน์ของเขาไว้แน่นรู้สึกเหมือนหว่างขามันร้อนรุ่มอย่างบอกไม่ถูก เท่าที่เรียนมาฉันน่าจะกำลังมีความต้องการทางเพศใช่ไหม
"รู้สึกยังไงบ้าง บอกอาการมาเดี๋ยวพี่จะฉีดยาให้"
"มันมียาฉีดไม่ให้นุ่มนิ่มเปียกด้วยเหรอคะ"
"มีสิแต่เข็มมันจะใหญ่หน่อยนะ^^"
----------------------------------------------------
ขอยาหอม ยาลม ยาดม ยาหม่องหน่อยเร็ว!!
นิยายเรื่องนี้พระเอกเก็บกดค่ะ เก็บกดมาลงกับนางเอกของไรท์ โดนฉีดยาทั้งเรื่องน่าสงสารมาก
อย่าลืมกดไลค์+คอมเมนต์+เพิ่มเข้าชั้นนะคะ
Dentuman musik orkestra yang merdu memenuhi ruang ballroom. Tepat ketika jarum jam menunjuk pukul tujuh malam, acara perayaan ulang tahun Nyonya Safira resmi dimulai.Seorang pembawa acara melangkah ke panggung dengan percaya diri. Senyum ramah tersungging di bibirnya ketika ia mengucapkan salam hangat, menyambut para kerabat, sahabat, dan tamu kehormatan. “Sebagai pembuka acara malam ini,” suara sang pembawa acara bergema jelas, “kami dengan hormat mempersilakan Tuan Michael Rajasa, CEO Matrix Group sekaligus putra tunggal Nyonya Safira, untuk menyampaikan sambutan.”Semua mata seketika beralih pada Michael. Sebelum beranjak dari kursi, pria itu melirik ke arah Anaby.Senyum tipis terbit di bibir Anaby. Anggukan penuh keyakinan ia berikan kepada Michael, seakan menyalurkan kekuatan lewat tatapan matanya.Michael bangkit. Dengan gerakan tenang, ia merapikan jas putih yang membalut tubuh tegapnya, lalu melangkah menuju panggung.Tepuk tangan membahana, mengiringi setiap langkahnya. Aur
Anaby duduk di kursi lobi salon, jemarinya memainkan pita emas pada kantong kado yang tergeletak di pangkuannya. Sekali-kali ia melirik jam tangan tipis di pergelangan, lalu menarik napas panjang. Beberapa menit yang lalu, ia sudah menghubungi Michael. Sang suami berjanji akan menjemputnya sebentar lagi. Meski begitu, degup jantungnya tetap tak mau tenang.Dentuman dari mesin mobil yang berhenti di depan salon, membuat Anaby menoleh cepat. Dari balik kaca besar, ia melihat sosok yang membuat wajahnya seketika berseri. Michael turun dari mobil dengan setelan jas putih elegan, kontras dengan kulitnya yang cerah dan mata biru yang menyala. Posturnya yang tinggi dan tegap membuat langkahnya memancarkan pesona yang tak terelakkan.Para pegawai salon, bahkan beberapa pengunjung yang sedang duduk menunggu, spontan menghentikan aktivitas mereka. Pandangan mereka terikat pada satu titik, pria yang baru saja masuk. Bisik-bisik kecil terdengar di udara. Sebagian tersenyum, sebagian lain hanya
Mobil yang ditumpangi Anaby melaju menyusuri jalan menuju rumah sakit jiwa. Langit berwarna biru cerah, seolah merestui perjalanan Anaby hari ini.Di dalam kabin, Anaby hanya terdiam sambil menggenggam map kunjungan yang telah disiapkan. Begitu tiba di halaman RSJ, ia turun dengan langkah mantap.Anaby masuk ke lobi dan menghampiri meja resepsionis untuk menyerahkan kartu identitas.“Ada yang bisa saya bantu?” tanya petugas, dengan sopan.“Saya ingin menjenguk pasien atas nama Sandra. Dia baru saja mengalami keguguran,” jawab Anaby tenang.Petugas itu memeriksa buku catatan dan layar komputer, kemudian meminta Anaby mengisi formulir kunjungan. Setelah prosedur administrasi selesai, seorang perawat menghampiri.“Silakan ikut saya, Nona."Sang perawat memimpin Anaby melewati lorong panjang dengan pintu-pintu besi di sisi kiri dan kanan. Lorong itu sunyi, hanya sesekali terdengar teriakan atau tawa aneh dari balik pintu.“Kami menempatkan Nona Sandra di ruang perawatan khusus,” jelas per
Pagi itu, Anaby berdiri di hadapan Michael, membantu merapikan kerah jas yang jatuh sedikit miring. Jemarinya bergerak telaten, memastikan tidak ada satu pun lipatan yang mengganggu penampilan suaminya. “Sedikit condong ke kiri… ya, begitu,” pungkas Anaby, penuh perhatian. Tanpa membuang waktu, Anaby mengambil dasi yang tergantung di sandaran kursi. Ia melilitkannya dengan gerakan yang telah dihafalkan di luar kepala.Michael menatap sang istri sambil terkekeh kecil. “Kau selalu tahu cara membuatku terlihat seperti direktur di majalah bisnis,” ujarnya, setengah bercanda, setengah tulus.Anaby mengangkat pandangan, menatap wajah lelaki itu sejenak sebelum mengencangkan simpul dasi. “Bukan terlihat, Michael. Kau memang seorang direktur dari Matrix Group,” sahut Anaby. Ada kebanggaan yang nyata dalam nada bicaranya.Michael menunduk sedikit, menyentuh ujung hidung Anaby dengan jemarinya.“Hari ini, aku ingin kau berada di salon saja. Manjakan dirimu. Lakukan semua perawatan yang membu
Tanpa sepatah kata, Michael membuka pintu belakang mobil dan mendorong tubuh Laura ke dalam. Gadis itu masih mencoba melawan, tubuhnya gemetar karena ketakutan bercampur amarah.“Masuk,” perintah Michael dingin.“Aku tidak akan—”Namun, ucapan Laura langsung terputus saat Mateo meraih lengannya dan
Selama beberapa detik, Aslan menatap Anaby yang masih terbaring di ranjang dengan kedua tangan dan kaki terikat. Tatapan wanita itu menusuk ke arah Aslan, bukan hanya penuh kebencian, melainkan juga keteguhan. Dan itu membuat Aslan semakin gusar.Ia mengumpat lirih, lalu berjalan mondar-mandir lagi
Anaby memejamkan mata, mencoba menenangkan kegelisahan yang menggerogoti ketegarannya. Dalam gelap samar, ia menanti detik-detik di mana orang itu akan muncul. Jantung Anaby bertalu kencang. Napasnya tertahan di tenggorokan begitu pintu berderit terbuka, diiringi langkah kaki berat yang mendekat.S
Dalam perjalanan menuju titik lokasi terakhir yang dikirim Anaby, jari Michael terus menekan tombol panggil. Matanya terpaku pada peta digital yang berkedip di layar ponsel. Ketika panggilannya tersambung, wajah Michael menegang. Lelaki itu menempelkan ponsel ke telinga dengan sorot gelisah.“Pama
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan