Masuk“Kalau Ethan mau es krim, Ethan tidak boleh menangis. Nanti malu dilihati orang. Tuh, mata Ethan jadi merah, kan? Ethan juga susah bernapas,” bujuk Kelly.
Ethan yang tampaknya tahu apa yang Kelly katakan, meresponnya dengan menganggukkan kepala, pertanda jika dia mengikuti perkataan mamanya dan tidak menangis lagi. Meski begitu, masih terdengar isak tangis kecil dari bibir mungil anak itu.Kelly lalu menggendong Ethan keluar dari mobil dan membawanya masuk ke pusat perbelanjIni adalah kali pertama Marck mempercayakan event besar padanya. Rasa gugupnya bukan karena besarnya event atau karena dia harus berbicara di depan orang banyak, tapi karena kepercayaan yang Marck berikan, dimana hidup dan matinya proyek pria itu kini ada di tangannya.Jika dia gagal memaparkan proyek tersebut, maka Marck bisa kehilangan apa yang dia kerjakan selama beberapa bulan terakhir ini. Pria itu telah bekerja keras, dia tidak ingin mengecewakannya.Sebelum dirinya menjelaskan tentang produk yang dikembangkan, seorang wanita bernama Andrea naik ke podium untuk menjelaskan produknya lebih dulu. Background Andrea yang lama berkecimpung di dunia seni, membuat rancangan produknya sungguh elegan.Wanita itu memikirkan setiap detail goresan yang ada di label produk mereka. presentasi Andrea juga cukup memukau membuat banyak orang bertepuk tangan kagum. Hal tersebut membuat kepercayaan diri Bella runtuh seketika.Apalagi saat dia mengingat bagaima
Pesawatnya sebentar lagi akan berangkat, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan Jossie maupun Bella. Dia yakin Bella tidak akan berani datang karena ketegangan mereka terakhir kali. Sedangkan Jossie, dia juga yakin Kevin tidak akan memperbolehkan istrinya jauh dari pria itu.“Aku sepertinya harus menangani semuanya sendiri,” geram Marck lalu berbalik dan berjalan menuju gerbang keberangkatan.“Tuan Marck, tunggu!” Suara seorang wanita memanggilnya, membuat langkah Marck terhenti.Marck yang tahu jika suara itu adalah suara Bella, tersenyum lebar karena ternyata Jossie berhasil membujuk wanita itu. Tentu saja Bella tidak tahu akan senyuman tersebut karena posisinya memunggungi wanita itu.Ketika Marck membalikkan tubuhnya untuk menatap Bella, senyuman itu telah hilang dan berganti dengan wajah dingin tidak bersahabat, matanya menatap Bella dengan tajam. “Kenapa kamu berada di sini? Di mana Jossie?”“Jossie sedang sakit dan saya yang menggan
“Apakah rencana kita akan berhasil?” gumam Leah pada suaminya. “Entahlah, semoga saja berhasil. Sudah saatnya Marck mengenal seorang wanita.” Bella duduk kaku dan tegang di kursi mobil yang dikendarai oleh Marck. Matanya menatap lurus ke depan dengan mulut terkatub. Dia bahkan tidak berani menatap pria di sampingnya. Meredam kegugupan, dia meremas dan memainkan jarinya sepanjang perjalanan. “Aku benar-benar tidak suka dengan caramu mendekati orang tuaku. Apakah kamu tidak bisa menerima penolakanku dengan halus?” geram Marck. “Saya benar-benar tidak sengaja bertemu dengan mama Anda, saya tidak berbohong dan saya sama sekali tidak berniat untuk mendekati orang tua Anda. Bahkan saya tidak tahu jika Nyonya Leah adalah mama Anda. Lebih mengejutkan lagi saat saya tahu jika kalian semua adalah anggota keluarga Collins termasuk Jossie. Jika saja saya mengetahuinya sejak awal saya tidak akan ...” Perkataan Bella seketika terhenti ka
