MasukGanis jatuh cinta pada Ramon. Sosok pria dewasa yang merupakan kakak dari Marco sahabat baiknya. Ramon sendiri telah bertunangan. Ganis merasa akan sulit baginya mendapatkan cinta Ramon. Namun suatu kejadian tragis membuat Ganis mengalami hal yang tak terbayangkan bersama Ramon. Akankah Ramon akan jatuh cinta pada Ganis? Akankah Ganis mendapatkan kisah cinta bak dongeng bersama Ramon? "Ganis adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Kesalahan yang mengantarkanku pada cinta sejati yang tak pernah kupercaya" ( Ramon ) "Ada banyak pilihan untuk jatuh cinta. Dan cintaku jatuh pada pria yang layak jadi pamanku. Kejahatan yang dilakukannya padaku tak membuat Cintaku karam. Malah makin besar. Ternyata cintaku setulus ini. Aku tak menyukai cinta yang seperti ini. Aku ingin cinta yang realistis cover by pixabay and canva
Lihat lebih banyakSeperti kilatan mimpi upacara pernikahan berlangsung singkat dan mengundang haru. Pestanya di halaman panti, tamunya semua anak panti dan juga penduduk sekitarnya. Bagi Ganis ini sudah lebih dari cukup. Ia sempat mengira Ramon akan memberikannya pesta bak miliarder di ballroom hotel dengan tamu ribuan mengingat status Ramon. Alih-alih pria itu memberinya pesta yang intimate dan membuatnya meneteskan air mata. Tak ada pendeta yang ada Ramon mengundang petugas catatan sipil untuk memberikan surat nikah untuk ditandatangani. Mungkin Ramon ingin menghormatinya karena dirinya secara identitas juga beragama islam. Tak sampai di situ karena di negara ini tak diizinkan ada pernikahan beda agama Ramon mengganti agamanya menjadi islam di atas kertas.Ganis tahu semua mata yang hadir mendoakan kebahagiaan mereka begitu tulus. Bu Panca berulang kali mengusap matanya dengan sapu tangan. Beberapa pegawai panti ikut terharu. Lain halnya para anak. Mereka menyanyikan lagu wedding penuh semangat denga
Setelah perjalanan yang lumayan membosankan terbang dari Barcelona ke Indonesia pagi itu Ganis sampai kembali di tanah air. Ia menghembuskan nafas dalam sambil menyeret kopernya menuju peron bandara. Kali ini ia akan benar-benar pulang. Setelah sekian lama merantau ke luar negeri.Ia tersenyum tatkala ia tak melihat seorang pun menjemputnya. Biasanya bibi Sunnah dan juga Givani yang akan menyambutnya. Ia tak tahu harus bersyukur atau tidak. Ternyata Ramon tak menjemputnya dan juga Givani. Mereka juga tak menghubunginya. Belum selesai rasa keheranannya tiba tiba seorang pria berbadan tegap menghampirinya"Anda harus ikut kami.Anda Ganis, bukan?" "Ya benar. Anda siapa kok saya harus menuruti anda?" tanya Ganis sama sekali tak bergeming dari posisinya."Saya suruhan pak Ramon," ucap pria itu membungkuk hormat dan meraih koper Ganis. Ganis mendesah pelan dan mengikuti kemana pria itu.Ganis tak banyak bertanya meskipun pria itu membawanya ke daerah yang sama sekali tak dikenalnya. Mungk
Terdengar suara panggilan dari pengeras suara. Mereka harus segera naik pesawat. "Kita bisa menundanya besok," kata Ramon masih menggenggam tangan Ganis. Givani tersenyum jahil pada Ganis."Tak perlu Ayah. Salah sendiri kakak tiba-tiba mau ikut," serunya membuat Ganis tak bisa menahan diri untuk tidak mencubit pipi Givani. "Ok. Aku bisa menyusul kalian besok. Aku juga harus membereskan pekerjaanku sekalian aku ingin ziarah ke makam bi Sunnah. Jadi sekarang berangkatlah anak centil," ucap Ganis gemas. "Ku tunggu Nis," ucap Ramon seolah begitu berat melepaskan tangan Ganis."Ayah, jangan lebay ah," decak Givani berjalan lebih dahulu. Mereka pun berciuman sebentar dan melambaikan tangan. Ramon segera di dorong oleh perawat dan Raffi.Hari itu setelah Ganis pamit pada rekan kerja dan atasannya ia mengunjungi makan bibi Sunnah dengan ditemani Shawn dan juga bibi Merry."Aku ingin memindahkan makamnya ke Indonesia sebenarnya," kata Ganis ketika mereka dalam perjalanan pulang."Kalau kau
Ramon menatap muram cincin berlian di tangannya. Detik demi detik berlalu. "Ramon," suara Ganis akhirnya terdengar. Ramon melihat wajah Ganis yang tampak ragu. "Bagaimana Nis?" tanya pria itu kini semangatnya mulai mengendur. "Cincinnya sangat bagus dan aku senang kakak melamarku. Tapi untuk menikah aku butuh waktu lagi. Kau tahu pekerjaanku," seru Ganis tercekat. Hatinya kini sedang bergulat hebat. "Tak apa. Aku akan menunggu. 7 tahun masih ditambah lagi beberapa tahun juga tak apa. Asal pada akhirnya kau bersamaku. Tapi apakah Givani bisa menunggu dan memahaminya," ujar Ramon perlahan meraih tangan Ganis yang menggenggam erat sisi kemejanya. Ganis tak punya kekuatan untuk menarik tangannya dan menolak saat Ramon mengecup punggung tangannya dan menatapnya dalam. Dalam sekejap mata cincin berlian itu kini sudah melingkar indah di jarinya. Air mata Ganis luruh. Ramon segara menarik tubuhnya ke dalam pelukannya. "Kau milikku. Dari dulu Nis," bisik Ramon di telinga Ga
Ramon memutuskan untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yatim di tempat Marco dulu. Ia sedikit merasa terlambat karena baru melakukanya sekarang. Hari ini dengan Soraya yang terus mengikutinya ia datang ke panti."Soraya data semua anak-anak ini dan semua kebutuhannya untuk pindah sekolah di sek
Ramon segera bergegas menuju mobilnya setelah selesai mengadakan konferensi pers. "Aku yakin dengan mensponsori acara olahraga ini maka produk kita akan semakin dikenal," ucap Soraya asisten Ramon yang tentu saja terus mengikuti Ramon kemanapun pergi. Soraya adalah keponakan Mara yang baru saja lulu
Wanita yang menarik kartu kridit itu ternyata setelah diselidiki adalah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit tempat ATM itu berada. Ramon segera menemui dokter itu ketika dokter itu baru selesai praktek."Maaf mengganggu waktunya sebentar," ujar Ramon yang duduk di kursi tunggu pasien. "Maaf ap
Ramon menerima ponselnya dan segera membuka pesan dan panggilan. Pesan Tobias muncul dan membuatnya terdiam sejenak. "Hallo Tobias?" ia memutuskan untuk menghubunginya."Kak Ramon aku kira aku sudah hilang kontak denganmu," sahut Tobias sangat senang akhirnya kakak sepupunya itu merespon pesannya. "A


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan