MasukDeana Kamanta pikir pernikahannya hanya diuji dengan waktu, sampai kenyataan pahit terungkap—suaminya, Ivan, ternyata mandul. Namun, bukannya menerima, Ivan justru menuduh Deana tidak subur. Tekanan mertua semakin mencekik, hingga akhirnya Ivan melontarkan ide kejam yang tidak masuk akal, Deana harus hamil dengan benih kakaknya sendiri. Demi status dan harga diri, Ivan memaksa istrinya tunduk pada rencana gila itu. Deana tidak bisa menolak, tetapi juga tidak mau mendekati kakak iparnya yang menggoda itu. Akan tetapi, apakah bisa?
Lihat lebih banyakDeana memaksa bibirnya untuk tersenyum. Berjalan mendekati Ivan seraya merapikan bajunya, lalu berdiri tepat di hadapannya.“Aku berinisiatif menggoda kakak ipar hari ini. Kali ini aku berhasil. Aku pasti akan hamil sebentar lagi!” Deana ragu untuk mengatakannya, tetapi ia harus mengatakannya untuk memberi alasan yang relevan kenapa dirinya berantakan. Juga, ia menebak Ivan melihat Agra tadi, dan membuatnya seperti ini.Jika dia berhasil hamil dengan benih kakak iparnya, semua dosa menjijikan ini akan akan berakhir. Keluarga Mahawira akan memiliki penerus, tidak akan ada yang peduli darah daging siapa yang ia kandung, Ivan akan memiliki posisi mentereng di perusahaan dan persetan dengan Agra! Pria itu akan terlempar jauh ke dasar tanah sebagai barang tidak berguna. Tanpa istri, anak ataupun keluarga. Dia benar-benar sendiri.“Sangat percaya diri sekali! Apa karena telah melakukannya berkali-kali selama aku tidak ada?”Senyum di bibir Deana luntur. Ia tahu sejak awal Ivan marah, tet
“Astaga, kakak, kumohon berhenti. Ini sudah lewat jam makan malam, ibu pasti kerepotan di dapur, dan Ivan sebentar lagi pulang!” Deana berusaha mendorong Agra yang masih bermain di dadanya. Walaupun mengatakan sudah cukup dan akan pergi, tetapi kenyataannya pria itu belum juga pergi seolah seolah tidak merasa puas mempermainkan tubuh Deana.Sejak awal tubuh wanita itu memang membuatnya kecanduan, hingga pulang dari kantor tadi masih berada di kamarnya. Tentu saja melakukan kegiatan menggairahkan yang sebetulnya sangat Deana dambakan. Ia yakin kali ini inisiatifnya tidak akan mengecewakan Ivan.Ia mendapatkan benih Agra, tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali. Awalnya Agra bersikeras untuk menggunakan pengaman, tetapi Deana tidak melepaskannya walau hanya satu detik. Pria itu tidak memiliki pilihan lain selain membuangnya di rahim Deana.“Kamu benar-benar seperti jalang. Siapa yang mengajarimu?” Agra menjauhkan wajahnya, dan mengecup Bibir Deana sekilas. Ia tersenyum mendapati semba
“Apa yang kamu lakukan, Kak? Kenapa pintunya dikunci?”Deana hendak kembali membuka pintu, tetapi Agra menahan lengannya. Terpaksa ia menatap wajah pria itu, tubuhnya tegang tanpa sadar.Rahang tegas, sorot mata tajam, Agra tampak serius. Sialan! Dia tampak berkali-kali lipat lebih tampan dengan ekspresi itu, membuat Deana tidak bisa menahan untuk tidak menelan ludah.“Ivan bilang kamu bersikap aneh dan terus meminta maaf setelah makan malam itu. Apa kamu akan terus merasa bersalah dan membuat pekerjaan Ivan berantakan, huh? Berhenti bersikap kekanakan dan lupakan malam itu!”Bulu mata Deana melambai cepat dengan bibir sedikit terbuka. Apa yang sebenarnya kakak iparnya ini katakan?Keningnya mengerut. “A-aku tidak mengerti apa yang …”“Cukup katakan ‘ya’, lalu renungi,” sergah Agra, tidak ingin mendengar kata lain. Di samping sifatnya yang pendiam dan terkesan pasrah, Agra mengamati wanita ini juga suka membantah, kecuali pada suaminya. Seperti sihir, Ivan benar-benar bisa membuat w
Plak! Suara tepukan kulit yang berbenturan keras terdengar nyaring di penjuru dapur. Deana memegang pipinya yang kebas dan perih. Sedangkan Carla diam di sisinya dengan dada kembang kempis seiring napasnya yang memburu. “Beraninya mulut kotormu itu!” teriak Carla, menatap nyalang. Tangannya masih bergetar karena menampar sangat keras. Deana mengangkat kepalanya perlahan. Tidak ada bukti yang bisa ia lemparkan ke wajah Carla saat ini. Namun, setidaknya mulutnya telah mengatakan kebenaran daripada omong kosong seperti yang Carla gembar-gemborkan. Mandul, mandul, mandul! Siapa sebenarnya yang mandul! “Kenapa Ibu seperti ini? Tidak bisa menerima kenyataan?” “Jaga mulutmu!” Carla hendak menamparnya lagi, tetapi tangannya hanya menggantung di udara, lalu terhempas begitu saja. Sedangkan Deana tampak tenang sembari terkekeh sumbang. Saat tawanya berhenti, rautnya berubah sedih, suaranya mendayu dramatis. “Di matamu dia sangat sempurna tanpa cela, sedangkan aku tampak san
“Bukankah kalian pergi pagi-pagi sekali untuk memeriksakan kandungannya yang bermasalah?” Carla memicingkan mata, menatap putra sulung dan menantunya bergantian. Ia tahu semalam mereka terlibat makan malam di luar, apa sebenarnya mereka ingin membicarakan soal kandungan secara diam-diam?Apa dia b
“Kakak ipar …. Jangan lakukan ini, jangan ….” Deana meronta dengan tidak terkendali saat tangan Agra perlahan menyusup ke dalam pakaiannya. Ia membeku begitu tangan hangat itu menyentuh permukaan kulit punggungnya tanpa penghalang.Sebuah lenguhan lolos tanpa sadar. Tangannya justru melingkar di l
“Seharusnya kurang dari setengah jam kamu sudah sampai, tapi apa? Ini sudah masuk jam makan siang dan kamu baru datang. Kenapa tidak menjawab teleponku? Kamu sengaja ingin membuatku kerepotan dan terlihat bodoh di depan ayahmu?” oceh Satya diakhiri dengusan kasar.Agra menatap sekertarisnya itu den












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.