“Apa yang Tuan Marck lakukan sehingga hubungan mereka selalu berakhir tidak baik? Apakah para wanita itu tidak menginginkan Tuan Marck ketika mereka tahu apa yang terjadi?” tanya Bella ingin mengetahui Marck lebih banyak lagi.Leah menatap Bella tanpa mengatakan sesuatu. Dia seolah sedang mempertimbangkan apakah dia akan menceritakan keburukan putranya atau tidak pada wanita yang baru saja dikenalnya itu. Dia meneliti ekspresi Bella yang tidak terbaca. Hanya ini kesempatan yang dia miliki untuk membuat putranya bisa menjalani hubungan normal dengan seorang wanita.“Marck sering kali melakukan kekerasan yang tidak dia sadari pada pasangannya jika wanita yang bersamanya membahas masalah fisik. Hal itulah yang membuatnya tidak pernah bisa berhubungan lama dengan seorang wanita. Dia merasa jijik dengan dirinya sendiri karena pelecehan tersebut. Kemarahan itu tersimpan rapat di dalam hatinya dan bisa muncul kapan saja tanpa bisa diprediksi. Jika Marck marah, di dalam pi
“Perkataanmu sangat keterlaluan Marck! Papa tidak pernah mengajarkan hal sekasar itu padamu. Kita harus bicara. Ikut Papa!” tegur Owen dengan raut wajah marah. Dia mengajak Marck untuk bicara empat mata, menegur dan memberi pengertian pada putranya.Tidak bisa menolak kemauan Papanya, Marck menjauh dari Jossie dan mengikuti langkah papanya menuju ruang kerja pria itu.Melihat suasana yang tidak menyenangkan Bella akhirnya bersuara. “Maaf karena kedatanganku malah menghancurkan makan malam kalian. Sebaiknya aku pergi saja dari sini.”“Kamu tidak menghancurkan makan malam kami, sikap Marck saja yang keterlaluan terhadapmu. Sebaiknya lupakan saja apa yang Marck katakan padamu karena sikap Marck memang seperti itu pada semua wanita, bukan hanya padamu saja. Jadi aku harap kamu tidak tersinggung dan tetap bersedia makan malam bersama kami,” kata Leah berusaha membujuk dan menenangkan Bella.“Benarkah Marck bersikap kasar pada semua wanita? Tapi yang ak
“Aku pulang terlambat karena harus membelikan baju seorang wanita yang terkena tumpahan kopiku,” jelas Leah. “Tumben sekali kamu bersikap ceroboh, apakah ada yang sedang mengganggu pikiranmu?” selidik Owen. Selama menikah dengan Leah, Owen sangat tahu kepribadian istrinya yang sangat hati-hati. Jika sampai dia menumpahkan kopi ke tubuh orang dan bersikap ceroboh, Owen yakin jika istrinya tersebut sedang memikirkan sesuatu yang membuat konsentrasinya hilang. “Soal Marck. Apakah dia sudah mengenalkan seorang wanita padamu untuk dijadikan istri?” tanya Leah dengan raut wajah khawatir. “Sikap Marck masih keras kepala dan tidak ingin dipaksa soal pernikahan. Dia belum mengenalkan siapa pun padaku, bahkan kami belum bicara semenjak aku menemuinya terakhir kali,” jawab Owen. “Apakah kamu yakin Marck tidak menyukai sesama pria seperti berita yang beredar di media massa?” Leah memastikan. “Mana yang kam
Wanita itu melingkarkan kaki ke pinggang Owen dan melumat bibir pria itu di dalam kolam renang, sengaja agar Leah melihat apa yang dia lakukan.Apa yang Olivia lakukan berhasil membuat Leah cemburu. Dengan mengepalkan tangannya kuat, dia berbalik dan pergi ke kamar menghindari peman
Leah langsung berbalik dan menatap manik mata pria itu. “Kamu masih bermimpi buruk?” tanya Leah sambil menangkup pipi Owen. Owen mengangguk mengiyakan.“Tapi Olivia bilang kamu sudah sembuh sepenuhnya.” Leah mengingat perkataan Olivia.“Benarkah? Sepertinya dia mengata
Namun sampai detik ini, belum ada pendonor yang cocok. Jadi, Olivia mengandalkan obat-obatan untuk bertahan selama menunggu ada pendonor yang cocok. Selama itu pula, Olivia tinggal bersama dengan Owen dan Owen merawatnya dengan baik.Owen kemudian memperkenalkan Olivia pada Zack dan
“Ke mana saja kamu selama ini? Apakah kamu sengaja menghindariku?” geram Olivia.“Aku sibuk Olivia,” Owen memberi alasan.“Dulu sesibuk apa pun dirimu, selalu ada waktu untukku. Semenjak Leah pergi, sikapmu berubah seratus delapan puluh derajat. Ada apa denganmu Owen?”